
# Humaira Shakila Najma
" jadi lo nanti terbang ke kota xxx kak? " (kata Humaira)
Zayn hanya mengangguk tanpa menjawab kearahnya, saat berada di rute kota xxx kakaknya lebih memilih untuk pulang kerumahnya ketimbang harus menginap di hotel seperti saat berada di kota lainnya, karena bagi kakaknya rumah merupakan tempat ternyaman dibandingkan hotel berbintang empat.
" aaaaa gue juga pengen pulang, kangen sama mami sama papi " (kata Humaira)
" is apa sih, belum libur juga lo dek " (kata Gibran)
" tapi pengen pulang " (kata Humaira)
" belajar aja yang bener, jangan macem-macem " (kata Zayn)
Humaira hanya cemberut sambil menggaruk-garuk kepalanya, dirinya memang sangat merindukan kedua orangtuanya, disaat mendengar kakaknya akan pulang ia merasa ingin bisa berkumpul bersama-sama. Jika saja ia bisa libur sehari saja pikirnya untuk melepaskan rindunya untuk bertemu dengan kedua orangtuanya
" lo ngambek dek? " (kata Gibran)
Humaira masih diam cemberut sambil menyilangkan tangannya didepan dadanya, baginya tak adil jika ia tak bisa bersama kedua orangtuanya hari ini.
" ambekan benget sih, lagi dapet lo? " (kata Gibran lagi)
" enggak, apaan " (kata Humaira agak sewot)
Zayn hanya menatap diam kearahnya sambil menggelengkan kepalanya, Humaira memang seorang gadis manja, wajar saja karena dirinya merupakan anak bungsu, mengingat ia memang tak pernah jauh dari orang tua siapapun pasti akan mengerti dengan sikapnya kali ini, tak terasa ia meneteskan air matanya.
Zayn langsung memeluk tubuhnya & menepuk-nepuk pundaknya memberikan rasa nyaman, saat tak bisa lagi mengungkapkan perasaannya Humaira lebih memilih untuk menangis agar semua perasaan sedihnya bisa ia curahkan.
" iya gue tau lo kangen sama mami sama papi, mami sama papi juga pasti kangen sama lo, tapi lo juga harus inget, kan lo disini juga harus kuliah, gue rasa papi sama mami juga gak pengen lo bolos kuliah cuman demi bisa pulang & ngumpul bareng " (kata Zayn), " tar kita ngumpul bareng kalo lo udah libur semester ya " (kata Zayn yang mulai melepaskan pelukannya & melihat kearah Humaira sambil tersenyum)
Humaira hanya mengangguk sambil menghapus air matanya yang telah membasahi pipinya, melihat Humaira kakak sepupunya Gibran hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menepuk jidatnya.
" masih cengeng aja lo dek kaya anak kecil aja, udah gede juga, malu tuh udah punya pacar " (kata Gibran)
Humaira melihat kearah Gibran yang seolah mengejeknya sambil tertawa kecil, mendapati dirinya jadi bahan ejekan Gibran ia langsung melempar Gibran dengan bantal yang berada tepat dibelakangnya.
" kampret lo kak " (kata Humaira melempar bantal)
" hahahahah " (kata Gibran tertawa)
" gak ada hubungannya ya cengeng sama punya pacar, lagian gak ada salahnya kali orang nangis, namanya juga kangen sama orang tua " (kata Humaira)
" ya terserah lo aja lah " (kata Gibran)
# Abdul Zayn Mikail
Melihat perdebatan adiknya dengan adik sepupunya ini dirinya hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, sifat kekanak-kanakan Humaira lah alasan mengapa selama ini ia tak pernah menyetujui jika adiknya tersebut akan meneruskan hubungannya dengan Desta ke jenjang yang lebih serius, meskipun ia tau Desta pemuda baik-baik, hanya saja Zayn takut jika Desta tak bisa menerima sifat adiknya yang terkesan seperti anak kecil.
Humaira adalah anak bungsu & kebetulan dia merupakan satu-satunya gadis kesayangan bagi keluarga ayahnya, mengingat diantara sepupunya Humaira hanya sendiri seorang wanita & yang lainnya laki-laki semua termaksud Zayn, karena terlalu sering dimanja oleh kedua orang tua mereka & para sanak keluarga itu membuat adiknya benar-benar tumbuh menjadi seorang anak yang sangat manja. Zayn mengelus-ngelus kepala Humaira lembut sambil tersenyum.
