
" hallo kapten, apa kabar " (sapa Mauren sambil tersenyum)
" baik " (kata Zayn singkat)
Zayn mencoba menghindar dari Maura yang saat ini juga berada dalam kru penerbangan yang akan ia pimpin dengan di bantu oleh ko-pilot Nandar, ia menyalami ko-pilot Nandar sambil menepuk lengan ko-pilot tersebut. Baru kali ini ia terbang dengan di bantu oleh ko-pilot Nandar, biasanya ia akan di bantu oleh ko-pilot Indra.
" selamat bergabung sore ini kapten " (kata kopilot Nandar)
Zayn hanya mengangguk sambil tersenyum mendengar kata-kata ko-pilot Nandar, ia sangat senang bisa dipasangkan dengan ko-pilot Nandar hari ini sebagai pengalaman barunya.
" hallo semuanya, sore ini saya Kapten Zayn akan menggantikan kapten Jeri untuk penerbangan ke kota D, saya rasa semua kru sore ini sudah tau kan kalo saya yang menggantikan Kapten Jeri di karenakan kapten Jeri sedang tertimpa musibah " (kata Zayn menyapa & menjelaskan)
" iya kapten " (kata mereka)
" ok kalo begitu, sekarang gimana sudah siap kan menjalankan tugas? " (kata Zayn lagi)
" siap kapten " (kompak pramugari)
Zayn tersenyum mendengar semangat para kru nya sore ini, setelah selesai menyapa Zayn serta kru nya hari ini segera masuk kedalam mobil untuk pergi ke awak pesawat, didalam mobil mereka sesekali masih asik mengobrol.
" kapten Zayn kayaknya makin heppy ya sekarang keliatannya " (kata salah satu pramugari)
" iya lah kan kapten udah libur dua hari " (kata pramugari lainny)
" eh tapi kabarnya baru-baru aja kapten Zayn nikah ya, bener gak sih kapten? " (tanya salah satu pramugari lainnya)
Semua mata kru melihat kearahnya sudah sangat penasaran dengan jawaban pertanyaan tersebut, Zayn hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya membenarkan pertanyaan salah satu pramugari tadi.
" ah serius kapten? " (tanya salah satu pramugari lagi memastikan)
" iya serius, nih buktinya " (kata Zayn sambil memperlihatkan cincin nikahnya yang telah melingkar dijari manisnya)
" ya.....patah hati deh kita " (kata satu pramugari lagi)
" hahaha, iya " (kata yang lainnya)
" wah selamat ya kapten " (kata ko-pilot Nandar)
" iya, makasih ya " (kata Zayn singkat)
Seperti biasa Zayn tak lupa mengenakan kacamata hitam favoritnya, dengan mengenakan kacamata seperti saat ini binar-binar sorot matanya yang terlihat sangat bahagia tak terlihat siapapun, meskipun ia telah menggunakan kacamatanya tetapi rona-rona bahagia diwajahnya tak bisa ditutupi.
Di perjalanan menuju awak pesawat ia menyempatkan untuk memberi kabar kepada istrinya sebelum sampai di lokasi awak pesawat. Diambilnya ponsel miliknya untuk mengirimkan pesan WhatsApp untuk istrinya yang saat ini ia yakin sudah berada di rumah pamannya.
š© pesan WhatsApp my Wife ā¤
Zayn: sayang sudah sampe belum?
Zayn: ini aku lagi menuju awak pesawat
Setelah fokus pada ponselnya ia kemudian melihat kembali kearah kru nya yang saat ini masih asik mengobrol sambil menunggu balasan pesan dari istrinya, tanpa menunggu lama notifikasi pesan masuk di ponselnya pun berbunyi.
Ia mulai melihat kembali ke layar ponselnya & tersenyum, balasan pesan dari istrinya baru saja masuk, ia mulai membuka pesan WhatsApp balasan dari istrinya tersebut.
š© pesan WhatsApp My wife ā¤
Zayn: sayang sudah sampe belum?
Zayn: ini aku lagi menuju awak pesawat
Rindu: sudah kak, baru aja
Rindu: udah mau terbang kak?
