Polwan Cantik

Polwan Cantik
#86 SEASON 2


__ADS_3

Malam ini ia bersama istrinya telah berada di hotel bintang 4 di kota D tempat biasa ia menginap saat sedang stay di kota D, para resepsionis yang telah melayani mereka memandang penuh tanya kearah istrinya, seolah ingin bertanya siapa wanita yang telah ia bawa ke kamar hotel malam ini. Karena tak tahan melihat istrinya ditatap secara terus-terusan akhirnya Zayn mengeluarkan suaranya.


" istri saya cantik ya mba?, ngeliatnya sampe segitunya " (kata Zayn)


" eh maaf pak " (kata salah satu resepsionis yang sudah salah tingkah karena ketahuan memperhatikan Rindu)


Zayn lalu mengeluarkan surat nikahnya beserta kartu identitas miliknya & juga milik Rindu sebagai kelengkapan data diri untuk check-in hotel. Resepsionis tersebut agak terkejut karena melihat buku nikah miliknya serta Rindu.


" pengantin baru ya kapten? " (kata salah satu resepsionis yang telah melihat tanggal pernikahan mereka)


Resepsionis tersebut sudah sangat mengenal siapa Zayn karena terlalu seringnya ia keluar masuk bersama teman pilot lainnya di hotel tersebut.


" iya " (kata Zayn tersenyum)


" selamat ya kapten, gak nyangka loh ternyata kapten gak jomblo " (kata Resepsionis tersebut tersenyum)


" iya nih kapten, patah hati saya " (kata salah satu resepsionis lainnya yang wajahnya lumayan cantik)


Zayn hanya diam sambil merangkul Rindu untuk mendekatkan diri padanya, Zayn melihat kearah Rindu yang hanya tersenyum sedari tadi tanpa bereaksi atau berkata apapun. Setelah selesai melakukan administrasi ia & Rindu menerima cardlock dari resepsionis tersebut lalu pergi menuju kamar mereka berdua. Zayn masih terus memegang tangan Rindu menggandengnya menuju pintu lift.


" besok aku boleh masuk KKN lagi kan kak? " (kata Rindu bertanya)


Zayn melihat kearah Rindu yang bertanya tentang masalah KKN nya karena kebetulan ijinnya sudah berakhir hari ini & besok mau tidak mau istrinya harus kembali lagi mengerjakan KKN nya.


" maunya boleh atau enggak " (kata Zayn tersenyum)


" boleh dong kak, ya....please " (kata Rindu memohon)


" iya " (kata Zayn sambil mengelus kepala Rindu)


Istrinya hanya tersenyum melihat kearahnya, meskipun sebenarnya ia ingin terus bersama Rindu setiap waktu tetapi kewajiban Rindu untuk melaksanakan tugas KKN dari kampusnya harus tetap dilaksanakan. Setelah sampai didepan kamar mereka segar masuk, Zayn menutup pintu lalu meletakan koper yang berisikan baju miliknya serta milik Rindu.


" mandi duluan gih, habis itu gantian " (kata Zayn menyuruh Rindu untuk membersihkan diri)


" iya kak " (kata Rindu)


Sebelum masuk ke kamar mandi Rindu membuka koper untuk mengambil handuk serta baju ganti untuknya.


" kak ini aku siapin sekalian baju kakak ya " (kata Rindu meletakan pakaian milik Zayn serta dalamannya di atas ranjang)


Zayn melihat kearah Rindu yang nampak malu-malu meletakan pakaian miliknya beserta pakaian dalam miliknya diatas tempat tidur, Zayn ikut tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, hanya melihat ekspresi istrinya yang malu-malu seperti ini saja pikiran Zayn langsung kemana-mana seraya memikirkan malam pertama yang telah terlewatkan beberapa malam. Libidonya saat ini tiba-tiba muncul mengingat lekukan-lekukan tubuh istrinya, Zayn kebingungan harus berbuat apa lagi untuk membuat gairahnya yang telah timbul ini untuk segera hilang untuk malam ini karena ia tak akan pernah memaksa Rindu.


