
# Rindu Mentari
Adzan sholat subuh sudah terdengar mengumandang, Rindu mulai membuka matanya untuk membangunkan suaminya yang masih tertidur disebelahnya, setelah membangunkan Zayn, ia lalu berusaha bangkit dari tidurnya, ia merasakan sakit di sekujur tubuhnya, bagaimana tidak ia merasakan sakit di sekujur tubuhnya jika semalaman ia terus-menerus melayani hasrat bercinta suaminya.
Mengingat kejadian semalam wajah Rindu mulai memerah, semalam ia telah menyerahkan dirinya kepada suaminya untuk pertama kalinya & dengan rakusnya suaminya memangsa semalam bak hewan buas yang sangat kelaparan & telah lama tak mendapatkan mangsanya.
" aku mandi duluan ya kak " (Rindu menoleh kearah Zayn yang saat ini telah membuka matanya)
" heeemmm " (kata Zayn tersenyum)
Rindu menurunkan kakinya dari atas tempat tidur, saat menggeser kakinya ia merasakan sakit diarea kewanitaannya yang sangat amat teramat perih.
" ssssttt auuu " (kata Rindu)
" kenapa sayang " (kata Zayn panik yang langsung duduk mendekat kearah istrinya)
" sakit kak " (kata Rindu)
" yang mana? " (kata Zayn)
" yang dibawah kak " (kata Rindu)
" kaki kamu? " (kata Zayn)
" bukan kak, punya aku " (kata Rindu)
" astagfirullah, maaf ya sayang, sakit banget ya " (kata Zayn), " ya udah yuk aku gendong aja " (kata Zayn)
Rindu hanya diam menatap suaminya yang nampak terlihat khawatir dengan dirinya, Rindu lalu tersenyum & menggelengkan kepalanya, ia mulai menurun kan kedua kakinya ke bawah ranjangnya.
" auuuu" (kata Rindu sekali lagi)
" pelan-pelan sayang " (kata Zayn memegang bahu Rindu), " pasti sakit banget ya? " (kata Zayn bertanya)
" gak sakit yang banget-banget sih kak " (kata Rindu tersenyum), " jangan khawatir ya kak, masih bisa aku tahan kok " (kata Rindu)
" yakin masih bisa kamu tahan? " (kata Zayn memastikan)
Rindu hanya mengangguk dan menyingkirkan selimut yang hampir terjatuh karena ikut bergeser saat ia menurunkan kakinya.
" masya allah sayang " (kata Zayn agak terkejut)
Rindu sontak menoleh kearah Zayn yang nampak sangat terkejut, sampai-sampai suaminya juga turun dari ranjang & berdiri didepannya yang masih duduk di tepi ranjangnya.
" darah kamu banyak banget semalam " (kata Zayn menunjuk kearah seprai yang teradapat bercak darahnya)
Zayn lalu memeluk Rindu erat sambil mencium puncak kepalanya berkali-kali, Rindu hanya diam mendapati perlakuan Zayn.
" kamu pasti kesakitan banget ya ?, aku gak tau kalo kamu kesakitan banget semalam, aku bener-bener gak bisa nahan diri " (kata Zayn)
" ya allah kak, aku gak papa kok, kakak jangan gitu ah, lagian udah kewajiban aku kan ngelayanin kakak " (kata Rindu tersenyum)
" makasih ya sayang " (kata Zayn mencium kening Rindu)
" ya udah ah, aku,mau mandi nih, nanti keburu waktu sholatnya habis lagi " (kata Rindu yang berusaha berdiri dengan berpegangan oleh Zayn)
" kamu bisa jalan sendiri ke kamar mandi? " (kata Zayn lagi)
" bisa kak " (kata Rindu sambil tersenyum)
Sambil tertatih & menahan rasa perihnya Rindu berjalan secara perlahan menuju kamar mandi, setelah berada dikamar mandi ia lalu melepaskan pakaiannya & menyiramkan air ketubuhnya.
" auuuu " (kata Rindu sekali lagi)
tok....tok...tok (suara ketukan pintu)
" sayang kamu gak papa kan? " (kata Zayn dari balik pintu)
" iya kak, aku gak papa " (kata Rindu menjawab)
Sepertinya Zayn mendengar desahan kesakitan Rindu barusan, Rindu memegang dinding-dinding kamar mandi untuk menjaga keseimbangannya.
