Polwan Cantik

Polwan Cantik
#62 SEASON 2


__ADS_3

" bang gue berangkat kerja ya, sudah jam delapan juga nih " (kata Desta)


Desta berjalan menghampiri dirinya yang sedang duduk di balkon sambil menikmati segelas kopi hangat kesukaannya, semalaman Desta memang menginap di hotel bersamanya, dalam keadaan seperti ini ia tak menyangka pria yang sedang dekat dengan adiknya tersebut & usianya lebih muda darinya cukup dewasa mendengarkan & memberikan saran untuknya.


" lo gak mau ngopi dulu? " (kata Zayn)


" gak biasa gue bang pagi-pagi gini minum kopi, ya udah kalo gitu bang gue pergi ya? " (kata Desta pamit)


" ok, makasi ya lo udah repot-repot nemenin gue cerita semalem " (kata Zayn)


" gak masalah bang, tapi ini lo gak papakan gue tinggal bang? " (kata Desta)


" udah lo ngantor aja, gue gak papa, lo telat nih pasti " (kata Zayn)


Zayn merasa tak enak kepada Desta karena harus menemani dirinya pagi ini ia harus berangkat terlambat ke kantornya, padahal semalam ia sudah berkata jika tak perlu ditemani tetapi Desta kekeh datang menemani dirinya.


" ah gak papa bang, tadi malam udah ijin juga bakal telat, ya udah kalo gitu ya bang, assalamuallaikum " (kata Desta)


" waallaikumsalam, hati-hati Des " (kata Zayn)


Setelah Desta pergi Zayn kembali menutup pintu kamarnya lagi, sore ini ia berencana untuk kembali ke kota xxx & meminta maaf kepada kedua orangtuanya beserta orang tua Rindu karena telah bertingkah kekanak-kanakan sampai harus kabur seperti ini.


Zayn tiba-tiba teringat dengan ponselnya yang sedari tadi malam telah mati karena kehabisan daya, ia mengaktifkan ponselnya yang telah di charger semalaman, ia berniat untuk menghubungi Rindu & meminta maaf kepada Rindu yang mungkin saat ini juga mencemaskan dirinya & kebingungan mencari dirinya.


Saat Zayn mengaktifkan ponselnya banyak notifikasi pemberitahuan panggilan tak terjawab serta pesan WhatsApp yang masuk, bukan hanya kedua orangtuanya bahkan paman serta keluarga lainnya ikut menghubungi dirinya, Zayn menggelengkan kepalanya ia benar-benar bersalah karena membuat semua mencari dirinya seperti ini. Zayn mulai membuka pesan WhatsApp dari Rindu.


📩 pesan masuk WhatsApp Rindu ❤....


Rindu : kakak dimana?


Rindu : kak tolong angkat telpon aku


Rindu : p


Rindu : p


Rindu : kak tolong balas


Rindu : aku tau kakak kecewa & aku sama kecewanya kaya yang kakak rasa, tapi dengan kakak menghindar & sembunyi kayak gini masalah kita gak akan selesai.


Rindu : aku mohon dimana pun kakak sekarang hubungi aku kak.


Membaca pesan dari Rindu tanpa pikir panjang Zayn langsung menghubungi Rindu, ia berharap Rindu bisa memaafkan kesalahannya kali ini.


📞 panggilan Vidio Call WhatsApp Rindu ❤...


Tut....tut....tut....


Zayn mencoba menghubungi Rindu sekali lagi karena telepon dari Zayn tak kunjung dijawab, Zayn berfikir tak mungkin jika Rindu kesal dengan dirinya sehingga tak mau mengangkat telepon darinya, namun berkali-kali Zayn menghubungi Rindu tapi tetap tak ada jawaban. Zayn sangat kesal menyalahkan dirinya sendiri sebodoh itu dirinya sehingga membuat masalah ini semakin panjang, seharusnya masalah ini selesai dengan baik kemaren tanpa harus berlarut-larut seperti ini & ujung-ujungnya menjadi panjang.


