Polwan Cantik

Polwan Cantik
#76 SEASON 2


__ADS_3

# Humaira Shakila Najma


Ia tak bisa memejamkan matanya mengingat kata-kata Bumi beberapa jam yang lalu saat ia menghampiri Bumi yang sedang duduk sendiri, Bumi menyatakan perasaannya yang selama ini ia pendam kepadanya, ia mengungkapkan alasan mengapa beberapa bulan lalu ia pergi menghindari dirinya & memilih untuk meninggalkannya, kenyataan yang membuat dirinya benar-benar terpukul, disaat dirinya telah bersama dengan Desta justru Bumi datang kembali & mengungkapkan Cinta.


Humaira tak mudah menerima pernyataan Bumi, justru karena ungkapan Cinta Bumi kini dirinya justru agak membenci Bumi, ia pernah memiliki rasa yang sama dengan apa yang Bumi rasakan kepadanya, ia pernah menyadari bahwa ia mencintai Bumi, ia pernah merasakan bagaimana susah payahnya ia menjalani hidupnya tanpa Bumi tetapi Bumi dengan mudahnya meninggalkannya sendiri hingga akhirnya Desta lah yang datang untuk menggantikan posisi Bumi dihatinya.


Humaira awalnya tak percaya dengan apa yang dikatakan Bumi karena Bumi bukan seorang pria yang bisa berkata seserius itu kepada seorang wanita tetapi malam tadi dari sorot matanya Humaira yakin jika apa yang dikatakan Bumi benar adanya, Bumi mengungkapkan jika selama ini ia tak pernah serius dengan mantan-mantannya saat berpacaran, ia melakukan itu hanya untuk menutupi perasaannya kepada Humaira.


Dan bodohnya Humaira tak pernah menyadari jika sebenarnya Bumi selama ini menyimpan perasaannya sendiri hingga pada akhirnya Cintanya kini bertepuk sebelah tangan karena Humaira telah bersama yang lain. Humaira tak akan pernah mau meninggalkan Desta hanya demi pernyataan Cinta Bumi karena selama ini hanya Desta yang berada di sisinya saat ia membutuhkan kata semangat.


Bersama Desta Humaira merasa selalu mendapatkan motifasi semangat menjalani hari-harinya, sosok Desta yang dewasa mampu membuatnya melupakan ketergantungannya yang tak bisa tanpa Bumi, kini ia benar-benar terlepas dari bayang-bayang Bumi meskipun sesekali ia merasa membutuhkan Bumi.


Dengan mudahnya setelah meninggalkan dirinya Bumi kembali datang dengan kata Cintanya, Bumi tak tau bagaiman ia merasakan kesulitan karena berpikir hanya dirinya yang mempunyai perasaan tersebut, semua telah berakhir sekarang, bukan hanya karena ia telah bersama Desta tetapi hubungan mereka saat ini & sampai nanti tak akan bisa lebih dari sahabat mengingat Zayn & Rindu yang tak lain adalah kakak mereka kini telah resmi menjadi suami & istri.


Setelah berkali-kali membolak-balikan tubuhnya & tak kunjung bisa memejamkan matanya ia memutuskan untuk keluar dari kamarnya, jam didinding menunjukan pukul 10.30 malam, Humaira menuruni anak tangga menuju lantai bawah. Suasana rumah malam ini sudah agak sepi, sanak keluarga yang menginap di rumahnya saat ini sudah terlelap tidur dikamar masing-masing.


" ah gila, kenapa juga harus kepikiran sampe gak bisa tidur gini sih, rumah juga udah sepi gini, gak ada temen ngobrol deh gue " (kata Humaira sendiri)


Setelah berada dilantai bawah Humaira menuju dapur untuk mengambil segelas air minum, setelah menenggak segelas air putih ia segera melangkah menuju ruang tengah. Humaira mulai menyalakan televisi. Berkali-kali ia menekan tombol remote untuk mengganti chanel, siaran televisi malam ini tak ada yang menarik untuk Humaira.


" udah malam gini kenapa belum tidur? " (kata suara dari arah belakangnya)


Ia menoleh kearah belakangnya, baru saja Faiz & Gibran masuk dari pintu dapur, sepertinya Faiz & Gibran baru saja dari taman belakang.