" kalo ada apa-apa panggil aku cepat ya " (kata Zayn lagi dari arah luar)
" iya kak " (kata Rindu)
Rindu menggelengkan kepalanya, mengingat bagaimana ia & suaminya semalaman menghabiskan waktu syahdunya berdua dengan penuh peluh keringat, Rindu benar-benar tak menyangka Zayn menggaulinya dengan penuh semangat semalam tapi pagi ini Zayn seperti tak merasakan kesakitan apa-apa seperti yang ia rasakan saat bangun tadi.
" kak Zayn kenapa kuat banget ya, kayak gak ngerasa sakit gitu badannya, kenapa badanku sakit semua, aaaaahhhhh sakit banget " (kata Rindu sendiri)
Setelah membersihkan dirinya Rindu membuka pintu kamar mandi & mendongakkan kepalanya kearah luar, ia lupa membawa handuk saat pergi ke kamar mandi karena harus fokus berjalan menahan rasa perihnya.
" kak " (kata Rindu)
" iya " (kata Zayn yang langsung berdiri)
" kak aku lupa bawa handuk, mintol ya " (kata Rindu tersenyum)
" masya allah istri aku pelupa banget ya, tar ya tunggu aku ambilin dulu " (kata Zayn)
Dilihatnya Zayn berjalan kearah dimana handuk telah ia letakan dengan rapi,setelah mengambilkan handuk untuknya suaminya berjalan kearahnya.
" makasi kak " (kata Rindu)
Zayn hanya tersenyum sambil duduk ditepi ranjang kembali, setelah memakai handuk Rindu keluar dari kamar mandi untuk mencari pakaian yang akan ia kenakan sambil terus mengeringkan rambutnya.
" kakak buruan mandi gih " (kata Rindu)
__ADS_1
" entar dulu deh " (kata Zayn)
" tar keburu waktu sholat subuh nya habis kak " (kata Rindu)
" hmmm, padahal aku mau liat kamu pake baju " (kata Zayn sambil berdiri berjalan menuju arah kamar mandi)
" ya allah apaan sih kak cuman mau nungguin aku pake baju " (kata Rindu sambil tersenyum)
" hahaha " (kata Zayn tertawa)
Rindu menggelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat tingkah suaminya, setelah memakai pakaiannya Rindu lalu menyiapkan pakaian untuk suaminya & ia letakan di tepi ranjang. Rindu saat ini telah bersiap untuk melakukan sholat berjamaah dengan suaminya.
Setelah menunggu beberapa puluh menit akhirnya Zayn keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk di pinggangnya, suaminya tersebut masih mengeringkan rambutnya dengan menggosok-gosokkan handuk di kepalanya.
" baju aku mana sayang? " (kata Zayn)
" nih " (jawab Rindu sambil menunjukan pakaian yang telah ia siapkan)
" sholat dimana kita? " (kata Zayn sambil mengenakan pakaiannya)
" disana aja ya kak, tar aku siapin dulu sajadahnya " (kata Rindu)
Rindu lalu berdiri menyiapkan sajadah untuknya & untuk suaminya, kali ini ia akan melakukan ibadah sholat subuh berdua seperti biasanya. Setelah suaminya selesai mengenakan pakaian mereka berdua langsung menunaikan sholah berjamaah berdua.
Setelah selesai menunaikan ibadah sholat subuh & berdoa seperti biasa Rindu akan menyalami Zayn & mencium punggung tangan suaminya tersebut, kali ini ada yang berbeda karena kali ini setelah Rindu mencium punggung tangan Zayn suaminya tersebut lalu mencium keningnya.
Rindu merasakan getaran kebahagiaan di hatinya ketika mendapatkan perlakuan manis setelah sholat oleh suaminya, ia tersenyum sambil melepaskan mukenah yang ia pakai.
" sayang kamu hari ini KKN jam berapa? " (kata Zayn)
" jam 9 aja kak, kakak kalo ngantuk tidur aja lagi " (kata Rindu)
Hari memang masih terlihat gelap saat ini sehingga ia menyuruh suaminya untuk tidur lagi jika masih merasa mengantuk, mengingat semalaman mereka berdua tak tidur dalam waktu yang cukup.
