
Safitri keluar dari kamarnya dengan digandeng Bripka Abimana, dia sedikit cemberut saat keluar dari kamar melihat ayah & ibunya yang tersenyum, ia kemudian duduk bersebelahan dengan Bripka Abimana yang sudah duduk juga & bersender di dinding di bawah.
" ayah sama ibu yang nyuruh bang Abi masuk ke kamar ya " (kata Safitri agak kesal)
" iya Nduk " (kata ayah)
"ih ayah nih bisa-bisanya biarin laki-laki masuk ke kamar anak gadisnya, ayah gak takut apa aku di apa-apain gitu " (kata Safitri)
" husss, kamu ini kenapa sih Nduk, gak mungkin juga nak Abi mau ngapa-ngapain kamu, ini rumah gak sepi ada ibu sama ayah di luar sini kok mikir yang aneh-aneh, lagian nak Abi juga pernah tidur di kamarmu waktu nginap " (kata ibu)
" apa?, bang Abi nginap disini? " (kata Safitri kaget)
" iya ayah yang maksa, habis kita kesepian gak ada kamu Nduk " (kata ayah cuek)
" uh, tadinya aku pengen marah tapi gara-gara ayah bilang kesepian gak jadi deh marahnya " (kata Safitri)
" kamu misu-misu gitu gak malu Nduk di lihat nak Abi, kaya anak kecil kehilangan bombonnya " (kata ibu)
" maklum aja ya nak Abi, Safitri itu masih manja ya kalau marah begitu kaya anak kecil " (kata ayah)
" hahahaha, iya Pak jujur baru liat aslinya kaya anak kecil gini pada hal kalau di luar sok dewasa loh dia pak" (kata Abimana)
Safitri ditertawakan oleh kedua orangtuanya & Bripka Abimana, tawa mereka semakin menjadi-jadi, padahal saat ini ia sedang kesal tapi karena tawa mereka Safitri menjadi tersenyum rasa kesalpun seketika hilang.
" ayah ibu please kalau bang Abi kesini jangan lagi boleh masuk kamar aku ya, kita berdua baru pacaran belum nikah masa iya kamar anak perawan di masuki laki-laki yang bukan suaminya, ih tega deh " (kata Safitri)
" Iya-iya Nduk kalau sadar sudah gadis ya mbok jangan kaya anak kecil gitu " (kata ibu sambil tersenyum)
" tapi omongan Safitri ada benernya loh Bu memang gak sepantasnya Abi masuk kedalam kamarnya apa lagi memang kita bukan mahram " (kata Abimana), " kalau boleh pak gimana kalau saya & Safitri tunangan dulu? " (kata Abimana meminta saran)
Mendengarkan lamaran Bripka Abimana yang secara tiba-tiba untuk menjadikannya sebagai tunangan nya membuatnya sangat kaget, tiba-tiba ia menoleh ke arah ayah dan ibunya yang juga kaget sama sepertinya.
" bapak terserah Safitri aja nak Abi, tapi apa gak terkesan buru-buru nak Abi kalau kalian sudah mau tunangan? " (kata ayah)
" saya sangat serius sama anak bapak, apa lagi umur saya sudah gak muda lagi, kalau buat nikah sementara ini gak mungkin, soalnya Safitri belum boleh nikah setelah 2tahun masa pendidikan sampai sesudah masa pendidikannya sesuai peraturan polisi & polwan yang sudah ditentukan, seenggaknya ada ikatan yang lebih serius buat saya & Safitri sebelum kita berdua menikah nantinya pak " (kata Abimana)
" apa nak Abi bener serius sama anak bapak? " (kata ayah)
" iya pak, saya benar-benar serius sama Safitri " (kata Abimana)
" tapi gimana kalau suatu saat nanti ternyata kalian gak berjodoh & putus padahal sudah tunangan?, jodoh gak ada yang tau kan " (tanya ayah)
__ADS_1
" saya berjanji gak akan berbuat jauh diluar batas-batasan pak, saya bakal jaga Safitri dengan baik & kalau suatu saat nanti kita gak jodoh, saya akan terima dengan lapang, tapi saya selalu berdoa kalau kita berdua bakal berjodoh " (kata Abimana)
" Aamiin, niat baikmu semoga dijabah Allah nak " (kata ayah kepada Abimana), " gimana Nduk kamu terima lamarannya nak Abimana buat tunangan dulu gak? " (kata ayah kepada Safitri)
" gimana nduk? " (kata ibu juga bertanya sambil tersenyum)
Dia masih tidak percaya dengan yang Bripka Abimana katakan barusan pasalnya baru tiga bulan mereka berpacaran itu juga selama dua bulan ini mereka berpisah tanpa ada komunikasi.
" dek, ade mau kan tunangan sama abang? " (kata Abimana cemas)
" Nduk kamu ini lo, ko malah bengong " (kata ibu sambil menyenggol Safitri)
Safitri bingung bagaimana harus menjawab, dia memang sangat mencintai Bripka Abimana tapi pertanyaan untuk lebih serius ini malah membuatnya bingung, ia kembali mengingat saran yang ia berikan kepada Ega berapa bulan yang lalu saat Ega mengatakan akan bertunangan & ragu, ia hanya perlu menjalani & berkomitmen selain itu semuanya ia akan serahkan kepada Allah masalah mereka berjodoh atau tidak itu bukan kehendak mereka.
