
Zayn sudah berada di depan posko tempat Rindu tinggal selama KKN berlangsung, ia baru saja pulang dari bandara setelah penerbangan terakhirnya hari ini, sesuai dengan kata-katanya dengan Rindu siang tadi via Videocall sepulang dari bekerja ia akan langsung mampir untuk menemui Rindu sehingga tanpa berganti pakaian Zayn langsung datang untuk menemui Rindu terlebih dahulu. Jam telah menunjukkan pukul 09.00 malam, waktu cukup sangat malam bagi seseorang untuk datang menghampiri wanita pujaan hatinya tetapi bagi Zayn jam berapapun itu tidak masalah selama tunangannya belum tidur.
Malam ini adalah hari pertama Zayn bisa langsung menemui Rindu setelah Rindu berada di kota D selama dua hari ini, jadwal penerbangannya sangat padat sehingga sehingga ia tak ada waktu untuk menemui Rindu, padahal ia sangat ingin sekali bertemu meskipun hanya sebentar saja. Selama di kota D fasilitas yang Zayn dapatkan disponsori oleh Rizky anak pertama dari kakak ayahnya yang tak lain adalah kakak dari Faiz, Rizky adalah seorang dokter di kota D, kebetulan kakak sepupunya tersebut sudah memiliki keluarga & memiliki dua anak, selama berada di kota D Zayn memakai salah satu mobil yang dimiliki Rizky untuk pulang pergi dari bandara menuju hotel, terkadang ia akan mampir ke rumah Rizky untuk bermalam di sana, tetapi karena jadwal kerjaan yang padat Zayn belum ada mampir untuk sekedar mengobrol dengan Rizky.
" udah lama kak? " (kata Rindu)
Zayn menatap kearah Rindu yang baru saja keluar dari posko tempatnya tinggal selama KKN di kota D sambil tersenyum, ingin rasanya ia memeluk tubuh kecil di hadapannya, Zayn sungguh sangat merindukan sosok wanita di hadapannya tersebut.
" mau jalan gak? " (kata Zayn)
" kemana kak? " (kata Rindu)
" cari makan, gue laper, lo udah makan belum? " (kata Zayn)
" udah sih, tapi kalo kakak laper aku temenin deh " (kata Rindu)
" ya udah yuk " (kata Zayn mengajak Rindu)
" aku ijin dulu sama temen-temen dulu kak, takutnya tar aq dicariin " (kata Rindu)
" ok " (kata Zayn)
Zayn menunggu Rindu sambil bersenderkan mobil yang ia bawa hari ini, mobil berwarna hitam mengkilap, mobil yang ia pakai adalah sebuah mobil ferarri keluaran tahun 2013. Setelah menunggu beberapa menit akhirnya Rindu kembali keluar menghampiri dirinya, Zayn membukakan pintu mobil untuk Rindu, setelah itu ia juga masuk, mobilpun segera melaju menjauh meninggalkan posko tempat Rindu tinggal selama KKN.
" di posko tidurnya bareng-bareng ya? " (kata Zayn)
" cewek bareng cewek, kalo cowoknya bareng cowok " (kata Rindu)
" emang ada cowoknya ya? " (kata Zayn)
" ada kak, kan aku udah bilang, kalo kita cewek cowok digabung " (kata Rindu)
" lo kenal ama cowok di kelompok lo? " (kata Zayn)
" kenal kak, baru kenal sih pas di jadiin satu kelompok baru kenalannya " (kata Rindu)
" kenapa harus kenalan sih? " (kata Zayn)
" kalo aku gak kenalan tar aku dikira sombong kak, lagian kita satu kelompok KKN harus kenal satu sama lain " (kata Rindu)
" ada berapa cowok? " (kata Zayn)
" sembilan cowok kak, ceweknya juga sembilan " (kata Rindu)
" tapi lo gak akrab kan sama salah satunya? " (kata Zayn)
" enggak kak, aku akrab sama yang cewek aja " (kata Rindu)
Zayn tersenyum kearah Rindu, setelah menginterogasi Rindu panjang lebar ia jadi tenang karena Rindu tak dekat dengan salah satu pria yang satu kelompok dengannya.
