
Hari-hari yang Safitri jalani bersama tunangannya kini semakin lebih baik, tunangannya masih saja cemburuan tapi saat ini lebih bisa mengontrol emosinya, bagi Safitri ini perubahaan yang sangat besar, ia sangat bersyukur kejadian salah paham beberapa minggu yang lalu membuat perubahan besar pada tunangannya. Saat ini Safitri telah duduk di toko bersama ibunya beserta Rani, ia masih mengenakan seragam kerjanya karena ia baru saja sampai, Safitri merebahkan dirinya kesofa yang ada ditoko ibunya.
" ahhhhh " (kata Safitri)
" capek mba? " (kata Rani)
" banget Ran " (kata Safitri)
" nih nduk...ibu ambilin minum, pasti hauskan " (kata ibu)
" makasih ibu, terbaik deh " (kata Safitri)
Seketika safitri mengingat tentang ayahnya, sudah satu tahun lebih ayahnya meninggalkan dia & ibunya, wajahnya berubah menjadi sedih mengingat ia akan menikah tetapi ayah tak bisa menjadi walinya, matanya berkaca-kaca mengingat lagi kejadian satu tahun yang lalu saat ayahnya meninggal & dia berada di SPN.
" kamu kenapa nduk, kok kaya sedih gitu? " (kata ibu)
" eemmm " (kata Safitri menggelengkan kepalanya)
" mba kalo ada apa-apa mba bisa kok cerita sama Rani, ya walaupun Rani lebih muda dari mba tapi Rani insyallah bisa kasih solusi, daripada dipendem sendiri " (kata Rani)
" dih Rani, gue gak ada masalah Ran " (kata Safitri pada Rani), " Safitri cuman lagi inget ayah bu, ibu kangen gak sama ayah, Safitri kangen sama ayah " (kata Safitri menangis)
Seketika keheninganpun terjadi, air matanya & ibunya menetes berharu biru, teringat lagi luka dimana ia harus kehilangan ayahnya yang sangat ia sayangi, bahkan ayah meninggalkannya tanpa sempat mengantarkannya untuk duduk dipelaminan bersama calon suami pilihannya.
" ibu juga kangen ayahmu nduk tapi ibu selalu menitipkan pesan ibu lewat doa-doa buat ayah yang sudah tenang disyurga sana " (kata ibu)
" Safitri sedih ayah gak bisa jadi walinya Safitri, ayah juga gak liat Safitri pakai seragam kaya gini " (kata Safitri)
" mba yang sabar ya " (kata Rani)
" ayah disana pasti bangga liat kamu pake seragam polwan mu nduk, ayah pasti bahagia liat kamu bakal nikah sama nak Abi, kamu jangan sedih-sedih ya nduk kita doain ayahmu disana ditempatkan ditempat yang terbaik disisi allah yaitu syurga, aamiin " (kata ibu)
" aamiin " (kata Rani)
" aamiin ya allah " (kata Safitri)
" sudah ah sedih-sedihnya nduk, calon manten itu harus bahagia, ganti baju sana nduk nanti bajumu kotor " (kata ibu)
Safitri hanya menurut pergi kerumahnya lalu berganti baju & merebahkan tubuhnya ditempat tidurnya, air matanya kembali lagi membasahi pipinya, diingatnya waktu-waktu kebersamaannya dengan ayahnya mengingat masa-masa saat ayah menjadi penyemangatnya, ayah adalah sosok yang takan pernah terganti, ayah adalah tempat kembali saat kita patah hati hanya ayah seorang pria yang mempunyai cinta sejati untuk anak gadisnya, ayah adalah pria terkuat dengan menopang semua beban dipundaknya tanpa mengenal lelah.
" yah Safitri kangen ayah " (kata Safitri sambil menangis)
__ADS_1
# Bripka Abimana Prasetiya
Sore ini dirinya sudah dirumah setelah beberapa menit yang lalu mengdarai mobil dari kantornya, saat ini bara masih berada dirumahnya, adiknya itu sudah dua minggu berada dirumahnya enggan untuk kembali ke kota D kerumah orangtua mereka karena disana ia sangat kesepian, Bripka Abimana jiga tidak keberatan dengan keberadaan adiknya dirumahnya.
