
#*Bripda Randito Dwi Mahendra
Ini adalah hari pertama calon bintara polwan kembali keasrama SPN setelah agenda IBL selama satu minggu telah berakhir & ini juga adalah hari pertama setelah satu minggu bripda Randito tak melihat Safitri, begitu ia melihat wajah mantan kekasihnya itu ia langsung tersenyum, begitu asyiknya safitri mengobrol dengan sahabatnya sambil sesekali tersenyum melihat itu Bripda Randito ikut tersenyum.
Sudah lama pikirnya tak melihat keindahan yang sangat ia rindukan, wanita yang ia cintai selama beberapa tahun ini tidak banyak berubah masih tetap sama seperti sosok yang pernah bersamanya dulu. Saat ia masih fokus memperhatikan Safitri ternyata Safitri pun menoleh kearahnya & membalas senyumnya membuat hatinya berbunga-bunga.
" lo kenapa senyum-senyum sendiri? " (kata Bripda Alin)
" apa? " (kata Bripda Randito ketus)
" lo senyum kearah Safitri?, heh lo gak boleh ya " (kata Bripda Alin terputus)
" kenapa memang? " (kata Bripda Randito memutuskan pembicaraan Bripda Alin lalu pergi meninggalkannya)
" dasar cewek lesbi, lo ya mulai juga nunjukin lo suka sama Safitri, ngelarang gue senyum sama Safitri " (gumam Bripda Randito dalam hati)
Bripda Randito semakin kesal dengan Bripda Alin yang ternyata juga semakin terang-terangan ingin bersaing mendapatkan Safitri.
" dasar rubah licik, kenapa lo gak coba mengejar yang lain aja, kenapa harus Safitri, selera lo tinggi juga " (gumam Bripda Randito dalam hati sambil menengok kearah Bripda Alin)
#*Bripda Afrila Alin Aizahra
Bripda Alin melihat dari kejauhan jika Bripda Randito tebar pesona kepada tunangan Bripka Abimana, sesuai janjinya kepada abangnya ia tidak akan membiarkan laki-laki mana pun merebut Safitri dari Bripka Abimana, ia segera menghampiri Bripda Randito & bertanya apa ia sedang menggoda tunangan abangnya, belum selesai ia berbicara kata-katanya sudah dipotong oleh Bripda Randito & ia malah ditinggal sendiri.
" jangan-jangan dia ngira gue cemburu gara-gara dia tebar pesona sama cewek lain " (gumam Bripda Alin dalam hati)
__ADS_1
" ah bodoamat kalau dia kira gue suka sama dia, sudah terlanjur basah, demi bang Abi & demi gak dipindah ke kampung " (gumam Bripda Alin dalam hati)
#*Bripka Abimana Prasetiya
Ia masih mengemudikan mobil setelah mengantarkan kekasihnya, sambil mengemudi ia juga berfikir mengingat perkataan adiknya Bara, bagaimana mungkin Bara tau bahwa selisih umurnya & tunangannya hanya sepuluh bulan, itu memang benar selisih umur meraka memang hanya sepuluh bulan.
"kenapa lo bohong kalau lo asal tebak dek, padahal gue juga tau memang selisih umur kalian berdua cuman sepuluh bulan " (gumam Abimana dalam hati)
Masih fokus mengemudi walaupun pikirannya masih ke Bara bukan kepada kekasihnya lagi saat ini. Mobil yang dikendarai Bripka Abimana saat ini menuju apartemennya.
" pa, ma kita keapartemen dulu ya ambil seragam Abi " (kata Abimana)
" kamu ambil seragam ada tugas disini Bi? " (kata papa)
" oh jadi kamu mau ke asrama tunanganmu sayang " (kata mama)
" hmmmm, pa ma kayanya Bara mau ikut tes percepatan aja, jadi Bara bisa langsung pindah kekelas tiga " (kata Bara memotong pembicaraan)
" kenapa sayang, kok kamu tiba-tiba mau cepat lulus " (kata mama)
" kamu mau cepat-cepat berangkat kuliah keluar negri Bar ? " (kata papa)
" enggak, Bara mau daftar polisi tahun berikutnya " (kata Bara)
" bukannya cita-cita lo jdi dokter dek? " (kata Abimana)
__ADS_1
" kamu mau masuk polisi Bar?, bulan lalu kamu kan sudah nentukan unversitas yang mau kamu daftar " (kata papa)
" Bara berubah pikiran, Bara mau jadi kaya bang Abi " (kata Bara)
" dek, lo ikuti kata hati lo, kalau lo kerja gak sesuai sama keinginan hati lo, lo juga kerja gak bakal sepenuh hati, lo tau kan tugas polisi itu gak main-main? " (kata Abimana)
" bara juga tau bang, ada sesuatu yang ngebuat Bara harus jadi polisi " (kata Bara)
" kamu yakin sayang? " (kata mama)
" Bara yakin ma " (kata Bara)
" papa terserah kamu aja Bar " (kata papa)
" bang Abi cuman bisa dukung apapun yang sudah jadi keputusan lo dek, tapi bang Abi harap lo pikir baik-baik keputusan lo, bang Abi gak mau lo kecewa salah mengambil keputusan " (kata Abimana)
" iya bang " (kata Bara)
Bripka Abimana kaget dengan keputusan Bara , ia menggeleng-gelengkan kepalanya, Bripka Abimana tau jika Bara memutuskan menjadi polosi demi Safitri, Bara sepertinya terobsesi pasti Bara berfikir jika dirinya menjadi seorang polisi sperti Bripka Abimana ia akan bisa mendapatkan Safitri, Bripka Abimana sungguh tidak bisa berkata apapun, sepertinya ia harus dengan segera mencegah adiknya supaya tidak terlalu jauh rasa cintanya kepada tunangan bripka abimana.
#*Andriawan Abara Brilian
Bara terngiang-ngiang ucapan cinta Safitri kepada abangnya saag mereka akan berpisah, wanita yang ia cinta tidak lain adalah tunangan abangnya, bahkan ia tak sedikitpun mengiraukannya, apakah Safitri menyukai abangnya karena abangnya juga seorang polisi. Jika ia ingin mendapatkan hati Safitri ia juga harus menjadi polisi seperti abangnya meskipun menjadi seorang polisi bukanlah cita-citanya, ia rela mengubur impiannya untuk menjadi dokter spesialis bedah demi mengejar pujaan hatinya demi mengikuti apa kata hati kecilnya. Karena kata orang apa kata hati kecil tidak akan pernah salah. Sebelumnya ia telah mencoba untuk melupakan Safitri semakin ia lupakan semakin ia ingat membuatnya merasa ia harus mengejar cintanya.
" maafin gue bang, gue cuman berusaha mengikuti kata hati gue " (gumam Bara dalam hati)
__ADS_1