Polwan Cantik

Polwan Cantik
#92 SEASON 2


__ADS_3

# Muhammat Desta Hamizan


Desta telah menunggu Humaira didepan gerbang kampusnya seperti biasa setelah ia pulang bekerja untuk menjemput kekasihnya. Desta telah berdiri di samping motor sportnya masih setia menunggu Humaira, sudah sekitar lima menit ia berdiri disana tetapi belum juga nampak batang hidungnya.


Jam telah menunjukan pukul 04.00sore, sebelumnya Humaira sudah berkata padanya jika hari ini ia akan pulang agak telat sedikit karena jadwal kuliahnya sore tadi agak mudur sedikit dari waktu yang biasanya. Tak lama Humaira akhirnya muncul dari arah arah dalam gerbang tersenyum berjalan menuju arahnya.


" udah lama bang nunggunya? " (kata Humaira bertanya)


" enggak, baru juga abang datang dek " (kata Desta sambil tersenyum, " ayo pulang " (kata Desta lagi)


Humaira hanya mengangguk kearahnya sambil tersenyum, Desta memakaikan Humaira helm seperri biasa sebelum naik keatas motornya.


" kenapa harus pake helm sih bang? " (kata Humaira)


" aku gak mau kepala kamu kenapa-napa dek, kalo kamu seandainya jatuh sama aku pas dijalan kepala kamu tetep aman " (kata Desta)


" aku sih gak takut jatuh bang, soalnya jatuh itu menyenangkan, kaya aku jatuh cinta sama kamu, eeeeeaaaaa " (kata Humaira merayu ala-ala anak alay jaman sekarang)


" hahahah, nakal, ayo naik " (kata Desta tertawa sambil menyuruh Humaira naik keatas motornya)


" aku gak bakal mau naik sembarangan ya bang kalo bukan naik kepelaminan buat halalin hubungan kita, eeeeeaaaaaa " (kata Humaira lagi)


Desta hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya mendengar gombalan pacarnya tersebut, jika saja kata-kata Humaira ini sebenarnya benar batinnya, tetapi sampai detik ini hubungan mereka belum mendapat lampu hijau untuk berlanjut ke pelaminan.


Motor yang ia kendarai kini melaju menjauh dari kampus Humaira, seperti biasa Desta akan langsung mengantarkan Desta pulang kerumah pamannya & setelah mengantar Humaira ia akan langsung kembali keapartemennya.


Desta bukan tipe orang yang suka berkeliaran kemana-mana, ia lebih suka menghabiskan waktunya sendiri di apartemennya untuk beristirahat, mengingat seharian bekerja ia juga sangat butuh waktu untuk beristirahat. Setelah berkendara selama beberapa puluh menit akhirnya motor yang ia kendarai sampai juga di pekarangan rumah paman Humaira.


Humaira turun dari boncengan motornya, ia pun juga ikut turun untuk melepaskan helm yang dikenakan oleh Humaira sambil tersenyum, begitu pula dengan Humaira yang juga tersenyum menatapnya.


" jangan kelamaan mandangin abang gitu dek " (kata Desta yang masih tersenyum)


" kenapa? " (kata Humaira)


" gak kuat abang diliatin gitu sama kamu " (kata Desta)


" hahahaha, aku pikir bang Desta mau bilang Dosa kalo mandang lama-lama " (kata Humaira)


" seharusnya emang Dosa dek " (kata Desta)


" tapi Huma rela deh Dosa yang penting bisa liat abang kaya gini terus, eaaaa " (kata Humaira lagi menggombal)


" isssss, ratu gombal " (kata Desta)


" biarin yang penting gak Queen derama " (kata Humaira), " masuk yu bang " (kata Humaira sambil mengajak Desta untuk ikut masuk kedalam rumah)


Desta melihat dirinya yang masih memakai seragam & kebetulan juga waktu saat ini sudah sangat sore.


" lain kali aja ya de " (kata Desta)


" ya lain kali mulu bang, ayo dong " (kata Humaira)


Desta memang tak pernah mau mampir waktu mengantarkan Humaira saat sore seperti ini karena baginya tak sopan jika bertamu saat waktunya menjelang sholat magrib.


" tar lagi magrib dek, gak baik bertamu di jam segini " (kata Desta)


" aku masih kangen tau " (kata Humaira)


Desta hanya tersenyum mendengar kata-kata Humaira yang terdengar manja, seandainya saja mereka berdua sudah menikah & sah pastilah mereka berdua tak perlu menahan Rindu seperti ini.