Zayn: belum sayang
Zayn: cek dulu, kalo udah siap baru berangkat
Rindu : hati-hati ya sayang
Rindu: i love uā¤
Zayn: iya sayang
Zayn: i love u to š„°
__ADS_1
Zayn: jangan nakal ya disina
Zayn: tunggu aku pulang
Rindu: siap bos
Zayn tersenyum lebar membaca pesan WhatsApp dari istrinya, ia kemudian meletakan ponsel miliknya ke saku celananya kembali. Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai juga di awak pesawat, segeralah mereka turun dari mobil & menaiki anak tangga berderetan untuk masuk kedalam pesawat.
Tak lupa ia meminta pengisian bahan bakar pesawatnya seperti biasa kepada petugas bahan bakar, setelah itu ia mengecek monitor serta mengecek rencana rute perjalanan, sambil memberi arahan kepada ko-pilot Nandar ia melepaskan kacamata serta topi yang saat ini ia kenakan. Ia tersenyum kearah ko-pilot Nandar yang saat ini juga tersenyum kearahnya.
# Maura Aradin Maura
Maura berdiri di awak kabin pesawat bersama beberapa pramugari lainnya, ia mengepal-ngepal tangannya merasa kesal mengingat pengakuan Zayn saat mengatakan bahwa ia telah menikah & memperlihatkan cincin dijari tangannya.
Ia tak percaya melihat jika saat ini pria yang ia suka sejak lama tersebut merasa bahagia bisa menikahi istrinya, sedangkan kabar yang ia dengar jika sebenarnya Zayn menikah karena dijodohkan.
Maura meremas tangannya sendiri karena hatinya amat terluka & cemburu melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah Zayn, apa lagi saat melihat Zayn tersenyum menerima pesan masuk dari seseorang.
Bertahun-tahun ia berusaha memikat & mendekati Zayn tetapi tak sama sekali Zayn melirik & merespon dirinya, justru saat ini Zayn malah menikah dengan orang lain pilihan orang tuannya.
Selama beberapa tahun ia telah berhasil menyingkirkan satu persatu saingannya dengan membuat saingannya di pindahkan kerja dari maskapai yang menaungi mereka saat ini, ternyata usahanya selama ini untuk menyingkirkan pramugari-pramugari saingannya adalah sia-sia.
Jujur saja ia sangat penasaran dengan wajah istri Zayn saat ini, bahkan informasi dati adik Zayn tak cukup baginya, ia merasa pendekatannya dengan Humaira hanya membuang-buang waktunya saja, apalagi semakin kesini adik Zayn semakin menyebalkan pikirnya.
Maura memegang wajahnya dengan satu tangannya sambil memejamkan matanya merasa sangat frustasi & kehabisan akal untuk mendapatkan informasi yang lebih lagi tentang siapa istri Zayn sebenarnya.
Setelah mendapatkan informasi tentang istri Zayn ia bersumpah akan membunuh istri Zayn agar ia bisa memiliki Zayn seutuhnya tanpa ada halangan dari manapun.
" Maura " (kata Seseorang memegang bahunya)
Maura tersadar dari pikirannya sendiri & menoleh kearah belakang melihat teman pramugarinya telah berdiri di belakangnya sambil tersenyum.
" hayo ngelamun apa? " (tanya pramugari tersebut)
" eh enggak kok, cuman lagi keinget pacar aja " (kata Mauren berbohong)
" oh gitu, ngelamunnya udahan dulu ya, kita siap-siap ni bentar lagi penumpang pada naik loh " (kata pramugari tersebut lagi)
" oh iya " (kata Mauren sambil tersenyum)
# Rindu Mentari
Setelah mengantarkan suaminya pergi ke bandara beberapa saat lalu kini ia telah berada di rumah paman suaminya & sedang berada di kamar Humaira sambil merebahkan dirinya bersama dengan Humaira di atas tempat tidur Humaira.
