Polwan Cantik

Polwan Cantik
#38


__ADS_3

#*Bripda Randito Dwi Mahendra


Usai sudah rapat yang diadakan diruangan dimana calon bintara polwan biasa mendapatkan materi, Bripda Randito bersalaman dengan kepsek dll, tanpa berbasa basi ia segera melangkah keluar melangkah pergi menuju parkiran, ia tidak mau pulang berboncengan dengan rivalnya lagi, bagi Bripda Randito Bripda Alin sama seperti rubah betina yang licik, ia sengaja mendekatinya untuk mencari kelemahannya supaya bisa dengan mudah mendapatkan safitri darinya, maka dari itu Bripda Randito tidak ingin dekat-dekat dengan wanita jadi-jadian itu. Ia melangkahkan kakinya dengan cepat, tiba-tiba ada suara yang memanggilnya.


" ran " (kata suara dari belakang)


Bripda Randito pura-pura tidak mendengar & terus melangkah menuju parkiran tempat dimana motornya berada. Terdengar lagi suara dibelakangnya saat Bripda Randito sudah berada diatas kendaraannya.


" ran, gue dari tadi manggil lo " (kata suara itu lagi)


Bripda Randito menoleh melihat ke arah si empunya suara, benar saja itu adalah suara rivalnya, ia berusaha bersikap baik karena disini mereka tidak sendiri, ia hanya tidak ingin dicap bersikap tidak baik kepada wanita meskipun wanita lesby sekalipun seperti bripda alin.


" mm, kenapa?" (kata Bripda Randito singkat masih diatas motor)


" gue boleh ikut ga?, sampe ditempat dimana mobil gue mogok tadi aja, please! " (kata Bripda Alin)


" oke, naik " (kata Bripda Randito singkat lagi)


" makasi " (kata Bripda Alin sambil tersenyum sambil naik)


" mm, iya " (kata Bripda Randito)


Dengan terpaksa lagi Bripda Randito membonceng Bripda Alin, ia berfikir siasat apa yang sedang direncanakan wanita jadi-jadian ini.


"jangan-jangan dia cuman pura-pura mogok. kalau memang mogok kenapa dia minta diantar ditempat mobilnya mogok tadi? " (gumam Bripda Randito dalam hati sambil berpikir keras)


" jangan-jangan disana sudah ada alat-alat buat ngebunuh gue supaya dia bisa dapatin Safitri, orang yang mempunyai prilaku **** menyimpang biasanya lebih nekat " (gumam Bripda Randito lagi dalam hati)


" ah gak mungkin, ga mungkin dia nekat ngabisin gue, bakal banyak saksi mata " (kata Bripda Randito)


Pikirannya semakin kemana-mana, dia merasa aneh disaat tadi mobilnya mogok dia malah minta diantar kembali ketempat dimana mobilnya berada, dia semakin curiga karena ternyata sedari tadi ada pria menggunakan motor & membawa sesuatu dijok belakangnya mengikuti mereka, apakah ini hanya perasaannya apakah memang pria itu mengikuti mereka.

__ADS_1


" Lo ngeresa mas-mas yang naik motor dibelakang kita ngikutin kita gak? " (kata Bripda Randito)


" mm, dia memang ngikuti kita, memangnya kenapa? " (kata Bripda alim)


"ha, gila ni cewek, dia beneran bayar orang buat ngelancarin aksinya supaya ngabisin gue, gue yakin kalo gue nanti tewas dia bakal beralibi kalau kita dibegal, hamsiong gue " (gumam Bripda Randito dalam hati)


" gue nyuruh dia bawa bensin " (kata Bripda Alin)


" apa, dia bawa bensin, jangan-jangan buat bakar gue, aduh nie cewek ternyata bukan cuman lesbi tapi psikopat pembunuh sadis, mami maafin Dito ya kalo belum bisa kasih mami mantu, jangan sedih kalau Dito gak pulang, kalau Dito mati " (gumam Bripda Randito dalam hati dengan ekspresi ketakutan)


" lo kenapa sih ran gue ngomong lo gak nyaut, lo sariawan? " (kata Bripda Alin)


" enggak, kenapa memangnya? " (kata Bripda Randito)


" gak papa sih, eh tuh mobil gue, ayo minggir " (kata Bripda Alin)


Bripda Randito membawa motornya menepi kearah dimana mobil Bripda Alin berada, ia sedikit dekdekan, saat pria yang membawa sesuatu dibalakang motornya juga menepi, ia rasanya ingin cepat-cepat tancap gas, tapi sebagai pria ia tak ingin dikatakan sebagai pria pengecut, lebih mati daripada disebut pengecut.