" besok kan ketemu lagi " (kata Desta)


" besok kan ketemu cuman mau ngantar aku bang, sore juga cuman meu jemput pulang dari kampus " (kata Humaira)


" ya terus maunya gimana? " (kata Desta)


" ya aku maunya sama kamu bang " (kata Humaira)


Desta sedikit bingung melihat tingkah Humaira, ia lalu memegang tangan Humaira & menghadap kearah Humaira sambil menatap lembut.


" ya udah tar malem aku kerumah ya, tapi aku minta kamu pake baju yang sopan " (kata Desta)


" siap, tapi beneran loh ya " (kata Humaira tersenyum)


" iya, ya udah sana masuk " (kata Desta masih tersenyum)

__ADS_1


" kalo gitu aku masuk ya sayang " (kata Humaira)


Desta hanya mengangguk & tersenyum kearah Humaira, akhirnya pacarnya tersebut berjalan menuju pintu rumah tersebut, Desta lalu mulai naik ke motor nya & menyalakan mesin motornya kembali.


# Humaira Shakila Najma


Saat ini ia telah berdiri tepat didepan pintu masuk rumah Gibran sambil terus melihat kearah Desta yang baru saja menyalakan mesin motornya untuk segera pulang ke apartemennya juga, Humaira tersenyum sambil melambaikan tangannya saat Desta membunyikan bunyi klakson motornya untuk berpamitan kepadanya lagi. Setelah Desta pergi menjauh dari pekarangan Humaira lalu masuk kedalam rumah.


" Desta udah balik dek? " (kata Widia)


Sudah ada tantenya berdiri dihadapannya saat ini sambil tersenyum Humaira menyalami tangan tantenya seperti biasanya.


" iya onty " (kata Humaira singkat)


" tadi ngobrolin apaan kok lama banget diluar? " (kata Widia)


" biasa lah onty " (kata Humaira sambil tersenyum & menggaruk-garuk kepalanya)


Tantenya adalah salah satu teman berbagi cerita Humaira, selama tinggal bersama dengan tantenya ia kerap menceritakan masalahnya dengan tantenya.


" ya udah kamu mandi dulu sana, tar keburu magrib " (kata Widia)


" emmm, onty " (kata Humaira)


" iya " (kata Widia)


" onty tar malam bang Desta boleh kan main kesini? " (kata Humaira bertanya)


Tantenya hanya tersenyum sambil memegang tangannya & menatap kearahnya.


" ya jelas boleh dong sayang " (kata Widia)


" yeee, maaci onty " (kata Humaira memeluk Widia)


" ya udah sana mandi dulu gih " (perintah Widia lagi)


" siap " (kata Humaira)


Humaira lalu pergi berjalan menaiki anka tangga karena kebetulan kamarnya berada di atas, setelah berada didalam kamar ia segera meletakan tasnya di tempatnya, ia segera masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah seharian ini ia melihat kegiatan istrinya yang berada diluar untuk melakukan tugas KKN nya Zayn jadi tau jika istrinya diluar tak sedang main-main atau bersantai seperti yang ia pikirkan selama ini, bahkan dengan mata kepalanya sendiri ia melihat istrinya sibuk kesana kesini membawa sebuah kertas entah apa itu.


Sampai saat ini pun Rindu juga masih terus sibuk, tetapi saat ini Rindu hanya sibuk di dapur untuk memasak, Rindu telah menyiapkan masakan untuk makan malam mereka berdua seperti penuturannya kemarin, hari ini ia benar-benar mengambil alih dapur.


Zayn menatap kagum istrinya yang ternyata memang benar-benar menguasai dapur, ia benar-benar bisa memasak tak seperti yang pikirkan sebelumnya karena sebelumnya ia berpikir jika Rindu hanya main-main saja saat mengatakan akan memasak sendiri untuk mereka makan.


" sayang masih lama ya? " (kata Zayn)


Zayn berdiri menghampiri istrinya untuk melihat masakan yang dibuat istrinya, seolah tak sabar untuk menyicipi masakan buatan istrinya.


