
Sudah tepat tiga bulan Safitri berada diasrama SPN bersama 328 calon bintara polwan lainnya, sebelumnya calon bintara polwan adalah 335 tetapi ada beberapa yang harus pulang karena tidak tahan mental maupun fisik, ada yang sengaja melarikan diri saat lari pagi kearea perkampungan bersembunyi dikebun-kebun & ada pula yang sakit sehingga tidak bisa meneruskan pendidikannya, bagi calon bintara polwan yang tidak dapat meneruskan pandidikannya dianggap gugur & dielminasi. Waktu tidak terasa cepat berlalu hari berganti bulan kini tersisa dua bulan lagi ia berada disini, Safitri & calon bintara polwan lainnya semakin mantap dalam berbagai kegiatan semakin terbiasa & semakin bertanggung jawab. Meskipun sudah terbiasa berada disini tetapi Safitri tetap merindukan suasana rumahnya, merindukan kedua orang tuanya, merindukan tunangannya, ia selalu berusaha menjadi yang terbaik disini demi orang-orang tercintanya.
" lo lagi ngapain Fit duduk sendiri, tumbenan sendirian gini? " (kata Widia)
" gue lagi kangen sama ayah ibu " (kata Safitri)
" sabar ya dua bulan lagi kita pulang " (kata Widia)
" mm iya " (kata Safitri tersenyum)
" lo kangen orang tua lo apa kangen babang lo?, hahahahah " (kata Widia)
" hahahaha, tapi gue juga emang kangen sih sama bang Abi " (kata Safitri)
" gue pikir babang lo bakal nyamperin lo lagi kesini Fit, hahahahaha " (kata Widia)
" ya gak lah Wid, ngapain bang Abi kesini nengok gue lagi, kerjaannya disana lebih pentingkan, gue disini juga kan lagi sekolah "(kata safitri)
" ya sapa tau aja kan namanya meurinduuuww, hahahhaha " (kata Widia)
" lebay lo ah, hahahahah " (kata Safitri)
"eh lo perhatiin gak, kayanya bang Randi lagi pdkt ya sama ka Alin " (kata Widia)
" emang iya Wid?, gue gak merhatiin tuh " (kata Safitri)
" heem Fit, kalo gue peratiin sih gitu kayanya " (kata Widia)
" tapi cocok loh mereka berdua, ka Dito sama ka Alin " (kata Safitri)
" eh tapi ngomong-ngomong cinta lo sama dia sudah tuntas kan, soalnya yang gue denger cinta pertama itu sampe kapanpun gak bakal bisa dilupain, aseeeeekkkk " (kata Widia)
__ADS_1
" apaan sih lo Wid, itu masalalu kali, itu juga cinta monyet, sudah ah gak usah dibahas ada yang denger berabe deh gue " (kata Safitri)
" hahahahahah, oke...okeeh, yuk kesana waktu istirahat sudah habis " (kata Widia)
Safitri & Alin pergi menuju ruang taekwondo kembali, saat ini waktu menunjukan pukul 01.00siang, seharusnya mereka sehabis istirahat lalu menunaikan ibadah sholat dzuhur tetapi karena mereka berdua sedang datang bulan mereka berdua mempunyai waktu senggang untuk mengobrol. Disana sudah berkumpul para calon bintara polwan, ia bersama Widia segera bergabung dengan yang lainnya, saat ini mereka akan bertanding diatas ring menguji ketangkasan mereka, Safitri berpasangan dengan bela seperti biasa.
" siap ya sama pasangan masing-masing " (kata Bripda Randito)
" siap " (kata mereka bersama)
Safitri & Bela duduk bersebelahan memperhatikan calon bintara polwan yang bertanding diatas ring.
" gimana Bel sudah siap lo lawan gue? " (kata Safitri)
" wih kata-kata lo Fit, gue mah siap gak siap emang harus lawan lo " (kata Bella)
" hahahahah, iya kan kita pasangan " (kata Safitri)
" ah sok tau lo Bel, belum tentu, lo juga mulai mahir kok " (kata Safitri)
" hahaha, lo cuman buat gue seneng dikit doang Fit, tar juga kalo di atas ring gak bisa berkutik gue sama lo, serasa samsak deh gue " (kata Bella)
" lebay lo Bel " (kata Safitri)
Saat Safitri berbincang dengan Bela Bripda Alin menghampirinya & duduk disebelah Safitri.
" hei de " (kata Bripda Alin)
" iya ka " (kata Safitri & Bela)
" sudah siap Fit? " (kata Bripda Alin)
__ADS_1
" sudah kak " (kata Safitri)
" oke, Bela lo nanti tanding sama gue " (kata Bripda Alin)
" haaaaaa, sama kak Alin " (kata Bella)
" iya sama gue " (kata Bripda Alin)
" waduh " (kata Bella sambil menepuk jidatnya)
" aaaa, jangan-jangan gue sama bang sofiyan lagi, aduh kak Alin gak bisa ya selain bang Sofiyan " (kata Safitri memelas)
" hahahahah, kenapa memangnya de " (kata Bripda Alin)
" Safitri gak enak kalo harus balas bang Sofiyan " (kata Safitri)
" nih ya de kak Alin kasih tau, siapapun lawan lo jangan lo kasih ampun, ini latihan lo, suatu saat kalo lo ada disituasi seperti ini terpojok lo juga harus begitu lo gak usah mikir siapapun lawan lo harus lo lawan demi keselamatan lo " (kata Bripda Alin)
" iya kak " (kata Safitri)
" kalo cuman lawan Sofiyan gue mah yakin lo bakal ngalahin dia, hahahahahha " (kata Bripda Alin)
" gak enak ah kak kalo sampe ngalahin bang Sofiyan " (kata Safitri)
" anggap aja lo balas dendam, hahahahah, kapan lagi lo bisa mukul instruktur lo " (kata Bripda Alin)
" waduh kak Alin ngajarinnya gitu deh, Safitri emang nunggu-nunggu tuh, dendam kesumat " (kata Bella)
" enak aja, hahahahah " (kata Safitri)
Sebentar lagi giliran Safitri tanding diatas ring, ia sangat gugup menunggu namanya dipanggil, bagaimana pun ia harus mengalahkan lawannya kali ini, seperti kata Bripda Alin siapapun lawannya ia harus bisa mengalahkannya.
__ADS_1