
# Humaira Shakila Najma
Jam telah menunjukan pukul 11.00siang, Humaira berjalan bersama Kevin sambil mengirimi pesan untuk kakak iparnya yang saat ini ia tak tahu sedang berada dimana, sambil menoleh kesegala arah Humaira berharap akan melihat kakak iparnya di sekitarannya.
" lo celingukan gitu ngapain sih Ma?, nyari siapa? " (kata Kevin bertanya)
Humaira menoleh kearah Kevin yang baru saja bertanya dengannya, tak menjawab pertanyaan Kevin ia kembali mengirimkan pesan WhatsApp untuk kakak iparnya.
" lo nyari sapa sih?, penasaran gua " (kata Kevin lagi)
" udah lo diem aja, gue juga masih konsentrasi ini nyari " (kata Humaira)
Dilihatnya sekilas Kevin hanya menggelengkan kepalanya karena mendengar jawabannya, Humaira sekilas tersenyum & kembali fokus mencari Rindu. Ia berpikir mungkin saat ini kakak iparnya tersebut masih berada di kelasnya & belum keluar karena sedari tadi pesan yang ia kirim tak juga kunjung dibalas.
Ia kemudian meletakan kembali ponselnya ke saku rok yang ia kenakan karena tak kunjung mendapatkan balasan pesan dari kakak iparnya, siang ini rencananya Humaira ingin mengajak kakak iparnya untuk makan siang bersama di kantin.
" kenapa?, gak dibales ya?, lo nyariin sapa sih?, Gibran apa Narendra? " (kata Kevin)
Sampai saat ini tak ada yang tau jika ia & Gibran adalah saudara sepupu kecuali dua temannya yaitu Kevin & Desi.
" ih sapa yang nyariin Presiden BEM sama Wapresnya sih, orang gue nyari kakak ipar gue " (kata Humaira)
" kakak ipar lo?, maksudnya apa nih?, kakaknya Desta atau istri kakak lo? " (kata Kevin lagi bertanya)
" istrinya kak Zayn Kev, masa iya kakaknya bang Desta, kan bang Desta kakaknya udah merid & gak ada disini " (kata Humaira)
Sebenarnya ia & Desta masih ada hubungan keluarga jauh mengingat kakak dari pacarnya menikah dengan sepupu dua kalinya yang berada di kota D saat ini. Dilihatnya temannya Kevin hanya manggut-manggut sambil tersenyum kearahnya.
Mereka berdua segera pergi ke kantin, keadaan kantin siang ini sudah lumayan ramai, bahkan tak ada bangku kosong tersisa untuk mereka berdua duduki, Kevin mencoba melihat sekeliling mereka untuk mencari tempat kosong.
" Huma " sapa seseorang sambil berdada-dada dengannya.
Humaira melihat kearah Narendra yang saat ini tengah memanggil namanya, sontak ia menoleh kearah Kevin yang berada di sebelahnya, perlahan Narendra berjalan mendekat kearahnya sambil tersenyum.
" nyari tempat duduk kan?, bareng gue aja yuk, kebetulan ada yang kosong tuh " (kata Narendra)
Humaira menoleh kearah tempat duduk Narendra yang sudah ada dua temannya yang saat itu tergabung dalam kru pemotretannya, Humaira pun mengangguk kearah dua teman Narendra sambil tersenyum karena dua teman Narendra tersebut melambaikan tangan kearahnya sambil tersenyum juga.
Saat akan berjalan mengikuti Narendra tiba-tiba dari arah belakang ada seseorang yang merangkul bahunya sehingga membuat dirinya berhenti & menoleh kearah sebelah kanannya, dilihatnya sudah ada Gibran berdiri merangkulnya.
" sorry Ren kayaknya Huma gak bisa gabung lo deh " (kata Gibran)
Narendra pun berbalik & melihat kearahnya, Gibran serta Kevin yang berjalan beriringan, ia agak terkejut karena melihat Gibran telah berdiri disisi lainnya sambil merangkulnya.