" kakak besok ada jadwal terbang rute mana? " (kata Rindu)
" besok kota C jam 9 pagi udah stay di bandara, kenapa? " (kata Zayn)
" gak papa kak, kak Zayn jangan terlalu mikirin aku, kakak tuh harus konsentrasi, jangan sampe kenapa-napa " (kata Rindu)
Zayn menoleh kearah Rindu lagi sambil mengelus kepala Rindu dengan satu tangannya sambil tersenyum, wanitanya kini mulai mengkhawatirkan dirinya pikirnya. Setelah berkendara beberapa puluh menit akhirnya mereka sampai juga di sebuah kafe yang masih ramai di jam semalam ini, mereka berdua langsung berjalan kearah kafe tersebut & memesan beberapa menu.
" lo kapan ada waktu senggang? " (kata Zayn)
" belum tau sih kak, emang kenapa? " (kata Rindu)
" mau gue kenalin lo sama abang gue, kakaknya Faiz " (kata Zayn)
" yang mobilnya kakak pake sekarang ya? " (kata Rindu)
" heem, bang Rizky itu dokter, istrinya guru, anaknya dua kembar lucu deh, kapan-kapanlo harus ikut gue kerumahnya biar bisa ketemu " (kata Zayn)
" boleh kak, nanti kalo ada waktu senggang ya, pas kak Zayn juga gak sibuk " (kata Rindu tersenyum)
Melihat Rindu tersenyum jantung Zayn berdebar-debar, Zayn bepikir jika ia benar-benar mencintai Rindu saat ini, ingin rasanya menggenggam erat jari jemarinya yang mungil, ia sungguh tak bisa menahan rasa dihatinya yang terus bergejolak memaksa dirinya untuk melompat & memeluk wanita yang telah berhasil membuat hatinya luluh lantah.
Zayn menundukkan kepalanya mencoba untuk menenangkan hatinya yang telah menggebu-gebu, bukan salah hatinya mungkin karena sudah terlalu lama ia tak berjumpa dengan wanita cantik di hadapannya ini sehingga rasa Rindunya tak terbendung lagi.
__ADS_1
" boleh gue pegang tangan lo? " (kata Zayn meminta ijin)
Awalnya Rindu hanya terdiam terkejut karena permintaannya, sambil tersenyum Rindu menganggukkan kepalanya, ini untuk pertama kalinya Zayn meminta ijin secara baik-baik untuk memegang tangan Rindu biasanya Zayn melakukan ini dengan paksaan, setelah mendapat ijin Zayn langsung menggenggam erat jari jemari Rindu.
" tangan kak Zayn kok dingin? " (kata Rindu)
Karena gugup & grogi untuk meminta ijin sontak membuat tangan Zayn menjadi dingin, Zayn hanya tersenyum malu dengan pertanyaan Rindu.
" kakak sakit apa? " (kata Rindu lagi)
" gak kok, mungkin gara-gara cuacanya dingin kali ya, gue boleh gak duduk disebelah lo?, biar gue agak anget soalnya kayanya gue emang kedinginan " (kata Zayn berbohong)
" boleh kak, pindah aja " (kata Rindu menggeser duduknya)
Zayn pindah disebelah Rindu sambil memegang kedua tangan Rindu & menyenderkan kepalanya di bahu Rindu, wangi khas Rindu tak asing bagi Zayn, wangi yang sangat ia Rindukan.