" kakak kenapa gak ikut kak Zayn tadi? " (kata Humaira bertanya)
" besok kan kakak ada jam kuliah pagi dek " (kata Rindu)
" oh gitu, tapi percaya aja kak, kak Zayn tuh gak bakal macem-macem kok, dia tuh kalo udah sayang ya bakal sayang banget " (kata Humaira)
" masa sih, emang Huma tau dari mana? " (kata Rindu bertanya)
" Huma kan adeknya kak Zayn, jelas lah Huma tau, dulu kak Zayn tuh punya pacar waktu SMA, pacaran lama tapi lupa deh berapa tahun, dia sayang banget sama pacarnya, tapi pacarnya cemburuan banget, apalagi kak Zayn kan banyak penggemarnya, gak tahan di curigain terus akhirnya mereka putus, terus kak Zayn gak pernah lagi pacaran, sebelum akhirnya di jodohkan sama kak Rindu " (kata Humaira bercerita panjang lebar)
Rindu hanya menganggukkan kepalanya mengerti, ia tak pernah menyangka ternyata suaminya selama ini tak pernah memiliki hubungan spesial dengan seorang wanita pun sebelum akhirnya menikah dengannya.
" mantan kak Zayn waktu SMA sekarang jadi dosen loh di kampus kita, besok ya Huma tunjukin orangnya " (kata Humaira)
" ah serius? " (kata Rindu)
" serius kak, Huma juga kaget pas ketemu sama mantannya kak Zayn, dia nanya-nanya kabat kak Zayn gitu sih, tapi tenang aja kak, Huma udah bilang kok kalo kak Zayn udah punya istri, ahahahah " (kata Humaira)
Rindu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum mendengar kata-kata Humaira saat ini.
" oh iya kak, ngomong-ngomong Bumi kapan ya balik ke Indonesia?, udah lama gak ketemu dia " (kata Humaira bertanya)
" emang kalo dia nelpon kamu gak tanya sama dia?, dia sih kalo bilang sama kakak lagi sibuk-sibuknya, apa lagi sekarang dia punya grup band, baru futsal juga " (kata Rindu)
" iya sok sibuk dia sekarang mah, kalo ditanya mesti bilang tar kalo dia pulang kejutan aja, kesel Huma " (kata Humaira)
Akhir-akhir ini adiknya Bumi memang memiliki jadwal yang cukup padat, selama beberapa bulan berada di London akhirnya adiknya tersebut memiliki banyak teman dekat, bahkan ia juga menuturkan tengah dekat dengan seorang wanita yang asalnya dari negara mereka yaitu Indonesia.
" mentang-mentang udah punya gebetan mah dia, awas aja kalo balik, Huma kasih pelajaran tuh Bumi " (kata Humaira)
" hahaha, tenang aja tar kakak bantu kamu buat kasih pelajaran ke Bumi " (kata Rindu)
__ADS_1
" serius ya kak bantu Huma kasih pelajaran ke Bumi " (kata Humaira sambil tersenyum)
Rindu hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kearah Humaira, adik iparnya tersebut tersenyum sambil memeluk dirinya.
# Aryan Gibran Alaric
Baru saja ia sampai di rumahnya karena baru selesai melakukan rapat rutin sebagai anggota sekaligus wakil Presiden BEM, direbahkan tubuhnya di sofa panjang yang ada diruang tamu sambil memejamkan matanya karena merasa tubuhnya kurang fit saat ini.
Apalagi mengingat dirinya sangat kurang tidur semalam wajar jika ia gampang capek & terasa lemas tak bertenaga, saat berjalan ia merasa seperti tak bertulang lemas gemulai, dilihatnya kedua orangtuanya yang turun dari anak tangga sambil tersenyum kearahnya.
" baru pulang sayang? " (sapa Widia bertanya)
" iya momm " (jawab Gibran singkat)
" mandi sana, baru kita makan malem bareng " (kata Widia lagi)
" iya mom bentar dulu " (kata Gibran), " mommy Huma udah pulang? " (kata Gibran bertanya kepada ibunya)
" sudah, tuh ada di kamar sama Rindu " (kata Bara menjawab)
" ada Rindu? " (kata Gibran)
" iya ada Rindu " (kata Bara menjawab)
Gibran menutup wajahnya dengan kedua tangannya, mendengar nama Rindu ia menjadi ingat kejadian semalam yang membuat dirinya tak bisa tidur.