" hemmm, kayaknya kode nih " (kata Zayn tersenyum sambil menaik-naikan alisnya)
" kode apa? " (kata Rindu tersenyum)
" jangan pura-pura gak tau deh " (kata Zayn yang mulai berdiri menghampiri Rindu)
" apa sih? " (kata Rindu pura-pura tidak tau)
" yang kaya semalem " (kata Zayn sambil memeluk Rindu)
" emang yang semalem belum puas kak? " (kata Rindu sambil tersenyum)
Perihnya saja sampai saat ini masih Rindu rasakan suaminya justru menginginkan hal yang sama kembali pagi ini, mau tidak mau Rindu harus melayani suaminya kembali meskipun sebenarnya ia juga sudah tak kuat jika harus melakukan lagi.
" udah puas tapi masih pingin lagi " (kata Zayn), " boleh gak? " (kata Zayn berbisik)
Rindu hanya mengangguk sambil tersenyum mengisyaratkan iya setuju untuk melayani suaminya kembali pagi ini, dengan sigap Zayn langsung membopong tubuh Rindu menuju tempat tidur & meletakan dirinya pelan disana, tanpa aba-aba Zayn langsung menindih tubuhnya & mencium bibirnya dengan penuh nafsu, setelah itu suaminya melepaskan ciuman tersebut & mencium keningnya lalu tersenyum.
Suaminya lalu turun dari tubuhnya & berbaring disebelahnya, Rindu berinisiatif memeluk tubuh suaminya saat ini.
" tumben peluk-peluk gak disuruh " (kata Zayn tersenyum)
" gak boleh ya " (kata Rindu)
" boleh lah, aku seneng malah kalo kamu begitu " (kata Zayn lagi)
Rindu tersenyum mendengar kata-kata suaminya & terus memeluk erat suaminya.
# Abdul Zayn Mikail
Mendapati sikap Rindu yang tiba-tiba memeluk dirinya, Zayn tersenyum karena sangat senang dengan tingkah manja istrinya saat ini, ia menciumi pipi serta kening istrinya secara terus menerus, sesekali ia mencium bibir istrinya tersebut.
" kak nanti kita ke market dulu ya pagi-pagi " (kata Rindu)
" kamu jadi mau beli bahan buat di dapur? " (kata Zayn)
" jadilah kak " (kata Rindu)
" tapi kayaknya hari ini kamu ga usah masak dulu ya " (kata Zayn)
" kenapa kak? " (kata Rindu)
" ya kamu pasti capek kan?, aku gak mau tar malem kamu gak punya tenaga gara-gara kamu kecapean siang ini, kan tar malam kita mau lanjut bikin dede bayi " (kata Zayn)
Istrinya hanya terdiam & reflek menepuk jidatnya, Zayn hanya tertawa melihat tingkah istrinya saat ini.
" masya allah, luar biasa banget ya kakak " (kata Rindu)
" kenapa? " (kata Zayn)
" emang kakak gak ngerasa capek ya?, badan kakak gak sakit semua tuh? " (kata Rindu)
" enggak " (kata Zayn sambil menggelengkan kepalanya)
" kok badan aku sakit semua tapi kakak enggak kak? " (kata Rindu)
" ya mana aku tau, jadi badan kamu sakit semua sayang?, mau aku pijitin gak? " (kata Zayn)
Padahal tawaran Zayn kali ini hanyalah modus Zayn agar bisa meraba-raba tubuh istrinya, Zayn tersenyum nakal melihat kearah Rindu.
" enggak ah, tar kakak bukannya mijit aku malah yang aneh-aneh lagi " (kata Rindu)
" hahahaha, kok gitu mikirnya " (kata Zayn sambil tertawa merasa pikirannya telah terbaca oleh istrinya)
__ADS_1
" ya kakak aja semalem udah beronde-ronde aja katanya masih kurang " (kata Rindu)
" hahahahahha " (Zayn hanya tertawa)
" jangan ketawa deh kak, seneng banget ya bikin aku menderita " (kata Rindu)
Zayn menatap kearah istrinya yang agak cemberut & menyilangkan tangannya, Zayn memegang dagu istrinya agar melihat kearahnya juga.
" emangnya kamu bener ngerasa aku buat menderita tadi malam? " (kata Zayn tersenyum), " emang gak ngerasa kenikmatan gitu? " (kata Zayn lagi sambil,menahan senyumnya)
" is apaan sih kak " (kata Rindu tersenyum sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya karena merasa malu)
" kok malah tutup muka sih, jawab dong sayang, aku mau tau loh " (kata Zayn memaksa istrinya membuka tangannya)
" gak mau " (kata Rindu)
" kok gitu, kalo gak mau aku telanjangin nih " (kata Zayn mengancam sambil tersenyum)
Rindu mulai membuka wajahnya yang tilihat tersipu malu, wajahnya nampak merah merona bak udang rebus, Zayn tersenyum melihat tingkah istrinya.
