Polwan Cantik

Polwan Cantik
#08 SEASON 2


__ADS_3

# Humaira Shakila Najma


Jam telah menunjukan pukul 01.00siang, sebentar lagi jam pelajaran terakhir akan segera berakhir, masih dengan ngantuknya dirinya masih berusaha fokus mengerjakan tugas yang diberikan guru geografi siang ini. Sejak naik ke kelas dua Humaira memang memilih masuk kejurusan IPS, hal ini ia lakukan bukan karena ia memiliki otak yang kurang cerdas justru ia memilih masuk IPS karena diam-diam dirinya sedikit tertarik untuk sekolah hukum.


Ia selalu heran kenapa setiap siswa & siswi yang sekolah di SMA pasti kebanyakan bercita-cita untuk masuk ke jurusan IPA. Dan kebanyakan orang beranggapan bahwa anak kelas IPA itu adalah anak yang pinter dan pasti akan sukses, bahkan setiap sekolah juga selalu mengutamakan jurusan IPA dan hanya menganggap anak-anak IPS sebelah mata, kenapa hal tersebut selalu terjadi padahal justru fakta membuktikan bahwa banyak anak IPS-lah yang sukses!.


Banyak fakta yang membuktikan justru anak IPS-lah yang akan “memegang kendali” atas anak-anak IPA. Coba lihat para pemegang kekuasaan, pemerintah, pengusaha-pengusaha, pemilik saham, pemilik Rumah Sakit, dan orang-orang kaya raya di Indonesia, mereka semua itu rata-rata berlatar belakang pendidikan IPS. Dan FAKTA LAIN MEMBUKTIKAN, bahwa banyak juga anak-anak IPS yang bisa berprestasi di tingkat NASIONAL maupun INTERNASIONAL.


Memang tidak bisa dipungkiri kalau banyak sekali anggapan yang mengatakan jurusan IPS jarang diminati karena terkesan kalah ‘berkelas’ dibanding jurusan IPA karena Anak IPS terkesan nakal, terlalu santai, dan suka melanggar aturan sejak dulu. Hal itu memang benar adanya tapi tidak semua anak IPS mempunyai sifat urakan seperti itu.


Selama hampir dua tahun berada dikelas IPS pelajaran Sejarah merupakan pelajaran favoritnya, baginya sangat penting untuk mengetahui tentang sejarah Indonesia maupun sejarah dunia.


Sedari tadi ia membalik lembar demi lembar buku yang ada dihadapannya mencari jawaban untuk soal-soal yang diberikan oleh Bu Irma selaku guru geografi. Sudah sekitar tiga puluh menit tetapi belum setengah dari soal tersebut yang sudah berhasil ia jawab.


" huaaaaaaaammmmmm " (Humaira menguap)


" ih buset dah Lo, anak perawan gitu amat, nguap lebar-lebar gak ditutup, kemasukan eeknya cicak nyaho Lo " (kata Bumi)


" hahahaha, sorry Jon kelepasan gue " (kata Humaira)


" cantik-cantik gitu amat Lo " (kata Bumi)


" biarin ah, namanya juga ngantuk Mak " (kata Humaira)


" Lo ngantuk kaya gak tidur aja semalem, abis jaga Aer?, udah sini biar gue aja yang cari jawaban tar gue tulisin sekalian, Lo tidur aja Sono, gak ada Bu Irma ini kok jadi aman " (kata Bumi)


" Lo gakpapa nih kalo gue tidur?, gak sanggup melek rasanya " (kata Humaira)


" hemmmmm, udah tidur aja sana " (kata Bumi)


Humaira pun melipat kedua tangannya diatas meja & membenamkan kepalanya di atas lipatan kedua tangannya.


# Bumi Samudera


Ia tersenyum melihat sahabat sekaligus gadis yang ia kagumi ini, sudah sejak lama ia mengagumi sosok Humaira, seorang gadis yang cantik & baik, selain famous diantara teman satu sekolahnya Humaira juga terkenal dikalangan sekolah tetangga, siapa sih yang tak kenal dengan Humaira, Seorang gadis cantik Yanga followers Instagramnya lebih dari 3jt followers, sudah hampir setara sama artis terkenal.