" berat gak kepala gue?, boleh ya gue nyender anak bentaran? " (kata Zayn)
" iya kak boleh kok, kakak pasti capek, baru pulang langsung nyamperin aku " (kata Rindu)
" enggak kok, capeknya dikit aja " (kata Zayn)
" ya sama aja capek kan, tadi udah sholat isya belum kak? " (kata Rindu)
" udah kok alhamdulillah, lo bisa gak malam ini tidur di hotel ama gue? " (kata Zayn)
" jangan aneh-aneh deh kak " (kata Rindu)
" enggak kok, kalo lo ikut gue ke hotel tar gue tidur di kursi biar lo yang tidur di ranjang " (kata Zayn)
" enggak ah kak, kan kakak sendiri yang sering bilang ama aku gak mau berduaan sama aku lama-lama di kamar, kok kakak malah ngajakin gitu, tar kalo ada apa-apa gimana? " (kata Rindu)
" iya sih " (kata Zayn)
" emang kakak kesepian banget ya?, biasanya bareng kak Faiz " (kata Rindu)
" salah satunya itu, tapi jujur gue kangen lo " (kata Zayn)
# Rindu Mentari
" salah satunya itu, tapi jujur gue kangen lo " (kata Zayn)
Matanya & mata Zayn saling bertemu, Rindu tak mengerti dengan kata-kata yang barusan Zayn katakan, mungkin saja karet terlalu sering mereka bersama saat berada di kota C membuat Zayn menjadi terbiasa bersama Rindu itulah yang membuat Zayn merindukan dirinya, Rindu tertunduk sambil tersenyum, ia baru menyadari ternyata seorang pria yang menjadi idola para kaum hawa ini sebenarnya sangat kesepian.
" serius, gue kangen lo " (kata Zayn meyakinkan Rindu)
Rindu kembali lagi menatap Zayn & Lagi-lagi mata mereka saling bertemu, sorot mata Zayn begitu hangat terlihat kesungguhan dalam kata-katanya yang barusan ia ucapkan lagi.
" tiap hari gue cuman mikirin lo gara-gara kita jauh, gue di sini lo disana " (kata Zayn)
" kenapa? " (kata Rindu)
" ya karena lo itu ngangenin " (kata Zayn tersenyum)
" gombal " (kata Rindu yang juga tersenyum)
Zayn membelai rambut Rindu, ia tak menolak perlakuan Zayn kali ini, Rindu sedikit berpikir jika sikap Zayn kali ini cukup manis, Rindu cukup keheranan dengan perlakuan sweet Zayn akhir-akhir ini.
" rumah yang hari itu kita liat udah gue lunasin, jadi nanti kalo kita nikah langsung bisa kita tinggalin " (kata Zayn)
" secepet itu kakak bayar, padahal baru dua minggu lalu kita liat-liat kak " (kata Rindu)
" lo gak suka? " (kata Zayn)
" suka kak, aku cuman mikir kakak gak ketipu kan? " (kata Rindu)
" enggak kok, lo tenang aja soalnya berkas-berkasnya udah ditangan uncle Bara, rumah itu gue beli khusus buat lo & atas nama lo " (kata Zayn)
" ha, kenapa kak? " (kata Rindu)
Rindu agak terkejut karena Zayn membeli rumah untuk mereka tempati setelah menikah nantinya atas nama Rindu yang belum sah menjadi istrinya.
" ya karena lo bentar lagi bakal jadi istri gue " (kata Zayn)
__ADS_1
" terlalu berlebihan gak sih kak, masa kakak beli rumah segede itu atas nama aku, tar keluarga kakak mikirnya aku matre tau " (kata Rindu)
Lagi-lagi Zayn hanya tersenyum sambil membelai rambutnya, Rindu benar-benar tak mengerti apa yang Zayn pikirkan, begitu sangat percayanya Zayn kepada dirinya, Rindu berharap saat mereka menikah nanti ia bisa menjalani perannya sebagai istri dengan baik mengingat Zayn cukup baik sampai detik ini meskipun sampai saat ini ia masih bingung dengan perasaannya.
#Humaira Shakila Najma
Malam ini ia masih mengerjakan tugas ospeknya membuat surat untuk salah satu kakak senior BEM yang sangat berkesan buatnya, Humaira kebingungan karena menurutnya tak ada satupun dari anggota BEM yang berkesan untuknya.
" ngapain sih dek?, dari tadi kok ngadep buku sama pulpen tapi gak nulis-nulis malah garuk-garuk kepala terus? " (kata Bara)
Humaira menoleh kearah pamannya sambil tersenyum nyengir ala kuda, Saat ini ia duduk di ruang tamu bersama paman serta tantenya & tak lupa juga Gibran.
