Polwan Cantik

Polwan Cantik
#83


__ADS_3

# Humaira Shakila Najma


📩 pesan WhatsApp +6281********....


+6281** : hai


+6281** : lagi apa dek?


+6381** : sibuk ya 😁?


Humaira hanya menatap kearah ponselnya sambil berpikir siapa lagi yang menyebarkan nomernya sehingga ada nomer baru masuk menghubungi dirinya, Humaira menggelengkan kepalanya, ia bahkan tak pernah mengijinkan teman-teman dekatnya untuk sembarangan memberikan nomer ponselnya ke sembarangan orang, pernah suatu saat ia harus berganti nomer karena merasa seperti diteror oleh pengagum rahasianya, tidak hanya pengagum rahasianya saja yang meneror dirinya bahkan fans garis besar kakaknya juga pernah berbondong-bondong menghubungi dirinya untuk meminta klarifikasi tentang hubungannya dengan Zayn, tak ingin menghiraukan Humaira melempar ponselnya ke sembarang tempat.


" aku suka bingung deh bang kok ada aja ya nomer baru bisa hubungin aku padahal aku ngerasa gak pernah nyebar nomer gitu " (kata Humaira pada Desta)


Desta hanya menatap dirinya sambil tersenyum, baru saja Desta datang menemui dirinya, sejak pagi ia & Desta tak bisa bertemu karena kesibukannya yang harus membantu membereskan rumah serta harus pergi wira-wiri karena perintah kakaknya serta harus mengantar Faiz menuju bandara.


" bang Desta kok malah senyum sih?, emang bang Desta gak cemburu ada nomer baru Wa aku? " (kata Humaira heran)


" ya ngapain abang repot-repot cemburu sih sayang, kan bang Desta tau kalo Huma cuman cinta sama abang, lagian abang percaya kok sama Huma " (kata Desta sambil tersenyum)


" oh my god, ini jantung aku mau copot rasanya denger kata-kata abang barusan " (kata Humaira heboh)


" lebay nah, mau copot gimana sih? " (kata Desta)


" ya itu kata-kata abang itu uwwwuuuu banget tau, so sweet " (kata Humaira tersenyum sambil menyilang kan jari jempol & jari telunjuknya seperti oppa-oppa Korea lalu mengedip-ngedipkan matanya)


" mulai deh genitnya, nikah aja yuk biar halal " (kata Desta sambil tersenyum)


Humaira menatap terkejut kearah Desta, sebenarnya ini bukan untuk pertama kalinya Desta mengatakan hal seperti ini padanya, sudah sering kali Desta mengajaknya untuk menghalalkan hubungan mereka tetap saja saat mendengar kata-kata Desta yang terus mengulang kembali ajakan untuk serius hatinya merasa bergetar, jujur saja Humaira merasa terharu dengan keseriusan Desta padanya.


" bang Desta kok berasa serius banget sih ngomong gitu? " (kata Humaira bertanya)


" ya emang aku serius dek, bukan lagi maen-maen loh abang ngomong gitu " (kata Desta)


Humaira kembali terdiam karena keseriusan kata-kata Desta, Desta selalu berkata padanya jika tak baik berpacaran berlama-lama karena takutnya akan menimbulkan fitnah & akan ada campur tangan syaitan diantara hubungan mereka berdua.


" bang Desta serius? " (kata Humaira)


" astaghfirullah, kamu gak percaya sama abang?, emang kapan Huma liat bang Desta main-main? " (kata Desta)


" ya emang gak pernah sih, tapi emang bang Desta udah di ijinin nikah ama Bunda? " (kata Humaira)


" udah, Bunda sama ayah sih setuju aja kalo bang Desta mau nikahin kamu, mereka dukung banget " (kata Desta)


" bang Desta emang sudah siap buat jadi imam yang baik dalam rumah tangga? " (kata Humaira bertanya memastikan)


" insyallah abang sudah siap lahir & batin " (kata Desta tersenyum)


Humaira baru pertama kali berpacaran & langsung diajak berkomitmen untuk menikah, ia bahkan merasa bingung harus menjawab apa atas pertanyaan Desta, tetapi menurut yang ia tau benar adanya yang dikatakan Desta jika tak baik seorang pria & wanita menjalin hubungan terlalu lama, selain itu berpacaran juga tak ada faedahnya dalam agamanya.


