Polwan Cantik

Polwan Cantik
#59 SEASON 2


__ADS_3

#Rindu Mentari


H5....


Kediaman orang tuanya saat ini telah di dekorasi dengan macam-macam pernak-pernik untuk mempercantik rumahnya karena beberapa hari lagi akad nikahnya akan dilaksanakan di rumah tersebut, beberapa hari ini Rindu tengah sibuk mengurus beberapa hal yang kebetulan belum beres, hari ini Rindu & Zayn akan mengambil undangan mereka yang baru saja selesai dicetak, Rindu telah siap sedari tadi menunggu diruang tamu.


Saat ini suasana rumah orangtuanya lumayan ramai, beberapa keluarga dari ibunya telah berada di rumah tersebut untuk membantu mempersiapkan segala hal untuk kelancaran acara pernikahannya, hanya keluarga ibunya saja yang berada di rumah orangtuanya saat ini tetapi tidak untuk keluarga ayahnya karena ayahnya adalah anak satu-satunya alias anak tunggal yang kebetulan sudah yatim piatu sejak muda & sejak duduk masuk di bangku sekolah menengah atas ayahnya sudah tinggal bersama dengan nenek & kakeknya Zayn, jika tidak karena keluarga Abimana mungkin ayahnya akan hidup sebatang kara & tak sesukses seperti saat ini.


Akhir-akhir ini Rindu agak cemas karena ia takut jika adiknya Bumi tidak akan pulang untuk menghadiri acara pernikahannya, sampai hari ini Bumi belum mengatakan tentang jadwal kepulangannya. Rindu tau bagaimana sibuknya menjadi sorang Maba sehingga ia memaklumi jika Bumi masih belum memastikan ia akan pulang kapan.


" mba Rindu itu ada mad Zayn didepan " (kata art yang bekerja di rumahnya)


" oh iya mbok, makasih ya " (kata Rindu tersenyum)


Rindu berdiri menuju arah luar, dilihatnya Zayn keluar dari mobil jeep miliknya yang berwarna putih sangat mewah & terlihat mahal, Rindu tau jika mobil kesayangan Zayn yang dipakainya selama ini bukanlah mobil dengan harga biasa, mobil milik calon suaminya tersebut memiliki harga fantastik mengingat profesi Zayn yang merupakan seorang pilot dengan gajih yang lumayan besar, terkadang mengingat gaya hidup Zayn yang terlihat wah kadang-kadang Rindu merasa minder dengan posisinya hanya seorang mahasiswa pariwisata yang belum wisuda & belum memiliki pekerjaan, ia selalu berfikir mungkin kelak ia hanya bisa menjadi beban untuk Zayn terlebih lagi jika ia bekerja gajih yang akan ia terima jelasnya tak akan sebanding dengan gajih suaminya tersebut.


" assalamuallaikum " (kata Zayn sambil tersenyum)


" waallaikumsalam, masuk dulu yuk " (kata Rindu yang juga telah tersenyum)


Ia & Zayn berjalan beriringan menuju arah ruang tamu, terkadang Rindu juga merasa tak percaya diri saat mengingat ia akan menjadi pendamping hidup Zayn mengingat Zayn merupakan idola kaum hawa seantero jagat raya dengan penampilannya yang alakadarnya mungkin saja ia akan menjadi bahan bulian oleh para fans fanatik Zayn, Rindu terus menatap kosong kearah Zayn.


" kenapa duduk disitu?, biasa juga duduknya sampingan " (kata Zayn)


Rindu tiba-tiba tersadar dari lamunannya sendiri, tanpa berkata apa-apa Rindu lalu duduk disebelah Zayn, meskipun sampai saat ini hubungan mereka masih tetap sama dekat karena perjodohan tetapi Rindu sangat bersyukur karena Zayn adalah pria baik-baik, bahkan selama beberapa bulan belakangan Zayn sangat berbeda saat pertama tau jika mereka dijodohkan, belakangan sikapnya lebih baik dari sebelumnya.


" mikirin apa sih kok ngelamun? " (kata Zayn)


" enggak mikir apa-apa kok kak, cuman agak dekdekkan aja kalo ingat bentar lagi bakal nikah sama kak Zayn " (kata Rindu)


Rindu memang agak cemas dengan pernikahannya kelak, bagaimana ia harus bersikap saat berada didalam satu rumah yang sama dengan Zayn, bahkan bukan hanya itu ia juga akan berada dalam kamar yang sama pula dengan Zayn.


