Polwan Cantik

Polwan Cantik
#114


__ADS_3

dua bulan kemudian...


Hari ini hari libur, tiga bulan belakangan ini setiap hari libur dirinya hanya menghabiskan waktu dirumah saja menemani ibu sambil bermalas-malasan, biasanya dihari libur seperti ini sahabatnya Ega akan datang menemuinya tetapi tidak untuk hari ini karena hari ini Ega mulai sibuk mengurus persiapan pernikahannya dengan Bripda Randito, syukur Ega & Bripda rand Alinito sudah mulai dekat mereka berdua kerap menghabiskan waktu bersama berdua belakangan ini, Safitri sangat lega akhirnya sahabatnya sedikit-sedikit belajar membuka hatinya untuk Bripda Randito begitu pula Bripda Randito, tetapi entah sudah ada cinta atau belum diantara mereka hanya mereka berdua yang tau, atau mereka belum menyadari itu, sedang sahabatnya Risya masih saja fokus dengan perkuliahannya, ia tidak mau bermalas-malasan agar dia mendapatkan nilai yang baik karena ia berjanji kepada kedua orangtuanya mempunyai pacar tidak akan mempengaruhi nilai-nilainya & ia membuktikan itu, sedangkan Widia kini telah resmi memiliki pacar dia tidak jomblo lagi setelah berbulan-bulan pendekatan akhirnya kekasihnya telah memenuhi syarat yang ia ajukan, & untuk teman-teman dekatnya di SPN Fira, Adila serta Naya mereka bertiga belakangan ini sangat sibuk sesekali memberi kabar melalui WhatsApp meskipun tidak sesering dulu, ia memahami itu karena ia juga sama sibuknya dengan teman-temannya.


Hidupnya sendiri sangat baik sekarang, ia & ibu telah melupakan luka kehilangan ayahnya, ibunya semakin sibuk dengan warung kelontongannya yang semakin maju menjadi sebuah toko kelontongan, sepertinya ibu agak keteteran sekarang sehingga ia memikirkan akan mencarikan ibu kariawan yang bisa membantu menjaga toko kelontongannya. Nasib percintaannya sendiri dengan Bripka Abimana sangat-sangat baik, selama sepuluh bulan menjalin hubungan Safitri & Bripka Abimana semakin lebih terbuka lagi tidak ada yang disembunyi diantara mereka meskipun terkdang Safitri sering merasa kesal karena sifat kekanak-kanakan Bripka Abimana yang selalu melarangnya tersenyum kepada pria lain bahkan menyuruhnya memakai masker segala, terkadang berkali-kali ia harus meyakinkan supaya tunangannya harus mempercayainya jika ia hanya mencintai dirinya.


Saat ini jam telah menunjukan pukul 08.00pagi Safitri menemani ibunya didalam toko sambil merebahkan dirinya disofa.


" ahhhhhhhh.....nyaman memang kalo libur gini " (kata Safitri)


" kerja itu capek ya nduk? " (kata ibu)


" capek sih enggak bu, ngerasain libur sehari stelah satu minggu kerja itu nikmat banget rasanya, apalagi seharian cuman tiduran gini bu, ahhhhh.......nikmatnya....." (kata Safitri)


" dikantor kerjanya duduk didepan leptop aja ya nduk? " (kata ibu)


" sekali-sekali turun kejalan nge Rajia, kadang tuh males sebenernya kejalan bu " (kata Safitri)


" kenapa Nduk?, panas? " (kata ibu)


" ada aja yang gombalin, ngajak poto, ngajak kenalan terus kalo gak diladenin kan gak baik bu, sebagai pelayan masyarakat harus ramahkan, pulang-pulang kekantor bang Abi cemburu, hhhhmmmm " (kata Safitri)


" hahahhaha, masih aja cemburuan Nduk?, anak ibu kan polwan cantik " (kata ibu)


" gak cemburu lagi bu, cemburu buta " (kata Safitri)


" jadi kamu gimana Nduk?, gimana pun dia itu tunanganmu Nduk wajar dia cemburu " (kata ibu)


" kadang-kadang Safitri sebel sama bang Abi, padahal Safitri yang lebih muda ya bu tapi dia yang kaya anak kecil, tapi mau kaya apa sudah terlanjur sayang " (kata Safitri)


Saat mengobrol dengan ibu terdengar suara mobil masuk dipekarangan rumah, ibu menengok keluar untuk melihat siapa yang datang.


" hmmm, yang diomongin datang tuh Nduk, panjang umur " (kata ibu)


" kok tumben dateng gak ngubungin dulu " (kata Safitri sambil berdiri)


" sana Nduk samperin " (kata ibu)


Safitri berjalan menghampiri Bripka Abimana yang baru saja memarkirkan mobilnya dipekarangan rumah, Safitri menyalami tangan Bripka Abimana, setelah itu tunangannya merangkul pundaknya & berjalan menuju toko yang berada tepat disamping rumahnya untuk menemui ibu.


" tumben gak ngabarin dulu bang? " (kata Safitri)


" emang hpnya ade mana? " (kata Abimana)


" didalam rumah bang " (kata Safitri)


" terus ade ditoko sama ibu? " (kata Abimana)


" iya sayang " (kata Safitri)


" mmmmmm....pantesana " (kata Abimana sambil memijit hidung Safitri)

__ADS_1


" aaaa....sakit bang " (kata Safitri)


" nanti priksa deh hpnya sayang " (kata Abimana)


Safitri hanya menggaruk kepalanya, dia tidak seperti orang yang gila dengan ponselnya karena baginya menghabiskan waktu bersama ibunya berdua mengobrol lebih penting dibandingkan harus sibuk seharian dengan ponsel, kekasihnya kini telah menyalami ibunya, ibu tersenyum kepada Bripka Abimana.