Meskipun sahabatnya ini menjadi seorang gadis yang sangat tenar dikalangan remaja, itu tidak membuat Humaira menjadi sombong & congkak, justru ia lebih ramah dari yang orang bayangkan, hanya saja ada salah satu siswa disekolah yang tidak pernah ia tunjukan keramahannya selama ini alasannya karena siswa tersebut terus-terusan mengejar-ngejar & mengemis cintanya, banyak para siswa laki-laki yang jatuh hati pada Humaira tapi tak segila Kevin


Setelah selesai mengerjakan tugas & mengumpulkannya Bumi segera membangunkan Humaira, sebelum ia membangunkan gadis pujaannya yang kini telah terlelap ia memasukan buku-buku milik Humaira kedalam tas milik Humaira.


" sttttt,.... Huma,.... Huma " (kata Bumi sambil menggoyangkan tubuh Humaira pelan)


" emmmmmm " (kata Humaira berusaha membuka matanya)


" bangun putri tidur, ayo pulang " (kata Bumi)


" emang udah selesai? " (kata Humaira)


" udahlah, ayo " (kata Bumi yang sudah berdiri), " apa mau gue gendong? " (kata Bumi)


" ogah, thanks ya tugas gue juga dikerjain " (kata Humaira)


" makanya Lo baek-baek Ama gue " (kata Bumi)


" emangnya gue gak Baek gimana sih, etdah si monyet " (kata Humaira)


Mereka berdua berjalan kearah luar kelasnya menuju gerbang keluar sekolah, sepanjang perjalanan Bumi merangkul Humaira, mendapatkan perlakuan seperti ini darinya Humaira tidak pernah menolak karena hal seperti ini biasa mereka lakukan karena mereka berdua bersahabat meskipun Humaira tak tau jika sebenarnya Bumi sangat menyukainya.


" Lo dijemput gak?, kalo gak bareng gue aja " (kata Bumi)


" ogah ah gue bareng Lo, Lo kalo bawa motor laju amat, kayak jalan punya nenek moyang Lo aja " (kata Humaira)


" lah emang punya nenek moyang gue, ayo lah bareng gue aja, udah lama Lo kita gak mampir makan sate pinggir jalan dekat taman sekalian mampir kesana kita " (kata Bumi)


" Lo buruan cari pacar lagi deh Bum, kebiasaan Lo kalo gak punya gebetan gue Mulu jadi tempat pelarian " (kata Humaira)


" ya elah Lo jangan cemburu dong, aslinya cinta gue cuman buat Lo kok " (kata Bumi sambil tersenyum)

__ADS_1


" hahahhaa, anjaaaa*yyy jijik gue " (kata Humaira)


Sahabatnya selalu menganggap setiap kata-kata cinta dari Bumi hanyalah candaan darinya padahal sebenarnya jauh dari lubuk hati bumi yang paling dalam itulah yang sesungguhnya.


" hemmm,...lepas....lepas " (kata seseorang yang menyuruh Bumi melepaskan tangannya dari rangkulan pundak Humaira)


# Abdul Zayn Mikail


Setelah seharian ia menemani Rindu berjalan-jalan sambil menunggu IPTU Aidan & istrinya pulang kini ia mengendarai mobilnya menuju sekolah adiknya masih bersama Rindu.


" kita jemput adek gue dulu ya? " (kata Zayn)


" iya kak " (kata Rindu)


Sedari tadi pagi setelah mencari sarapan ia tak membawa Rindu kerumahnya karena dirumahnya sedang tidak ada siapa-siapa. Setelah sampai di gerbang sekolah ia hanya menunggu adiknya didalam mobil miliknya karena tak ingin kejadian yang sudah-sudah terulang lagi, dilihatnya di kejauhan adiknya sedang berjalan berangkulan dengan Bumi diarea parkiran sontak berhasil membuatnya terpaksa turun dari mobil miliknya mendatangi tepat dimana adiknya berada.


" hemmm,...lepas....lepas " (kata Zayn yang berhasil memisahkan adiknya dari Bumi)


Bukan karena Zayn tak menyukai Bumi ia melakukan ini karena ia tau bahwa Bumi menyukai adiknya sehingga ia tidak mau Bumi mengambil kesempatan alih-alih bersahabat untuk menyentuh adiknya, jika saja ia tak tau jika Bumi mempunyai perasaan kepada adiknya mungkin hal ini tak akan ia lakukan.


