Polwan Cantik

Polwan Cantik
#06 SEASON 2


__ADS_3

#Safitri


Saat ini ia bersama anak bungsunya sedang menunggu suaminya & anak sulungnya diruang tamu, jam menunjukan pukul 06.10pagi. Disela-sela waktu menunggu suami & anak sulungnya Safitri mengajak anak bungsunya mengobrol perihal pendidikan Humaira, mengingat sebentar lagi anak bungsunya akan lulus dari sekolah menengah atas.


" dek mau lanjut kemana kalo lulus? " (kata Safitri)


" belum tau mi, pengen kaya mami sih, pengen jadi polwan, keren kayanya " (kata Humaira)


" mami sih gak ngelarang dek, kalau adek mau daftar polwan silahkan aja, tapi apa Huma kuat ngejalanin pendidikannya, ya bukannya mami meremehkan adek ya, cuman mami tau banget kamu dek sakit dikit aja hebohnya minta ampun, gak mami bayangin kalau sampe kamu daftar polwan terus keterima terus ikut pendidikan " (kata Safitri)


" hahahaha, gak jadi kalo gitu mi, mana tahan Huma jauh dari mami sama papi, apalagi gak boleh megang hp, kalo boleh pegang hp mah gak masalah masih bisa nelpon, ntar adalagi omongan orang kalo Huma masuk polwan itu gak murni juri payah Huma tapi karena mami papi ikut andil, ah ogah ah " (kata Humaira)


" terus apa rencana kamu selanjutnya dek? " (kata Safitri)


" mau kuliah aja sih rencananya mi, tapi disini aja ya mi jangan jauh-jauh " (kata Humaira)


" kenapa dek, kamu kan tinggal pilih mau kuliah dimana, apa kamu kuliah dikota D, kan disana ada bude Reina, bisa tinggal sama bude mu, atau di kota C, tinggal dirumah uncle Bara " (kata Safitri)


" liat nanti aja lah mi, fokus dulu buat ujian, belajar bener-bener biar lulus" (kata Humaira), " mi ternyata papi dulu mudanya ganteng banget ya, lebih ganteng dari yang sekarang, pantesan mami mau sama papi " (kata Humaira)










Beberapa foto lama yang dilihat anak bungsunya yang ada diponsel miliknya, foto 20tahun yang lalu saat ia & suaminya masih sangat muda, saat suaminya masih menjadi Hot daddy & dirinya masih menjadi Hot mommy, meskipun saat ini julukan tersebut masih ia & suaminya sandang karena ia & suaminya tak jauh berbeda seperti 20thn yang lalu.


" mami juga cantik sih, ah wajarlah papi juga naksir mami " (kata Humaira)


" alah apa sih dek, itu namanya jodoh " (kata Safitri)


" Hem, ngomongin apaan? " (kata Abimana)


Saat masih asik mengobrol dengan anak bungsunya tiba-tiba suaminya datang dari arah dalam.


# Humaira Shakila Najma


Bukanlah rahasia saat ibu & ayahnya muda merupakan icon polisi dan polwan di kota xxx, karena kedua orang tuanya bak artis terkenal pada masanya, mungkin jika kedua orang tuanya hidup & lahir menjadi remaja pada saat ini pasti akan menjadi polisi & polwan selebgram. Saat masih asik mengobrol dengan ibunya ternyata datang ayahnya dari arah dalam & mendengar obrolannya dengan ibunya, pastilah ayah akan membanggakan ketampanannya pada masanya.


" Hem, ngomongin apaan? " (kata Abimana)


" ah enggak Pi, anu Huma sama mami cuman ngomongin soal Huma abis lulus mau lanjut kemana " (kata Humaira berbohong)


Ia langsung melihat kearah ibunya sambil memberikan ibunya kode agar bisa kompakan karena jika ayahnya tau mereka membahas masa muda ayahnya tak akan habis cerita akan menjadi pembahasan yang sangat panjang.