" gimana kabar Desta dek? " (kata Zayn mulai membuka suara)
" baik-baik aja kak " (kata Humaira)
" sering keluyuran gak dia Gib sama Desta? " (kata Zayn bertanya pada Gibran)
" enggak sih bang " (kata Gibran)
" masih sering diantar jemput sama Desta lo dek? " (kata Zayn)
" apalagi bang, kan Desta tuh aslinya ojeknya Huma bukan pacarnya " (kata Gibran)
" kambing, sok tau lo kak " (kata Humaira)
Zayn terus menerus bertanya perihal Humaira dengan Desta, ia mengintrogasi adiknya untuk mengetahui bagaimana hubungan adiknya dengan Desta sampai saat ini.
" inget ya dek, boleh pacaran tapi inget batasan " (kata Zayn mengingatkan), " lagian kalo ada apa-apa lo sendiri yang rugi, bukan cuman lo yang rugi tapi bikin malu papi sama mami " (kata Zayn lagi)
" iya kak, Huma inget kok " (kata Humaira)
" bukannya kakak gak percaya ama Desta tapi yang namanya setan itu bisa bikin khilaf siapa aja, nih termaksud Gibran khilaf kan sampe bisa suka sama lo " (kata Zayn sambil tersenyum)
" hahahahaha " (kata Humaira yang hanya tertawa)
__ADS_1
Zayn ikut tertawa melihat Gibran yang hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya sambil tersenyum kikuk, mendengar curhatan Gibran yang secara tiba-tiba yang berkata baper dengan adik sepupunya sendiri Zayn merasa lucu, pasalnya sudah dari kecil mereka bersama-sama tapi baru sekarang Gibran berkata jika agak punya perasaan dengan Humaira.
" gitu lah kalo kelamaan jomblo " (kata Zayn)
" gaya lo bang, sebelumnya lo juga presiden jomblo " (kata Gibran ngeles)
" ya gue jomblo kan pilihan, kalo lo jomblo berasanya aneh " (kata Zayn)
Mengingat Gibran adalah seorang pria yang gemar memiliki pasangan meskipun tak separah Faiz memang terasa aneh jika tiba-tiba sepupunya ini memilih untuk tak memiliki pasangan belakangan ini.
" ya baru juga berapa bulan gue jomblo bang " (kata Gibran)
" rekor tau, biasa lo tahan berapa lama ngejomblo? " (kata Zayn)
" 1 bulan sih " (kata Gibran)
" banyak yang ngejar-ngejar dia tuh di kampus kak, pantes dia tub di juluki bad boy fakultas kedokteran, kakak gak liat sih gimana songongnya & sok cool nya kak Gibran kalo di kampus, enek Huma " (kata Humaira)
" kampret, mana ada gue songong ya, lo aja tuh yang songong takut deket gue " (kata Gibran)
Sebenarnya Humaira bukan takut dekat dengan Gibran, adiknya tersebut hanya tak ingin dirinya tak merasa nyaman selama berkuliah karena terganggu dengan wanita yang pastinya berusaha mendekati Gibran.
# Faiz Fahrul Alfatah
Saat bertugas berlayar di laut lepas seperti ini tak jarang ponsel yang ia miliki tak mendapatkan sinyal, itu lah penyebabnya ia jarang menghubungi keluarganya, bahkan ia juga tak bisa dihubungi oleh keluarganya, hanya pada saat dia berada di darat saja ia baru bisa bertukar kabar dengan kedua orangtuanya & sanak keluarganya.
Baru sepuluh hari ia bertugas kembali setelah beberapa hari yang lalu ia meminta ijin untuk menghadiri pernikahan Zayn, sepupu sekaligus sahabat terbaiknya, ia sangat senang akhirnya Zayn telah mendapatkan jodohnya setelah lama memilih untuk hidup tak memiliki pacar.
