
# Rindu Mentari
Sedari pagi ia hanya bermalas-malasan diatas tempat tidurnya sambil membaca novel, hari ini Rindu tak mempunyai jadwal kuliah ia hanya menghabiskan waktunya di rumah saja, jam telah menunjukkan pukul 10.00pagi. Sudah dua hari ini Rindu tak bertemu dengan Jiya setelah beberapa hari lalu ia menemani Jiya di clubb, biasanya pada saat libur seperti ini Rindu akan menghabiskan waktu bersama Jiya, kali ini ia tak bisa menghabiskan waktu bersama Jiya karena Jiya sudah ada janji dengan orang lain.
Setelah merasa bosan dengan bukunya Rindu mengambil ponsel miliknya, Rindu membuka galeri fotonya, dipandanginya foto-fotonya bersama Bumi, sudah satu mingguan adiknya tersebut melakukan aktivitasnya hanya di rumah saja, bahkan Bumi juga melakukan sekolahnya di rumah, Bumi saat ini telah menjadi anak rumahan, bahkan Bumi tak sekalipun pergi meninggalkan rumah, pagi tadi Rindu menghubungi adiknya tersebut untuk menanyakan keadaan adiknya tersebut, sejauh ini Bumi keadaan Bumi masih sangat baik.
*tok... tok.... tok....
Rindu bangun dari tempat tidurnya karena mendengar pintu kamarnya diketuk, ia duduk ditepi ranjangnya sambil berfikir siapa yang mengetuk pintu kamarnya.
*tok... tok... tok
Sekali lagi bunyi ketukan dari luar kamarnya terdengar, ia lalu berdiri menuju pintu tersebut dengan langkah malas-malasan, setelah ia membuka pintu kamarnya ia agak terkejut melihat Zayn yang telah berada di depan kamarnya masih dengan mengenakan seragam pilotnya.
" boleh masuk? " (kata Zayn)
Rindu hanya diam tertegun mendengar pertanyaan Zayn, sementara Zayn langsung nyelonong masuk kedalam kamarnya sebelum ia menyetujui pertanyaan Zayn, Zayn duduk di sebuah sofa panjang yang berada dikamar tersebut. Rindu menutup pintu lalu duduk disebelah Zayn masih menatap penuh tanya.
" kok kesini? " (kata Rindu)
" emang gak boleh gue kesini? " (kata Zayn)
" boleh sih " (kata Rindu)
" hemmm, bisa gak lo ganti baju dulu " (kata Zayn sambil menundukan kepalanya)
Rindu lalu berdiri mengambil baju ganti & masuk kedalam kamar mandi untuk berganti pakaian karena memang saat ini pakaian rindu lumayan terbuka, setelah selesai mengganti bajunya ia kembali duduk disebelah Zayn.
" lo udah makan belum? " (kata Zayn)
" belum kak, tapi aku belum laper sih " (kata Rindu)
" ayo keluar cari makan, gue laper " (kata Zayn)
" tapi aku lagi males keluar kak " (kata Rindu)
" kenapa? " (kata Zayn)
" ya males aja " (kata Rindu)
" ayo, lo kan juga belum makan, gue gak mau ya kalo lo sakit gue yang disalahin " (kata Zayn)
" iya " (kata Rindu cemberut)
Rindu berjalan keluar kamar kostnya mengikuti Zayn dari arah belakang.
# Abdul Zayn Mikail
Setelah mendarat beberapa jam lalu & mengantarkan Humaira kerumah pamannya Zayn langsung pergi ke kost-an Rindu, ia tau bahwa hari ini Rindu sedang tak ada jadwal kuliah, ia berkendara menggunakan mobil milik Gibran karena mobil miliknya sedang dipakai oleh Faiz entah kemana. Saat berada di depan pintu kost Rindu ia langsung mengetuk pintu kamar Rindu, berkali-kali ia mengetuk pintu kamarnya tapi tak kunjung juga Rindu membuka pintu kamarnya, Zayn mengetuk kamar Rindu kembali, tak lama Rindu membukakan pintu kamarnya.
Zayn tahu bahwa Rindu pasti akan terkejut karena kehadirannya siang ini, ia bertanya kepada Rindu apakah ia boleh masuk kedalam kamarnya, karena tak kunjung mendapatkan jawaban ia langsung masuk kedalam kamar Rindu, bagi Zayn ini bukan suatu masalah karena Rindu adalah calon tunangannya.
