
# bripka Abimana Prasetiya
Meskipun sudah dua bulan berlalu kasus penculikan istrinya masih terus berjalan, ia masih terus mencari keberadaan Levin, Levin telah menjadi DPO dalam waktu dua bulan ini, siang ini ia melakukan rapat bersama atas kasus yang dialami Safitri, jika kasus ini tidak tuntas karena pelakunya belum tertangakap sama saja mencoreng nama baik kinerja para polisi. Siang ini ia menyuruh istrinya untuk makan siang bersama teman-temannya karena baginya mencari tau keberadaan Levin itu lebih penting supaya keberadaan istrinya tidak terancam lagi, ia tidak ingin istrinya selalu tidak merasa tenang karena sampai saat ini Levin belum juga tertangkap, akhirnya rapat telah usai, jam menunjukan pukul 03.30sore, ia lalu keluar dari ruangan tersebut bersama Aidan, Aidan saat ini telah naik pangkat menjadi Briptu.
" Dan lo tolong hubungi Biru, apa selama dua bulan terahir Levin ada hubungin dia " (kata Abimana)
" siap Ndan " (kata Aidan)
" kita harus selesaikan kasus ini, gue gak mau istri gue kemana-mana selalu dihantu-hantui rasa takut" (kata Abimana)
" pasti dia trauma ya bang? " (kata Aidan)
" trauma pasti, cuman dia lebih gak mau bikin gue khawatir, tapi kemana-mana dia takut kalau gak ditemenin " (kata Abimana)
" semoga kasus ini cepet selesai " (kata Aidan)
" makasih Dan, lo selalu bantu gue " (kata Abimana)
" sudah seharusnya gue bantu lo bang " (kata Aidan)
Abimana menepuk bahu aidan sambil tersenyum, Aidan selama ini sudah seperti adiknya sendiri.
" lo ade sekaligus sahabat terbaik gue Dan, oke gue nyamperin bini gue dulu, lo kalo pulang ati-ati " (kata Abimana)
Ia lalu pergi menuju ruangan istrinya, dilihitanya beberapa polisi serta polwan masih duduk dimeja masing-masing ada yang masih mengetik ada yang sudah bersantai, beberapa polisi yang melihat kedatangannya menegurnya & tersenyum, sudah menjadi kebiasaan ia mendatangi istrinya keruangannya, itu tak membuat yang lainnya menjadi risih, dilihatnya istrinya sudah bersantai sambil berbincang dengan Widia.
" heeemmmmmm,...sudah gosipnya? " (kata Abimana sambil tersenyum)
Istrinya langsung tersenyum melihat kedatangannya, ia lalu berdiri membereskan mejanya & memasukan beberapa barang bawaannya kedalam tasnya, dirinya lalu mendekat membantu istrinya memasukan barangnya kedalam tasnya.
" sayang, biar aku aja, gak enak diliat yang lain kalau kamu bantu aku beresin ini sayang " (kata Safitri)
" gakpapa lah sayang " (kata Abimana)
" aduuuuuuhhhhh bang Abimana so sweet banget sih " (kata Widia)
" lo jangan baper ya Wid, Bara masih lama balik tar lo baper nangis-nangis kangen Bara " (kata Safitri)
" hahahahhaha,....lebay " (kata Widia)
__ADS_1
" bisa juga nih cwenya Bara kangen sama biang onar " (kata Abimana)
" aih bang gue manusia ya bukan robot, gini-gini gue punya perasaan " (kata Widia)
" iya tapi lo kadang oneng " (kata Abimana)
" hahahahahah,...hust sayang " (kata Safitri)
" teganya ih,....bang gini-gini gue calon ade ipar loh " (kata Widia)
Safitri & Abimana tertawa bersama, sambil membereskan barang milik istrinya.