" disuruh bikin surat cinta di dadd " (kata Gibran yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya)
" ngacok " (kata Humaira)
" emang iya " (kata Gibran)
" serius lo kak ini gue suruh bikin surat cinta? " (kata Humaira)
" iya beneran " (kata Gibran)
" ih kok nyebelin sih, manalah bisa Humaira bikin surat cinta nah pacaran aja belum pernah, yang ada-ada aja sih tugas ospek " (kata Humaira)
" ya udah suruh Gibran aja dek yang buatin " (kata Widia)
Humaira menoleh ke arah tantenya yang memberikan ide, lalu menatap kearah kakak sepupunya yang masih asik bermain game online, bukan ide bagus pikirnya jika meminta bantuan dari Gibran karena Gibran adalah salah satu anggota BEM yang berniat mengerjai dirinya.
" gak ah Onty, kak Gibran itu, satu komplotan sama yang lainnya " (kata Humaira)
" kenapa dek? " (kata Widia)
" iya onty kaka Gibran tadi sengaja nyuruh temennya buat narik Huma kedepan, Huma disuruh nyanyi pula " (kata Humaira)
Gibran sontak tertawa karena kata-katanya, meskipun Gibran tadi sempat menghampiri dirinya karena tak ingin ia mendapatkan hukuman yang aneh-aneh.
" Gibran jangan gitu lah sama adek, kamu itu kan wakil presiden BEM harusnya kamu bisa lindungi adek kamu " (kata Bara)
" ya gak bisa gitu lah daddy, ini kan ospek jadi Gibran harus adil & gak boleh ngelindungi siapapun itu dari hukuman kalo emang salah, kalo Gibran lakuin itu nanti acara ospek jadi gak seru, lagian kan hukumannya masih yang wajar-wajar aja dadd, kecuali hukumannya gak wajar Gibran pasti paling depan buat bantu Huma " (kata Gibran)
Kebetulan memang Gibran adalah wakil presiden BEM di UGM, sebagai seorang wakil presiden BEM peran Gibran termasuk sangat penting di organisasi kampus UGM, Humaira tersenyum karena kakak sepupunya tersebut ternyata berwibawa juga.
" kak jadi ini beneran ya bikin surat cinta? " (kata Humaira)
" iya beneran " (kata Gibran tersenyum)
" awas lo boong " (kata Humaira)
" enggak bawel, mana sih mungkin gue boong, udah buat aja sih ribet amat " (kata Gibran)
" jadi ini bikin surat buat salah satu anggota BEM yang cowok ya?, kalo buat peserta ospek cewek kasihnya ke yang cowok gitu? " (kata Humaira)
" astaga iya Humaira Shakila Najma " (kata Gibran)
" kak ini gue tulis nama fromnya nama gue ya? " (kata Humaira)
" ya Allah dek, emang tuh surat yang bikin siapa sih kok lo malah nanya fromnya nama siapa ya jelas nama lo lah, gue heran deh katanya lo lulus nilai terbaik tapi kok oon, nyontek ya lo? " (kata Gibran)
" sttt Gibran, gitu banget sih kak " (kata Bara)
" hahahahha, sorry daddy, habis Gibran gemes nih sama Huma " (kata Gibran)
" hahahah, ya lo kan tau gue gak pernah nulis surat cinta kak " (kata Humaira)
" ya lo pikir gue pernah gitu buat surat cinta dek, kalo suka sama cewek mah tinggal gue tembak udah gak jamannya pake surat-suratan " (kata Gibran)
" nah tuh lo tau, jadi gimana gue mau bikin surat cinta, yang ada-ada aja sih kak, bisa gak ini bikin surat lamaran kerja aja? " (kata Humaira)
" hahahah jangan songong lo dek kalo gak mau seumur hidup lo dikenal sebagai orang aneh gara-gara ospek ini, udah sih buka Google aja " (kata Gibran)
" oke deh " (kata Humaira)
Humaira membuka Google untuk mencari contoh Surat cinta, ia tersenyum mendapatkan ide akan ia berikan kepada siapa surat yang ia tulis kali ini.
__ADS_1