Zayn duduk diatas sofa panjang yang berada dikamar Rindu, kamar kost Rindu lumayan luas walaupun jika dibandingkan dengan kamar hotelnya lebih luas kamar hotelnya, mata Zayn melihat sekelilingnya, kamar tersebut sangat rapi & bersih, barang-barang tersusun rapi bahkan meja belajarnya juga tersusun rapi buku pelajaran milik Rindu.
Dilihatnya Rindu duduk disebelahnya dengan mengenakan baju tali satu yang membuat Zayn menjadi tidak nyaman melihat ini karena bagaimanapun juga Zayn adalah pria dewasa apalagi mereka berdua berada didalam sebuah kamar yang sama, ia akhirnya menyuruh Rindu untuk berganti pakaian setalah itu Zayn mengejar Rindu untuk pergi makan diluar, awalnya Rindu menolak tapi akhirnya Rindu menyetujuinya walaupun dengan tampang cemberutnya.
Mereka berdua berjalan bersama menuruni anak tangga menuju mobil yang dikendarai oleh Zayn, ia membukakan pintu untuk Rindu lalu ia masuk kearah kemudinya, tampaknya Rindu sudah tak kesal lagi kali ini.
" mau makan apa? " (kata Zayn)
" serah kakak aja lah " (kata Rindu)
Zayn menoleh kearah Rindu kemudian melihat kearah depan lagi serius dengan kemudinya.
" lo kalo di kost biasa pake gituan aja? " (kata Zayn)
" maksudnya? " (kata Rindu)
" hemmm, ya pake yang lo pake tadi " (kata Zayn)
" maksud kakak? " (kata Zayn)
Zayn menoleh lagi kearah Rindu yang nampaknya memang tak mengerti pertanyaan darinya, ia menggeleng-gelengkan kepalanya tanpa melanjutkan pertanyaannya kembali.
" apa sih kak? " (kata Rindu lagi)
" gak lupain aja " (kata Zayn)
" seriusan kak jangan bikin penasaran deh " (kata Rindu)
" kenapa lo penasaran?, gue yang nanya lo yang penasaran " (kata Zayn)
" iya lah, kakak nanya gak jelas banget sih " (kata Rindu)
__ADS_1
" gak jelas gimana? " (kata Zayn)
" tanya tuh yang jelas Kak, jangan ambigu, bikin bingung pertanyaannya " (kata Rindu)
" ambigu?, lo aja yang oon " (kata Zayn)
" astaghfirullah, kakak jahat banget sih ngatain aku oon " (kata Rindu)
" hahahahah " (kata Zayn tertawa)
" ih malah ketawa lagi, ngeselin " (kata Rindu)
Zayn berhenti tertawa saat ini karena kata-kata Rindu, ia hanya tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal. Rindu sepertinya terlihat sangat penasaran dengan pertanyaan darinya.
" jadi mau makan apa nih? " (kata Zayn)
" apa aja kak, yang penting bukan kambing ya " (kata Rindu)
" iya, gue inget kok kalo lo gak bisa makan kambing " (kata Zayn sambil tersenyum)
Setelah mengendarai mobil beberapa puluh menit akhrinya Zayn memberhentikan mobil yang ia kendarai disebuah restoran, setelah memarkirkan mobilnya ia mengajak Rindu untuk turun menuju restoran tersebut. Zayn mempersilahkan Rindu untuk duduk, setelah itu mereka mulai memesan beberapa makanan, tanpa menunggu lama pesanan merekapun segera diantar.
" hem, jangan lupa baca doa dulu ya kak sebelum makan " (kata Rindu)
" iya, makasih ya udah ngingetin " (kata Zayn)
Rindu hanya tersenyum & menganggukkan kepalanya, mereka berdua menikmati makanan mereka tanpa bersuara, Zayn mulai kagum dengan Rindu karena ia tak pernah lupa dengan agamanya, bahkan saat akan menikmati makanannya seperti ini ia masih mengingatkan untuk membaca doa terlebih dahulu, hal simpel tapi cukup bermakna.
