
Satu minggu kemudian...
Zayn telah berada didalam pesawat bersama Rindu & Faiz, kali ini ia bukan berada didalam kokpitnya untuk mengendalikan pesawatnya tetapi kali ini ia berada di kursi penumpang karena hari ini merupakan jadwal liburnya setelah dua minggu bekerja, satu minggu kedepan ia akan libur bekerja & satu minggu kedepan merupakan hari penetapan tanggal pernikahannya dengan Rindu.
Sebentar lagi pesawat yang ia naiki akan segera mendarat di kota xxx, sang pilot telah memberi informasi & aba-aba kepada para kru awak kabinnya, Zayn mulai bersiap-siap & memakai kacamata nya. Setelah dirasa pesawat yang ia naiki telah mendarat dengan baik & berhenti tepat pada landasannya serta kabin pintu pesawat telah terbuka Zayn beserta para penumpang mulai berdiri bersiap untuk keluar.
Para pramugari yang bertugas didalam pesawat tersebut sedari tadi menyapa dirinya, Zayn merupakan kapten pilot tetap dimaskapai pesawat garuda sehingga tak jarang para kru awak kabin termasuk para pramugari yang berada disana yang tak mengenalnya karena masing-masing dari mereka pernah berada didalam pesawat yang sedang Zayn terbangkan.
" tar naik taksi kita kerumah gue dulu ya, habis itu gue antar lo pake mobil gue " (kata Zayn)
" ok kak " (kata Rindu)
Zayn beserta Rindu & Faiz telah berada di pintu lobi Bandara menuju arah luar, di luar sudah ada taksi yang dipesan oleh Zayn beberapa saat lalu menunggu mereka bertiga, tanpa menunggu lama mereka bertiga langsung menaiki taksi tersebut.
" Zayn lo kerja dikelilingi pramugari cantik-cantik gitu kenapa lo gak kegoda sedikitpun ya " (kata Faiz)
" ya mereka kerja Fa bukan mau godain gue, gimana sih lo " (kata Zayn)
" hahaha, Rin lo kalo nikah ama Zayn harus tahan diri soalnya godaan Zayn yang bening-bening tau, yang gak kalah cantiknya dari lo " (kata Faiz)
" ngaco aja lo bro " (kata Zayn)
" emang kak Zayn demennya ama yang dandanannya menor-menor gitu ya, pantesan kalo ama aku tuh bawaannya ngajakin debat mulu, gelut mulu, gini nih nasib dijodohin, sebel deh " (kata Rindu)
" hahahah, gelut, napa gak tarung sekalian lo berdua " (kata Faiz)
" tarung-tarung, seneng banget sih lo kalo liat gue debat ama Rindu, tar kalo mau tarung tunggu nikah, tunggu sah, bakal tarung gue ama dia, liat aja " (kata Zayn)
" hahahahahha, ajiep, kalo itu mah tarungnya bikin nagih " (kata Faiz)
" pala lo tuh isinya kotoran ya, kalo yang begitu aja lo langsung nyambung dah kaya petasan gantung, nyamber aja " (kata Zayn)
" is apaan sih, gak berfaedah banget, lagian siapa sih yang mau langsung tarung sama kakak kalo udah sah, lagian aku belum mau ya, awas kalo maksa-maksa, aku belum siap " (kata Rindu)
" alamak lo di tolak bro, hahahahaha nasib lo bro, pengen ngerasain nunggu halal sudah halal justru lo ditolak ama bini sendiri, kalo gue jadi lo mah bro langsung talak tilu " (kata Faiz)
" husst, sembarangan aja lo bro, amit-amit tau bahas talak nikah aja belum udah bahas talak, lagian walaupun gue ama Rindu nikahnya karena dijodohin gue gak bakal talak dia, gue bakal berusaha bikin dia bahagia, gue cuman mau nikah sekali ya seumur hidup sampe mati, lagian laki-laki itu yang dipegang tanggung jawabnya loh, tanggung jawab itu gak mudah, mau dia nolak gue atau enggak nantinya mah itu urusan belakang, gue juga gak bakal maksa " (kata Zayn)
" wis emang udah cocok lo bro buat nikah, pantes bokap lo nyap-nyap pengen lo nikah cepet-cepet " (kata Faiz)
" kalo gue pantes lo juga pantes kali, apa bedanya gue ama lo, kita seumuran ya " (kata Zayn)
" gue belakangan aja bro, woles wae mah gue, santuy " (kata Faiz)
" woles-woles, lo mau nikah tunggu lo jadi kakek-kakek apa baru siap nikah, begitu lo sah ajal ngejemput lo jadi tinggal dikubur, hahahahah " (kata Zayn)
" hustttt " (kata Rindu menepuk pelan lengan Zayn), " kalo ngomong kak jangan sembarangan, tar ada malaikat lewat dijabah, kasian kak Faiz tau " (kata Rindu)
Belakangan ini justru Zayn lah yang lebih menurut setiap perkataan Rindu, bahkan ia lebih sabar & tak pernah mengancam Rindu seperti minggu lalu karena Rindu selalu menuruti semua perkataannya juga.
