
# Humaira Shakila Najma
Hari ini ia mengikuti ospek sebagai calon mahasiswa baru di Fakultas hukum, sudah ada ribuan mahasiswa & mahasiswi yang berkumpul jadi satu di lapangan untuk melakukan ospek dari berbagai jurusan, Humaira tergabung dalam fakultas hukum bersama dengan Kevin, ia tak menyangka bisa satu jurusan dengan Kevin sang mantan playboy sekolah yang tak lama telah menjadi teman dekatnya.
Semua calon mahasiswa baru saat ini tengah duduk dilapangan dengan berlesehan & tanpa menggunakan alas apapun, Humaira duduk disebelah Kevin sang mantan playboy sekolahnya dulu yang belakangan ini tengah menjadi teman dekatnya, Humaira tak menyangka bisa sejurusan dengan Kevin saat ini.
Kegiatan ospek tak jauh berbeda dengan MOS saat menjadi pelajaran baru di sebuah sekolah, tetapi kegiatan Ospek tak segila kegiatan MOS yang menyulitkan murid baru untuk menggunakan aksesoris aneh-aneh seperti menggunakan kaos kaki beda sebelah atau mengikat rambut dengan tali rafia & lain-lainnya, masih tampak wajar Humaira beserta para calon mahasiswa baru hanya menggunakan pakaian putih hitam serta menggunakan topi petani.
Mereka semua nampak sama dengan menggunakan pakaian hitam putih seperti ini, hanya saja yang membedakan warna topi petani yang berbeda-beda. Meskipun matahari sangat terik mereka semua sangat beruntung karena terlindungi dari panasnya matahari berkat topi petani yang mereka kenakan.
Sedari tadi banyak para mahasiswa & calon mahasiswa yang menegur Humaira & mengajak Humaira berkenalan, bahkan tidak sedikit kakak seniornya yang saat ini berada disana sebagai anggota BEM mendekati dirinya. Sebagai seorang gadis dengan jumlah Followers instagram yang lumayan banyak tak heran jika dirinya cukup terkenal di kalangan pemuda-pemudi seumurannya. Bahkan saat ini teman-teman Maba seangkatannya tak sedikit yang telah mengenal sosok Humaira.
Di depan lapangan sudah berdiri berderatan para anggota BEM salah satunya adalah Gibran yang termasuk sebagai anggota BEM yang bertanggung jawab atas terlaksananya kegiatan Ospek Maba tahun ini. Presiden BEM berdiri sambil membawa mikrofon untuk memberikan sambutan.
" Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh, Salam cinta salam perjuangan atas nama cinta kita berjuang, perkenalkan saya adalah presiden BEM nama saya Narendra Hanif Arsaka, mahasiswa semester enam jurusan Teknik Industri, Hidup Mahasiswa.....Hidup Mahasiswa Indonesia..... Selamat datang dan selamat bergabung mahasiswa baru sebagai profetik-profetik muda di Universitas Gadjah Mada, dengan kerja keras dan perjuangan sehingga kalian mampu menjadi seorang pemenang dan mengalahkan harapan banyak orang lalu menjadi wakil-wakil harapan di kampus, ditempa dalam kawah candradimuka untuk masa depan peradaban sebuah bangsa sebagai Mahasiswa. Pemuda punya peran yang besar di setiap sejarah perubahan yang besar, sebagai mahasiswa itu punya ciri khas dalam berpikir secara murni serta nikmatnya idealisme dalam ruh pergerakan mahasiswa.
Taqwa, Mandiri, Cendekia. Visi yang ideal untuk diwujudkan di Universitas Gajah Mada, maka melalui Generasi Profetik untuk Menyongsong Indonesia Madani sebagai jalan yang indah mewujudkan Indonesia yang satu serta madani. Jadilah mahasiswa yang tidak condong sebelah, baik akademik maupun nonakademik. Prestasi, IPK itu penting, tapi softskill dari organisasi kampus itu juga sangat penting sebagai kolaborasi yang cantik. Hidup Mahasiswa! Hidup Mahasiswa Indonesia! Salam Satu Indonesia Salam Generasi Profetik Muda! Salam Indonesia Madani!, terimakasih " (kata sambutan yang disampaikan oleh ketua BEM yang bernama Narendra)
Banyak bisik-bisik dari mahasiswi baru saat ini yang mengagumi sosok Narendra, sebagai seorang presiden BEM jelas saja pesona Narendra sangat terpancar luar biasa ditambah lagi wajahnya yang lumayan, Humaira mulai jengah karena menurutnya para mahasiswi baru yang histeris karena melihat Narendra ini terlalu lebay.