" ayo masuk kerumah aja nak Abi " (kata ibu)


" disini aja kali ya bang " (kata Safitri)


" ajak masuk aja kerumah Nduk, sambil bikinkan minum, ajak makan kek " (kata ibu)


" gakpapa bu disini aja, Abi juga sudah sarapan kok tadi " (kata Abimana)


" seriusan sudah makan bang, coba liat gendut gak perutnya " (kata Safitri memegang perut Abimana)


" sayang bang Abi makan sedikit gak satu baskom mana bisa perut bang Abi gendut " (kata Abimana)


" nih perut masih aja rata, yuk kerumah makan dulu " (kata Safitri)


Safitri menggandeng kekasihnya menuju rumahnya, untuk mengajaknya sarapan.


" de bang Abi betulan sudah sarapan loh sayang, ini perut bang Abi masih kenyang suer deh berani dicium " (kata Abimana tersenyum)


" mau dicubit apa dijewer, macem-macem " (kata Safitri)


" hahahhahahah, mau dicium " (kata Abimana)


" aaaauuuu...auuuuuu...auuuuu,...ampun sayang,...ih sakit loh sayang,...jauh-jauh abang kesini bukan mau disiksa sayang pengen disayang-sayang " (kata Abimana)


" sakit tapi masih bisa aja genit-genit " (kata Safitri)


" lama-lama galak banget sih hmmmmm,..emuaaaahhhh " (kata Abimana sambil mencubit kedua pipi kekasihnya & mencium keningnya)


" yni pipi lama-lama molor kalo ditarik-tarik gitu bang " (kata Safitri)


" ade imut banget sih, gemes jadinya, de masuk aja yo pengen selonjoran capek bang Abi " (kata Abimana)


" ayo...ayo...masuk....gampang capek ya bang sudah uzur soalnya,...hahahahah " (kata Safitri mengejek)


" ini kayanya ngomong gitu nantangin ya " (kata Abimana menggendong Safitri kedalam rumah)


" aaaa......hahahhah...bang ampun bang...turunin....turunin bang,...aku khilaf " (kata Safitri)


" emmmmm.....nantangin ya....mau dibuktiin ni ya....emmm..." (kata Abimana sambil mengglitiki kekasihnya yang sudah diturunkan diruang tengah tempat bersantai)


" hahahahhahaha....ampun bang...bang...hahahahha....iya ampun....ampun...ampun " (kata Safitri)


" hahahah,....kapok gak " (kata Abimana)


" iya...iya....iya..sudah ampun " (kata Safitri)

__ADS_1


" awas kalo berani bilang uzur lagi " (kata Abimana)


" hahahah,....iya bos " (kata Safitri)


" emang bang Abi keliatan kaya bapak-bapak apa atau kaya kakek-kakek gitu dibilang uzur pula " (kata Abimana tersenyum)


" enggak-enggak,...gak kaya bapak-bapak atau kakek-kakek kok sayang cuman kaya om-om " (kata Safitri)


" hahahha....ohhhh nantangin lagi ya " (kata Abimana)


" engga...bang...engga...ampun....bang Abi kaya anak 17 tahun kok,...hahahah " (kata Safitri)


" oooo ini namanya lebih nantangin berati " (kata Abimana)


" no....hahahahh....stop sayang,...ampun ya jangan klitikin lagi geli nah " (kata Safitri)


" hahaha,...oo brati mau hukuman lain ya " (kata Abimana)


" engga sayang,...ampun ya,... pleas,...sini aja deh sini biar aku peluk ya " (kata Safitri merayu)


" Abang aja yang peluk " (kata abimana memeluk kekasihnya)


" bang jangan kuat-kuat ah, abang sudah gak sayang aku kayanya ya mau bikin tulang aku remuk " (kata safitri)


"uncccchhh....sayang lah,...emuaaaaaahhhhhh,....emuahhhh..emuahhh....sudah mandi belum tadi? " (kata Abimana sambil menciumi pipi tunangannya)


" sudahlah,...emang gak kecium apa wangi apa enggak, lagi flu ya sayang? " (kata Safitri)


" engga sayang " (kata Abimana)


Asik bercanda ponsel dikamarnya berbunyi, ia segera meminta ijin kekasihnya untuk melihat ponselnya.


" hp ade tuh kayanya ya " (kata Abimana)


" eh iya bang, boleh liat bentar gak? " (kata Safitri)


" hemmmm....tapi jangan lama-lama ya " (kata Abimana)


" siap komandan " (kata Safitri sambil hormat)


Safitri berjalan menuju kekamarnya untuk melihat ponselnya, dilihatnya ternyata Bara yang menghubunginnya, saat ia akan mengangkat telponnya tiba-tiba panggilannya sudah mati, dilihatnya 12 panggilan tak terjawab dari kekasihnya & dua panggilan tak terjawab dari Bara, lalu ia keluar dari kamarnya kembali menemui kekasihnya yang sedang berbaring dibawah beralaskan permadani.


" siapa sayang? " (kata Abimana mengelus pipi kekasihnya)


" bara sayang, belum diangkat keburu mati " (kata Safitri)


" dia masih sering ngubungin ade? " (kata Abimana)


" hemmm,...kadang-kadang dia wa sih bang, minta saran, kenapa bang? " (kata Safitri)


" engga sayang " (kata Abimana)

__ADS_1


__ADS_2