" jadi mau lanjut kemana dek? " (kata Abimana)


" eh anu Pi, Huma masih bingung, ntar aja abis ujian Huma pikirin " (kata Humaira)


" pikir baik-baik ya dek, jangan salah pilih jurusan " (kata Abimana)


" iya Pi " (kata Humaira), " kak Zayn mana nih tumben belum keluar dari tadi " (kata Humaira)


" lagi siap-siap kakakmu dek " (kata Safitri)


" emang kakak mau kemana mi? " (kata Humaira)


" mau jemput anaknya om Aidan dia sayang, om Aidan sama Tante Risya gak bisa jemput ada urusan, jadi minta tolong kakak deh " (kata Safitri)


" maksud mami kak Zayn mau jemput kak Rindu ya mi? " (kata Humaira)


" iya dek, kakak mu mau jemput Rindu " (kata Abimana)


Sejenak ia berfikir mungkin ini adalah siasat dua keluarga untuk menjodohkan kakaknya dengan Rindu kakak dari sahabatnya Bumi. Tak begitu lama kakaknya turun dari atas dengan penampilan baru, betapa terkejutnya dirinya.


" eh buset deh Lo kak, itu rambut Lo kapan Lo warnain, perasaan tadi malam masih item " (kata Humaira)


" tadi malem bareng Bumi pas Lo tinggal " (kata Zayn)


Terlihat kedua orang tuanya hanya menggelengkan kepalanya, sedang dirinya hanya tertawa melihat aneh kearah kakaknya, meskipun penampilan kakaknya masih tetap terlihat keren.


" hahaha, rambut Lo merah amat, gak ada yang lebih terang dari itu, makin mencolok tau Lo " (kata Humaira)


" jadi jelek gak? " (kata Zayn)


" dih mau banget Lo keliatan jelek, Lo mau jemput cewek cantik bos kenapa pengen keliatan jelek " (kata Humaira)


" apaan sih Lo dek " (kata Zayn), " Pi ini beneran harus banget Zayn jemput anak om Aidan Pi? " (kata Zayn lagi)

__ADS_1


" kamu dengar sendiri kan kak om Aidan bilang apa semalam, ya udah papi sama mami mau berangkat dulu, kamu antar Huma sekalian ya " (kata Abimana)


" mami berangkat duluan ya sayang-sayangnya mami, kakak kalau bawa mobil hati-hati, surat-surat jangan lupa dibawa " (kata Safitri)


Kedua orang tuanya telah melangkah keluar rumah untuk berangkat bekerja sedang dirinya masih tetap duduk diruang tamu menunggu mood kakaknya membaik, masih terlihat wajah kakaknya tampak sedikit serius entah apa yang sedang dipikirkan oleh kakaknya.


" udah deh kak gak usah terlalu Lo pikirin kali, Lo kan cuman disuruh jemput kak Rindu bukan disuruh ngawinin dia, gitu aja muka Lo keliatan panik amat " (kata Humaira)


" kampret Lo dek, asal nyeblak, sapa juga mau kawin sama Rindu, Lo tau kan gue gak akrab sama anak sahabat mami papi kecuali sahabat Lo Bumi " (kata Zayn)


" ya udahlah kak Asikin aja, ini kan kakakanya Bumi ya sok akrab aja kaya Lo ke Bumi gimana " (kata Humaira)


" Lo mah enak ngomongnya dek, itu sih Bumi cowok ya wajar aja gue sok akrab sama Bumi lah ini kakaknya cewek cong, gimana gue mau sok akrab " (kata Zayn)


" gitu aja bingung, malu kali kak Ama rambut yang ngejreng, hahahahahah " (kata Humaira)


" bawel Lo, ayo berangkat, lama bareng Lo gak bikin gue dapat solusi malah bikin gue bingung " (kata Zayn sambil berjalan arah luar)


" eleh ngomong aja Lo grogi mau jemput cewek cantik, gue peringatan Lo, ati-ati jatuh cinta " (kata Humaira yang melangkah mendahului kakaknya)


# Abdul Zayn Mikail


Hari ini ia akan menjemput anak dari sahabat ayah & ibunya di bandara, jika bukan karena permintaan dari IPTU Aidan dirinya tidak akan pernah bersedia melakukan ini. Bagaimana mungkin ia akan menjemput seorang gadis ditempat ia berlalu lalang mengemudikan pesawat, meskipun ia hanya menjemput diruang tunggu pastilah ada saja rekan kerjanya dibandara tersebut, mengingat profesinya sebagai seorang pilot siapa yang tidak mengenalnya dibandara tersebut.