" lo sholat? " (kata Zayn mulai membuka suara)
" sholat lah kak, itu kewajiban kan sebagai umat muslim " (kata Rindu)
" lo sering pake baju seksi? " (kata Zayn)
" kenapa tanya gitu kak? " (kata Rindu)
" enggak gue penasaran aja " (kata Zayn)
" em gitu, sesekali aja sih kak " (kata Rindu)
" jadi lo sering pake kaya gituan? " (kata Zayn)
Zayn kembali menanyakan hal yang sama seperti yang ia tanyakan sebelumnya karena masih penasaran dengan jawaban Rindu yang belum terselesaikan tadi.
" oh jadi kakak tadi sebenarnya nanya baju, astaga, hahahahh " (kata Rindu tertawa)
" kalo di rumah atau di kost aja kak, tapi kalo keluar kayanya jarang sih, kecuali baju aku udah gak ada baru deh terpaksa keluar pake baju agak terbuka " (kata Rindu)
" mulai sekarang kalo pake baju tolong yang tertutup ya, lo gak tau bahayanya lo pake baju kayak gitu?, kalo lo kehabisan baju ngomong aja sama gue tar gue beliin, walaupun di rumah atau di kosan lo juga gak boleh pake baju gituan " (kata Zayn)
Zayn memang tidak suka melihat Rindu memakai baju seksi seperti yang tadi ia pakai saat di kost nya, pada zaman seperti ini banyak cara orang melakukan kejahatan bahkan untuk melecehkan wanita, apalagi saat melihat kesempatan didepan mata karena pada zaman sekarang wanita banyak yang berpakaian tapi bak bertelanjang.
" kenapa kak?, kan aku di rumah aja " (kata Rindu)
" lo gak takut kalo tiba-tiba ada orang jahat masuk ke kamar lo terus lo diapa-apain gara-gara pake baju seksi, terus lo gak risih apa kalo seumpamanya Gibran atau Faiz gue suruh jemput lo terus lo pake baju kaya gituan, lo itu calon istri gue jadi tolong tutup badan lo dari pandangan orang lain " (kata Zayn)
" kan di kost aja kak pakenya jadi gak mungkin lah ada yang liat aku, lagian gak mungkin kak Faiz sama Gibran masuk ke kamar aku kayak yang kakak lakuin barusan, baru kakak tau cowok yang berani masuk ke kamar aku selain papa sama Bumi " (kata Rindu)
" bagus lah, jangan sekali-kali lo berani masukin cowok manapun ke kamar lo, kalo sampe gue tau lo bawa-bawa cowok awas " (kata Zayn)
" ih awas apaan lagi, lagian cowok mana yang mau aku bawa kak, astaghfirullah ada-ada aja " ( Rindu)
" emang lo beneran gak punya cowok? " (kata Zayn)
" gak " (kata Rindu sambil menggelengkan kepalanya)
" gak percaya gue " (kata Zayn)
" ih bodo amat mau percaya atau enggak, lagian gak ada hubungannya sama kakak aku jomblo atau enggak " (kata Rindu cuek)
" gak ada hubungannya gimana, lo gak inget gue calon suami lo " (kata Zayn)
" astaghfirullah, hemmmm iya aku lupa, maaf kak " (kata Rindu)
" jadi lo kapan terakhir punya pacar? " (kata Zayn)
" dua tahun lalu kak " (kata Rindu)
Zayn mulai menghentikan aktivitas makannya mulai serius karena jawaban Rindu, ia menatap lekat Rindu, entah mengapa ia menjadi tegang dengan kata-kata Rindu yang barusan tentang mantannya.
" Berapa lama lo pacaran? " (kata Zayn)
" satu tahun " (kata Rindu)
" kenapa lo putus? " (kata Zayn)
" di selingkuhin " (kata Rindu)
__ADS_1
Zayn mulai menyuapkan makanannya kembali kedalam mulutnya, Zayn berfikir Rindu adalah tipe wanita setia, tetapi mengapa sampai saat ini Rindu tak memiliki pacar.