" lagi banyak pikiran? " (kata Faiz lagi)


" mikirin Desta lo? " (kata Gibran yang telah duduk disebelahnya)


" kenapa Desta?, selingkuh? " (kata Faiz)


" coyy,...amit-amit, kalo ngomong jangan sembarangan dong kak, ya gak mungkin lah bang Desta selingkuh " (kata Humaira)


" ya kali kan " (kata Faiz)


Humaira hanya menggelengkan kepalanya, hubungannya dengan Desta baru seumur jagung & tak mungkin jika Desta akan menghianati dirinya.


" Desta mah cinta mati bang sama Huma, mana ngebet banget lagi udah mau ngawinin Huma " (kata Gibran)


" anjay dah pengen banget nikah, diluar sana banyak cewek yang bisa dipake, hahahah " (kata Faiz tertawa)


Humaira memukulkan bantal ke wajah Faiz karena berkata yang tidak-tidak.


" dasar kadal " (kata Humaira)


" apaan sih lo dek, gak sopan lo " (kata Faiz)


" lo juga aneh bilng gitu " (kata Humaira)


" ya emang kenyataannya lah di luar banyak cewek bisa di pake, dari pada ribet ngebet nikah, nikah juga belum tentu bener gimana nanti hidupnya " (kata Faiz)


" bener juga sih kata lo bang " (kata Gibran)


" na bener kan, Gibran aja setuju " (kata Faiz)


" ya kan buat kalian tapi gak buat bang Desta " (kata Humaira)


" di bela loh, hahahah " (kata Gibran)

__ADS_1


" yayaya, percaya gue " (kata Faiz), " terus lo ngapain belum tidur?, ada masalah apa lo?, jangan bilang lo pengen nyusulin Zayn ke hotel, jangan aneh-aneh ya dek, orang lagi indehoy malam pertama " (kata Faiz)


" dasar kucing kurap, gak bisa ya kalo gak bahas indehoy lo kak, ah sebel gue " (kata Humaira)


Humaira menyilangkan tangannya di dadanya, bukannya serius membahas tentang dirinya kakak sepupunya Faiz malah ngelantur kemana-mana.


" ya terus lo kenapa?, cerita lah " (kata Faiz)


" ya gimana gue mau cerita kalo lo ngebahasnya yang enggak-enggak " (kata Humaira)


" kayaknya Huma serius bang " (kata Gibran), " lo ada masalah dek? " (kata Gibran pada Humaira)


" Bumi " (kata Humaira)


Ia mencoba membagi keluh kesahnya kepada dua kakak sepupunya kali ini, ia tak tau harus bercerita pada siapa lagi perihal Bumi, Zayn tempat biasa ia mengadu sedang tak bisa ia jadikan tempat curhat malam ini.


" Bumi? " (kata Faiz)


" kenapa Bumi? " (kata Faiz)


" jangan bilang cinta lo terbagi " (kata Faiz)


" is ya gak lah kak, lo pikir gue kayak lo " (kata Humaira)


" ya terus apa? " (kata Faiz)


" Bumi bilang Cinta ke gue " (kata Humaira)


" ya terus kenapa? " (kata Faiz).


" ah lo terus-terus mulu kak, gue gak bisa terima aja dia bilng cinta ke gue " (kata Humaira)


Humaira melihat kearah Gibran, yang dikatakan kakak sepupunya memang benar, apa yang membuat dirinya terus memikirkan hal sesimpel ini padahal ia juga sudah tak mempunyai rasa dengan Bumi.


" udah sana mending lo tidur gak usah dipikirin lagi, lagian juga gak orang kan punya cinta & suka sama orang lain " (kata Faiz)


Benar juga yang dikatakan Faiz, mencintai adalah hak setiap mahluk hidup, tak ada larangan setiap orang untuk mempunyai rasa cinta.


" tidur sana sebelum muka lo keriput menua, hahahah " (kata Gibran)


" astagfirulloh, hahahah " (kata Humaira tertawa), " ya udah deh Huma naik duluan ya " (kata Humaira berpamitan)


Humaira menaiki anak tangga setelah mendengarkan kata-kata kedua sepupunya yang membuat dirinya mulai tenang.