Memang dirinya kemarin sangat kesal & emosi karena mengetahui kenyataan kebohongan dibalik perjodohannya, seharusnya ia mendengarkan penjelasan kedua orangtuanya sebelum meninggalkan mall kemaren & tak meninggalkan Rindu begitu saja, mengingat kejadian kemarin Zayn menutup kedua matanya dengan tangannya, kini ia harus menerima kenyataan jika pernikahannya gagal karena ulahnya sendiri, seharusnya semuanya bisa dibicarakan secara baik-baik bukan seperti ini.


" aaaaaaaaaaaa.......b*gooooooooooo " (kata Zayn berteriak)


Zayn berdiri berjalan mondar mandir karena kini dirinya lebih frustasi dari pada saat ia mengetahui kenyataan kebohongan ayahnya, seharusnya ia senang mengetahui ayahnya tak sakit & umurnya juga pasti masih panjang bukannya seperti ini.

__ADS_1


" ya tuhaaaaannnnnnn, kenapa gue seb*go ini sih " (kata Zayn berkata sendiri )


" harusnya semuanya sudah selesai, gara-gara gue kabur buntutnya jadi panjang, ahhhhhhhh siiiiiaaaaaaaaallllll " (kata Zayn marah)


Zayn saat ini tak tau harus berbuat apa lagi agar pernikahannya dengan Rindu tetap berlangsung, Zayn benar-benar mencintai Rindu bahkan saat ini hatinya sangat galau jika saja Rindu tak mau menikah dengannya lagi.


" ya allah tolong kasih hamba kesempatan satu kali lagi, jadikan Rindu jodoh hamba ya allah, hamba janji akan mencintai & menyayangi Rindu sampai akhir hayat hamba " (kata Zayn)


Zayn duduk ditepi ranjangnya sambil berusaha menenangkan dirinya mencari solusi sendiri untuk masalahnya.


# Humaira Shakila Najma


Pagi ini ia pergi kekampus bersama dengan pamannya yaitu Bara, seperti kata Desta semalam ia tak bisa menjemput Humaira untuk pergi kekampus pagi ini, selama ini Desta membuatnya menjadi ketergantungan kepadanya karena telah biasa berangkat & pergi kekampus dengannya sehingga saat tak bersama Desta membuat Humaira merasa ada yang kurang. Humaira menatap layar ponselnya berharap Desta menghubungi dirinya untuk sekedar mengirimkan pesan ucapan selamat pagi tetapi yang diharapkan tak kunjung mengirimkan pesan. Humaira mengeluarkan nafas kasar dari hidungnya yang sontak membuat paman serta tantenya menatap kearahnya sambil tersenyum.


" kenapa dek? " (kata Widia)


" ini onty bang Desta gak ada hubungin Huma pagi ini " (kata Humaira)


" uncle kira ada apa sampe segitu betenya kayaknya " (kata Bara tersenyum)


" heeeemmmmm, yang lagi jatuh cinta kayaknya, pagi-pagi udah nunggu kabar dari Desta aja, emang Desta kemana dek kok tumben gak jemput? " (kata Widia)


Humaira tersenyum menatap kearah depan tepat dimana paman & tantenya berada, Humaira saat ini duduk di kursi belakang sedangkan paman & tantenya duduk di bangku depan, seperti biasa pamannya lah yang mengemudikan mobil tersebut.


" iya tumben banget Desta gak jemput kamu dek " (kata Bara)


" bang Desta ada keperluan mendadak katanya, makanya gak bisa jemput Huma " (kata Humaira mencari alasan)


Desta harus menemani kakaknya di hotel sehingga ia pasti akan terlambat karena harus pulang ke apartemennya terlebih dahulu untuk berganti seragam saat ini, mengingat apartemen tempat tinggal Desta lumayan jauh dari hotel tempat kakaknya menginap.


" nanti pulang kampus gak bisa jemput kamu juga Desta dek? " (kata Bara)


" kalo Desta sibuk mending Huma balik sama kak Gibran aja sayang, lagian kasian loh kalo dipaksain jemput Huma " (kata Widia)


" aduh Huma males ah onty pulang sama kak Gibran, tar jadi bahan gosip lagi " (kata Humaira)


" lagian kamu aneh-aneh aja dek nutup-nutupi kalo kalian saudara " (kata Bara)


" males uncle, tar cewek-cewek yang naksir kak Gibran manfaatin Huma lagi supaya bisa deket sama kak Gibran " (kata Humaira)


Humaira sekilas melihat paman & tantenya tersenyum karena kata-katanya, sebenarnya bukan hanya itu mungkin juga jika orang lain mengetahui hubungannya dengan Gibran pasti banyak juga pria yang mendekati Gibran untuk meminta bantuan agar bisa dekat dengan Humaira & Humaira tak ingin kakak sepupunya tersebut juga dimanfaatkan oleh orang lain.