Acara Ospekpun segera dimulai, Ospek!, inilah ajang dimana tempatnya para senior-senior dengan tingkah polah yang aneh, ada yang sok galak bahkan suka membentak, ada yang sok baik, ada yang sok cool, bahkan ada juga yang sok paling cantik atau paling ganteng, jika bukan karena kewajiban sebagai seorang Maba Humaira sebenarnya tak ingin mengikuti acara ospek yang menurutnya hanyalah ajang untuk menunjukkan kekuasaan kesenioran bahkan ajang untuk menindas junior entah itu hanya main-main atau sengaja.
Kali ini semua para Maba telah berdiri kembali, mereka semua berbaris sesuai dengan jurusan masing-masing, Humaira berusaha bersikap tidak mencolok agar dalam kegiatan Ospek saat ini ia terhindar dari tindasan atau hal-hal lainnya yang akan dilakukan seniornya.
" lo yang dari tadi tunduk " (kata seorang anggota BEM yang telah berada disamping Humaira)
Humaira tiba-tiba menoleh kearah seorang senior laki-laki yang berdiri disebelahnya, baru saja ia berusaha agar tak mencolok dengan menundukan kepalanya sedari tadi bukannya terhindar dari perhatian malah membuat senior mendekati dirinya.
" ada apa dibawah kenapa liatnya kebawah terus? " (kata senior tersebut lagi)
Humaira hanya masih diam & menunduk, sekilas Humaira melihat Gibran menyunggingkan senyumnya didepan sana sambil melihat kearahnya.
" ih pasti suruhannya kak Gibran nih, sengaja banget mau ngerjain gue, iseng banget sih " (kata Humaira dalam hati)
" ayo sini? " (kata senior, tersebut yang menarik pelan Humaira menuju arah depan memisahkan diri dari barisan)
Humaira berjalan mengikuti senior anggota BEM tersebut dengan digandeng olehnya, banyak para anggota BEM menyoraki dirinya.
" tau aja tuh Judika yang bening-bening begitu yang dibawa " (kata seorang anggota BEM lainnya)
Judika adalah nama anggota BEM yang menarik dirinya kearah depan lapangan saat ini, Humaira melihat kearah kakak sepupunya yang malah ikut tertawa karena kali ini ia akan dikerjai.
" kenapa Ka? " (kata Narendra Presiden BEM)
" ini Ren dia dari tadi nunduk terus gak tau nyari apa di bawah, gue yakin dia ngantuk semalem abis jaga aer " (kata Judika)
" waduh cantik-cantik jaga air sih neng " (kata Gibran sambil tertawa)
Kata-kata Gibran sontak membuat semua tertawa jadi tertawa, candaan Gibran tak sedikitpun membuat Humaira tertawa hanya diam menatap Gibran seolah minta diselamatkan, akhirnya karena tatapan memelas Humaira kakak sepupunya tersebut datang menghampiri dirinya yang saat ini di kerumuni oleh tiga anggota BEM yang bersiap mengerjai dirinya.
" bro jangan bro?, suruh kembali aja " (kata Gibran)
" ya gimana sih Gib belum juga dikerjain " (kata Judika)
" cewek lo Gib? " (kata Narendra)
" Bukan " (kata Gibran)
" siapa nama lo? " (kata Narendra)
" Humaira kak " (kata Humaira)
" yang lengkap yang nyaring " (kata Narendra)
" Nama saya Humaira Shakila Najma " (kata Humaira)
" Humaira Shakila Najma, dari fakultas Hukum, ok karena lo udah ada di depan sini gue minta lo nyanyi buat kita semua " (kata Narendra)
Narendra memberikan mikrofon kepada dirinya untuk mempersilahkan Humaira menyanyi.