" jahat ih, masa ngncamnya gitu " (kata Rindu)
" ya terus mau diancam apaan?, kan kalo cium udah biasa aku cium kamu mah, kan kalo telanjangin kamu baru sekali " (kata Zayn)
" pagi-pagi fiktor ah " (kata Rindu)
" biarin dong, namanya juga pengantin baru " (kata Zayn)
" emmm bisa aja ya jawabnya, nakal banget sih " (kata rindu)
" biarin dong, sah ini kok " (kata Zayn tersenyum)
Zayn kembali memeluk erat istrinya sambil mencium puncak kepala Rindu, ia sangat menyayangi & mencinta istrinya tersebut.
" sayang " (kata Zayn)
" hemm " (kata Rindu)
" aku pingin banget deh kita bisa punya anak cepet, kalo bisa hari ini jadi deh " (kata Zayn)
" mana bisa gitu kak, emang kakak pikir bikin anak kaya bikin adonan kue, sekali ngadon dicetak dikukus jadi, kan butuh proses kak " (kata Rindu)
" hahahah " (kata Zayn hanya tertawa)
" emang kakak kenapa pengen punya anak cepet-cepet?, emang kakak udah siap buat punya anak? " (kata Rindu)
Mengingat usianya sudah cukup matang tentu saja dirinya sudah sangat siap untuk mempunyai keturunan, baginya saat ini akan lebih baik jika istrinya cepat mempunyai anak agar tak terus-terusan berada di luar rumah karena saat memikirkan istrinya diluar tanpa dirinya Zayn merasa takut jika istrinya akan meninggalkannya.
" siap banget lah, kamu sendiri gimana? " (kata Zayn)
" kalo dikasih mah mau gak mau haru siap ya kak, lagian kan berani berbuat ya berarti harus berani juga buat tanggung jawab " (kata Rindu)
" maksudnya? " (kata Zayn tak mengerti)
" ya kan kita berdua berani buat masa gak berani tanggung jawab kalo udah jadi " (kata Rindu tersenyum)
" ah istilah apaan sih, ya jelas lah aku tanggung jawab, aku kan suami kamu, gimana sih " (kata Zayn)
" hahahahaha " (Rindu hanya tertawa)
" ketawa lagi, geumeeeeesss deh " (kata Zayn sambil memencet hidung istrinya)
" sakit kak " (kata Rindu)
Zayn membenarkan rambut istrinya yang telah berantakan menutupi wajahnya, Zayn sangat bahagia bisa bersama dengan orang yang ia cinta saat ini, ia berharap kebahagiaan yang ia rasa ini akan tetap abadi sampai maut memisahkan mereka berdua.
Zayn tak mau melepaskan pelukannya dari istrinya sedetik pun, bersama dengan istrinya dengan posisi seperti ini membuatnya merasa sangat nyaman, jika saja seharian ini ia bisa bersama istrinya seperti ini sepanjang waktu pikirnya, sayangnya Zayn harus mengantarkan istrinya untuk pergi melaksanakan kegiatan KKN nya siang nanti.
" sayang " (kata Zayn)
" emmm " (kata Rindu yang mulai mendongakan kepalanya)
" makasih ya semalem " (kata Zayn tersenyum)
" iya sayang " (kata Rindu)
Zayn terdiam mencoba mencerna kata-kata Rindu yang terdengar manis yang baru ia ucapkan.
" apa kamu bilang tadi? " (kata Zayn)
" apa? " (kata Rindu)
" kamu bilang apa tadi? " (kata Zayn)
" yang mana? " (kata Rindu bingung)
" yang tadi " (kata Zayn)
" oh, iya sayang " (kata Rindu mengulang)
" masya allah, merinding nih aku " (kata Zayn)
" ih apaan si lebay deh " (kata Rindu)
Zayn senang mendengar istrinya memanggilnya dengan sebutan semanis itu, bahkan Zayn saat ini justru tersipu malu.
" i love u sayang " (kata Zayn)
__ADS_1
" love u to " (kata Rindu tersenyum)
Lagi-lagi Zayn terkejut dengan kata-kata Rindu yang menjawab kata-kata cintanya, nyaris ia menutup mulutnya sangking terkejutnya.