" oh lo Gib, ok deh kalo gitu" (kata Narendra singkat pada Gibran), " ya udah ya gue balik kemeja gue lagi " (kata Narendra pamit)
Humaira lali menoleh kearah Gibran yang saat ini masih merangkulnya, ia melihat ke sekelilingnya, saat ini ia & Gibran telah menjadi pusat perhatian karena terlihat mesra dengan posisi Gibran merangkulnya.
Menyaksikan kejadian tadi pasti para mahasiswa serta mahasiswi yang berada di kantin ini mengira bahwa kakak sepupunya tersebut sedang cemburu pada Narendra & gosip tentang hubungan mereka berdua pasti akan makin melejit di kampus mereka.
" Kev lo makan siang sendiri aja ya, tar kalo udah selesai hubungi gue, gue mau ngomong sesuatu dulu sama kak Gibran " (kata Humaira)
Dilihatnya Kevin hanya mengangguk sambil tersenyum kearahnya, ia lalu menarik tangan Gibran menuju kearah luar kantin, saat menarik tangan Gibran banyak para mahasiswa & mahasiswi yang bersorak bahkan berciye melihat mereka berdua.
Humaira masih terus menarik tangan Gibran menjauh dari arah kantin, kakak sepupunya tersebut hanya menurut & mengikuti jalannya tanpa sedikitpun ada penolakan, gosip tentangnya & Gibran akhir-akhir ini bahkan menjadi tranding topik di kampus mereka.
Ada beberapa mahasiswa yang mendukung bahkan ada juga yang dari beberapanya yang sewot, mencibir tak terima jika Gibran bersama dengannya padahal kenyataannya memang ia & Gibran tak berpacaran karena mereka berdua adalah saudara sepupu.
Setelah dirasanya tak terlalu banyak orang Humaira mulai melepaskan tangannya dari Gibran, ia mulai duduk di sebuah bangku buatan yang tak jauh dari tempat mereka berdua berdiri.
" lo kak bikin gosip makin jadi aja " (kata Humaira sambil menggelengkan kepalanya)
" gosip apa? "(kata Gibran bertanya seolah tak tau)
" gosip gue ama lo lah, gue tadi padahal laper lo, gara-gara lo laper gue ilang " (kata Humaira)
Kakaknya tersebut terlihat menepuk jidatnya, melihat kakaknya menepuk jidatnya ia menjadi tertawa terbahak-bahak, ia merasa lucu dengan ekspresi wajah kakaknya tersebut saat ini.
__ADS_1
Entah apa yang sedang dipikirkan Gibran saat ini pikir Humaira, yang jelas saat ini Humaira hanya berpikir bagaimana cara menghindar dari fans Gibran yang menyangka ia merebut Gibran dari mereka karena mengira ia & Gibran telah berpacaran.
" kalo lo laper ngapain seret gue keluar gini malah dikira orang kita mau mojok tau gak, mau sayang-sayangan, ambil jatah, hahahah " (kata Gibran sambil tertawa)
" kambing, otak lo kak, heran gue gak beda jauh ama kak Faiz sebelas dua belas, geli tau gue denger omongan lo " (kata Humaira)
" hahahaha, selow lah, katanya udah dewasa, denger gitu doang geli, tapi awas kalo gue sampe tau lo ama Desta ngapa-ngapain " (kata Gibran)
" Anjimc, ya gak lah, sapa juga yang mau ngapa-ngapain, baru pegang tangan aja lo udah nyap-nyap " (kata Humaira)
" hahahahah, pinter " (kata Gibran)
Humaira menyilangkan tangannya di depan dadanya sambil cemberut melirik kearah Gibran yang malah menertawakan dirinya, terkadang sikap Gibran sangat menyebalkan bagi Humaira tetapi ia tak pernah benar-benar bisa marah dengan Gibran karena terlalu sayang.