" boleh aku pikir baik-baik dulu bang? " (kata Humaira), " Huma juga perlu tanya ke papi sama mami soal ini " (kata Humaira)


Desta hanya tersenyum sambil mengangguk kan kepalanya, selama mengenal Desta ia cukup tau dengan baik bagaimana pribadi Desta, pria tersebut merupakan pribadi yang sabar & telaten, dalam agama Desta juga cukup paham, wajar jika Desta sudah sangat siap untuk melangkahkan kakinya ke pelaminan, jika dibandingkan dirinya sebenarnya Humaira justru minder karena ia merasa tak pantas bersanding dengan pria yang super lengkap seperti Desta.


" hemmmmm " (kata suara deheman seseorang yang baru saja datang menuju arah mereka berdua)


Humaira lantas menoleh kearah suara tersebut, siapa lagi kalau bukan Gibran pikirnya, dengan tampang ala-ala penjaga seperti security yang telah siap untuk menangkap maling.


" jangan lama-lama berduaan, tar yang ketiganya setan " (kata Gibran sewot)


" astgahfirulloh, pantesan gue dari tadi merinding, kelamaan berduaan sama bang Desta tiba-tiba setannya muncul, hahahaha " (kata Humaira tertawa)


" anja*y ngatain gue setan lo dek, eh tapi serius gue mah " (kata Gibran)


" ya gue juga serius mah kak, hahahah " (kata Humaira tertawa lagi)


" enak aja, emang tampang-tampang gue mirip setan? " (kata Gibran)

__ADS_1


" tapi setan bisa berbentuk apa aja kak " (kata Humaira pada Gibran), " ya kan bang Desta? " (kata Humaira pada Desta)


" heem " (kata Desta mengangguk)


" tuh denger bang Desta aja bilang iya " (kata Humaira)


Humaira sangat puas tertawa karena berhasil membuat kakak sepupunya jadi bahan candaannya, Gibran hanya bisa tersenyum keki sambil menggaruk kepalanya, Humaira yakin jika awalnya Gibran akan menjahilinya & Desta, alih-alih ingin menjahili mereka berdua justru kakak sepupunya tersebut malah terjahili sendiri.


" biarin mah gue setan, gue setan yang baik " (kata Gibran)


" ih yang namanya syaitan mah mana ada yang baik, iblis itu semua jahat ya " (kata Humaira)


" astghfirulloh dek, mulut lo ya tajem amet, gue bukan iblis, gue dajjal puas lo " (kata Gibran)


" hahahahahha " (kata Humaira & Desta tertawa)


" kompakan amat ngetawain gue " (kata Gibran sambil menggaruk kepalanya)


# Abdul Zayn Mikail


Karena hari sudah malam ia & Rindu hanya berbaring diatas tempat tidur sambil mengobrol, besok pagi mereka berdua akan kembali ke kota D karena Rindu harus kembali melanjutkan kegiatan KKN nya setelah dua minggu belakangan ini harus libur, Zayn telah memutuskan selama berada di kota D ia akan menyewa sebuah apartemen untuknya & Rindu mengingat kegiatan KKN istrinya masih sangat lama.


Zayn tetap akan tinggal berdua bersama istrinya meskipun istrinya tersebut sedang malaksanakan KKN, ia akan mengantar serta menjemput istrinya selama berada di kota D, tetapi saat ia akan bertugas kembali dalam penerbangan ia akan mengijinkan istrinya untuk tinggal bersama teman-teman KKN nya dengan Syarat ia tak boleh dekat-dekat dengan pria lain.


Sampai saat ini Zayn belum mengutarakan perasaannya pada Rindu, tetapi Zayn terus memberikan sinyal-sinyal cintanya pada Rindu agar Rindu tau jika ia memang mencintainya tanpa harus memberitahu, untuk saat ini Zayn memang sengaja belum mengutarakan perasaannya ia harus membuat Rindu merasa nyaman & terbiasa dengan dirinya dahulu lalu ia akan mengungkapan perasaannya.