" ya elah gak tepat banget sih ini, gak bisa apa kalo gak tiba-tiba makin pingin kaya gini, ah kalo tau tadi mending gue duluan tadi yang mandi, terus langsung tidur " (kata Zayn sendiri sambil menggaruk kepalanya frustasi)


Zayn berdiri mondar-mandir karena semakin gelisah, pikirannya terus jauh menerawang membayangkan malam syahdu yang harusnya telah ia lakukan bersama istrinya, Zayn membaringkan tubuhnya diatas tempat tidurnya mengingat ia tak tidur saat malam pertama karena harus menahan gairahnya seperti saat ini waktu itu.


" alamat gak tidur lagi nih malam ini gue " (kata Zayn sendiri)


Zayn hanya terdiam menatap langit-langit kamarnya sambil mencoba mengurangi hasratnya yang dirasanya sudah diubun-ubun kepalanya.


# Rindu Mentari


Rindu baru saja keluar dari kamar mandi setelah membersikan dirinya, ia berjalan menuju arah Zayn yang terlihat sangat gelisah.


" kak " (kata Rindu memegang tangan Zayn)


" astafirullah " (kata Zayn kaget)


Suaminya sangat terkejut dengan kehadirannya, Rindu pun tak kalah terkejutnya melihat Zayn terkejut.


" kenapa kak? " (kata Rindu bertanya)


" enggak papa, sudah selesai mandinya? " (kata Zayn tersenyum)


" iya sudah, kakak gantian mandi gih " (kata Rindu menyuruh suaminya untuk segera membersikan diri juga)

__ADS_1


" ya udah deh aku mandi dulu " (kata Zayn berdiri menuju kamar mandi), " oh iya kalo kamu ngantuk tidur aja duluan, gak usah tunggu aku ya " (kata Zayn lagi lalu masuk kedalam kamar mandi)


Rindu menatap heran kearah suaminya yang baru saja masuk kedalam kamar mandi, tak biasanya Zayn menyuruhnya untuk tidur duluan seperti malam ini karena biasanya saat tidur pasti Zayn akan memeluk tubuhnya.


" tumben banget, tungguin aja kali ya, kasian juga kalo gak ditungguin " (kata Rindu menunggu suaminya keluar dari kamar mandi)


Ia telah berada didepan meja yang terdapat kaca yang lumayan besar, ia memakai krem malamnya serta mengeringkan rambutnya yang masih basah. Ini malam keempat Rindu tidur bersama dengan suaminya tetapi ia & Zayn masih belum melakukan apa-apa, seharusnya ia telah melakukan hubungan suami istri mengingat hal tersebut memang sudah seharusnya mereka lakukan saat telah menikah.


Rindu sedikit berpikir tentang bagaimana susah payahnya beberapa hari ini Zayn menahan keinginannya untuk meminta haknya. Tak ingin terus-menerus egois karena tak siap Rindu memutuskan untuk melaksanakan kewajibannya & memenuhi hak Zayn sebagai suaminya.


Setelah selesai mengeringkan rambut & menyisir rapi rambutnya tak lupa Rindu menyemprotkan farfum ke baju tidur yang telah ia kenakan malam ini, selama beberapa malam baju yang dikenakan Rindu layaknya baju tidur pada umumnya tak seperti saat malam pertama ia harus mengenakan baju lingerie transparan yang disiapkan ibunya serat ibu mertuanya.


Baju tidur yang dikenakan Rindu saat ini adalah terusan rok mini berwarna abu-abu agak longgar tetapi masih memperlihatkan bentuk lekuk tubuhnya, panjangnya se atas lutut, bertalikan kecil, masih terlihat seksi tapi setidaknya masih jauh lebih tertutup dari lingerie.


Rindu kini telah duduk diatas tempat tidurnya sambil membaca sebuah novel yang baru ia beli bersama Zayn beberapa saat lalu sambil menunggu suaminya yang sampai saat ini belum keluar juga dari dalam kamar mandi.


Rindu sesekali melihat kearah pintu kamar mandi yang tak kunjung terbuka. Rindu berdiri menuju pintu kamar mandi untuk mendengarkan apakah ada suara air mengalir dari dalam karena ia khawatir dengan keadaan suaminya.