" tanggung jawab lo kak " (kata Humaira)
" apaan? " (kata Gibran)
" lo bikin gue kelaparan ini " (kata Humaira)
" alah diet aja lo, gak usah makan " (kata Gibran sembarangan)
" asem, lo mau liat badan gue makin cungkring lo suruh diet " (kata Humaira)
" hahahahaha, gak lah gak tega gue liat lo kurus " (kata Gibran), " eh lo lapar kan?, ya udah gimana kalo kita ke rumah bang Zayn " (kata Gibran memberi ide)
" ngaco, orangnya aja gak ada di rumah " (kata Humaira)
Saat ini memang rumah kakaknya sedang tak ada siapa-siapa karena Rindu saat ini sedang ada mata kuliah sedang kakaknya masih berada di kota D entah kapan akan kembali ke kota C, mendengar ide Gibran bagi Humaira sama saja tak memberinya solusi.
" sapa bilang sih orangnya gak di rumah, baru aja kali bang Zayn wa gue katanya di rumah sama bininya, bininya malah lagi tidur " (kata Gibran)
" yang bener, enak banget kak Rindu pulang tidur, emang enak ya kalo punya rumah deket kampus " (kata Humaira)
" enak lah, apa lagi habis dapat jatah, makin nyenyak tuh tidurnya " (kata Gibran)
" eh buset, kambing itu lagi lo bahas kak, ngeres lo, siram sana dulu kepala lo " (kata Humaira)
" ada kotorannya, makanya ngeres mulu lo " (kata Humaira)
Kakak sepupunya tersebut hanya tertawa mendengar kata-katanya & tak mengatakan sesuatu sambil merangkul dirinya, ia tak pernah keberatan dengan perlakuan Gibran yang sering merangkulnya, memeluknya bahkan menggandeng tangannya.
" jadi gimana nih kita ke rumah kak Zayn aja kah? " (kata Humaira bertanya)
" tar dulu gue tanya dulu bang Zayn boleh gak kita ke sana, takut ganggu sih, tapi gue rasa kalo alasannya lo laper pasti boleh sih " (kata Gibran yang mulai mengirim pesan)
Humaira terus memperhatikan ketikan demi ketikan yang Gibran kirimkan untuk kakaknya, ia tak mengerti mengapa obrolan para lelaki tak jauh-jauh dari pikiran kotor, ia hanya menggelengkan kepalanya.
Melihat Gibran sedari tadi tersenyum bahkan tertawa saat melihat balasan dari Zayn membuat Humaira ikut tertawa karena kakak sepupunya saat ini sudah seperti orang gila yang tertawa sendiri tanpa sebab.
" ya udah yuk " (kata Gibran yang sudah berdiri sambil menarik tangan Humaira)
" gak usah di geret juga kali kak " (kata Humaira)
" lo senyum napa dek, tar dikira kita lagi marahan loh, hahahaha " (kata Gibran)
" kampret, lepasin tangan gue " (kata Humaira)
Bukannya melepas tangannya justru Gibran merangkul dirinya sambil terus berjalan kearah parkiran menuju mobil milik Gibran, seperti biasa kini ia & Gibran telah menjadi pusat perhatian banyak orang.
# Abdul Zayn Mikail
Ia segera turun dari tempat tidur secara perlahan agar tak membangunkan istrinya yang sedang terlelap nyenyak dalam tidurnya, ia menutup kembali tubuh polos istrinya dengan selimut.
Zayn berjalan perlahan menuju kamar mandi yang berada dikamar tersebut, ia & istrinya saat ini berada di kamar yang berada di lantai bawah, beberapa jam lalu ia membawa istrinya pulang & menggendongnya ke kamar tersebut sebelum akhirnya mereka beradu kasih di kamar tersebut.
Zayn mulai menyiram tubuhnya untuk membersihkn dirinya yang sudah terasa sangat lengket, setelah beberapa menit ia membersihkan dirinya ia lalu keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk di pinggangnya, ia kemudian keluar dari kamar tersebut & menutup pintunya pelan.
__ADS_1
Zayn berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya untuk berganti pakaian, setelah berada di kamarnya ia langsung mencari pakaian & segera menggunakannya, setelah itu ia segera turun kearah bawah kembali, terdengar suara bel pintu rumahnya berbunyi.