" jangan terlalu dipikirin, kita jalani aja, mungkin awalnya kita bakal canggung bisa hidup berdua sama-sama tapi lama-lama pasti bakal biasa " (kata Zayn tersenyum sambil memegang tangan Rindu)


" kakak tuh baik banget tau, udah mapan, penggemar kakak sama yang suka kak Zayn banyak, aku jadi mikir kenapa harus aku yang jadi istri kak Zayn, padahal kita baru deket berapa bulan tau-tau mau nikah aja " (kata Rindu)


" ya mungkin sudah jodoh, lagian kenal lama gak ngejamin bakal bisa jadi jodohkan, pacaran lama-lama kalo gak dihalalin buat apa? " (kata Zayn)


" jodoh memang gak ada yang tau ya kak? " (kata Rindu)


Zayn hanya tersenyum sambil mengelus rambut Rindu, mendapatkan perhatian sekecil ini Rindu sudah sangat biasa sehingga ia tak menolak ketika Zayn membelai rambut bahkan mengelus-ngelus kepalanya.


" ya udah yuk kita ambil undangan, udah agak siang juga nih " (kata Zayn)


" entaran deh kak, setengah jam lagi ya, aku belum pingin jalan " (kata Rindu)


" ok kalo gitu " (kata Zayn)


" Huma kapan balik kak? " (kata Rindu)


" katanya H2 sih, bareng Desta " (kata Zayn)


" anaknya tante Ega? " (kata Rindu)


" iya anaknya tante Ega " (kata Zayn)


" Huma pacaran kak sama Desta? " (kata Rindu)


" enggak sih, cuman udah beberapa bulan terkahir dia deket sama Desta " (kata Zayn)


Rindu ikut senang karena Humaira calon adik iparnya kini dekat dengan laki-laki baik-baik, Rindu berharap jika adiknya Bumi juga akan mendapatkan yang terbaik.


" ya udah yuk kak, udah mood nih buat jalan " (kata Rindu tersenyum)


Rindu berjalan kearah luar bersama Zayn, untuk pergi mengambil undangan mereka di percetakan, sebelum berangkat mereka berdua berpamitan terlebih dahulu kepada keluarga Rindu yang berada di rumah.

__ADS_1


# Humaira Shakila Najma


Humaira saat ini hanya duduk berdua dengan Gibran di kantin kampus sambil menikmati segelas minuman yang berada dihadapannya untuk membicarakan rencana untuk Zayn yang akan melamar Rindu secara Resmi, keduanya nampak asik mengobrol & tak menghiraukan sekeliling mereka yang tengah memperhatikan kedekatan mereka berdua.


" jadi ini nanti ceritanya kita bikin di pantai gitu kak?, kok rasanya biasa banget ya " (kaya Humaira)


" terus dimana dong yang bagus? " (kata Gibran)


" kak Zayn maunya dinner romantisnya gak boleh nyamain orang kak " (kata Humaira)


" bang Zayn sok romantis banget sih " (kata Gibran)


" ih sewot lo kak, kaya lo gak sok romantis aja kalo nembak cewek " (kata Humaira)


" hahahahahah, tapi gue gak sok ribet kaya bang Zayn dek, eh tapi ngomong-ngomong kenapa dari tadi kita diliatin ya? " (kata Gibran)


Humaira menatap sekeliling kantin tersebut, tadinya Humaira tak perduli dengan mata-mata yang memperhatikan mereka berdua tetapi karena kali ini sudah sangat banyak maha siswa & mahasiswi berada di kantin tersebut dengan pandangan penuh tanya Humaira menjadi agak risih.


" astaghfirullah kak, kenapa jadi rame kaya pasar? " (kata Humaira tertunduk)


" buset, jangan-jangan mereka nyangka kita lagi PDKT " (kata Gibran)


" lo gak lagi deket ama cewek kan kak? " (kata Humaira)


" enggak, kenapa? " (kata Humaira)


" ah aman gue " (kata Humaira)


" maksud lo? " (kata Gibran)


" gue gak mau dilabrak sama cewek yang lagi deket sama lo " (kata Humaira)


Hubungan kekeluargaan Humaira & Gibran sampai saat ini belum terungkap, belum ada satupun dari teman kampus mereka yang tau jika sebenarnya Humaira & Gibran adalah saudara sepupu.