Rindu menempelkan telinganya ke pintu kamar mandi untuk memastikan dengan jelas, saat ia menempelkan telinganya tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka membuat Rindu hampir terjatuh, beruntung suaminya dengan sigap suaminya menangkap dirinya agar tak terjatuh.


Saat ini Rindu berada di pelukkan suaminya, mata mereka berdua saling pandang, jarak wajah mereka sangat dekat, tiba-tiba wajah Zayn menempel di telinganya sangat lembut membuatnya merasa geli.


" ngpain disini? " (kata Zayn berbisik ditelinga Rindu)


Rindu tiba-tiba tersadar & menjauhkan dirinya dari Zayn, sambil menunduk.


" anu kak, dari tadi kakak gak keluar jadi aku pikir kakak kenapa? " (kata Rindu malu)


Zayn berlalu pergi menuju arah balkon sambil tersenyum tanpa berkata-kata, Rindu memukul-mukul kepalanya pelan karena malu dengan kejadian tersebut.


Rindu berjalan menemui Zayn yang saat ini telah duduk di balkon sambil terus mengeringkan rambutnya dengan handuk yang telah berkalung di lehernya. Rindu tak ingin suaminya berpikir yang aneh tentang dirinya karena ketahuan berada didepan pintu kamar mandi barusan.


" kak " (kata Rindu)


" anu kak, aku mau ngasih tau kalo aku beneran cuman mau mastiin kakak tadi " (kata Rindu lagi menjelaskan)


# Abdul Zayn Mikail


Ia menatap Rindu yang saat ini justru ikut duduk di balkon kamar hotel bersama dengannya, Rindu berusaha meyakinkan dirinya meskipun ia tak sedikit pun berpikiran apa-apa tentang kejadian yang barusan terjadi karena menurutnya hal tersebut tak perlu dibahas.


" iya, lagian juga kalo emang kamu mau ngintip sah-sah aja kok, kan aku suami kamu " (kata Zayn tersenyum)


Karena melihat ekspresi istrinya yang berusaha meyakinkannya ia justru berusaha mengerjai istrinya tersebut.


" enggak kok, aku beneran mau ngintip kakak " (kata Rindu)


" udah ngaku aja gak papa kok, sama suami sendiri ini, kamu pasti penasaran ya makanya sampe ngintip, ya udah gini aja deh mulai besok pintu kamar mandi gak aku kunci ya " (kata Zayn tersenyum sambil menaik-naikkan alisnya)


" is apaan sih, siapa lagi yang mau ngintipin kakak " (kata Rindu)


" udah gak usah ngeles, ini udah kedua kalinya lo setelah kamu masuk ke kamar mandi pada hal aku lagi di dalam kamar mandi dalam keadaan bug*l, ngaku aja kalo kamu penasaran sama adik kecil aku, hahaha " (kata Zayn tertawa)


" aaahhhh nyebelin " (kata Rindu tersipu malu & masuk kedalam kamar)


Zayn hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat istrinya tersipu malu-malu, wajahnya sudah merah seperti layaknya udang yang sedang di rebus.


" yank kalo penasaran tar boleh pegang kok " (kata Zayn masih menggoda dari arah balkon)


" enggak " (kata Rindu agak nyaring dari arah dalam)


" beneran gak mau? " (kata Zayn)


" apaan sih kak, aku tidur duluan ya " (kata Rindu)


" oh mau buru-buru tidur ya biar bisa mimpiin, hahaha " (kata Zayn tertawa)

__ADS_1


" ih fiktor ah " (kata Rindu)


Zayn tertawa terpingkal-pingkal di balkon kamar hotel tersebut sendiri, baru kali ini Zayn bercanda yang frontal seperti ini kepada istrinya yang jelas saja membuat istrinya tersipu malu, akhirnya Zayn pun berdiri menyusul istrinya yang sudah berbaring di tempat tidur sambil memejamkan mata padahal ia tahu bahwa Rindu belum tertidur.


Zayn langsung naik keatas tempat tidur & membaringkan tubuhnya disebelah Rindu, ia tersenyum melihat istrinya yang berusaha memejamkan matanya, ia mencium kening istrinya serta mencium kedua pipinya.