" nyanyi apa kak? " (kata Humaira)
" ya terserah lo lah mau nyanyi apa, kok malah tanya gue, cepet nyanyi hibur kita semua " (kata Narendra)
" Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Slalu dipuja-puja bangsa
Disana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
__ADS_1
Sampai akhir menutup mata " (Humaira menyanyi)
Suara tepuk tangan riuh terdengar setelah Humaira selesai menyanyi kan lagu kebangsaan Indonesia pusaka.
" bagus juga suara lo, ayo nyanyi lagi, Daus ambil mikrofon karoke " (kata Narendra)
Kebetulan suara Humaira memang bagus entah darimana bakat menyanyi ia dapatkan tapi menurut penuturan kedua orangtuanya saat sedang hamil dirinya ibunya suka mendengarkan kedua orang tua Gibran menyanyi karena kebetulan suara kedua orang tua Gibran sangat bagus juga & hal tersebut menurun kepada Gibran. Mikrofon karoke telah diberikan kepada Humaira.
" mau nyanyi apa? " (kata Judika)
" disaat kau pergi " (kata Humaira)
" abang gak bakal pergi sayang " (kata Daus)
" judul lagu Us, lo baper amat sih " (kata Gibran)
" hahahah, sante bro " (kata Daus)
" disaat kau pergi, dadali ya? " (kata Narendra)
" iya kak " ( kata Humaira)
" dalem banget tuh kayanya judulnya " (kata Jadikan)
" ok mulai " (kata Narendra mempersilahkan Humaira menyanyi)
Musik melo mengalun merdu lagu dadali Lagu yang akhir-akhir ini sering Humaira dendangkan untuk mengenang Bumi.
Biarlah Aku pergi
Jangan lagi Kau tangisi
Semoga plihanmu
Yang terbaik untukmu
Memang berat bagiku
Berpisah Dengamu
Tapi harus Ku relakan
Cinta tak bisa dipaksakan
Mungkin kau bukan cinta Sejatiku
Yang diturunkan Tuhan tuk Menjadi
Pendamping hidupku
Mungkin kau bukan cinta Sejatiku
Yang diturunkan Tuhan tuk menjadi
Pendamping hidupku
Memang berat bagiku
Berpisah Denganmu
Tapi harus Ku relakan
Cinta tak bisa Dipaksakan
Mungkin kau bukan cinta Sejatiku
Yang diturunkan Tuhan tuk menjadi
Pendamping hidupku
Mungkin kau bukan cinta Sejatiku
Yang diturunkan Tuhan tuk Menjadi
Pendamping hidupku
Sudahlah jangan menangis
Sudahlah jangan bersedih
Mungkin benar apa katamu
Ku bukan cinta sejatimu
Mungkin kau bukan cinta Sejatiku
Mungkin kau bukan Belahan Jiwaku
__ADS_1
Yang diturunkan Tuhan tuk Menjadi
Pendamping hidupku
Mungkin kau bukan cinta Sejatiku
Yang diturunkan Tuhan tuk menjadi
Pendamping hidupku
Begitulah lagu yang Humaira nyanyikan & Lagi-lagi suara sorakan & tepuk tangan riuh terdengar, Humaira menyanyikan lagu tersebut sangat menjiwai sehingga terdengar sangat sedih bahkan nyaris membuat yang mendengarnya merinding disko.
" trimakasih " (kata Humaira)
" gila suara lo, mulai sekarang nama lo merdu ya, itu julukan buat lo, jadi denger semua mulai sekarang nama dia bukan Humaira lagi tapi merdu jadi kalo sewaktu-waktu gue butuh hiburan lo harus nyanyiin gue, ngerti? " (kata Narendra)
" siap kak " (kata Humaira)
" silahkan balik ke barisan " (kata Narendra)
Humaira berjalan kembali menuju ke barisannya, dari sekian banyak mahasiswi & mahasiswa mengapa harus dirinya yang di kerja pikirnya.