" lo mau balik bareng gak?, jangan bareng Putra terus nanti Bara cemburu " (kata Abimana)
" gak lah bang, gue males jadi obat nyamuk, apalagi lo berdua sudah halal, gue gak mau liat adegan dewasa kalian berdua " (kata Widia)
" Heran gue Bara bisa sama Lo yang konyol " (kata Abimana,)
" namanya juga cinta dia bang " (kata Safitri)
" bang asal lo tau konyol-konyol gini, Bara cinta mati sama gue " (kata Widia)
Abimana hanya tertawa mendengar kata-kata Widia sambil menggandeng istrinya keluar dari ruangannya.
#*Safitri
Ia berjalan sambil bergandengan bersama suaminya untuk pulang, setelah satu bulan menikah sudah satu minggu ia telah tinggal bersama suaminya di rumah suaminya sedang ibunya tinggal dirumah bersama mas Min, karena mas Min pindah bekerja dipabrik milik Biru, sebenarnya dikota tempat mas Min bekerja ia juga bekerja dipabrik cabang milik Biru jadi dengan sengaja Biru memindahkan kakak Safitri ke pabrik miliknya dikota ini.
" sayang kita kerumah ibu dulu yo sebelum pulang " (kata Safitri)
" kamu pengen nginep disana sayang? " (kata Abimana)
" gak sayang gak usah nginep, kita pulang kesana dulu nanti kalo malem kita pulang " (kata Safitri)
" ya udah sih sayang kita nginep aja, tapi pulang dulu kerumah ya ada yang mau abang ambil " (kata Abimana)
" ok... " (kata Safitri)
Safitri & suaminya kini telah berada didalam mobil, suaminya kini telah melajukan mobilnya keluar dari tempat parkir melaju kejalanan dengan kecepatan sedang, sedari tadi tangannya selalu digenggam oleh suaminya sambil sesekali tangannya dikecup oleh Bripka Abimana.
__ADS_1
" tadi makan dimana sayang? " (kata Abimana)
" di kafe 12 sayang, tadi disana juga ada mas Biru sayang " (kata Safitri)
" dia duduk bareng ade sama temen-temen sayang? " (kata Abimana)
" gak lah bang,....di duduk disebelah meja kita " (kata Safitri)
" oh abang pikir ade duduk nimbrung jadi satu sama dia " (kata Abimana)
" abang cemburu ya, ciiieeeeeh masih aja cemburu sama aku, padahal aku kan udah seutuhnya jadi punya Abang " (kata Safitri)
" emang gak boleh ya Abang cemburu, habis istrinya abang cantik banget sih " (kata Abimana sambil tersenyum)
" gombal " (kata Safitri)
Tidak terlalu lama kendaraan yang mereka naiki telah sampai di depan rumah, ia & suaminya keluar dari mobil menuju rumah, Safitri berlalu menuju dapur untuk mengambil air minum untuknya beserta suaminya.
" sayang gak usah repot-repot ya, abang tau ade juga capek " (kata Abimana)
" sayang aku cuma ambil air minum buat abang " (kata Safitri)
Ia lalu datang membawa air minum untuk suaminya yang telah duduk diruang keluarga, diberikan air tersebut ke suaminya lalu duduk disebelah Abimana.
" nih sayang minum dulu " (kata Safitri)
" makasih sayang " (kata Abimana sambil memeluk Safitri), " emmm...alhamdulillah seger banget " (kata Abimana)
Safitri menyenderkan kepalanya didada suaminya sambil memeluk suaminya, rambutnya dielus-elus suaminya sesekali dikecup lembut.
" mandi dulu ya sayang sebelum kerumah ibu " (kata Abimana)
" iya sayang " (kata safitri), " kalau gitu aku naik duluan ya sayang mau mandi " (kata Safitri lagi)
Sabelum ia berdiri suaminya berdiri terlebih dahulu & mengangkat nya menuju lantai atas.
" sayang, turunin sayang, abangkan capek " (kata Safitri)
" kalau buat ade abang gak bakal ada cpeknya sayang " (kata safitri)
__ADS_1
" aduh mulai lagi deh " (kata Safitri)
" hahahha " (kata Abimana tertawa)