# Safitri


Semalaman ia tak bisa tidur bersama suaminya memikirkan anak sulungnya yang saat ini entah berada dimana, nampak di wajah suaminya yang terlihat sangat menyesal dengan apa yang telah ia lakukan, hari ini ia & suaminya telah mengambil cuti mengingat pernikahan anaknya akan berlangsung dalam waktu empat hari lagi tetapi kali ini entah pernikahan tersebut akan terlaksana atau akan gagal begitu saja karena sampai saat ini Zayn masih belum ditemukan.


Bagaimana cara menjelaskan permasalahan ini kepada Zayn agar anaknya tersebut mengerti dengan apa yang ayahnya lakukan jika Zayn sampai saat ini masih belum bisa dihubungi, Safitri masih terus duduk menemani Abimana sampai detik ini untuk sama-sama menguatkan & meyakinkan jika Zayn akan baik-baik saja setelah kembali nanti, mungkin saja Zayn saat ini hanya ingin menenangkan diri sejenak.


" kita harus lacak dimana Zayn sekarang sayang, abang gak bisa tinggal diam kayak gini terus, abang gak mau pernikahannya sama Rindu gagal " (kata Abimana)


" jangan buru-buru bang, kita masih punya waktu sampai sore, tapi kalo sampai sore nanti Zayn masih belum kembali baru kita lacak dimana dia sekarang, aku yakin Zayn cuma butuh waktu untuk sendiri sekarang " (kata Safitri)


" sayang kamu taukan abang ngelakuin ini untuk kebaikan anak kita " (kata Abimana menggenggam kedua tangan Safitri)


Meskipun itu adalah salah tetapi memang benar suaminya melakukan hal tersebut demi kebaikan putra semata wayang mereka, Zayn saat ini hanya syok sehingga sembunyi entah kemana saat ini.

__ADS_1


" sayang aku tau kamu ngelakuin ini buat kebaikan Zayn, tolong berhenti menyalahkan diri sendiri, sumpah meskipun Zayn pada akhirnya menolak buat nikah nantinya aku bakal bujuk dia supaya pernikahan ini tetep berjalan bang, jadi abang jangan salahkan diri abang terus, yang sudah terjadi biarlah terjadi, sekarang kita pikirkan bagaimana caranya supaya Zayn mau pulang " (kata Safitri)


" gak ada cara lain sayang selain kita lacak keberadaannya " (kata Abimana)


" percaya sama aku bang, anak kita pasti balik jadi tolong abang jangan libatkan orang lain buat cari anak kita, aku cuman gak mau semakin banyak orang yang tau kalau anak kita sekarang kabur, kalo orang tau anak kita kabur bukan cuman kita yang malu tapi juga keluarga bang Aidan terutama Rindu " (kata Safitri)


" ok kita tunggu sampai sore, tapi kalo sampe sore belum juga ada kabar dari Zayn abang mohon kita harus lacak buat temuin dimana Zayn " (kata Abimana)


Saat sedang mengobrol dengan Suaminya ponsel miliknya berbunyi, panggilan masuk dari sahabatnya Risya, ia buru-buru mengangkat panggilan tersebut.


📞 panggilan masuk Beb Risya.....


" hallo assalamuallaikum beb " (kata Safitri)


# Abimana Prasetiya


Abimana & istrinya masih terus membahas tentang kemelut yang baru saja terjadi karena kebohongan yang ia lakukan akhirnya terbongkar juga, sampai saat ini Zayn belum kembali entah pergi kemana Zayn saat ini, bahkan ia telah menyuruh adiknya serta keluarga lainnya untuk menghubungi Zayn tapi tak satupun dari mereka yang mendapatkan kabar dari Zayn, Abimana nampak putus asa sehingga berencana untuk melacak keberadaan anaknya saat ini.