" emang tuh sih Zayn pedes amat omongannya Rin, padahal gue lebih tua tuh dari dia tapi kurang ajar amat punya mulut " (kata Faiz)
" alah tua tiga bulan aja lo dari gue mau sok-sokan lo Fa " (kata Zayn)
" hahahaha, iyain aja napa sih Zayn, gini-gini gue abang lo kali " (kata Faiz)
" yang mau banget dipanggil abang, ogah gue Fa " (kata Zayn)
" lo emang adek sepupu yang paling gak sopan tau, hahahaha " (Faiz)
" hahahah, bodo amat " (kata Zayn)
Setelah berkendara beberapa puluh menit akhirnya taksi yang mereka naiki sampai juga di rumah Zayn. Jam telah menunjukkan pukul 10.00pagi, rumahnya sangat sepi dikarenakan kedua orangtuanya sedang bekerja sedang adiknya sedang bersekolah karena kebetulan hari ini adalah hari senin. Zayn & Rindu duduk diruang tamu sedang Faiz langsung pergi kearah belakang yang sepertinya pergi kearah dapur.
" Fa lo di dapur bro? " (kata Zayn agak nyaring)
" iya bro, napa? " (kata Faiz dari arah dapur)
" bikinin minum sekalian ya buat Rindu bro " (kata Zayn)
" anji*er lo, bukan babu gue, buat lah sendiri lo buat calon bini lo " (kata Faiz)
Faiz berjalan kearahnya & Rindu lalu duduk sambil tersenyum melihatkan sederetan gigi putihnya.
__ADS_1
" lo haus gak, kalo lo haus cari sendiri aja ya, soalnya gue gak bisa bikinin minum, kalo perlu lo bikinin gue juga minum ya " (kata Zayn)
" alah ngomong aja lo nyuruh Rindu buat bikinin lo minum soalnya lo haus, repot amat sih lo " (kata Faiz)
" emang kak Zayn haus?, kalo haus aku bikinin minum " (kata Rindu)
" sekalian gue juga ya Rin " (kata Faiz)
" lo kan tadi udah minum kambing " (kata Zayn)
" gue minum air putih doang bro, gue juga pengen minum yang manis-manis juga kali " (kata Faiz)
" ya udah aku bikinin dulu ya " (kata Rindu)
Rindu berdiri menuju arah dapur, Zayn & Faiz, tinggal berdua di ruang tamu, Faiz tersenyum sendiri sambil memainkan ponselnya, Zayn melemparkan bantal kearah Faiz tepat mengenai wajah Faiz.
" hahahah, apa sih lo lempar-lempar? " (kata Faiz sambil tertawa)
" liat HP senyum-senyum sendiri, mulai stress ya lo? " (kata Zayn)
" sewot aja lo, gak pernah liat orang kasmaran ya, makanya lo ama Rindu akur-akur biar cepet kasmaran ngerasain jatuh cinta " (kata Faiz)
" norak lo, kaya abg aja " (kata Zayn)
" sewot lo " (kata Faiz)
" gimana lo ama Jiya? " (kata Zayn)
" makin dekat, tapi dia agak misterius sih " (kata Faiz)
" awas lo jangan macem-macem sama Jiya, tuh si Jiya temennya Rindu tau " (kata Zayn)
Tiba-tiba saat sedang membicarakan Jiya Rindu keluar dari arah dapur sambil membawa nampan berisikan tiga gelas minuman.