" jangan rangkul adek gue sembarangan, bukan muhrim " (kata Zayn)


" kak Zayn " (kata Humaira)


" ya elah kak, biasa juga gue meluk adek Lo biasa aja " (kata Bumi bercanda)


" kapan?, kok gue gak tau " (kata Zayn)


" ih sembarangan Lo kutu " (kata Humaira), " bohong mah dia kak " (kata Humaira lagi)


" heheheh, serius amat Lo kak " (kata Bumi)


" mulai sekarang Lo jangan pegang-pegang adek gue sembarangan ya, awas Lo " (kata Zayn)


" etdah kak, gak gue cip*k si Huma kak cuman gue rangkul doang " (kata Bumi)


" kampret, berani Lo cip*k adek gue, gue bom Lo sama rumah Lo " (kata Zayn)


Zayn tersenyum kearah Bumi sambil menggandeng adiknya pergi menjauh dari Bumi, sedang Bumi yang ditinggalkannya malah mengikuti mereka berdua dari arah belakang.


" dek Lo denger ya jangan mau dirangkul atau dipegang-pegang Ama Bumi, Lo udah gede masa iya dirangkul gitu Ama cowok gak nolak " (kata Zayn)


" Lo kesambet apaan kak, gak biasanya ngelarang gue dirangkul Bumi " (kata Humaira)


" ya gue kuatir lah, adek gue deket-deket Ama cowok, gimana-gimana si Bumi cowok normal loh " (kata Zayn)


Mendengarkan kata-katanya adiknya hanya manggut-manggut saja, setelah sampai di mobil miliknya sudah ada Rindu yang juga turun dari mobil menunggu di samping mobil milik Zayn.


# Humaira Shakila Najma


Tak biasanya kakaknya melarang dirinya dirangkul oleh sahabatnya, meskipun ia tau kakaknya tak akan pernah membiarkan seorang pria manapun menyentuh dirinya sedikitpun bahkan seujung kuku sekalipun terkecuali Bumi, tetapi hari ini kakaknya sangat aneh bukan karena ia sedang marah dengan Bumi tetapi sepertinya ada sesuatu yang sedang mereka berdua sembunyikan tetapi entah apa itu.


Niatnya ia akan pulang bersama Bumi siang ini, belum sampai mana-mana ternyata sudah ada kakaknya menjemputnya & menggandengnya menjauh dari Bumi menuju arah gerbang, diluar gerbang sudah terlihat mobil milik kakaknya & terlihat seorang wanita yang cukup cantik & anggun berdiri disana.


" hai " (kata Rindu)


" eh kak Rindu " (kata Humaira)


" loh kak, kok ada disini? " (kata Bumi yang sedari tadi berada dibelakang Humaira & Zayn)


" iya tadi kakak ikut sama kak Zayn dek " (kata Rindu)


Seperti dugaannya pasti ini hanya siasat kedua keluarga untuk menjodohkan kakaknya dengan kakak sahabatnya, ia tersenyum menatap Bumi yang sepertinya Bumi juga mengerti apa yang ia pikirkan.


" bokap sama nyokap Lo sibuk katanya jadi nyuruh gue jemput kakak Lo tadi pagi, berhubung bokap Lo gak bolehin kakak Lo di rumah sendiri, bokap Lo minta gue bawa kakak Lo jalan dulu " (kata Zayn menjelaskan)


" jadi kakak belum ada pulang?, ya udah kita pulang yuk " (kata Bumi)

__ADS_1


" Lo mau bawa pulang kakak Lo naik motor?, mending kakak Lo sama gue aja Bum, Lo kalo bawa motor kaya kesurupan " (kata Zayn)


" ya udah gini aja gue bareng Bumi kakak bareng kak Rindu, ok " (kata Humaira pergi berlari sambil menarik Bumi)


" dek kok malah Lo mau pulang sama Bumi sih " (kata Zayn)


Tanpa menggubris kakaknya ia cepat-cepat menyuruh Bumi mengendarai motor miliknya menjauh keluar dari sekolah, dilihatnya kakaknya seperti agak kesal karena ulahnya hari ini, ia hanya tersenyum melihat kakaknya.