Abimana tau yang ia lakukan adalah kesalahan meskipun maksudnya untuk kebaikan anaknya tetapi kebohongan tetaplah kebohongan sehingga wajar saja jika Zayn sampai sekecewa ini dengannya, seharusnya ia tak melakukan hal tersebut untuk memaksakan kehendaknya tetapi jika ia tak melakukan itu anaknya belum tentu mau menerima perjodohan tersebut tetapi karena saat ini telah terungkap kebohongannya justru pernikahan anaknya yang sudah selesai 99% persiapannya justru terancam gagal.


Berkali-kali istrinya meyakinkan dirinya jika semua akan baik-baik saja pernikahan akan tetap berjalan tetapi Abimana sudah nampak pasrah jika anaknya menolak untuk dinikahkan dengan Rindu putri dari sahabat terbaiknya, saat ini yang Abimana inginkan hanyalah Zayn bisa pulang & mendengarkan penjelasan darinya masalah Zayn ingin melanjutkan pernikahan tersebut atau tidak Abimana sudah pasrah, ponsel istrinya tiba-tiba berbunyi panggilan dari Risya istri dari Aidan, samar- samar terdengar perbincangan dari istrinya & sahabatnya tersebut ia juga nampak tegang berusaha mendengarkan dengan jelas apa yang disampaikan oleh Risya.


" bang kita harus buru-buru pergi " (kata Safitri)


" kenapa sayang? " (kata Abimana)


" ayo bang " (kata Safitri)


Abimana berdiri berjalan dengan digandeng oleh istrinya menuju arah dimana mobil mereka berada, Zayn bertanya-tanya istrinya akan mengajak dirinya kemana sampai terburu-buru seperti ini.


# Abdul Zayn Mikail


" bang lo beneran gak mau cari makan nih?, gue pagi-pagi dateng kesini khusus buat ngajak lo cari sarapan bang " (kata Gibran)


Setelah kepergian Desta pagi tadi selang beberapa Jam Gibran datang menemuinya di hotel tempat ia menginap untuk mengajaknya mencari sarapan pagi ini, tetapi Zayn saat ini tak mempunyai selera untuk makan karena pagi tadi teleponnya tak dijawab oleh Rindu membuat moodnya tiba-tiba menjadi buruk.


" gue belum laper Gib, lo kalo laper cari aja makan sendiri di bawah " (kata Zayn)


" lo jangan terlalu galau napa bang, tar lo sakit, lagian lo kenapa sih gak mau makan, ngalah-ngalahin cewek aja lo bang " (kata Gibran)


" kambing, lo sih gak ngerasain kegalauan yang gue rasain sekarang, lo pikir deh gimana perasaan lo kalo pernikahan lo terancam gagal " (kata Zayn)


" ya udah lo balik aja sekarang sana, bilang lo gak mau pernikahan lo di gagalin " (kata Gibran)


" lo pikir segampang itu apa ngomong begitu, stres gue rasanya, mana pagi tadi Rindu dihubungi gak dijawab, pasti dia gak mau nikah ama gue lagi nih " (kata Zayn)


" jangan Suuzhon napa, belum tentu dia sengaja gak angkat telpon lo ya bang, bisa aja dia disana belum bangun atau lagi dimana gitu lupa sama hpnya " (kata Gibran)


Sepupunya tersebut berusaha meyakinkan dirinya, mengingat tentang Rindu memang yang dikatakan Gibran ada benarnya, mungkin saja saat ini Rindu sedang sibuk sehingga tak bisa menjawab telepon darinya.


" ayo bang kita cari makan dulu, lo jangan mogok makan gitu malu tuh kalo bang Faiz ampek tau lo kaya gini " (kata Gibran tersenyum)


" kenapa? " (kata Zayn)


" lo kalah ama bang Faiz tuh, dia mau putus cinta kek apa gak pernah kayanya yang namanya galau kaya lo, nah lo gak juga putus cinta cuman butuh penyelesaian aja & belum tentu gimana nantinya lo malah udah galau duluan " (kata Gibran)

__ADS_1


" bener juga ya yang lo bilang, belum apa-apa gue udah galau, aaaah gi*a otak gue gak bisa buat mikir rasanya sekarang " (kata Zayn)


Bahunya ditepuk-tepuk oleh Gibran yang saat ini telah tersenyum kepadanya.


__ADS_2