Teringat saat di pesta pernikahan Zayn ia melihat Jiya bersama dengan seorang pria yang sepertinya pria tersebut merupakan tunangan Jiya seperti penuturan Rindu jika Jiya telah memiliki kekasih & telah bertunangan.
Kecewa yang dirasakan Faiz sampai saat ini masih terus membekas, selama ini ia sangat gampang untuk mendapatkan kekasih tapi baru kali ini ia harus kecewa karena mendapati orang yang ia suka ternyata telah memiliki pria tambatan lain.
" Fa " (kata seseorang yang menepuk bahunya)
Faiz hanya menoleh kearah seorang teman yang barusan menepuk bahunya, namanya adalah Dion, ia merupakan TNI AL yang berasal dari daerah berbeda darinya, Dion seumuran dengan Faiz, di usianya yang masih terbilang muda Dion sudah memiliki istri & seorang anak di kota tempat ia tinggal.
" ngelamun aja lo " (kata Dion)
Faiz hanya tersenyum sambil menggaruk kepalanya tak menjawab Dion, sedari tadi berada dalam pikirannya sendiri ternyata ada saja yang memperhatikan dirinya.
" gak ada sih, cuman tiba-tiba inget cewek yang gue suka " (kata Faiz)
Faiz memang sedang mengingat tentang Jiya saat ini, tak mengerti mengapa kedekatannya dengan Jiya dalam waktu singkat ia langsung bisa tertarik dengan Jiya.
" cewek lo? " (kata Dion)
" bukan " (kata Faiz)
" terus? " (kata Dion)
Faiz membuang nafas kasarnya karena merasa sesak, rasa kecewanya karena tak bisa mendapatkan Jiya untuk menjadi kekasihnya amat teramat sakit sampai tak bisa ia ungkapkan.
" udah punya tunangan dia " (kata Faiz)
" maksudnya lo di tolak? " (kata Dion)
" nembak aja belum gimana mau di tolak, jadi gue suka sama cewek tapi cewek itu ternyata udah punya tunangan " (kata Faiz)
" oh gitu, ya udah sih bro mundur aja, kaya gak ada cewek lain aja " (kata Dion), " lupain cewek orang, masih banyak yang belum punya pasangan kok " (kata Dion lagi sambil tersenyum)
Bahunya ditepuk-tepuk oleh Dion, ia juga terus berpikiran yang sama seperti Dion, diluar sana masih banyak perempuan yang lebih dari Jiya yang tak memiliki pasangan tetapi hatinya terus menolak untuk mengerti hal tersebut.
# Muhamad Desta Hamizan
Seperti biasa sore ini ia langsung menjemput Humaira setelah pulang dari bekerja, tanpa berganti pakaian ia langsung melajukan motornya menuju kampus pacarnya tersebut, Hubungannya dengan Humaira sejauh ini semakin baik bahkan kedua keluarga mereka tetap terus mendukung meskipun niatnya intuk menikahi Humaira belum direstui oleh kakak Humaira yaitu Zayn. Ia cukup mengerti mengapa kakak Humaira bersih keras melarang ia & Humaira untuk menikah dengan umur semuda ini, Zayn hanya takut jika mereka berdua akan gagal di usia muda.
Setelah beberapa puluh menit akhirnya motor yang ia kendarai sampai juga didepan gerbang kampus Humaira, dilihatnya kekasihnya telah berdiri di depan gerbang kampusnya untuk menunggunya, Humaira pun tersenyum melihat kedatangannya.
" udah lama ya nunggu aku? " (kata Desta)
" enggak kok bang, baru juga Huma keluar " (kata Humaira)
" tadi jam berapa balik dari home base bang Zayn? " (kata Desta)
__ADS_1
Pagi tadi Humaira menghubunginya untuk memberitahu bahwa dirinya tengah membolos bersama Gibran untuk menemui Zayn di home base karena saat ini kakaknya telah aktif kembali dengan pekerjaannya sebagai pilot.
" habis sholat dzuhur sih bang " (kata Humaira), " oh iya, salamnya kak Zayn bang, kerja yang bener katanya " (kata Humaira sambil tersenyum)
" waallaikumsalam, jelas lah " (kata Desta)
" ya udah yuk " (kata Humaira)
Desta hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum, bagi Desta saat ini Humaira adalah prioritas utamanya setelah kedua orangtuanya, ia akan melakukan apapun agara wanita yang ia cinta ini selalu bahagia saat bersamanya, Desta tak ingin melihat sedikit kesedihan di wajah Humaira.
