
Saat ini ia berada didalam mobil bersama suaminya untuk berjalan-jalan, Safitri mengajak suaminya ke pantai untuk mencari es kelapa muda beserta jagung bakar, setelah beberapa lama berkendara akhirnya mereka sampai jiga di pantai, kebetulan hari ini adalah hari minggu pantai terlihat sangat ramai, sudah banyak pengunjung menikmati hari liburnya bersama sanak keluarga, safitri masih duduk didalam mobil, ia menatap dirinya di kaca mobil milik suaminya memastikan foundition yang ia oleskan di bekas stempel yang berada dilehernya menutipi semuanya dengan sempurna.
" yang yuk " (kata Abimana)
Sebelum melangkah keluar dari mobil Safitri melihat sosok yang ia kenal, ia memandanginya & memperhatikan secara seksama.
" sayang itu kaya Bara sama Widia " (kata Safitri)
" iya sayang itu memang Bara " (kata Abimana)
" sayang ini leher aku udah gak ada bekas merah yang keliatan kan, nanti Bara nyamperin kita terus liat tanda merah dileher, pasti aku bakal jadi bahan buliannya lagi sayang " (kata Safitri)
" gak ada sayang, ayo keluar " (kata Abimana)
Ia lalu keluar dari mobil sambil bergandengan tangan dengan suaminya, kini mereka berdua telah duduk berhadapan sebelumnya ia memesan es kelapa muda, Safitri mengobrol bersama suaminya sambil menggenggam kedua tangan Abimana, suaminya selalu tersenyum menatapnya, ia selalu berdoa semoga kebahagiaannya ini tidak akan pernah memudar. Asik mengobrol Bara & Widia menyadari kehadiran Safitri & Bripka Abimana & segera bergabung dengan mereka berdua.
" ehm,...penganten baru, boleh gabung nih ya bang? " (kata Bara)
" duduk aja de " (kata Abimana)
Bara memandanginya dengan mata mengintimidasi sambil tersenyum licik, membuat Safitri seketika melemparkan tempat tisu kearah Bara, membuat Bara malah tertawa terbahak-bahak, sedangkan Safitri yang tau persis sifat adik iparnya yang sangat jail hanya menggeleng-geleng kan kepala.
" apa sih lo Fit, cantik-cantik galak banget, lempar tisu segala pula " (kata Bara)
" gue gemes sama lo makanya gue lempar tisu, lagian mata lo bisa gak biasa aja, gue tau lo pasti mau ngebully gue, dasar kampret " (kata Safitri)
" aih, jahat lo kakak ipar, gue gak bakal ngebully lo, gue cuman mastiin kok, udah dijebol abang gue belum? " (kata Bara)
Safitri melotot mendengar kata-kata Bara, beginilah gaya bicara Bara yang selalu ceplas-ceplos.
" Bar lo gak usah kepo deh sama masalah ranjang kita, ya kan bang? " (kata Safitri)
" sayang Fit kalo lo bedua udah kawin, tapi semalam gak wik-wik " (kata Bara)
" sayang mulutnya ah " (kata Widia)
" emang Wid mulutnya Bara ini kotoran semua, mesti dicuci tuh otak " (kata Safitri)
Sedangkan Bara mendengarkan kata-katanya kembali tertawa terbahak-bahak, jika berbicara dengan Bara ia harus mempersiapkan mentalnya karena Bara pasti akan membuatnya menjadi seperti tomat karena tersipu malu.
" luar biasa memang abang gue, nih bini cantik amat " (kata Bara)
" Wid lo pacaran sama Bara satu tahun gak kenapa-napa kan lo? " (kata Safitri)
" hahahha,... Bara gak gitu sama gue Fit " (kata Widia)
__ADS_1
" Bara lo jangan mandangi kakak ipar lo gitu, tar lo naksir lagi " (kata Abimana)
" ih bang, gue juga gak mau kali sama bekas lo, tuh pasti udah bolong " (kata Bara)
" kampret lo Bar, gue bolong juga sudah sah kali " (kata Safitri)
" lo bikin K.O gak dia bang?, jangan kasih ampun bang " (kata Bara)
Safitri tersedak saat meminum es kelapanya karena mendengar kata-kata Bara, ada saja pikiran semacam itu di kepala Bara yang berhasil membuatnya tiba-tiba tersedak & tersipu malu.
" hahahah,...lo kenapa sih de?, bikin kakak ipar lo kaya tomat gitu " (kata Abimana)
" emang kamu nih yang jail banget sama Safitri, sampe kesedak loh dia " (kata Widia)
" biarin mah Wid biar dia puas ngebuli gue, besok juga dibakal balik nangis bombay disana, kangen gue " (kata Safitri)
Mereka berempat tertawa bersama sambil menikmati suasana pantai, Safitri sangat menyukai pantai karena ini adalah tempat dimana ia & dua sahabatnya selalu menghabiskan waktu bersama saat waktu senggang.