" sama bang Zayn dia Dadd? " (kata Gibran bertanya)
" gak, sendiri aja " (kata Bara)
Gibran mengelus dadanya mengetahui tak ada kakaknya Zayn saat ini, ia tak ingin jika tidurnya malam ini akan terganggu kembali karena suara berisik pergulatan Zayn & Rindu seperti malam kemarin.
Bukannya ia senang jika kakaknya tak berada disini & meninggalkan istrinya di sini saat ini, ia hanya merasa tak nyaman karena terus merasa terbayang-bayang dengan suara berisik mereka berdua semalam.
" bang Zayn mana?, kan bang Zayn baru aja libur Dadd " (tanya Gibran)
" emang Zayn gak bilang ke kamu kalo dia gantiin temennya bawa pesawat sore tadi, pasti dia ada ngubungin kamu deh, gak mungkin Zayn gak ngabarin kamu " (kata Bara panjang lebar)
" gak tuh, eh tapi gak tau deh kalo dia Wa Gibran tapi gak Gibran baca " (kata Gibran lagi sambil nyengir ala kuda)
Ia lalu mengambil ponselnya memeriksa pesan WhatsApp yang dikirim oleh kakak sepupunya Zayn, ternyata benar sedari tadi sebenarnya Zayn telah mengiriminya pesan WhatsApp tetapi ia tak kunjung membuka & membalasnya.
" ada gak dia hubungin kamu? " (kata Bara)
" ada Dadd, tapi nanti aja lah Gibran balas kalo udah sekiranya sampe bang Zayn, lagian ini bang Zayn pasti masih di pesawat " (kata Gibran)
" ya udah sana kamu mandi gih, itu mommy udah siapin makan malam kita lo, jangan lupa kalo udah mandi terus mau turun panggil juga Huma sama Rindu " (kata Bara)
" ok Daddy aku mandi dulu kalo gitu " (kata Gibran)
Gibran lalu berdiri & berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya dengan langkah malas-malas, setelah makan malam ia akan langsung tidur agar esok hari tubuhnya kembali normal.
Saat akan masuk kedalam kamarnya ia mendengar tawa Humaira & Rindu di dalam kamar Humaira, merasa penasaran akhirnya ia berjalan kearah kamar Humaira & mengetuk Pintu Humaira.
Tok...tok....
" masuk " (kata Humaira dari dalam kamarnya)
Gibran lalu membuka pintu kamar Humaira & melihat Humaira serta Rindu telah duduk di atas tempat tidur sambil tertawa entah apa yang sedang mereka bicarakan, ia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat dua wanita yang tawanya terdengar berisik di telinganya.
" kenapa lo kak? " (kata Humaira bertanya melihat Gibran yang hanya berdiri memperhatikan kearah Humaira & Rindu)
" enggak gue kesini di suruh mommy buat manggil kalian soalnya mommy udah siapin makan malam di bawah " (kata Gibran beralasan)
" oh gitu, tar deh kita turun " (kata Humaira), " lo baru pulang kak? " (kata Humaira lagi bertanya)
Gibran menunduk memperhatikan dirinya sendiri lalu melihat ke arah Humaira & Rindu kembali sambil meringis & menggaruk-garuk tengkuknya.
" iya, baru aja pulang, tadi ada rapat anggota BEM juga sih kebetulan " (kata Gibran)
" pantesan bau keringet " (kata Huma sambil menutup hidungnya)
" masa sih " (kata Gibran yang sontak mencium tubuhnya reflek karena mendengar kata-kata Humaira), " gak ah, enak aja lo bilang gue bau, ya udah deh gue mandi dulu, jangan lupa cepet turun ya " (kata Gibran lagi)
" iya " (kata Humaira singkat)
__ADS_1
Gibran lalu berjalan kearah luar kamar Humaira & menutup pintu kamar Humaira kembali lalu berjalan kembali kearah kamarnya.