
Satu bulan kemudian....
# Humaira Shakila Najma
" dek sudah gimana pengumumannya, udah keluar belum? " (kata Safitri)
" udah mi, Huma keterima di UGM jurusan Hukum " (kata Humaira)
" jadi kapan mau berangkat ke kota C dek? " (kata Abimana)
" tunggu daftar ulang aja kali ya pi " (kata Humaira)
Setelah mengikuti UN sekolah & dinyatakan lulus Humaira mendaftarkan dirinya ke sebuah Universitas yang telah ia rencanakan sebelum, ia mendaftarkan dirinya ke fakultas Hukum & telah diterima, sebentar lagi Humaira akan menjadi seorang mahasiswa sesungguhnya setelah mendaftar ulang kembali.
" mami sama papi bakal anter Huma kan? " (kata Humaira)
" jelaslah dek, lagian mana mungkin papi sama mami biarin Huma pergi sendiri, apa lagi Huma bakal tinggal menetap di sana lama " (kata Safitri)
" papi sama mami harus rajin-rajin ya jenguk Huma kalo ada waktu " (kata Humaira)
" pasti sayang, ingat ya jangan nakal-nakal disana, jangan bikin susah onty sama uncle disana " (kata Abimana)
" siap komandan " (kata Humaira)
" terus satu lagi, jangan asal terima cowok sembarangan " (kata Abimana)
" wah Huma udah boleh punya pacar nih, hahaha asik " (kata Humaira)
" eh jangan seneng dulu " (kata Abimana)
" kenapa pi? " (kata Humaira)
" Huma boleh punya pacar asal harus lapor sama papi siapa orangnya " (kata Abimana)
" sip pi " (kata Humaira tersenyum)
" satu lagi, gak boleh ngapa-ngapain ya, jangan pegang-pegangan gak boleh cium-ciuman " (kata Abimana)
" ok tenang aja pi " (kata Humaira)
Humaira akhirnya mendapatkan SIM dari ayahnya yaitu Surat Ijin Mencintai mengingat ia kini akan menjadi seorang remaja sesungguhnya, Humaira sudah boleh memiliki kekasih meskipun masih dengan syarat-syarat yang ditentukan oleh ayahnya.
" Huma kayanya mami liat akhir-akhir ini sering pulang balik ama Desta sayang " (kata Safitri)
" iya mi " (kata Humaira tersenyum)
" kalian lagi deket? " (kata Abimana)
" deket gitu-gitu aja pi, lagian gak enak kan kalo udah dijemput didepan gerbang tapi Huma tolak, mana jauh-jauh lagi dari rumahnya ke sekolah jemput Huma " (kata Humaira)
" ya kalo emang Huma lagi PDKT sama Desta kayanya gak papa ya pi?, mami sih suka-suka aja, mana sih Desta juga baik, kita juga kenal baik kan " (kata Safitri)
" emang sih Desta gak kerja ya?, bukannya dia polisi? " (kata Abimana)
" lagi cuti dia pi, tapi bentar lagi balik katanya " (kata Safitri)
" Huma suka dek sama Desta? " (kata Abimana)
" suka soalnya bang Desta baik, tapi kalo cinta kayanya enggak, tapi liat aja lah nantinya pi, kan Huma juga gak bisa mastiin hati Huma sekarang gak suka tapi gak tau kedepannya " (kata Humaira)
" anak papi udah dewasa ya ternyata " (kata Abimana mengelus-ngelus kepala putri semata wayangnya)
Humaira tak menyangka waktu berjalan sangat cepat, rasanya baru kemarin ia menjadi putri kecil yang masih duduk di taman kanak-kanak tetapi saat ini ia telah tumbuh dewasa & sebentar lagi menjadi seorang mahasiswi, Humaira akan mengemban tugasnya sebagai seorang gadis remaja, bertanggung jawab dengan kuliahnya, hidup terpisah dengan kedua orang tuanya & berhak penuh atas apa yang akan ia putuskan meskipun ia juga harus berkompromi kepada kedua orang tuanya.