" ada apa sama Jiya? " (kata Rindu)
Sampai detik ini Rindu tak mengetahui jika Faiz sedang mendekati Jiya bahkan Zayn juga tak mengatakan pada Rindu.
Rindu membawa tiga gelas minuman dia atas nampan menuju arah ruang tamu, kedua pria dewasa yang tengah duduk berduaan saja asik membahas perihal Jiya yang entah apa yang mereka bicarakan.
" ada apa sama Jiya? " (kata Rindu)
Karena tak ada jawaban dari keduanya Rindu hanya menatap Zayn & Faiz bergantian agar mereka berdua mau menjawab pertanyaannya.
" hem, gini Rin sebenarnya gue lagi deket ama Jiya " (kata Faiz)
Rindu melotot mendengar Kata-kata Faiz yang mengatakan bahwa dirinya sedang dekat dengan Jiya, bagaimana mungkin bisa Faiz dekat dengan Jiya sementara Jiya sudah mempunyai seorang tunangan. Selama ini Jiya memang memiliki seorang tunangan, bahkan tunangan Jiya keras datang ke kamar kostnya, tunangan Jiya sangat tempramental, Jiya kerap dipukuli & dihajar oleh tunangannya tersebut, itulah yang membuat Jiya beberapa minggu lalu mengajak Rindu pergi ke diskotik, sebenarnya saat itu Rindu yakin jika Jiya sedang ribut dengan tunangannya.
Rindu berkali-kali menyarankan Jiya untuk menyudahi hubungannya dengan tunangannya yang bernama Rendi tetapi Jiya selalu berkata jika ia kepalang mencintai Rendi, dirinya tak pernah habis pikir dengan apa yang dilakukan Jiya meskipun ia sering mendapatkan perlakuan buruk dari Rendi ia tetap terus mempertahankan Rendi, tak hanya tempramental Rendi juga seorang pria yang hobby selingkuh.
" kenapa lo? " (kata Zayn)
" kak Faiz deket ama Jiya? " (kata Rindu)
" iya Rin, lo mau bantuin gue biar bisa jadian ama Jiya ya? " (kata Faiz)
" sorry kak, aku gak bisa bantu kak Faiz buat deket ama Jiya, soalnya Jiya itu udah punya tunangan kak " (kata Rindu)
" tunangan? " (kata Zayn)
" iya kak, Jiya udah punya tunangan, udah sekitar 5 tahun mereka pacaran & sudah setahun ini mereka tunangan, namanya Rendi " (kata Rindu)
Faiz tiba-tiba terdiam karena kata-kata Rindu, sepertinya Faiz benar-benar tak tahu jika Jiya sudah memiliki tunangan.
# Faiz Fahrul Al-fatah
Rasanya dadanya serasa dipukul oleh batu besar sesak & sakit, ia tak menyangka beberapa hari dekat dengan Jiya ia tak mengenal Jiya sepenuhnya bahkan ia tak tau jika sebenarnya Jiya telah memiliki seorang tunangan, mengapa Jiya melakukan ini padanya, mungkinkah Jiya sengaja memberinya harapan palsu.
" Fa, lo kenapa bro? " (kata Zayn menepuk-nepuk bahu Faiz)
" gak papa bro " (kata Faiz)
" beneran lo gak papa lo bro? " (kata Zayn agak cemas)
__ADS_1
" hehehe tenang aja gue gak papa bro " (kata Faiz pada Zayn), " wah gue gak tau loh kalo Jiya udah punya tunangan Rin, ya gagal deh gue deketin, cari yang lain lagi aja deh " (kata Faiz tersenyum)
Faiz berusaha tak terlihat kecewa didepan Zayn & Rindu, baginya sakit yang ia rasa saat ini hanya sesaat dalam waktu dua hari pasti akan menghilang, Rindu sedari tadi menatap kearahnya.