" yank " (kata Zayn sambil memainkan rambut Rindu)


" hemmmm " (jawab Rindu yang hanya berhem saja)


" kamu udah ngantuk? " (kata Zayn bertanya)


" heem kak " (kata Rindu lagi)


" ya udah ya hood night, heppy nice dreams " (kata Zayn menegelus-ngelus kepala istrinya)


# Humaira Shakila Najma


Waktu telah menunjukan pukul 09.00malam, ia masih enggan memejamkan matanya karena terus-terusan kepikiran soal kata-kata Kakaknya yang tak akan mengijinkannya untuk menikah di usia yang masih sangat dini, belum saja ia meminta restu untuk menikah kakaknya sudah berkata sepertu itu pikirnya.


Humaira memang masih terus mempertimbangkan ajakan Desta untuk menghalalkan hubungan mereka agar menjadi lebih halal, mengingat usianya memang masih terpaut muda wajar saja jika kakaknya tak mau ia menikah muda karena masih banyak yang harus ia raih selain menikah.


Saat kakaknya mengatakan tak setuju jika ia & Desta akan menikah muda Desta juga ikut mendengar karena pada saat itu kebetulan Desta juga berada disana. Melihat ekspresi Desta sepertinya ia tak kecewa karena mendapat penolakan secara terang-terangan dari Zayn justru membuat Humaira merasa bersalah.


Ceklek.....(suara pintu terbuka)


Humaira menoleh kearah pintu kamarnya yang sudah terbuka, dilihatnya tantenya ibu dari Gibran masuk kedalam kamarnya sambil tersenyum.


" kok belum tidur sih?, ini sudah malam lo sayang " (kata Widia sambil mengelus kepala Humaira)


Tantenya tersebut duduk ditepi ranjangnya tepat berada disebelahnya, tantenya tersebut memang sudah seperti ibunya sendiri, menyayangi dirinya selayaknya ia menyayangi Gibran.


" gak bisa tidur onty " (kata Humaira tersenyum)


" kenapa gak bisa tidur? " (kata Widia), " lagi mikir apa sayang " (kata Widia)


Humaira menatap ke arah tantenya sambil memeluknya seolah tantenya tau jika ia sedang dirundung pikiran yang tak bisa ia pecahkan sendiri & butuh solusi, ia memang sangat dekat dengan keluarga ini, bahkan bagi Humaira keluarga adik dari ayahnya ini adalah orangtuanya yang kedua setelah orangtuanya sendiri.


" cerita dong sama onty " (kata Widia), " kalo onty tebak pasti masalah kamu sama Desta ya?, emm kamu ribut sama dia? " (kata Widia lagi)


Humaira menggeleng-gelengkan kepalanya karena ia & Desta memang tak sedang ribut.


" terus kenapa? " (kata Widia)


" ini emang masalah Huma sama Desta onty, tapi Huma sama Desta gak lagi ribut sih " (kata Humaira)


" emmm " (kata Widia manggut-manggut), " terus apa dong? " (kata Widia lagi)


" Rumit onty, haaaaaahhhh " (kata Humaira sambil mengeluarkan nafas kasarnya), " jadi Desta tuh ngajakin Huma nikah aja onty biar halal & supaya terhindar dari dosa " (kata Humaira melanjutkan kata-katanya setelah menarik nafas kasar & membuangnya)


" jadi kamu siap enggak nikah ama Desta? " (kata Widia)


" enggak tau onty, Huma juga bingung, makanya Huma masih terus berpikir, lagian juga kak Zayn sudah ngomong katanya gak bakal ijinin Huma buat nikah muda " (kata Humaira)


" mami sama papi udah tau belum? " (kata Widia)


" belum si onty " (kata Humaira)


" ya udah Huma sholat aja mohon minta petunjuk, lagian juga masih ada waktu beberapa bulan buat berpikir sampe masa aturan yang sudah ditetapkan buat Desta berakhir " (kata Widia)


Sebagai seorang polisi Desta memang harus menaati peraturan agara tak menikah selama dua tahun setelah masa pendidikannya dimulai.


" bener juga, mungkin Huma harus sholat mohon petunjuk " (kata Humaira)


\=> note : baca juga ya Gadis Satpol Kesayangan Tuan Muda " 🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2