" besok kamu libur kan? " (kata Desta)
" iya, kenapa bang? " (kata Humaira)
" besok mau gak jalan bareng? " (kata Desta bertanya)
" mauuuuuu, mau banget " (kata Humaira kegirangan)
Desta tertawa melihat tingkah pacarnya yang sangat girang karena akan ia ajak untuk pergi besok, mengingat ia & Humaira sangat jarang bisa menghabiskan waktu bersama karena kesibukan mereka masing-masing wajar jika kekasihnya merasa sangat senang sekali saat ia mengajaknya untuk pergi besok.
# Abdul Zayn Mikail
Sore ini ia telah sampai di kota xxx setelah terbang dari kota C beberapa jam yang lalu, tanpa menunggu lama ia langsung pergi meninggal bandara untuk pulang kerumah kedua orangtuanya, rencananya malam nanti ia juga akan mengunjungi mertuanya, mengingat saat ini ia & Rindu telah sah menjadi suami istri maka kewajibannya juga untuk menjenguk orang tua istrinya.
Saat ini Zayn telah berada didalam sebuah taksi & beberapa menit lagi ia akan sampai di rumah orangtuanya, hari ini jadwal penerbangannya tidak terlalu padat. Setelah stay di kota C beberapa jam lalu untuk beristirahat selama dua jam ia kemudian kembali menerbangkan burung besinya ke kota ini. Tak lama kemudian taksi yang ia naiki sampai juga di pekarangan rumahnya.
Sebelumnya ia telah mengabari kedua orangtuanya jika ia akan pulang kerumah hari ini karena berada di rute kota xxx, mendengar kabar kepulangannya saat ini kedua orangtuanya tak terlalu senang karena ia pulang tak bersama dengan istrinya, mengingat istrinya tak bisa ia ajak pulang bersamanya ia juga cukup sedih sebenarnya.
" assallamualikum " (kata Zayn memberi salam ketika masuk kedalam rumahnya)
" waallaikumsalam " (kata ibu & ayahnya bersama)
Zayn menyalami tangan kedua orangtuanya & ikut duduk bersama di dekat kedua orangtuanya diruang tamu.
" gimana kak Rindu sehat? " (tanya Safitri)
" sehat mi " (kata Zayn)
" kamu gak bikin dia nangis kan? " (kata Safitri)
" enggak lah mi, masa iya Zayn bikin istri Zayn nangis " (kata Zayn)
" yang akur-akur ya kak jauh dari orang tua, dijaga istrinya baik-baik " (kata Abimana)
" pastilah pi, kalau bukan Zayn sebagai suami yang bakal jaga Rindu siapa lagi " (kata Zayn)
Tanggung jawabnya sebagai seorang suami memang harus menjaga & melindungi istrinya dengan baik, seperti yang dikatakan ayahnya.
" kamu sudah ngabarin Rindu belum kalo udah sampe disini? " (kata Safitri)
" tadi pas mau keluar dari bandara udah kirim pesen sih mi " (kata Zayn)
" ya udah kalo gitu mandi dulu sana, habis itu makan, tar mami siapin makan buat kamu " (kata Safitri)
" iya mi " (kata Zayn)
Zayn berjalan menuju kamarnya menaiki anak tangga, ia berpikir untuk menghubungi Rindu dahulu sebelum membersihkan diri, setelah berada dikamarnya ia segera mengambil ponsel miliknya untuk menghubungi istrinya.
📞 calling is my wife ❤.....
tut.....tut.....
" hallo assalamuallaikum sayang " (kata Zayn)
" waallaikum salam, kakak udah sampe rumah mami? " (kata Rindu)
" udah sayang, baru aja sampe, kamu udah pulang belum? " (kata Zayn)
" ini lagi mau pulang sama Aira " (kata Rindu)
" ya udah hati-hati ya sayang, jaga diri, i love u emuaaaaahhhh " (kata Zayn)
" love u to " (kata Rindu)
__ADS_1
Zayn lalu menutup ponselnya lalu masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.