" tar lagi kak, kakak tunggu aja di meja makan " (suruhnya)


" aku liat kamu bentaran aja dulu, kamu masak apaan ini? " (tanya Zayn)


" aku masak capcay kak, kakak makan capcay kan? " (kaga Rindu)


" makan lah " (kata Zayn singkat), " ya udah ya aku tunggu di meja makan aja, emmmmmuuuaaahhhh " (kata Zayn lalu mencium pipi istrinya)


Zayn lalu berjalan menuju arah meja makan, ia memutuskan untuk menunggu istrinya disana sampai masakan istrinya benar-benar siap untuk dihidangkan.


Zayn terus melihat kearah istrinya yang hanya memperlihatkan punggungnya saja, sesekali Rindu menoleh kearahnya sambil tersenyum. Kini ia benar-benar menikmati nikmatnya berumah tangga yang sebelumnya tak pernah ia bayangkan jika menikah bisa membuatnya menjadi sebahagia seperti saat ini.


Zayn menopang kepalanya dengan kedua tangannya yang sudah berada diatas meja, ia terus-menerus tersenyum sambil memperhatikan istrinya, rasa sayang & cintanya kepada Rindu semakin dalam sehingga membuat dirinya tak bisa berlama-lama berjauhan dengan istrinya.


" makanan sudah siap " (kata Rindu yang membawa masakannya yang sudah berpindah tempat & diletakan diatas meja makan)


Zayn berdiri ikut membantu istrinya mengangkat masakan istrinya untuk diletakan dimeja makan, setalah itu ia duduk kembali ketempatnya.


" makasi kak, udah dibantu " (kata Rindu)


" iya sayang " (kata Zayn)


" ya udah makan yuk " (kata Rindu yang saat ini duduk disebelah Zayn)


Zayn hanya mengangguk sambil tersenyum, saat sedang akan menikmati makanannya pun ia dilayani istrinya, betapa nikmat yang tiada tara batin Zayn sambil tersenyum.

__ADS_1


" emmmm ini enak banget loh sayang " (kata Zayn yang telah mengunyah makanan yang barusan ia suap kedalam mulutnya)


Rindu hanya tersenyum saat ini, Zayn tak menyangka ternyata istrinya sangat pandai memasak bahkan masakannya juga sangat enak, Zayn memandang takjub kearah istrinya, mendapatkan Rindu menjadi istrinya merupakan keberuntungan yang sangat luar biasa baginya, selain Rindu cantik & juga baik ia juga ternyata sangat pandai memasak.


" emmmm, masya allah ternyata istri aku beneran bisa masak ya, maaf ya sayang udah ngeraguin kamu sebelumnya, aku pikir kamu cuman main-main aja kemaren " (kata Zayn mencium tangan istrinya)


" iya gak papa kok kak, muka aku pasti kurang meyakinkan pas aku bilang bisa masak, yakan? " (kata Rindu)


Zayn hanya menganggukan kepalanya sambil terus menyuapkan sendokan makan kedalam mulutnya.


" kamu harus ajarin Huma nih sayang, tar kalo kita ke kota C, kamu ajarin dia masak ya " (kata Zayn yang tiba-tiba mengingat adiknya)


Adiknya Humaira memang tak sama sekali bisa memasak, tak ada paksaan sedikitpun untuknya agar harus bisa memasak, minatnya untuk belajar memasak juga belum ada terlebih lagi kesibukan yang ia jalani yang membuatnya kelelahan & mempunyai waktu untuk kedapur, tapi ia yakin seiring berjalannya waktu adiknya juga pasti akan bisa memasak seperti istrinya.


Setelah selesai makan mereka berdua segera membersihkan meja dari piring-piring kotor, Zayn membantu Rindu untuk mencuci piring-piring kotor mereka, setelah mencuci piring mereka lantas duduk di sofa sambil menonton televisi.


" kak besok kakak gak usah nunggu aku kaya tadi " (kata Rindu)


Mengingat kekacauan yang ia buat tadi saat menunggu istrinya ia menjadi agak kesal, seperti biasa pesona yang ia miliki tak kalah dengan artis terkenal ibu kota, aksi para ibu-ibu yang mengerubuni dirinya yang mengira dirinya adalah artis terkenal karena memiliki paras tampan.


Awalnya ia menunggu istrinya di dalam mobilnya, karena terlalu lama sendiri didalam mobilnya Zayn menjadi bosan, ia memutuskan untuk pergi keluar dari mobilnya & menunggu istrinya di pendopo yang ada di kelurahan tersebut, awalnya hanya ada satu dua ibu-ibu saja yang berada didekatnya & mengajaknya berfoto tetapi lama kelamaan ibu-ibu yang mengajak berfoto semakin banyak & semakin ramai hingga membuatnya terkurung diantara ibu-ibu tersebut.