" jadi deal ya kita tinggal di apartemen selama kamu KKN? " (kata Zayn bertanya)


" iya kak " (kata Rindu)


" tapi kamu gak keberatan kalo kita tinggal di apartemen?, apa perlu kita beli juga rumah disana? " (kata Zayn)


" ih gak usah pemborosan deh kak, lagian aku KKN disana cmn beberapa bulan aja gak menetap disana " (kata Rindu)


" ya kali kamu mau, kalo kamu mau aku tinggal cari info aja " (kata Zayn)


" aku gak masalah loh sayang boros buat kesenengan kamu " (kata Zayn)


" tapi aku keberatan kalo kamu boros buat aku kak, lagian papa sama mama gak pernah ajarin aku hidup boros, diluar sana masih banyak yang lebih membutuhkan kak, rajin-rajin sedekah berbagi sama sesama dari pada hidup pemborosan " (kata Rindu)


Zayn tersenyum sambil mengelus kepala istrinya & mencium puncak kepala Rindu, begitu mulia hati istrinya tersebut pikirnya.


" iya sayang, ah kamu tuh kapan sih mikir buat diri kamu sendiri, kayanya kamu selalu mikir buat orang mulu " (kata Zayn)


" enggak juga ah, aku juga kadang mikir buat diri aku sendiri tuh kak " (kata Rindu)


" cantik, baik, sempurna banget sih istri aku " (kata Zayn mengelus-ngelus kepala Rindu)..


# Rindu Mentari


Mendapatkan perlakuan sayang Zayn wajahnya tersipu malu, Rindu merasa nyaman dengan perlakuan Zayn, suaminya tersebut selalu memperlakukannya dengan baik, bahkan ia selalu memberikan yang terbaik untuk Rindu, segala sesuatu selalu dibuat Zayn lebih mudah untuknya, bahkan ia merasa diperlakukan bak seorang permaisuri raja.


" di tempat KKN kamu kalo gak salah ada cowoknya kan? " (kata Zayn bertanya)


" ada kak, tapi beda jurusan sama aku " (kata Rindu)


" tapi kamu akrab? " (kata Zayn)


" enggak, kan baru kenal " (kata Rindu)


" tapi selama KKN suka deket-deket kamu gak? " (kata Zayn)


" enggak sih " (kata Rindu)


" yakin? " (kata Zayn)


" yakin kak, kenapa sih? " (kata Rindu)

__ADS_1


Ia menatap penasaran kearah Zayn yang terus bertanya tanpa putus, ia penasaran dengan apa yang Zayn pikirkan sebenarnya.


" enggak aku cuman pengen waspada aja " (kata Zayn)


" waspada gimana? " (kata Rindu)


" ya waspada, kalo-kalo ada yang berusaha nikung istri aku dari aku " (kata Zayn)


" astgfirulloh aku pikir apaan, ya gak mungkin lah kak, lagian aku juga sadar diri kali udah nikah sama kamu " (kata Rindu)


Zayn lagi-lagi hanya tersenyum, Ia ingin selalu melihat senyum Zayn seperti ini, setiap melihat Zayn tersenyum hatinya juga gembira.


# Abdul Zayn Mikail


Ternyata benar ketika sudah menikah ada kebahagian tersendiri yang akan mengisi hari-harinya, seperti saat ini ia tak perlu merasa sendiri lagi dikala akan memejamkan matanya, ia tak akan merasa kesepian saat jauh dari kedua orangtuanya, Zayn tersenyum merasa bersyukur dengan semua nikmat & kebahagian yang telah allah beri untuknya.


Meskipun benar awalnya ia menolak kehadiran Rindu yang sangat tiba-tiba di kehidupannya tetapi pada akhirnya ia bisa menerima Rindu dengan baik, bahkan sebelum ia menikahi istrinya tersebut ia juga sudah memiliki perasaan cinta pada Rindu, ia berjanji pada dirinya sendiri akan membahagiakan istrinya sampai sepanjang hayatnya.