# Abdul Zayn Mikail


Ia baru keluar dari kamar mandi setelah berendam di bathtub, ia sengaja berlama-lama didalam kamar mandi untuk mendinginkan pikirannya dari pikiran yang tidak-tidak, dilihatnya Rindu telah berbaring di tempat tidur dengan berselimutkan selimut tebalnya, Zayn berjalan menuju arah koper sambil sesekali melihat kearah Rindu yang masih belum memejamkan mata.


Melihat selimut tebal yang menutup tubuh Rindu pikiran Zayn teringat tentang baju lingerie yang ia lihat saat Rindu sedang mencari baju gantinya, Zayn tertunduk sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak terasa gatal saat ini, melihat isi koper Zayn menggelengkan kepalanya, ternyata orang tua mereka benar-benar tak memasukan pakaian yang beres untuk Rindu.


Zayn mengambil celana kolor & menutup koper tersebut kembali, ia tak akan memakai bajunya karena pikirnya baju tersebut akan diberikan kepada Rindu supaya bisa ia kenakan, Zayn tau pasti Rindu saat ini tak nyaman dengan baju transparannya sama halnya dengannya yang tak nyaman terus memikirkan tubuh Rindu dengan balutan baju transparan.


Zayn hanya bertelanjang dada menghampiri tempat tidur yang telah ada Rindu disana, Rindu membalikan tubuhnya membelakangi dirinya. Ia terus memperhatikan Rindu yang saat ini telah menutup kepalanya juga dengan bad caver yang menutup tubuhnya. Zayn menarik bad caver tersebut pelan sampai memperlihatkan kepala Rindu, Rindu pun menoleh kearahnya.


" kenapa? " (kata Zayn)


" enggak papa, aku cuman udah ngantuk aja, huaaammm " (kata Rindu sambil menguap)

__ADS_1


Zayn tau jika Rindu hanya lah berpura-pura mengantuk, Zayn yakin Rindu tak akan bisa tidur malam ini karena terjaga takut jika Zayn melakukan sesuatu padanya mengingat malam ini seharusnya malam pertama untuk mereka berdua, Zayn tersenyum berniat untuk mengerjai Rindu.


" hemmmm, udah mau tidur?, yakin? " (kata Zayn)


" yakin " (kata Rindu menatap Zayn)


" kamu gak inget harusnya kita ngapain malam ini " (kata Zayn menaikan satu alisnya)


Tangan Zayn memegang selimut yang menutup tubuh Rindu seolah bersiap untuk menariknya, sedang Rindu justru menarik selimut tersebut sampai keatas lehernya & hanya menampakan kepalanya saja.


" kenapa? " (kata Zayn)


" kakak mau ngapain sih? " (kata Rindu)


" kok kamu nanya sih, ya aku mau ngelakuin yang seharusnya pengantin baru lakuin lah " (kata Zayn)


Zayn duduk menghadap kearah Rindu, Rindu justru kembali bersembunyi didalam selimutnya, Zayn tertawa melihat tingkah Rindu saat ini, padahal Zayn tak benar-benar ingin melakukan hal tersebut malam ini, Zayn hanya mengerjai Rindu.


" ayo dong " (kata Zayn)


" kak, please aku mohon aku belum siap " (kata Rindu dari dalam selimut)


" tapi aku mau sekarang, kamu mau kamu berdosa gak layanin suami kamu, gak menjalankan kewajiban mu " (kata Zayn)


Ia yakin Rindu akan luluh dengan kata-katanya kali ini, benar saja Rindu langsung keluar dari balik selimutnya & duduk dihadapan Zayn, matanya berkaca-kaca membuat Zayn menjadi merasa bersalah karena telah mengerjai Rindu sampai seperti ini.


" kamu kenapa nangis? " (kata Zayn sambil menghapus air mata Rindu), " jangan pernah kamu nangis kaya gini lagi ya, aku gak mau kamu nangis gara-gara aku, aku kan udah janji bakal bahagiain kamu jadi kamu jangan nangis, aku gak bakal apa-apain kamu kok, aku janji aku gak bakal minta hak aku sampe kamu bener-bener siap buat kasih hak aku " (kata Zayn)


Ia menutup tubuh Rindu dengan selimut kembali & memeluknya, Zayn akan terus mempertahankan pertahanannya meskipun ia sempat terperangah melihat sebagian tubuh Rindu dengan lingerie transparannya yang memperlihatkan bra yang dikenakan Rindu.


