
Kegiatan malam segera dimulai, Safitri berada diruangan untuk belajar mengikuti pelajaran akademik bersama calon bintara polwan lainnya, meskipun belum dimulai mereka sudah duduk didalam hanya sekedar membaca catatan kembali maupun bercerita.
" lo tadi gak papa kan Fit? " (kata Fira)
" iya, gila gue kaget banget pas lo gak bisa ngindar terus lo ketendang " (kata Adila)
" ga liat-liat banget sih tuh komandan, nih yang dilawan cewek cantik gak pake perasaan main tendang " (kata Naya)
" eh, gue gak kenapa-napa kok, makasih sudah khawatirin gue " (kata Safitri tersenyum)
" lo beneran gak kenapa-kenapa kan Fit? " (kata Widia)
" ia Wid gue gak kenapa-kenapa kok, sudah mending kalian hapalin deh tuh catetan kalian " (kata Safitri)
" mm, bener " (kata Fira)
" kita gak sepintar Safitri jadi kita harus sedikit berusaha " (kata Adila)
" semangat kakak, hahahaha " (kata Safitri)
" hahahahah " (mereka bertiga tertawa bersama)
Adzan magrib berkumandang, ketiga temannya berpamitan untuk sholat magrib sedang Safitri & Widia tetap berada ditempat.
" kita sholat dulu ya " (kata Naya)
" yuk " (kata Adila)
__ADS_1
" janga lupa sebut gue dalam doa lo " (kata Widia)
" hahahah, pasti lah, supaya kita berhasil bareng " (kata Fira)
Ketiga teman Safitri pun segera keluar dari ruang belajar bersama beberapa calon bintara polwan lainnya & hanya bersisa beberapa saja diruangan termaksut Safitri & Widia.
" kenapa lo bisa pingsan Fit? " (kata Widia)
" lo tau kan gue lagi dapet pas lagi sakit-sakitnya eh malah kena tendang langsung hitam penglihatan " (kata Safitri)
" lo kenapa gak ngindar sih?, lo sengaja gak menghindarkan?, gue tau " (kata Widia)
" hehehe, gue gak mau bang Abi tiba-tiba gak bisa kontrol terus meluk gue atau nyium gue didepan banyak orang, hamsiong gue " (kata Safitri)
" jadi alasan lo gak menghindar supaya pertandingan cepet selsai, lo gila Fit, untung lo gak kenapa-napa, gue panik pas liat lo pingsan " (kata Widia)
" sory bikin lo khawatir " (kata Safitri)
" mm, Widia lo baik banget sih, gue janji gue bakal jaga diri & kita bakal sama-sama balik dari sini sama-sama jadi polwan " (kata Safitri)
" harus, lo inget kan perjuangan kita buat ada disini itu gak mudah " (kata Widia)
" mm, gue tau, gue bakal terus inget " (kata Safitri)
" kalo terjadi sesuatu sama lo mungkin gue juga bakal kehilangan semangat gue disini " (kata Widia)
" lo memang yang terbaik " (kata Safitri)
__ADS_1
Mereka berdua saling berpelukan, Safitri merasa Widia seperti pengganti dua sahabatnya Risya & Ega yang selalu memperhatikan, memberi semangat, menyayangi, Safitri sangat bersyukur bisa berteman dengan widia dia sangat baik & dewasa.
" babang lo tadi keliatan panik juga pas lo pingsan, padahal baru tadi siang kita omongin eh muncul dia kaya jailangkung datang tak dijemput pulang tak diantar, ahahahahah " (kata Widia)
" husttttt, sangka lo tunangan gue dedemit " (kata Safitri)
" dia memang bukan dedemit, setan atau hantu tapi dia selalu menghantui lo, siang malam dimabuk kepayang terbayang-bayang oh babang tamfan, asek, ckckckckck " (kata Widia)
" hahahah, ni anak memang banyol " (kata Safitri)
" lo kangen-kangenan gak tadi, cieh kangen-kangenan yah, ahhhhh jadi pengen punya pacal deh " (kata Widia)
" ihhhhh, Wid hahahahaha..amit-amit lo, lo sama kak Dito aja gih kalo pingin punya pacar " (kata Safitri)
" ih oga ah Fit, bang Randi lagi deket sama kak Alin, gue mau yang kaya babang lo ah, tuhan kirim satu dong yang kaya babangnya Fitri, eh tapi jangan mirip banget serem gue kalo liat dia pasang muka garang " (kata Widia)
" hahahahahaha, sialan lo bilang bang Abi garang, bang Abi baik tau, sayang gue lagi " (kata Safitri)
" iya dia laki lo makanya dia gak pernah pasang muka garang sama lo, gue takut setangah mati kalo liat dia pasang muka garang takut dicakar gue " (kata Widia)
" anjrit lo, lo sangka tunangan gue singa " (kata Safitri)
" babang lo bukan singa tapi lion makanya gue takut dicakar, aduh bisa hancur muka pas-pasan gue kalo dicakar bisa turun duit jujuran, gue bayangin kalau lo ampe nikah sama bang Abi Fit, lo bakal diterkam liat muka singanya yang garang, hahahahahha " (kata Widia)
" sakit perut gue Wid gara-gara lo, hahahahahah, lo pikir singa sama lion itu apanya, sama aja kali, gue bergaul sama lo lama-lama gue jadi pelawak tau " (kata Safitri)
" ih bagus lagi kalo sampe jadi pelawak, kita berdua jadi duo pelawak, namanya apa ya, emm, duo polwan cantik, aseekkkkk hahahhaha " (kata Widia)
__ADS_1
" dih, duo polwan butek iya, hahahahhah " (kata Safitri)
" hahahahaa, iya butek kebanyakan dijemur " (kata Widia)