Ia yakin saat ini Gibran & adiknya lah yang berada di luar pintu rumahnya, ia segera bergegas berjalan untuk membuka pintu rumahnya, dibukanya pintu rumahnya, dilihatnya Humaira & Gibran telah berdiri dihadapannya sambil tersenyum.
" kakak " (kata Humaira memeluknya)
" ayo masuk " (kata Zayn)
ia pun membalas pelukan adiknya sambil berjalan kearah dalam & tersenyum, mereka segera duduk di sofa ruang tamu, terlihat adiknya seolah celingukan melihat kearah atas.
" kak Rindu mana kak? " (kata Humaira bertanya)
" masih tidur " (kata Zayn)
" oh " (kata Humaira sambil manggut-manggut mengerti)
" katanya lo laper, pesen makanan gih tar gue yang bayar " (kata Zayn)
" iya laper gara-gara bang Gibran nih, bikin gak nafsu makan, udah tau di tempat rame malah bikin perhatian orang banyak " (kata Humaira)
" apa lagi Gib? " (kata Zayn bertanya)
Ia menatap kearah Gibran yang tersenyum sambil memegang kepalanya & tak mengatakan sesuatu, saat ini tanpa Gibran menjelaskan sesuatu ia rasa ia cukup tau apa penyebab mereka menjadi pusat perhatian.
" digosipin pacaran lagi kalian berdua? " (kata Zayn)
" kalo itu mah udah biasa kak, udah gak ada gosip malah kak Gibran rangkul-rangkul aku di kantin " (kata Humaira menepuk jidatnya reflek)
" alah biasa juga lo gue rangkul biasa aja dek, biarin aja sih orang mau bilang apa, ya kan bang? " (kata Gibran)
Zayn hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan Gibran, dimana-mana gosip beredar memang tak sesuai dengan fakta karena faktanya bajwa Humaira & Gibran adalah saudara.
" untung lo dikira pacarnya Gibran, jadi gak ada yang berani ganggu lo dek " (kata Zayn)
" ah untung apanya, tetap gue rugi kak, soalnya gue di teror mulu sama fans gelapnya kak Gibran nih " (kata Humaira)
" aduh kenapa jadi bahas itu sih, katanya lo laper, tar keburu ada kelas lo " (kata Gibran mengingatkan)
" oh iya, heheheh " (kata Humaira tersenyum)
ceklek....(suara pintu kamar bawah terbuka)
" kak " (kata Rindu)
Zayn menoleh kearah istrinya yang saat ini mengenakan baju seragam kerja miliknya yang terlihat nampak kebesaran ia pakai tapi terlihat sangat seksi karena memperlihatkan paha mulusnya, ia sontak menutup mata Humaira & menyuruh Gibran menutup matanya.
Ia lalu berjalan cepat kearah Rindu yang saat ini hanya diam tertegun di depan pintu kamar bawah melihat kearah ruang tamu, ia lalu membawa istrinya masuk lagi ke kamar tersebut & menutup pintu kamar tersebut kembali.
" sayang kenapa keluar? " (kata Zayn bertanya)
" aku nyari kakak gak ada di kamar jadi aku keluar " (kata Rindu)
" astaga " (kata Zayn menepuk jidatnya)
" aku gak tau kalo ada Gibran sama Huma " (kata Rindu), " kira-kira mereka liat aku gak ya? " (kata Rindu bertanya)
" ya jelas liat lah sayang " (kata Zayn)
" issss, malu dong aku, ya udah deh aku di sini aja " (kata Rindu)
Zayn melihat kearah Rindu yang duduk di tepi ranjang sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
" ya udah si biarin, mereka udah liat kamu lo sayang, mending kamu mandi aja sana, aku ambilin kamu baju baru kamu keluar " (kata Zayn)
" tapi aku malu kak " (kata Rindu)
" udah gak papa, mandi gih, lagian gak enak kalo kamu gak nemuin Huma sama Gibran " (kata Zayn)
__ADS_1
" ya udah deh aku mandi dulu ya " (kata Rindu)
Melihat istrinya yang masuk ke kamar mandi Zayn hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, istrinya memang tak tahu jika Gibran & Humaira akan datang ke rumah mereka saat ini.