# Abdul Zayn Mikail
Sudah dia hari tunangannya berada di kota D untuk mengikuti kegiatan KKN dengan beberapa mahasiswa lainnya, karena kegiatan KKN tunangannya sepertinya sangat padat membuat waktu untuk menghubungi dirinya menjadi berkurang. Zayn kali ini hanya berdiam diri dikamar hotelnya sambil memutar-mutar ponselnya, sedari tadi pesan WhatsApp nya belum dibalas oleh Rindu, ia masih terus menantikan balasan pesan dari tunangannya tersebut, beberapa menit menunggu akhirnya ponselnya berbunyi tanda panggil videocall melalui WhatsApp masuk, panggilan tersebut tak lain dari Rindu, alih-alih menunggu balasan pesannya ia malah menerima panggilan Videocall, Zayn lalu tersenyum & menjawab panggilan tersebut.
📞 Videocall panggilan masuk Rindu ❤...
" Hai assalamu'alaikum " (kata Rindu yang nampak tersenyum dari layar ponselnya)
" waalaikumsalam, lagi apa? " (kata Zayn)
" nih lagi mau rapat ama tokoh masyarakat " (kata Rindu)
" gue kesepian nih, lo masih sibuk ya?, gue pingin ketemu " (kata Zayn)
" kak Zayn pergi nongkrong dong bareng temen kalo kesepian, aku masih lama soalnya lagi sibuk-sibuknya kak, kan ini baru dia hari KKNnya " (kata Rindu)
" males, gue pinginnya jalan sama lo, tar malem pulang dari penerbangan ketemuan ya? " (kata Zayn)
" emang kak Zayn gak capek pulang kerja mau langsung nyamperin aku " (kata Rindu)
" enggak, asal bisa ketemu lo pasti capek gue ilang " (kata Zayn tersenyum)
" kok gitu? " (kata Rindu)
" ya kan gue mau sekalian minta urut lo " (kata Zayn lagi)
" hahahahah, is kirain mau ngegombal, iya deh nanti aku urutin " (kata Rindu)
" baik memang calon istri gue " (kata Zayn tersenyum)
" baru tau ya kalo aku baik " (kata Rindu)
" udah makan belum? " (kata Zayn)
" udah kak, kakak udah belum? " (kata Rindu)
" udah sayang " (kata Zayn)
" idih sayang-sayang, apaan sih " (kata Rindu tersenyum)
" eh tapi bagus juga tuh kayanya kalo mulai sekarang kita panggilnya gitu, jadi kalo nikah gak kagok kalo mau romantis-romantisan " (kata Zayn)
" gak ah kak, aku mah manggilnya kakak aja kali, kan biar sopan juga " (kata Rindu)
" tapi sekali-kali gue pengen lo manggil gue sayang dong " (kata Zayn)
" iya, tar kalo kita nikah aku usahain ya manggil sayang " (kata Rindu)
" manggil apa? " (kata Zayn mengulang)
" sayang " (kata Rindu)
" iya kenapa sayang? " (kata Zayn tersenyum)
" hahahaha, mulai deh " (kata Rindu)
Zayn tersenyum karena ia membuat seolah-olah Rindu memanggilnya dengan sebutan sayang.
" ya udah ya kak, ini kayaknya udah mau dimulai rapatnya " (kata Rindu)
Panggilan Videocall telah terputus, Zayn akhirnya sedikit lega karena rasa Rindunya sedikit terobati karena baru saja Rindu menghubungi dirinya melalui panggilan Videocall.
Hari-harinya kembali seperti biasanya, ia hanya ditemani sepi semenjak sepupunya Faiz telah kembali untuk bekerja satu bulan yang lalu, sepupunya Faiz saat ini sudah kembali dengan rutinitasnya sebagai seorang angkatan laut yang menjaga keamanan negara melalui jalur laut.
Tentara Nasional Indonesia ( TNI ) adalah pasukan militer Republik Indonesia, angkatan perang atau pasukan perang yang dibutuhkan dalam setiap negara berdaulat.
__ADS_1
Faiz telah lima tahun bergabung menjadi seorang angkatan laut dengan pangkat tamtama kepala yaitu tamtama satu, dengan tanda pangkat di lengan bajunya dua garis panah merah.