" baru datang lo bang?, nih gue ambilin minum " (kata Bara)
" makasih " (kata Abimana)
" gue satu minggu lagi ya disini bang, gue janji deh gak bakal ngerepotin lo " (kata Bara)
" serah lo aja de, tapi lo udah hubungi mama sama papa kan? " (kata Abimana)
" sudahlah bang, gue mau puas-puasin waktu libur gue sama cwe gue " (kata Bara)
" asal lo jangan macem-macem aja de, inget lo masih kuliah " (kata Abimana)
" gak lah bang, gak bakal gue macem-macem tapi gak tau ya kalo khilaf, heheheh " (kata Bara)
" sialan,...lo masih kecil de, jangan bikin anak orang bunting " (kata Abimana)
" hehehe " (kata Bara menggaruk kepalanya yang tidak gatal)
" jaga baek-baek tuh calon bini lo bang, nyesel lo kalo sampe nyakitin dia " (kata Bara)
" lagian sapa sih de yang mau nyakitin Safitri, gue cinta kali sama dia, oh ya lo bisa pulang gak pas gue nikah? " (kata Abimana)
" tenang aja lo lah bang gue bakal datang, inikan lo yang bakal nikah mana mungkin gue gak datang, masalah ijin kuliah biar gue yang urus " (kata Bara)
Dia hanya tersenyum sambil merangkul Bara adiknya, Bripka abimana tidak menyangka Bara kini telah tumbuh menjadi seorang pria dengan pemikiran dewasa bahkan saat ini bara tidak pernah membuat onar & bukan anak manja yang selalu bergantung kepada orang tuannya, selama hampir setahun adiknya ini berada diluar negri bara berhasil hidup mandiri.
#* Safitri
Malam hari telah tiba jam menunjukan pukul 07.00malam, Safitri duduk diteras rumah bersama ibunya & Rani, sudah lama Rani ikut tinggal dirumah Safitri adik sepupu Safitri saat ini menjadi tulang punggung keluarganya untuk membantu ayahnya membiayai adik-adiknya yang masih kecil, Safitri terkadang memberi motifasi kepada Rani, Rani adalah adik yang baik meskipun Rani hanyalah adik sepupunya tetapi mereka berdua lumayan akrab, Safitri lebih tua satu tahun dari Rani.
" Ran itu foto cwo dihp kamu pacar kamu Ran? " (kata ibu)
" em " (kata Rani bingung)
" ha,....coba liat Ran " (kata Safitri melihat hp Rani), " bhaaaaaaaaaa,....ini mah artis korea bu " (kata Safitri kepada ibunya)
" oh itu artis nduk, ibu kira pacarnya Rani " (kata ibu)
__ADS_1
" ini bude namanya oppa Minhoo, calon suami Rani " (kata Rani)
" hahahah,...ngayal deh mulai " (kata Safitri)
" sirik lo mba, lo sirik kalah saing sama gue kan oppa Minhoo lebih milih gue, hahahah " (kata Rani)
" enak aja bang Abi gue lebih ganteng dari oppa lo " (kata Safitri)
" hem,..hem.... Ran ngalah aja sama mba mu, calon suaminya memang lebih ganteng dari pada oppa kamu " (kata ibu sambil tersenyum)
" iya dong,....eh tiba-tiba pengen makan martabak telor deh " (kata Safitri)
" beli gih sana nduk, ajak Rani buat nemenin " (kata ibu)
" tapi ibu sendirian dirumah " (kata Safitri)
" gakpapa nduk " (kata ibu)
" kuy Ran, Safitri jalan dulu ya bu " (kata Safitri)
" yuk....bude jalan ya " (kata Rani)
Safitri mengendarai motor metiknya bersama Rani yang duduk dibelakangnya, dalam perjalanan mereka berdua mengobrol.
" mbak kenal sama Rendra gak? " (kata Rani)
" Rendra, yang mana tuh?, pacar lo tuh ya sih Rendra " (kata Safitri)
" ye gak mba, itu sih Rendra anak gang buana, yang seangkatan gue sekarang kuliah dia dikota c " (kata Rani)
" oh Rendra anaknya pak Mutakin?, kenapa emang Ran?, lo naksir dia? " (kata Safitri)
" gak mba, dia wa gue nitip salam sama lo, lama lo dia suka sama lo, apalagi jaman gue masih sekolah aih parah saban hari nanyain lo terus..hahahah " (kata Rani)
" tenar banget gue sampe temen lo minta salam ke gue " (kata Safitri)
" terkenal banget lo mba, mereka mah girang kalo ditilang sama lo, makanya kalo ada rajia sengaja banget gak lengkap-lengakap, katanya Polwan Cantik " (kata Rani)
" setdah, pantesan aja tiap giliran gue kelapangan makin banyak aja anak sekolah yang kerajia " (kata Safitri)
Safitri tak habis pikir tingkah remaja masa kini sangat konyol, dimana dijamannya bisa sangat takut mendengar kata-kata rajia tetapi lain dengan remaja masa kini malah sengaja tidak melengkapi kelengkapannya hanya karena ingin dirajia olehnya.
__ADS_1