" oh iya nanti Huma boleh gak jalan ma bang Desta? " (kata Humaira tersenyum)
" mau kemana dek? " (kata Abimana)
__ADS_1
" belum tau pi, katanya bang Desta mau ngajak jalan aja gitu " (kata Humaira)
" boleh aja sih dek tapi pulangnya jangan kelamaan, inget waktu kalo jalan " (kata Abimana)
" ok pi, kalo gitu Huma siap-siap dulu deh ya " (kata Humaira)
Humaira beranjak dari duduknya menuju kamarnya setelah mendapatkan ijin dari kedua orangtuanya, ia segera bersiap-siap untuk pergi bersama Desta. Setelah bersiap-siap Humaira segera turun menemui kedua orangtuanya kembali, dilihatnya dibawah sudah ada Desta duduk diruang tamu bersama ayah beserta ibunya.
" wah sudah cantik aja nih anak mami " (kata Safitri menggoda)
" iya dong anak siapa dulu " (kata Humaira tersenyum & duduk disebelah ayahnya)
Humaira masih setia duduk disebelah ayahnya sambil mendengarkan ayahnya mengobrol dengan Desta, melihat sosok Desta yang sangat berwibawa & dewasa Humaira cukup kagum pada Desta, seorang pria yang profesinya sama seperti ayahnya.
" jadi ini kapan Desta balik dinas lagi? " (kata Abimana)
" Senin depan sih om udah mulai aktif kerja lagi, kebetulan ini kemaren kan sayang cutinya kalo gak Desta ambil " (kata Desta)
" emang bener sih kalo cutinya gak diambil sayang pi, lagian Desta juga jarang pulang kata Ega, pernah tuh kata Ega liburan hari raya dua tahun yang lalu malah tugas dia jaga posko " (kata Safitri)
" iya tante emang gak pulang lebaran dua tahun lalu, ya gimana lagi namanya juga tugas ya harus dilaksanakan " (kata Desta)
" bangga om sama kamu Des, ini kamu termaksud ngelanjutin bapak kamu loh Des, Anak om aja malah gak minat jadi polisi " (kata Abimana)
" tapi kan bang Zayn hebat om jadi pilot " (kata Desta)
" hebat sih Des, tapi ya tetep aja was-was, mana kerjaannya diudara, tante kadang kepikiran malah gak bisa tidur loh, ya walaupun semua pekerjaan punya resiko sendiri-sendiri " (kata Safitri)
" iya juga sih tante " (kata Desta tersenyum)
" ya udah berhubung Huma udah siap kalian jalan aja gih sekarang, keasikan ngobrol tar malah gak jadi jalan lagi " (kata Safitri)
" hehehe, gak papa tante, ngobrol sama om & tante asik juga kok, apalagi bahas soal kerjaan, Desta jadi punya masukan apalagi kan om Abimana pangkatnya udah tinggi banget, pengalamannya juga lebih banyak dari papanya Desta " (kata Desta)
" kalo mau ngobrolin kerjaan nanti aja kalo ada waktu senggang bareng papa kamu ya, sekarang kalian jalan aja dulu tar keburu Huma berubah pikiran tuh, hahaha " (kata Abimana)
" da mi, pi " (kata Humaira)
" Hati-hati ya " (kata Safitri)
Humaira & Desta akhirnya pergi meninggalkan rumahnya menjauh kearah jalan raya dengan menggunakan mobil milik Desta.
#Bumi Samudera
Ia tengah bersiap-siap untuk pergi ke London karena ia telah diterima di London Business School, segala sesuatu telah ia persiapkan sebelumnya, bahkan berkas-berkas berharga juga ia persiapkan saat ini sebelum ia berangkat ke London. Setelah mengemas beberapa pakaian & surat-surat penting yang akan ia bawa, Bumi menyempatkan pergi keluar dahulu hari ini untuk menikmati hari-hari terakhirnya di tanah air tercinta. Bumi turun dari kamarnya menuju arah bawah dibawah sudah ada kedua orangtuanya yang tersenyum melihat kearahnya diruang keluarga, kali ini Bumi akan pergi menemui teman-teman club motornya.