Ekspresi wajahnya saat ini malah membuat adiknya salah faham, seolah-olah dirinya seperti grogi karena akan menjemput seorang gadis, meskipun ia sedikit lupa bagaimana wajah anak gadis IPTU Aidan, tapi jujur jika sebenarnya ia tidak sama sekali grogi.


" eleh ngomong aja Lo grogi mau jemput cewek cantik, gue peringatan Lo, ati-ati jatuh cinta " (kata Humaira yang melangkah mendahului kakaknya)


Mendengar kata-kata adiknya membuatnya mempercepat langkahnya untuk mengejar adiknya, kata-kata adiknya benar-benar tidak sesuai dengan yg ia pikirkan saat ini.


" eh dek Lo ati-ati ngomong, gak mungkin lah gue suka sama kakaknya Bumi " (kata Zayn)


Entah mengapa adiknya tidak menghiraukan kata-katanya malah tersenyum & naik kedalam mobil miliknya, mobilpun segera melaju dengan kecepatan sedang menuju sekolah adiknya.


" Dek beneran, gue gak mungkin suka sama kakaknya Bumi " (kata Zayn)


Adiknya masih tetap tersenyum melihat kearahnya sambil memainkan ponselnya.


" eh dek sumpah " (kata Zayn)


" apaan sih Lo kak, pake sumpah-sumpah segala, ati-ati loh " (kata Humaira tertawa)


" kambing Lo dek " (kata Zayn)


" Lo emang gak suka sama kak Rindu tapi untuk saat ini, kita kan gak tau kedepannya kak, Lo mah gak tau secantik apa kakakanya Bumi " (kata Humaira)


" emmm,... maksudnya diobral kak? " (kata Humaira)


" ya percuma cantik kalo sama kaya barang seken " (kata Zayn)


" eh Lo ngomong yang bener ngapa gue gak ngerti maksud Lo kak " (kata Humaira masih tidak mengerti)


" ya bekas " (kata Zayn singkat)


" bekas? " (kata Humaira)


" ah banyak tanya Lo dek, percuma gue jelasin kalo Lo gak ngerti " (kata Zayn)


" ya kalo Lo ngomongnya jelas sih pasti gue ngerti kak, lo ngomong gak jelas sih " (kata Humaira)


" maksud gue percuma kalo kakaknya Bumi cantik tapi udah bekasnya orang, cantik tapi gak bisa jaga kesuciannya kan sama aja boong " (kata Zayn menjelaskan)


" astagfirullah Kak, sebegitunya pikiran Lo, ya gak mungkin lah kak Rindu yang notabene nya dari keluarga baik-baik jadi cewek ngeblangsak, yang suka ada-ada aja Lo " (kata Humaira)


" mana kita tau dek " (kata Zayn)


" jangan suka suuzhon sama orang kak " (kata Humaira)


Mobil yang ia kendarainya telah sampai didepan gerbang sekolah adiknya, adiknya pun berpamitan lalu turun.


" daaaa, take care ya " (kata Humaira)


Mobil yang ia kendarai kembali melaju menuju bandara.


# Humaira Shakila Najma


ia berjalan kearah dalam gerbang menuju kelasnya, sudah banyak para siswa-siswi berkeliaran di sana, bahkan di lapangan basket juga sudah banyak siswa laki-laki bermain basket salah satunya adalah sahabatnya Bumi.


" Huma " (kata suara seorang siswa yang berada dipojokan)


Siapa lagi kalau bukan Kevin, Humaira menyangka setelah kejadian kemarin siang Kevin tidak akan mengejarnya lagi ternyata kejadian kemarin di Mall tidak membuat Kevin mundur selangkah pun.


" apa Vin, emang yang kemaren kurang jelas, gue udah punya tunangan loh " (kata Humaira)


" gue gak perduli selama janur kuning belum melambai didepan rumah Lo " (kata Kevin)


" dih apaan " (kata Humaira)


" kenapa sih Lo gak pernah kasih gue kesempatan sekali aja " (kata Kevin)

__ADS_1


" Lo pasti tau sendiri apa jawaban dari pertanyaan Lo barusan " (kata Humaira)


Humaira semakin jengah melihat Kevin yang tak kunjung menyerah, ia lalu memutar matanya lalu pergi meninggalkan Kevin, tetapi Kevin justru terus mengikutinya dari arah belakang .