Untuk menyelamatkan dirinya dari kerumunan ibu-ibu tersebut sampai ada polis turun tangan untuk membubarkan para ibu-ibu tersebut. Mengingat hal tersebut Zayn menepuk jidatnya reflek, ini bukan untuk pertama kalinya kejadian seperti ini terjadi.


" ngomong aja kamu cemburu aku dikerubunin ibu-ibu muda tadikan? " (kata Zayn ngeles sambil tersenyum)


" hahahaja, bukannya gitu kak " (kata Rindu)


" eleh ngaku aja kali kalo emang kamu cemburu, emmuuuuuaaaaaaahhhhh " (kata Zayn mencium pipi istrinya)


" aku bukan cemburu kak, aku cuman kasian sama kakak kaya tadi tuh, hampir aja kakak di perkosa sama ibu-ibu, hahahah " (kata Rindu)


" dih amit-amit, masa iya sih diperkosa ibu-ibu " (kata Zayn)


" hahahahahha, kakak tuh bikin heboh tau gak, emang kakak mau smpe dikawal polisi kaya tadi lagi? " (kata Rindu)


" iya sih, emang tadi heboh banget ya gara-gara aku, ampe kaya kerusuhan gitu, hahaha " (kata Zayn)


Zayn akhirnya tertawa mengingat kejadian tadi siang, agak konyol tapi agak memalukan juga pikirnya, seharusnya tadi ia tak keluar dari mobilnya agar lebih aman dibandingkan keluar & membuat keributan seperti tadi, salahnya tak bisa jauh dari istrinya & merasa terus ingin bersama istrinya.


Zayn memeluk istrinya & mencium kening istrinya, Zayn membelai lembut rambut istrinya, Rindu hanya diam sambil tersenyum mendapatkan setiap perlakuan lembut darinya.


" besok aku tunggu kamu disini aja deh, tapi kamu tolong kabarin aku ya " (kata Zayn)


" aku kan juga gak bisa terus-terusan megang hp kak, kan siang kita juga ketemu makan siang bareng " (kata Rindu)


" iya tapi lama loh sayang, berapa jam coba kamu ninggalin akun " (kata Zayn)


" empat jam aja kak " (kata Rindu)


Sebenarnya empat jam bukan waktu yang lama tetapi menunggu istrinya membuat waktu menjadi terasa jadi lebih lama.


" sebenernya gak lama sayang, tapi aku ngerasanya lama banget tau " (kata Zaun manja)


" terus gimana nanti kalo kakak kerja jauh dari aku " (kata Rindu)


" kamu harus ikut aku " (kata Zayn)


" terus gimana KKN aku? " (kata Rindu)


" iya juga sih, issss aku gak mau pisah sama kamu " (kata Zayn)


Zayn memeluk istrinya semakin erat lagi karena memikirkan saat ia bekerja nanti ia akan berpisah dengan istrinya, terpisah jarak & waktu.


" ya udah gimana kalo aku beneran cuti aja kak? " (kata Rindu)


Mendengar kata-kata istrinya ia seketika diam, istrinya kembali lagi meminta pendapatnya agar ia bisa mengambil cuti kuliahnya, sebelumnya Zayn telah mengatakan tak mengijinkan istrinya untuk mengambil cuti mengingat janjinya sebelum mereka berdua menikah, Zayn akan terus mendukung & mengijinkan Rindu untuk meraih cita-citanya.


" jangan ah sayang, kamu harus tetep kuliah ya, kamu harus jalanin apa yang sekarang harus kamu jalanin, kamu harus tetep raih cita-cita kamu soalnya aku gak mau jadi penghalang, masalah nanti kalo aku kerja nanti aja kita pikirin " (kata Zayn sambil tersenyum)


" kakak gak papa aku tetep KKN? " (kata Rindu)


" iya sayang, justru kalau kamu gak terusin KKN kamu, aku malah jadi ngerasa bersalah " (kata Zayn)


Rindu makin erat memeluknya sambil tersenyum, Zayn mengelus rambut istrinya sambil mencium puncak kepalanya lembut.

__ADS_1


__ADS_2