" kak Faiz jangan kecewa sama Jiya ya, mungkin Jiya cuman nganggap kakak sebatas teman aja & gak punya maksut buat mainin perasaan kakak " (kata Rindu)
" hahahaha, iya Rin seenggaknya gue udah tau dia ada yang punya jadi gak gue deketin lagi " (kata Faiz)
" tapi kak Faiz beneran gak papa? " (kata Rindu)
" tenang aja Rin, stok cewek di Bumi masih banyak kok, mana mungkin gue kenapa-kenapa cuman gara-gara Jiya " (kata Faiz)
" lo gak tau Faiz gimana sih, dia itu gak bakal galau gara-gara cewek, besok pasti udah dapet gandengan lagi dia, yakin gue " (kata Zayn)
" hahahahahah, tuh faham " (kata Faiz tertawa)
Inilah yang disebut tawa dalam luka, mencoba menutupi luka dihati dengan tawa, Faiz tak ingin terlihat kacau didepan Rindu & Zayn karena gengsi.
# Humaira Shakila Najma
Jam telah menunjukan pukul 11.30siang, Humaira duduk diluar kelas bersama Desi & Kevin, sudah hampir sebulan ini Humaira dekat dengan Kevin meskipun ia hanya menganggap Kevin hanya teman biasa, Kevin pun mulai mengerti dengan apa yang menjadi keputusannya bahkan Kevin berhenti mengejar Cintanya.
Semenjak berteman dekat dengan Humaira Kevin banyak berubah, Humaira sangat senang Kevin yang playboy kini telah pensiun dini, bahkan sudah hampir sebulan ini Kevin juga tak pernah menggoda ataupun merayu siswi-siswi disekolah.
" Huma jam terakhir pelajaran ekonomi katanya pak Hendra gak ada jadi kita cuman disuruh ngerjain tugas " (kata Desi)
Desi merupakan teman sekelas Humaira, sejak kelas satu sekolah menengah atas ia & Desi berada dalam kelas yang sama itu yang membuat Humaira bisa akrab dengan Desi meskipun setiap hari biasanya Humaira hanya bersama Bumi.
" Tugas lagi? " (kata Humaira)
" iya tugas lagi, mana banyak pula katanya tugasnya " (kata Desi)
" aih, lagi buntu nih otak gue, males banget ngerjain tugas " (kata Humaira)
" udah tar gue bantu kalo emang lo lagi buntu " (Kevin)
" ngaco, kita aja gak sekelas gimana lo mau ngerjain Kev? "(kata Humaira)
" tar buku lo gue bawa aja, jawaban gue kirim lewat WA " (kata Kevin)
" kaya lo bisa aja Kev, lagian lo pelajaran terakhir ada guru lo tuh " (kata Desi)
" udah serahin aja ke gue " (kata Kevin)
" beneran nih?, awas ya kalo lo ngerjainnya salah-salah " (kata Humaira)
Kevin hanya tersenyum sambil mengacungkan jempolnya, Humaira beserta Desi ikut tersenyum, mulai terbiasa tanpa Bumi itulah yang dilakukan Humaira saat ini.
# Abdul Zayn Mikail
" nanti aja ya pulangnya?, soalnya lo juga dirumah pasti sendiri " (kata Zayn)
" anterin aku pulang sekarang aja gin kak " (kata Rindu)
" mau ngapain sendirian dirumah?, lo ngantuk? " (kata Zayn)
" ini kan bentar lagi jam istirahat papa aku kak, jadi gak sendirian dirumah " (kata Rindu)
Sebentar lagi memang waktunya jam istirahat orang tua mereka yang kebetulan bekerja dikantor polisi yang sama, mungkin lebih baik jika Zayn mengantarkan Rindu karena tidak enak dengan orangtuanya meskipun ia & Rindu telah dijodohkan.
" ya udah yuk gue anterin " (kata Zayn berdiri sambil tersenyum)
Rindu hanya diam & membalas senyumnya, hari ini sampe beberapa hari kedepan harusnya Rindu mempunyai jadwal kuliah tapi karena minggu ini adalah penetapan tanggal pernikahan mereka Zayn akhirnya meminta ijin ke dosen Rindu untuk beberapa hari kedepan ia tak akan berkuliah.
" kak Faiz mana ya kak? " (kata Rindu)
" tuh ditaman belakang, ini gue aja yang bawa " (kata Zayn mengambil alih koper Rindu)
" kalo gitu aku pamit dulu ya sama kak Faiz " (kata Rindu)
" ok, gue tunggu di mobil ya? " (kata Zayn)
Zayn pergi menuju ke arah luar rumah setelah Rindu pergi ketaman belakang untuk menemui Faiz
__ADS_1