" gue tau Lo mikir gue playboy, tapi sebenarnya gak gitu Beib " (kata Kevin)


Kata-kata Kevin membuatnya berhenti melangkahkan kakinya lalu membalikan tubuhnya berhadapan dengan Kevin.


" terus kalo Lo bukan playboy apa julukan yang pantes buat Lo, cowok gak punya hati mainin perasaan cewek " (kata Humaira mulai serius)


" ya gue gini karna Lo " (kata Kevin)


" kenapa Lo nyalahin gue, jangan gila deh " (kata Humaira)


Ia kembali berjalan meninggalkan Kevin, ia tak habis pikir kenapa Kevin malah menyalakan dirinya karena sifat playboynya.


# Abdul Zayn Mikail


Saat ini mobil yang ia kendarai sudah berada diparkiran bandara, ia kemudian keluar menuju arah ruang tunggu, sepertinya penerbangan saat ini Barus saja mendarat, karena belum terlihat Rindu dari arah pintu lobi ia hanya duduk sambil memperhatikan foto Rindu di galeri ponselnya yang baru saja dikirimkan oleh ibunya karena ia belum pernah bertemu dengan Rindu selama ini, seingatnya terakhir ia bertemu dengan Rindu saat dirinya masih duduk dikelas 3 sekolah menengah pertama.



Itulah potret Rindu yang sudah ada diponselnya, tak ingin salah orang ia terus memperhatikan foto tersebut sampai seorang gadis sudah berdiri dihadapannya.


" permisi " (kata gadis tersebut)


Ia lalu mendongak kearah gadis tersebut, seorang gadis dengan perawakan mungil dengan rambut yang tergerai bahkan lebih cantik dari yang ada didalam ponselnya, ya jelas saja dirinya bener terkesima saat pertama bertemu dengan Rindu.


" eh sory, anaknya om Aidan kan? " (kata Zayn memastikan)


" iya kak, lupa ya sama aku? " (katanya)


" sedikit, mau langsung pulang? " (kata Zayn)


" iya kak, mau langsung istirahat, maaf ya kak ngerepotin " (kata Rindu tersenyum)


" eh gak papa kok, ayo " (kata Zayn)


# Abimana Prasetiya


Saat ini ia berada didalam ruangannya bersama sahabatnya Aidan & Randito, mereka bertiga berbincang-bincang tentang masalah anak mereka, Abimana menceritakan tentang niatnya menjodohkan anak sulungnya Zayn dengan anak sulung Aidan Rindu, kedua belah pihak sangat setuju & sangat berantusias tetapi kedua anak mereka belum mengetahui masalah perjodohan tersebut.


" menurut kalian berdua gimana ide gue? " (kata Abimana)


" Lo yakin anak Lo gak bakal berontak bang? " (kata Randito)


" gak bakal anak gue berontak " (kata Zayn)


" kalau kita paksa apa gak keterlaluan bang? " (kata Aidan)


" ini kan demi kebaikan anak kita, lagian nikah dijodohkan itu gak ada salahnya Dan, Lo liat si Randi sama Ega, mereka berdua langgeng-langgeng aja tuh " (kata Abimana)


" ya gue takut aja anak gue kecewa bang, anak gadis gue satu-satunya " (kata Aidan)


" Lo gak percaya sama anak gue Dan, anak gue pasti bakal tanggung jawab kok " (kata Abimana)


" cih,...apa yang mau ditanggung jawabin bang, nikah aja belum ngapa-ngapain belum " (kata Randito)


" setan Lo Ran mikir Lo aneh, jangan mesum " (kata Aidan)


" hahahahhah " (kata Randito)


Persahabatan mereka masih terjalin baik sampai Sekarang, bahkan sesekali mereka menghabiskan waktu bersama diwaktu senggang untuk sekedar membahas pekerjaan atau sekedar curhat tentang anak mereka masing-masing.


" jadi deal ya, anak Lo harus jadi sama anak gue? " (kata Abimana)


" ya gimana anaknya aja lah bang nantinya " (kata Aidan)


" gue gak mau tau deal " (kata Abimana seperti memaksa)


" dih maksa Lo bang, hahahah " (kata Randito)


" hahahahha " (kata Aidan)



ini Zayn



ini Rindu



ini Kevin



ini Humaira yang lagi jengkel sama Kevin

__ADS_1


__ADS_2