#**************************
Dari arah kejauhan seorang pria sedang mengintai memperhatikan kearah Safitri yang duduk dengan tiga orang lainnya, ia mengambil kameranya & menekan tombol zoom untuk mendapatkan foto cantik Safitri, melihat senyum wanita yang berhasil merebut hatinya ini membuatnya semakin jatuh cinta, dia adalah wanita yang sempurna, cantik baik serta penyayang, tapi ia tak beruntung tak bisa mendapatkannya, tiba-tiba senyumnya menyeringai.
" sabar sayang sebentar lagi kamu bakal jadi punyaku kalau Abimana mati " (kata pria tersebut)
Ia membalikan tubuhnya lalu pergi menjauh menuju arah kendaraannya.
" de mama sama papa besok jadi balik juga? " (kata Abimana)
" iya bang, mba Reina dll, pokonya semua besok balik kekota D " (kata Bara)
" lo kapan balik ke AS Bar?, jangan lupa belajar yang bener jangan ganjen disana, kuliah yang bener " (kata Safitri)
" iya tuh denger Safitri yang " (kata Widia)
Bripka Abimana tersenyum mendengarkan nasehat untuk adiknya, Safitri memang sangat bawel jika menghadapi Bara, sedang Bara sangat menurut kepada Safitri.
" lo sama kaya mama papa sih Fit, jelas gue bakal belajar bener-bener disana, tenang aja ya kakak ipar " (kata bara tersenyum), " yang besok kalo aku balik bakal lama lagi kesini " (kata Bara kepada Widia)
" lo gak usah terlalu mikirin Widia de, tenang aja ada bini gue yang jagain " (kata Abimana)
" awas lo Fit kalo lo gak jaga cwe gue, ngambek gue sama lo pokoknya " (kata Bara)
" dih ngambek aja, biarin " (kata Safitri)
" jahat lo kutilang " (kata Bara)
__ADS_1
" yang apalagi tuh kutilang? " (kata Widia)
" kurus tinggi tinggal tulang, hahahhaha " (kata Bara)
Bripka Abimana tertawa mendengar adiknya berhasil membuat istrinya cemberut lagi.
" de jangan bikin istri abang cemberut dong de, nanti abang gak dikasih jatah " (kata Abimana)
" aiiiihhh,.. iam sorry bang, pasti dia bakal hukum abang gara-gara salah gue kaya ibu tiri " (kata Bara)
" hahahah,...udah Fit gak usah dengerin Bara " (kata Widia)
" gue mah kebal sama dia Wid, tenang aja, dasar kakak adek mesum, yuk Wid " (kata Safitri menggandeng Widia pergi)
Dilihatnya istrinya berlari menggandeng Widia meninggalkannya dengan Bara berdua, ia segera berdiri & mengejar istrinya & Widia bersama Bara.
" sayang tunggu yang mau kemana? " (kata Abimana)
" mau cari laki baru sama Widia " (kata Safitri)
" yang jangan macem-macem sama Safitri " (kata Bara)
" aku ikut aja maunya Fitri mah " (kata Widia)
Ia mengejar istrinya lalu berhasil menggendongnya kembali didekap eratnya istrinya & digigitnya telinga istrinya, ia tau istrinya tadi hanya bercanda tapi itu membuatnya gemas.
" aaaauuuuuuuu, bang lama-lama telingaku bisa putus " (kata Safitri)
" biarin,...yuk pulang sayang, kayanya lebih enak berduaan di rumah aja deh " (kata Abimana sambil menaikkan kedua alisnya)
" aih,.....nasib yang perjaka denger kode begituan, pasti siap tempur mah yakin gue " (kata Bara), " yang kita pulang aja duluan yuk, kita anak bawang masih lama nikahnya jangan sampe kita kesetanan gara-gara dengerin penganten baru mesra-mesraan " (kata Bara lagi)
" tumben lo Bar, biasa juga mulut lo nyeblak kaya gak punya rem bahas yang fulgar, hahahha " (kata Safitri)
" Fit gue cwo normal kali, dari pada gue diamuk belum lulus sudah bikin bunting anak orang " (kata Bara)
" hahahhaha, ya udah yang yuk kita pulang " (kata Widia)
" bang gue balik ya, Fit,.... " (kata Bara berpaling pergi), " bang gas terus bang, maju terus, jangan kasih kendor, hahahah " (kata Bara)
Bripka Abimana kembali tertawa karena adiknya, sedangkan istrinya yang mendengar kata-kata frontal Bara hanya mengumpat kesal.
" kampret.....balik sana " (kata Safitri)
__ADS_1
safitri didalam mobil