Polwan Cantik

Polwan Cantik
#101


__ADS_3

Pagi ini sekitar jam 09.00 ia sudah berada dibandara didalam pesawat bersama keluarga Bripka Abimana beserta Widia & Bripda Randito setelah tadi pagi mereka melakukan upacara pelepasan. Seperti biasa ia duduk disebelah Widia mereka berdua saling menggenggam tangan, kali ini Safitri memilih duduk didekat jendela & Widia berada ditengah diantara Bara & Safitri, setelah menunggu beberapa menit akhirnya pesawat yang mereka naiki terbang juga semakin tinggi menembus langit biru.


" Fit lo tidur gih, lo pasti kurang tidur " (kata Bara)


" emang keliatan ya mata gue kurang tidur? " (kata safitri sambil melihat ke Widia lalu melihat ke Bara)


" emang lo kurang tidur kan?, sudah tiga malam lo gak bisa tidur " (kata Widia)


" mata lo bukan cuman ada lingkaran hitamnya tuh tapi bengkak banget, nih pake kaca mata gue aja " (kata Bara sambil memberikan kaca matanya)


" beneran boleh gue pake? " (kata Safitri)


" pake aja, lagian lo jelek kalo begitu, hahahah " (kata Bara)


" emang gue keliatan jelek ya Wid? " (kata Safitri)


" dah biarin jelek, kan bentar lagi lo juga laku, lo tetep cantik dimata babang lo dah gak usah kuatir " (kata Widia)


" emmmm, jahat amat sih, kalo jelek bilang jelek dong jangan php " (kata Safitri sambil memonyongkan bibirnya)


" cihhhhh, kaya yang kebelet nikah aja sampe dibilang laku, masih kecil lo belum pantes nikah " (kata Bara sewot)


" lo sewot amat sih, jangan-jangan lo juga kepengen nikah, hahahahha " (kata Widia)


" enggalah, gue juga mau sukses dulu kali, mau buru-buru nikah mau dikasih makan apa anak orang, gak mungkin kenyang makan cinta " (kata Bara)


" husss, anak kecil sudah bahas-bahas nikah, tar diundang ke KPAI loh " (kata Safitri)


" ye kaya yang bilang udah gede aja yakan Bar? " (kata Widia)

__ADS_1


" dia mah emang sok tua, beda sepuluh bulan dari gue aja sok tua, lahir juga tahunnya sama " (kata Bara)


" sok tau Lo Bar " (kata Safitri)


" ngomong-ngomong nih ya gue mau tanya kalian, kalian lebih seneng punya pasangan satu profesi sama kaya kalian gak? " (kata Bara)


" kalo gue sih sebenarnya gak harus dia satu profesi sama gue, yang penting dia sayang sama gue & keluarga gue, terutama ibu gue karena sekarang tinggal dia orang tua satu-satunya gue " (kata Safitri)


" kalo gue sih apa aja profesinya, yang penting baik, jujur, punya kerjaan & bukan laki orang, hahahhaah " (kata Widia)


" hahahahah, mulai lagi mang antok " (kata Safitri)


" akhirnya lo bisa ketawa juga, gue seneng, oiya lo bilang lo gak suka punya pasangan satu profesi Fit tapi bang Abi satu profesi sama lo? " (kata Bara)


" ya itu soalnya gue kliknya sudah sama dia, tapi seperti yang kalian tau kita gak akan tau siapa jodoh kita, ya semoga aja bang Abi jodoh gue " (kata Safitri)


" terus mang Antok itu siapa? " (kata Bara)


Safitripun tertidur setelah mengobrol dengan Widia & Bara.


#* Bripda Afrila Alin Aizahra


Ia sangat kesal kenapa Bara sengaja duduk bersama Safitri, padahal seharusnya dialah yang duduk bersama Safitri, apa yang telah direncanakan Bara, baru saja Safitri keluar dari SPN ia telah sengaja mendekati Safitri.


" kesel banget sih liat Bara, ngapain coba sengaja banget duduk sama Safitri, mau PDKT apa, dasar curut, gak ngerti apa ya diomong pake bahasa manusia kalau Safitri tunangan abangnya, malah sengaja dekat-dekat didalam pesawat satu tempat duduk, lo kalo gak inget adek sepupu gue udah gue kepret lo Bar " (gumam Bripda Alin sangan kesal dalam hati)


" kamu kenapa sayang ko cemberut gitu sih, marah sama abang? " (kata Bripda Sofiyan)


" gak bang, Alin kesel sama Bara, cari kesempatan banget dia deket-deket Safitri, gemes banget rasanya Alin pengen nyakar Bara, tuh kalo gak inget adeknya bang Abi sudah Alin bejek-bejek tuh muka gantengnya " (kata Bripda Alin)

__ADS_1


" Lin inget Lin lo cewek loh gitu banget sih kaya brandal aja, hahahha, barbar lo " (kata Bripda Randito)


" sayang Bara kan juga adikmu sayang, sabar-sabarlah ngadapin Bara, soalnya dia masih labilkan " (kata Bripda Sofiyan)


" Bara keterlaluan sih bang, gak bisa dengerin omongannya orang yang lebih tua " (kata Bripda Alin)


" sudah sayang mending kamu tidur aja, nanti kalau sudah mau sampe abang bangunin " (kata Bripda Sofiyan)


Bripda Alin pun hanya menurut & memejamkan matanya, ia berfikir nanti saja ia fikirkan bagaimana cara menjauhkan bara dari Safitri jika sudah sampai dibandara untuk transit.


#*Bripka Abimana Prasetiya


" bang jam berapa kita pergi kebandara? " (kata Bripda Aidan)


" jam 1siang Dan, lo sudah hubungin Alin belum? " (kata Abimana)


" kata Alin pesawat sudah berangkat dari satu jam yang lalu " (kata Bripda Aidan)


" ok, apa kita perlu ganti baju dulu buat jemput mereka " (kata Abimana)


" gue rasa gak perlu bang, hemat waktu, apalagi lo sekarang lagi sibuk " (kata Bripda Aidan)


" lo bener juga Dan, lo bawa mobil lo terus gue bawa mobil gue sendiri " (kata Abimana)


" mending kita bawa satu mobil aja bang, gue rasa satu mobil muat " (kata Bripda Aidan


" sembilan orang Dan, kita polisi jangan langgar peraturan berkendara " (kata Abimana)


" hahahah, ok bang " (kata Bripda Aidan)

__ADS_1


Bripka Abimana tidak sabar bertemu kekasihnya, ia berharap jika kekasihnya baik-baik saja.


__ADS_2