" iya bu " (kata pria itu & menumpahkan jerigen 35liter berisi bensin ke tangki mobil)


" lo beli bensin buat mobil lo? " (kata Bripda Randito)


" iyalah, memang buat apa ha, buat bakar hutan? " (kata Bripda Alin)


" jadi mobil lo mogok gara-gara kehabisan bensin? " (kata Bripda Randito lagi)


" iya gue lupa cek bensin tadi " (kata Bripda Alin)


" jadi mas-mas ini tukang ojeknya? " (kata Bripda Randito)


" eh lo apaan sih ran bawel, tadi lo gue ngomong lo diem, sekarang lo jadi banyak nanya, mas-mas ini yang punya kios bensin bukan tukang ojek, gue yang suruh dia ngikutin kita buat ngantar bensinya, kan gak mungkin gue dibonceng pake motor bawa-bawa bensin sebanyak itu " (kata Bripda Alin panjang lebar sedkit kesal)

__ADS_1


Bripda Randito hanya tersenyum & menggaruk kepalanya yang tidak gatal, bagaimana mungki ia berfikir rivalnya akan membunuhnya denga cara sadis & licik, ingin tertawa ia rasanya karena pikiran konyolnya, bagaimana mungkin seorang aparat akan melakukan tindakan kriminal.


" bu, sudah di isi " (kata mas-mas penjual bensin)


" makasi ya mas, ini uangnya "( kata Bripda Alin memberikan beberapa lembar uang merah kepada mas-mas)


" wah ini terlalu banyak bu " (kata mas-masnya)


" gak papa mas, masnya kan udah jauh-jauh ngantar bensinnya kesini, ambil aja mas saya iklas ko "(kata Bripda Alin)


" terimakasih bu, kalau begitu saya balik duluan ya bu, mari pak bu " (kata mas-mas)


" iya mas hati-hati " (kata Bripda Alin)


Bripda Randito hanya diam saja ia menunggu Bripda Alin untuk menyetater mobilnya,memastikan mobilnya bisa menyala atau tidak, anggap saja sebagai permintaan maaf telah berpikiran yang tidak-tidak meskipun bripda alin tidak mengetahui isi pikirannya.


" lo kenapa belum pergi " (kata Bripda Alin)


" lo tau ini hutan, lo perempuan, walau gue tau lo rubah, tapi gue gak mau lo kenapa-kenapa " (kata Bripda Randito)


#*Bripda Alin


Ditepi jalan Bripda Alin masih memperhatikan mas-mas yang telah mau mengantarkan bensin untuknya, jarak dari kiosnya kesini cukup jauh sekitar 2km, dia memesan bensin melalui panggilan telpon, saat melewati kios mas-mas tersebut Bripda Alin segera mengirim sms untuk segera mengikuti mereka. Sudah tidak ada bayangan mas-mas penjual bensin tetapi Bripda Randito masi berdiri didekatnya.


" lo kenapa belum pergi " (kata Bripda Alin)


" lo tau ini hutan, lo perempuan, walau gue tau lo rubah, tapi gue gak mau lo kenapa-kenapa " (kata Bripda Randito)


" ni cowo aneh banget si, tadi menghindar, habis itu banyak nanya, sekarang justru nungguin gue " (gumam Bripda Alin dalam hati)


Bripda Alin tau jika Bripda Randito mengira ia menyukainya sehingga Bripda Randito sebenarnya sedang menghindar darinya. Sebenarnya Bripda Alin ingin menghilangkan kesalahan fahaman ini tetapi mengingat tugas barunya dari kakak sepupunya ia membiarkan kesalah pahaman ini.

__ADS_1


__ADS_2