" mau kemana Bum udah rapi aja? " (kata Aidan)
" mau jalan pa nemuin temen-temen club motor, sekalian pamitan " (kata Bumi)
" pulangnya jangan malam-malam ya sayang, soalnya kamu tinggal berapa hari lagikan udah pergi jadi mama mau kamu habisin waktunya di rumah aja bareng mama papa " (kata Risya)
" iya ma, tenang aja Bumi gak pulang malam-malam kok, lagian Bumi cuman mau nongkrong bentar, mereka mau buat acara perpisahan buat Bumi, ya udah Bumi pamit dulu ya " (kata Bumi)
" Hati-hati Bumi, bawa motornya " (kata Aidan)
" iya Pak " (kata Bumi)
Setelah berpamitan & tak lupa mengucapkan salam Bumi akhirnya pergi dengan mengendarai motor sport miliknya menuju jalan raya, Bumi mengingat perjalanannya bersama motor kesayangannya tersebut, tiga tahun selama bersekolah di sekolah menengah atas motor sportnya lah yang menemani perjalanan hidupnya selama bersekolah, motor tersebut yang menemaninya disaat panas terik maupun hujan badai kemanapun ia pergi, motor tersebut juga adalah motor yang selalu ia gunakan untuk mengantar jemput Humaira saat ia sedang tak mempunyai pacar.
" hahahaha, wajar aja kalo Huma gak pernah tau kalo gue sebenarnya suka sama dia, ya gimana dong gue suka sama dia tapi bisa pacaran sama orang lain " (kata Bumi sendiri)
" salah gue lah bikin dia gak peka ama persaan gue, giliran kakak kita dijodohin gue baru galau-galau, ok sekarang waktunya bangkit lagi, Huma tunggu gue buat Jadi Bumi yang lo pingin ini, Bumi yang bakal jadi sahabat lo selamanya " (kata Bumi tersenyum)
Selama beberapa bulan ini Bumi sudah terbiasa hari-harinya ia lalui tanpa Humaira, seharusnya saat berada di negara London nantinya sudah pasti ia juga akan makin terbiasa & bisa melupakan perasaan cintanya pada Humaira meskipun kenangan manis sulit untuk dilupakan. Setelah beberapa puluh menit ia sampai juga di sebuah kafe, di kafe tersebut sudah ramai dengan kehadiran teman-teman sesama club motornya, ia segera menghampiri kearah keramaian tersebut.
" wah ini dia yang ditunggu-tunggu datang juga, yang mau go keluar negeri " (kata Ikbal salah satu teman club motornya)
__ADS_1
" wei bro, gimana nih persiapannya, sudah selesai? " (kata Wawan salah satu teman clubnya juga)
" sudah bro " (kata Bumi)
Bumi menyalami satu persatu teman clubnya sambil bertos, ada puluhan remaja pria juga wanita berada di kafe tersebut demi melepaskan kepergian Bumi keluar negeri sebagai perpisahan mereka.
" wah gil*, gue kira gak bakal segini ramenya, thanks banget ya kalian udah dateng semua " (kata Bumi tersenyum)
" wah jelas lah kita dateng, lagian ini perpisahan lo, kita juga bakal jarang bisa kumpul lagi kaya gini, tar pulang-pulang lo udah jadi pengusaha gak bakal jadi anak club ninja lagi terus lupa ama kita deh " (kata Rido salah satu anak club motor)
" ah gak lah, masa iya gue lupa ama kalian semua, lagian motor itu hobby gue, apalagi touring bareng kalian, gue gak bakal lupa sama kalian semua sekalipun gue udah sukses " (kata Bumi)
Mereka semua bersorak memberikan tepuk tangan kepada Bumi, ia hanya tersenyum sambil mengucapkan terimakasih kepada semuanya, saat sedang asik mengobrol sambil menikmati makanan tiba-tiba mata Bumi terbelalak melihat Humaira yang berjalan kearah kafe tersebut bersama seorang pemuda yang wajahnya cukup familiar.