" gila serasi amat ya kakak Lo sama kakak gue " (kata Humaira berbinar-binar)


" Lo mikir kalo mereka berdua bakal dijodohin gak? " (kata Bumi)


" gue sih ngerasanya gitu, Lo juga mikir gitu ya? " (kata Humaira), " tapi kalo mereka jadi, Lo setuju gak? " (kata Humaira lagi)


Bukannya menjawab pertanyaannya sahabatnya malah hanya diam saja entah apa yang sedang dipikirkannya, mungkin saja Bumi khawatir karena Zayn & Rindu tidak saling mencintai, tetapi ia yakin seiring berjalannya waktu cinta akan tumbuh.


" ehhhh monyet denger gak Lo gue ngomong apa? " (kata Humaira)


" emmmm, eh sorry " (kata Bumi)


" Lo pasti khawatir ya kalo mereka dijodohin padahal gak saling cinta, Lo tenang aja kan Lo kenal kakak gue gimana " (kata Humaira)


" iya, kalo gue sih terserah gimana kakak gue aja sih, kalo dia bahagia ya pasti gue dukung " (kata Bumi)


Mendengar kata-kata Bumi yang sangat dewasa membuat Humaira tersenyum, jika kakaknya benar-benar berjodoh dengan Rindu ia & Bumi akan menjadi keluarga.


# Abdul Zayn Mikail


Ia buru-buru masuk kedalam mobilnya untuk mengejar adiknya yang sudah melaju menjauh darinya, baru saja ia melarang adiknya untuk tak bersentuhan dengan Bumi saat ini justru adiknya malah berboncengan dengan Bumi. Ia sangat khawatir karena melihat adiknya berboncengan dengan Bumi karena seperti yang ia lihat saat ini Bumi bak Valentino Rossi yang sedang berada di sirkuit.


" astaga Bumi, itu bawa motor kayak kesetanan gitu, gak sayang nyawa apa, ahhhhh adek gue tuh " (kata Zayn)


" Bumi emang gitu kak kalo bawa motor, kadang mama papa suka marah kalo ngegep Bumi " (kata Rindu)


" Lo pernah dibonceng Bumi? " (kata Zayn)


" pernah sekali doang kak, abis itu aku gak berani, hahahaha " (kata Rindu)


" Lo aja kakaknya takut ikut dia, bawa motor laju amat kaya punya nyawa cadangan aja tuh bocah " (kata Zayn)


" maaf ya kak " (kata Rindu)


" eh, gakpapa kok, kok Lo malah yang minta maaf, gue cuman khawatir sama mereka berdua, adek gue sama adek Lo " (kata Zayn)


Ia masih fokus mengendarai mobilnya sambil terus mengikuti kemana arah adiknya akan pergi bersama Bumi. Ia terus-menerus menggelengkan kepalanya melihat adiknya yang tak merasakan takut dibonceng oleh Bumi dengan kecepatan yang lumayan laju.


# Bumi Samudera


Meskipun ia sedikit kecewa karena melihat kakaknya yang sepertinya akan dijodohkan dengan kakak Humaira tetapi ia berusaha tetap tenang, apapun itu jika menjadi yang terbaik untuk kakakanya ia pasti akan mendukung bahkan jika harus mengorbankan kebahagiaannya.


Jika yang ia pikirkan & sahabatnya ini benar terjadi maka kedepannya ia & sahabatnya Akan menjadi keluarga besan. Seperti yang ia lihat sahabatnya sangat bahagia melihat Zayn bersama kakaknya Rindu.


" kita mau kemana nih? " (kata Bumi)


" Lo tadi katanya mau ngajak gue makan sate kan?, cus buru " (kata Humaira)


" ok tuan putri " (kata Bumi)


Ia segera mengendarai motornya menuju tempat makan favorit mereka berdua.


" kak Zayn kayanya masih ngikutin kita tuh " (kata Bumi)


" biarin aja kali, ya kali-kali mo ikut bareng kita makan sate, terus habis itu kita ketaman deh " (kata Humaira)


" Lo mau kita jadi obat nyamuknya orang lagi PDKT? " (kata Bumi)


" gak masalah mah kalo gue, lagian kakak kita juga kok " (kata Humaira)

__ADS_1


" ok " (kata Bumi)


Humaira benar-benar terlihat sangat antusias dengan perjodohan yang akan terjadi dengan kakaknya.


__ADS_2