" lo masih punya rasa ya sama mantan lo makanya sampe sekarang lo gak punya pacar? " (kata Zayn)
" gak tuh, emang aku males pacaran kak, lagian aku trauma diselingkuhin " (kata Rindu)
" kenapa? " (kata Zayn)
" sakit tau kak diselingkuhin, pas lagi sayang nya malah ditinggalin, jangan tanya aku mulu lah kak, gantian kakak cerita dong soal kakak " (kata Rindu)
Zayn hanya tersenyum, sedari tadi tanpa ia sadari memang Zayn banyak bertanya tentang Rindu, Zayn merasa sangat konyol karena Rindu akhirnya sadar dengan hal itu.
" kakak tadi baru pulang? " (kata Rindu)
" gue tadi dari rumah uncle Bara terus langsung ke kost lo, kenapa? " (kata Zayn)
" pantes gak ganti baju "(kata Rindu)
" tar jam satu gue mau balik ke bandara, masih ada kerjaan makanya gak ganti baju " (kata Zayn)
" astaga, terus kenapa kakak ngajak aku makan keluar gini, kan harusnya kakak istirahat " (kata Rindu)
" gue tau pasti lo belum makan, kebetulan gue juga laper makanya gue samperin lo " (kata Zayn)
" ih makasih loh kak padahal aku tadi males keluar loh " (kata Rindu tersenyum)
" ya udah habisin gih makannya, baru kita balik " (kata Zayn)
" iya kak " (kata Rindu)
Zayn sepertinya harus mulai mendekatkan dirinya dengan Rindu seperti yang disarankan ayahnya karena cepat atau lambat mereka berdua akan segera menikah.
Setelah selesai menghabiskan makanan serta minuman akhirnya mereka berdua pulang menuju kost-kostan Rindu, sebelum pulang Rindu meminta tolong kepada Zayn untuk memotokan dirinya terlebih dahulu, Zayn tersenyum karena Rindu terlihat sangat manis, Zayn diam-diam ikut menyimpan foto Rindu dengan mengirim via pesan WhatsApp lalu menghapusnya dari pesan WhatsApp Rindu.
Setelah berkendara selama beberapa puluh menit akhirnya mereka berdua sampai juga di kost-kostan Rindu, mereka berdua segera keluar dari mobil menuju ke kamar kost Rindu.
" emang di sini gak ketat ya peraturannya? " (kata Zayn)
" enggak kak, cuman disini khusus cewek " (kata Rindu)
" terus gak ada larangan gitu tamu cowok gak boleh masuk kamar? " (kata Zayn)
" gak kak " (kata Rindu)
" lo pindah gih, gak usah ngekost disini, cari yang lebih ketat " (kata Zayn)
" kenapa kak? " (kata Rindu)
" gue ngerasa lo disini gak aman " (kata Zayn)
" aku lama lo kak sudah tinggal disini, aman aja " (kata Rindu)
" iya tapi gue gak seneng lo disini, besok gue libur kita cari kost buat lo " (kata Zayn)
" tapi kak.... " (kata Rindu terputus)
" besok gue telpon bokap lo buat minta ijin mindahin lo, gak usah khawatir " (kata Zayn)
Setelah sampai di kamar tersebut, Rindu mempersilahkan Zayn untuk masuk, Zayn kembali duduk di sofa yang sama saat pertama masuk kedalam kamar tersebut.
" kakak gak balik nih? " (kata Rindu)
" tar aja deh masih jam setengah dua belas, boleh gak gue numpang ngelurusin badan gue " (kata Zayn)
" kakak mau baring? " (kata Zayn)
Zayn hanya mengangguk-anggukan kepalanya, Zayn merasa agak lelah, pagi tadi ia pergi sekitar pukul 07.00 pagi lalu terbang ke kota C pukul 08.30 pagi & sampai pukul 09.30 pagi.
" baring aja kak, tar jam satu aku bangunin, kalo kakak takut aku lupa aku pasangin alarm aja " (kata Rindu)
" tapi beneran gak papa gue baring ditempat tidur lo? " (kata Zayn memastikan)
" astaghfirullah, iya kak, silahkan, gak apa-apa kok " (kata Rindu)
Zayn berbaring diatas tempat tidur Rindu, sedangkan Rindu duduk di atas sofa sambil memainkan ponselnya, tak menunggu lama Zayn pun terlelap tidur.
Rindu waktu memakai baju seksi
Zayn
foto Rindu saat meminta tolong Zayn memotret dirinya.
__ADS_1