" itu bukannya Huma ya Bum? " (kata Dodi salah satu anak club motor)
" iya Huma, sama cowoknya ya sih Huma? " (kata Rendra anak club motor juga)
Bumi hanya mengangguk tak menjawab sepatah katapun ia hanya berusaha mengingat pemuda yang sedang berjalan dengan Humaira saat ini, matanya agak menyipit berusaha mengingat, ternyata pemuda tersebut adalah Desta anak dari sahabat ibu mereka, Bumi nampak terbakar api cemburu melihat kedekatan Humaira dengan Desta berjalan berdua sambil bercanda tawa, Humaira nampak sangat senang bisa berjalan berdua dengan Desta saat ini.
" pantesan lo gak bawa Huma ternyata dia lagi jalan ama pacarnya " (kata Wawan)
" gue pikir lo suka sama Huma, soalnya kemana-mana lo pasti sama Huma, padahal dia cantik banget loh bro, gue aja iri liat lo bisa deket ama Huma " (kata Ikbal)
" udah deh jangan bahas dia, lagian dia mau punya pacar atau enggak itu bukan urusan gue, kan gue bukan siapa-siapanya dia " (kata Bumi)
Tiba-tiba moodnya menjadi memburuk karena rasa cemburunya, Bumi hanya duduk diam tak bisa berbuat apa-apa karena ia harus tetap berada disana sampai acara perpisahan untuknya selesai meskipun menyaksikan Humaira berduaan dengan Desta sangat membuat hatinya terluka.
# Muhammad Desta Hamizan
Ia membawa Humaira untuk pergi makan di sebuah kafe terlebih dahulu sebelum mengajaknya pergi berkeliling di kota xxx, kebetulan kafe favoritnya tampak ramai tak seperti biasanya, terlihat deretan motor sport memenuhi parkiran tersebut, sepertinya kafe tersebut sedang ada acara anak-anak motor, Desta mengajak Humaira kearah tempat duduk yang dirasanya agak kosong.
Selama cuti Desta cukup dekat dengan Humaira, Humaira adalah gadis yang sangat asik, baik, ceria, menyenangkan, bahkan plusnya dia juga cantik, jujur saja semenjak pertemuannya saat pertunangan kakak Humaira dengan anak salah satu sahabat ibu mereka Desta sudah suka dengan Humaira pada pandangan pertama, bahkan ia kerab mengatakan itu kepada Humaira, Humaira tak pernah menolaknya bahkan Humaira juga tak pernah menerima dirinya.
Desta cukup mengerti dengan jawaban yang diberikan Humaira kepadanya, karena saat ini ia masih dalam proses bertransisi, Humaira menuturkan sebelumnya ia belum boleh memiliki kekasih sehingga sulit baginya untuk menerima seseorang dengan tiba-tiba menjadi kekasihnya sehingga untuk saat ini mereka hanya menjalani semua ini begitu saja tanpa hubungan apa-apa.
" itu bukannya Bumi ya? " (kata Desta)
Humaira menoleh kearah Bumi, Desta berpikir tatapan Humaira kepada Bumi sangat dalam begitu juga tatapan Bumi kepada Humaira, Desta merasa sebenarnya ada sesuatu diantara mereka yang ia belum tau saat ini.
" oh iya, itu emang Bumi bang " (kata Humaira yang tersenyum kearah Desta)
" kalian bukannya temenan? " (kata Desta)
" iya beberapa dulu sampe beberapa bulan yang lalu " (kata Humaira)
" kok gitu? " (kata Desta)
" ya dia ngindarin Huma bang, hmmmm kayanya gak usah bahas dia ya bang, dia aja gak mikirin Huma malah santai-santai kumpul bareng teman clubnya, jadi ngapain kita bahas dia " (kata Humaira)
" ok, mau makan apa nih, jangan bilang mendadak kenyang ya, kalo lo bilang gitu terpaksa abang yang suapin " (kata Desta)
" hahahaha, gak lah, kalo soal makanan mah gak pengaruh mau mood gue jelek atau bagus bang apalagi kalo geratis bakal Huma sikat deh " (kata Humaira)
" hahahaha, dasar tukang makan tapi badannya kurus banget kaya cacingan " (kata Desta)
Desta tertawa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, baru kali ini Desta dekat dengan seorang gadis yang tak pernah menjaga imagenya bahkan Humaira sangat blak-blakan itu membuat Desta kagum dengan Humaira.
Bumi
Humaira
__ADS_1
Desta