# Rindu Mentari


Ia menangis berpikir jika malam ini hidupnya akan berakhir ditangan Zayn, ia terkejut mendapatkan perlakuan Zayn yang ternyata berbanding terbalik dengan pikirannya, Zayn justru menutup tubuhnya kembali dengan selimutnya, Zayn memeluk tubuhnya erat & mencium keningnya. Ia tak bisa berkata apa-apa lagi mendapatkan perlakuan yang benar-benar tak terduga seperti ini.


" kamu tidur gih, udah malam banget, besok kita harus terbang ke kota C buat liat rumah kita " (kata Zayn)


" kakak beneran serius gak minta hak kakak malam ini? " (kata Rindu)


Rindu melihat kearah Zayn yang hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum manis, melihat Zayn seperti ini jantungnya menjadi berdebar-debar.


" tapi boleh gak malam ini aku peluk kamu tidurnya? " (kata Zayn)


Rindu hanya menganggukan kepalanya saja tanpa berekspresi apapun lagi, ia tak bisa menolak hal ini, setelah mendapatkan kebaikan Zayn yang tak akan meminta haknya malam ini Rindu tak bisa menolak keinginan Zayn untuk memeluknya saat tidur.


Mereka berdua berbaring diatas tempat tidur berdua, Zayn berbaring dengan memeluk Rindu, Rindu berkali-kali membenarkan lingerie yang ia kenakan, rasanya agak aneh tidur berdekatan dengan Zayn seperti ini, Rindu menatap kearah Zayn yang telah memejamkan matanya, karena melihat Zayn yang sepertinya telah terlelap Rindu akhirnya memejamkan matanya juga.


# Abdul Zayn Mikail


Zayn sengaja memejamkan matanya agar bisa terlelap dalam tidurnya, ternyata meminta ijin untuk tidur memeluk Rindu bukanlah ide yang baik, niatnya ingin mengerjai Rindu justru dirinya lah yang harus terjaga karena menahan nafsunya, ia bahkan tak bisa bergerak sebebas mungkin saat memeluk Rindu karena takut jika terjadi gesekan antara tubuhnya & Rindu akan membangkitkan birahinya seperti binatang buas & Zayn tak ingin itu terjadi.


Dilihatnya Rindu telah terlelap dalam tidurnya, Zayn hanya bisa menatap wajah cantik istrinya malam ini, Zayn menarik nafasnya panjang karena ia kaget saat Rindu membalikan tubuhnya dengan posisi membelakangi dirinya, tangan Zayn tak sengaja menyentuh gundukan kenyal milik Rindu yang membuatnya reflek beristigfar dalam hati.


" ya allah beri hamba kekuatan ya allah, kuat kan pertahanan hamba, hamba mohon hanya untuk malam ini saja sampai istri hamba benar-benar siap menyerahkan dirinya " (kata Zayn pelan)


Wangi tubuh Rindu semerbak terendus di dalam hidungnya, Zayn menempelkan wajahnya keatas kepala Rindu yang sudah berbantalkan tangannya, ia benar-benar tak bisa tertidur karena terganggu dengan kemolekan tubuh istrinya, gerakan tubuh Rindu sesekali membuatnya merinding karena menahan hasrat, Rindu tak bisa merasakan apa yang ia rasakan malam ini, betapa beratnya ia menahan gejolak dalam dirinya.


" sabar-sabar, harus sabar, ah mana udah tegang lagi, ya allah bikin hamba tidur aja lah biar gak kepikiran " (kata Zayn melas)

__ADS_1


" tau gitu gak minta tidur peluk kek gini tadi, ini namanya lempar batu kena sendiri " (kata Zayn menggerutu)


" mau minta tensin lah gue kadung janji, mana udah tidur pula bini gue " (kata Zayn), " sabar ya sayang, kamu malam ini tidur aja belum saatnya kamu jebolin terowonganmu " (kata Zayn mengelus adik kecilnya)


__ADS_2