Polwan Cantik

Polwan Cantik
#130


__ADS_3

Ia hanya bisa menangis sambil berlari keluar, saat ia melewati toilet ia bertemu dua sahabatnya yang sedari tadi meninggalkannya di meja sendiri sebelum Bara & Widia datang, pada saat Widia & Bara datang mereka ngobrol bertiga tetapi selang beberapa menit Widia juga ijin ketoilet sehingga menyisahkan dirinya & Bara berdua, sebenarnya Bara & Widia sudah berpacaran selama bara lulus dari sekolahnya, mereka resmi berpacaran sudah hampir satu tahunan, itulah yang membuatnya akrab dengan Bara karena Bara juga kerab curhat kepadanya perihal hubungannya dengan Widia.


Malam ini ia begitu terkejut saat kekasihnya membabibuta kepada adiknya sendiri Bara, bagaimana bisa ia mengahajar habis-habisan adiknya sendiri, terkadang cemburunya memang berlebihan tetapi kenapa kali ini ia cemburu pada adiknya sendiri bahkan ia tak membiarkan Safitri menjelaskan kesalah fahaman ini.


" Fit lo kenapa? " (kata Ega)


" beb lo kok nangis sambil lari gitu sih? " (kata Risya)


Tak lama Widia keluar dari toilet & menemuinnya juga karena melihat dirinya sangat shok.


" fit lo kenapa, mana Bara? " (kata Widia)


" Wid lo buruan samperin Bara, bang Abi lagi salah faham sama gue sama Bara " (kata Safitri)


" ya tuhan, pacar gue diapain abangnya Fit " (kata Widia)


" sudah sana buruan " (kata Safitri)


Safitri hanya bisa menangis sambil memeluk dua sahabatnya ini sedangkan Widia berlari keluar untuk melihat keadaan Bara.


" beb lo tenang ya, lo ceritain dulu kekita " (kata Ega)


" iya beb, lo cerita gih kenapa sebenernya " (kata Risya)


Safitri lalu menceritakan semuanya dari kejadian awal sampai akhirnya Abimana datang & salah faham kepadanya dengan Bara lalu menghajar habis-habisan adiknya.


" keterlaluan memang bang Abimana, ada laki gue gak di sana?, bisa-bisanya gak percaya lo jalan sama kita " (kata Ega)


" ya udah kita pulang aja ya beb " (kata Risya)

__ADS_1


" tapi disana ada bang Aidan sama kak Dito, lo gak pengen nyamperin " (kata Safitri)


" gak Fit lo lebih penting" (kata Risya)


" kalo gitu gue ambil tas kita dulu ya, sekalian nemuin laki gue, pengen gue jewer dia, keterlaluan udah biarin anak orang dihajar habis-habisan " (kata Ega)


" kita tunggu dimobil beb " (kata Risya kepada ega), " yuk beb " (kata Risya kepada Safitri)


Kini dirinya berada dimobil bersama Risya perasaan & hatinya sangat kacau ia hanya bisa menangis tak henti-hentinya.


#Andriawan Abara Brilian


Ia sungguh terkejut karena tiba-tiba mendapatkan serangan dari abangnya, abangnya begitu cemburu buta padanya, ia sadar abangnya pasti sudah tau jika dulu ia pernah mempunyai perasaan kepada calon istrinya ini sehingga ia bisa sebegitu cemburunya hingga memukulnya berkali-kali, meskipun ia berada disini bukan karena bersama Safitri ia bersama pacarnya yang tidak lain adalah Widia, ia hanya tidak sengaja bertemu Safitri yang sendirian disini & tidak lama Widia meminta ijin untuk pergi kekamar kecil & meninggalkan mereka berdua, tetapi jujur didalam hatinya kini sudah tidak ada lagi perasaan apapun kepada Safitri bahkan ia sangat mencintai Widia yang saat ini telah menjadi pacarnya, tidak lama setelah Safitri pergi meninggalkan mereka dengan kesedihannya Widia pun datang menghampirinya.


" sayang kamu gak papa? " (kata Widia panik)


" gak papa sayang, mana Safitri sayang? " (kata Bara)


Ia tau betapa takutnya pacarnya ini kepada abangnya bahkan ia tak berani mengatakan sepatah katapun untuk memarahi abangnya karena telah memukulnya, pacarnya ini hanya memeluknya.


#* Bripka Abimana Prasetiya


Ia sangat terkejut dengan kedatangan Widia dengan wajah yang sangat cemas begitu melihat Bara babak belur olehnya, ia juga sangat terkejut ketika Widia memanggil Bara dengan sebutan sayang, apakah benar dirinya benar-benar salah faham, pikirnanya semakin kalut apa yang salah sehingga dirinya begitu cemburu buta & tidak bisa berpikiran jernih, apalagi seteleha Ega datang mengahampiri mereka.


" lo apaan sih bang, mukul adek lo sendiri sampe babak belur, lo sebegitunya gak percaya sama Fitri, cemburu sih cemburu tapi lo pikir dulu dong pake otak " (kata Ega marah), " kamu juga kak Dito, ngapain sih gak ngelerai malah ngebiarin bang Abi bikin babak belur adeknya " (kata Ega)


" sayang nanti kak Dito jelasin, sayang bawa pulang aja Safitri ok " (kata Dito mencium kening Ega)


" tunggu dulu Ga, maksut lo apa? " (kata Abimana), " lo juga Wid, kenapa lo berdua malah diem aja dibawah sambil pelukan " (kata Abimana lagi pada Widia & Bara)

__ADS_1


Akhirnya Ega menjelaskan semuanya kepadanya begitu pula Bara & Widia ternyata dirinyalah yang benar-benar salah faham sbegitunya cemburu sampai lupa diri, bagaimana calon istrinya apakah akan memafkan kelakuannya hari ini, benar-benar sangat kekanak-kanakan, seharusnya ia tak melakukan ini kepada adiknya, adiknya justru babakbelur dibuatnya.


" iya bang sebenernya kita udah lama pacaran " (kata Widia)


" sory de, gue minta maaf " (kata Abimana)


" gak papa bang, mungkin salah gue juga, lo pasti ngira gue masih suka kan sama Safitri, padahal gue udah mulai suka sama Widia waktu gue ikut ngantar Safitri waktu ayahnya meninggal " (kata Bara)


" sory de, gue gak tau " (kata Abimana)


" oke gue pulang duluan, Safitri sama Risya sudah nunggu gue " (kata Ega)


" sayang hati-hati " (kata Bripda Randito pada Ega)


" Ga tolong sampein ke Risya nyetirnya pelan-pelan " (kata Bripda Aidan)


" oke " (kata Ega)


" Ega tunggu,... " (kata Bripka Abimana menghentikan Ega)


" sudah bang, gue tau lo pasti mau ngomong sama Safitri kan, tapi lebih baik lo biarin dia agak tenang dulu ya " (kata Ega)


" Ega tolong hibur dia ya, gue tau gue salah, dia kecewa banget sama gue " (kata Abimana)


" iya bang, lebih baik lo urus Bara, kasian tuh adek lo babak belur gara-gara lo " (kata Ega)


" gue gak papa, tenang aja " (kata Bara tersenyum)


" ayo bangun yang " (kata Widia)

__ADS_1


Salah faham yang membuat rumit hubungannya dengan Safitri, apakah setelah ini safitri akan memafkan kesalahannya ini, semoga ia bisa memafkannya ia tau pasti Safitri sangat kecawa kepadanya.


__ADS_2