Zayn mencium puncak kepala Rindu dengan lembut, ia hanya ingin sepanjang hidupnya istrinya tersebut terus berada disisinya seperti saat ini, ia berharap jika mereka berdua akan menjalani rumah tangga mereka dengan baik, membesarkan anak-anak mereka bersama bahkan mengantarkan anak-anak mereka ke gerbang keberhasilan bersama.


" ternyata pacaran setelah nikah itu seru juga ya " (kata Zayn tersenyum)


" serunya gimana? " (kata Rindu)


" ya kan perasaannya baru-barunya tuh, masih anget-angetnya, pacaran setelah nikah kan lebih halal ngapa-ngapainnya dari pada pacaran sebelum nikah " (kata Zayn), " kamu ngerasa seneng gak bisa tinggal berdua sama aku sekarang? " (kata Zayn bertanya)


" seneng, soalnya di kampung orang sekarang aku gak sendiri, sudah ada kakak yang pastinya bakal jagain aku " (kata Rindu tersenyum)


" masa sih? " (kata Zayn menggoda), " gak bohong kan? " (kata Zayn lagi)


" enggak lah, kan emang bener kakak bakal jaga aku, gak perlu khawatir lagi kalo ada yang niat jahat sama aku " (kata Rindu)


Zayn akan selalu melindungi Rindu dengan segenap jiwa & raganya, ia tak akan membiarkan siapapun akan melakukan tindakan yang tidak menyenangkan kepada istrinya tersebut, bahkan jika ada yang berani menyakiti istrinya dia akan pasang badan untuk menghadapi.


" emang selama ini ada yang jahat sama kamu? " (kata Zayn)


" enggak sih, tapi ada yang jail sama aku " (kata Rindu)


" jail gimana? " (kata Zayn)


" ya gangguin aku, goda-godain aku, aku padahal gak suka di gangguin gitu " (kata Rindu)


Zayn tiba-tiba merasa udara menjadi panas karena kata-kata istrinya yang barusan, ia gak akan membiarkan pria manapun menggoda istrinya lagi, jika ada yang berani untuk mendekati istrinya ia tak akan segan-segan untuk berbuat kasar pikirnya.


" ahhhh, kok tiba-tiba panas gini ya, hemmm...jadi ada aja yang godain kamu, ganggu-ganggu kamu cowok-cowok di kampus? " (kata Zayn), " kalo temen KKN kamu ada gak yang ganggu kamu gitu? " (kata Zayn berusaha mengintrogasi Rindu)


" panas?, enggak kok, AC dingin gini kak Zayn masih kepanasan, jangan aneh-aneh deh kak " (kata Rindu yang malah membahas soal kondisi ruangan)


" kok malah bahas AC sih, jawab dong ada gak yang ganggu kamu di tempat kamu KKN? " (kata Zayn serius)


" gak ada sih kayanya kak sejauh ini " (kata Rindu)


" jangan deket-deket sama temen KKN kamu yang cowok ok? " (kata Zayn)


" iya kak, kayaknya kakak udah berkali-kali deh ngomong gitu " (kata Rindu menepuk jidatnya)


Zayn memang merasa telah berkali-kali mengatakan hal ini kepada Rindu, seharunya ia mengatakan jika ia cemburu jika Rindu dekat dengan pria lain bukannya berbelit-belit seperti ini, ia yakin mendapatkan perlakuan seperti ini Rindu pasti akan merasa aneh dengan sikapnya, seandainya saja ia bisa berkata jika sebenarnya ia tak rela jika Rindu dekat dengan pria lain terlebih saat ini ia adalah suami sah Rindu & berhak sepenuhnya atas Rindu.


" kenapa kak kok tiba-tiba diem? " (kata Rindu)


" enggak, nggak papa kok " (kata Zayn)


" ngomong aja kali kakak kenapa? " (kata Rindu)


" emmm, salah gak sih kalo aku bilang aku itu cemburu kalo liat kamu deket sama cowok lain " (kata Zayn)


Zayn akhirnya memberanikan diri untuk menyampaikan isi hatinya saat ini yang memang berpikir cemburu kalau-kalau istrinya akan berdekatan dengan pria lain.

__ADS_1


__ADS_2