" yah bu, sebelum Safitri terima Safitri mau tanya sama ayah sama ibu, apa Safitri gak terlalu muda buat ngejalanin hubungan ke yang lebih serius? " (kata Safitri)
" engga sih Nduk menurut ibu, kamu kan cuman tunangan bukan nikah, lagian dulu ibu seumuran mu sudah nikah sama ayahmu, kan kamu tau itu " (kata ibu)
" yang penting kamu bisa berkomitmen, ingat jangan pernah mempermainkan hati orang Nduk " ( kata ayah)
" iya bu yah, Safitri terima lamaran bang Abi " (kata Safitri)
" Alhamdulillah " (Abimana & orangtua Safitri bersama)
" ya Allah kalau memang dia jodohku lancarkan sampai kita berdua bisa sah " (gumam Safitri dalam hati)
Safitri kemudian berdiri & melangkah keluar dari kamar membawa ponselnya di luar kamar sudah ada ibu yang sudah selesai menunaikan sholat juga, tak lama ayah & Bripka Abimana juga pulang dari masjid.
" assalamuallaikum " (kata ayah & Abimana)
" wa'allaikumsalam "(kata Safitri & ibu)
Baju yang di kenakan ayah & Bripka Abimana basah kuyup saat keluar dari mobil, hujan diluar sangat deras meskipun jarak mobil kerumah hanya 1meter tapi hujan masih mampu membuat ayah dan kekasihnya basah terguyur derasnya hujan.
" ya ampun ayah sama nak Abi basah kuyup " (kata ibu) " Nduk ajak nak abi ganti baju, carikan baju mas har mu dikamar mas mu sana " (kata ibu kepada Safitri)
" ganti baju dulu nak Abi nanti masuk angin " (kata ayah sambil berjalan menuju ke dalam)
" sekarang jangan misu-misu lagi Nduk liat tuh nak Abi basah ajak masuk biar bilas terus ganti baju dari pada masuk angin " (kata ibu)
Safitri menepuk jidatnya mendengar kata-kata ibunya mengingat kejadian tadi saat dirinya ngambek bak anak kecil, dengan sangat terpaksa Safitri mengajak Bripka Abimana masuk ke kamarnya untuk berganti pakaian.
__ADS_1
Di dalam kamar Safitri memberikan handuknya kepada Abimana & menyuruhnya melepaskan pakaiannya di kamar mandi & membilas diri, setelah Bripka Abimana masuk kedalam kamar mandi ia keluar kamar & menuju kamar mas Har untuk mencarikan pakaian ganti untuk Bripka Abimana.
Safitri kembali masuk ke dalam kamarnya dengan membawakan kaos oblong beserta celana kain milik mas Har untuk Bripka Abimana, ia berinisiatif mengetuk pintu kamar mandi untuk bertanya kepada kekasihnya apakah dalamannya juga basah walaupun sebenarnya ini memalukan.
***tok...tok...
" bang " (kata Safitri)
****tok...tok....
Pintu kamar mandi pun terbuka, dengan mengenakan handuk yang dililitkan di pinggangnya Bripka Abimana keluar dari dalam kamar mandi dengan bertelanjang dada membuat Safitri terkejut.
" kenapa dek ketok-ketok " (kata Abimana)
" masuk lagi sana gih kekamar mandi itu aurat Abang bikin mata aku ternodai loh " (kata Safitri), " nih baju ganti Abang " (kata Safitri sambil memejamkan matanya & menyodorkan pakaian untuk Abimana)
" hahahaha, apaan sih ternodai, itu mata gak juga Abang apa-pain dek, lagian tadi kenapa ketok-ketok pintu, kirain Abang adek nyuruh Abang keluar dari kamar mandi " (kata Abimana)
" auah, buru masuk pakai dulu tuh baju sana ah " ( kata Safitri mendorong Abimana kedalam kamar mandi masih dalam keadaan mata tertutupnya)
Begitu mendengar suara pintu kamar mandinya terbuka Safitri baru berani membuka matanya, baru kali ini dirinya berhadapan langsung dengan seorang pria tanpa mengenakan busana meskipun ada handuk yang melilit tubuhnya.
Tak lama pintu kamar mandi kembali terbuka, Bripka Abimana keluar dengan mengenakan pakaian milik mas Har, ia tersenyum kearah Safitri.
" ayo keluar " (ajak Abimana)
" anu bang sebelum keluar aku mau tanya dari pada Abang masuk angin " (kata Safitri)
" tanya apa dek, kalau mau tanya di luar aja jangan di kamar ah " (kata abimana)
" mm, itu yang di dalam punya Abang basah gak? " (kata Safitri)
Mendengar pertanyaannya kekasihnya sesaat jadi terdiam, Safitri berpikir sepertinya pertanyaan darinya sangat ambigu membuat kekasihnya salah faham.
" anu bang, bukan itu maksud aku itu CD Abang basah gak, kan percuma kalau Abang ganti baju celana tapi itu basah " ( kata Safitri kagok)
" astaga pertanyaan kamu itu dek bikin aku ngeres, kalau ngomong itu jangan ambigu gitu Napa dek " (kata abimana)
Safitri hanya menggaruk tengkuknya sambil tersenyum malu tak bisa berkata apa-apa lagi, pertanyaan nya yang tidak jelas itu memang kesalahan yang fatal. Bripka Abimana langsung menggandengnya keluar dari kamar sambil berkata.
" sudah tenang aja Abang gak pakai CD sekarang makanya ayo keluar dari pada Abang khilaf " (kata Safitri)
__ADS_1
" is ya ampun " (kata Safitri)
Safitri berlari kecil meninggalkan kekasihnya Karena kata-kata Abimana, sedangkan Abimana malah tertawa terbahak-bahak karena melihat tingkah konyolnya, ia yakin sebenarnya Bripka abimana sedang mengerjainya dengan berkata seperti itu.