" sembarangan lo kak, gue gak mau asal nerima, bang Desta aja yang nyata udah lama nembak gue sampe sekarang gue ragu nerima dia " (kata Humaira)


" kenapa?, lo pasti cinta mati sama Bumi ya?, hahahahaha " (kata Gibran mengolok Humaira)


" kampret lo, gak lah, belum waktunya gue jawab kak " (kata Gibran)


" jahat lo gak kasih jawaban Desta, tar dia keburu ilfil sama lo, lagian cowok juga butuh kepastian kali gak cuman cowok, jangan sok cantik napa lo " (kata Gibran)


" emang gue cantik, wleeeeee....." (kata Humaira sambil menjulurkan lidahnya)


Humaira memang terkenal sebagai seorang Maba tercantik tahun ini, sudah sering Narendra menawarinya menjadi foto model tetapi sampai saat ini Humaira belum bisa mengambil keputusan itu.


" perasaan lo gimana sih sama Desta? " (kata Gibran)


" gue suka sama bang Desta, cuman karena gue belum pernah pacaran jadi gue kaya takut gitu loh kak nerima bang Desta, takut ngecewain dia " (kata Humaira)


" ih dasar lo bocil, tapi kalo lo gak cepet kasih kepastian yang ada lo itu kaya manfaatin dia jadi ojek lo " (kata Gibran)


" tapi bang Desta sendiri yang bilang gak masalah " (kata Humaira)


" eh dasar bocah satu ini, cowok bilang gak papa belum tentu gak papa, jangan songong lo " (kata Gibran)


" hahahaha, emang muka gue keliatan songong kak? " (kata Humaira)


" tau ah ribet lo, lah ini ngapa jadi bahas lo sih tadi bukannya bahas bang Zayn " (kata Gibran)


" hahahahahah, auto balik ke topik sebelumnya " (kata Humaira)


Meskipun Humaira nampak main-main tetapi ia cukup memahami semua yang dikatakan oleh kakak sepupunya tersebut, mungkin sudah saatnya Humaira memberi jawaban kepada Desta & menjalani hubungan mereka berdua dengan sebuah status.


# Abimana Prasetiya

__ADS_1


Sedari tadi ia & istrinya beserta Aidan & Risya sebagai calon besannya sedang menikmati makan siang bersama setelah memeriksa persiapan gedung yang telah mereka sewa untuk acara resepsi pernikahan anak mereka, mereka berempat saat ini tengah berada di sebuah mall setelah berbelanja kebutuhan u tuk persiapan pernikahan anak mereka.


" alhamdulillah udah selesai semua persiapannya " (kata Abimana)


" ternyata ngurusin nikah anak malah lebih sibuk dari kita sendiri yang nikah ya bang? " (kata Aidan)


" iya Dan, tapi semua kesibukan ini bikin gue heppy, gue seneng bentar lagi anak kita bakal sah " (kata Abimana tersenyum)


" Zayn sama Rindu udah ambil undangannya belum nih pi? " (kata Safitri)


" sudah sayang, tadi tukang cetaknya sudah hubungi abang " (kata Abimana)


Mereka berempat masih terus membicarakan tentang persiapan pernikahan anak-anak mereka, persiapan pernikahan sudah sangat matang tinggal undangan saja yang belum disebar untuk saat ini, mereka akan menyebarkan undangan tiga hari sebelum acara akad dilakukan.


" menurut kalian anak-anak kita sudah saling cinta belum? " (kata Abimana)


" urusan cinta itu belakangan bang, yang penting sah dulu tar mereka bisa pacaran setelah menikah " (kata Risya)


" iya bener kata bini gue bang " (kata Aidan)


" tapi gue ngerasa bersalah pake bohong segala " (kata Abimana)


Akhir-akhir ini Abimana sering kepikiran tentang kebohongannya tentang penyakit yang menyebabkan Zayn menerima perjodohannya dengan Rindu.


" nanti mereka juga bakal ngucapin terimakasih bang kalo udah sling cinta " (kata Aidan)


" tapi kalo sebaliknya gimana? " (kata Abimana yang mulai khawatir)


" jadi abang mau ngasih tau Zayn sama Rindu gitu kalo abang bohong sebenarnya abang gak sakit kaya yang mereka pikirkan kaya selama ini " (kata Safitri)


" apa maksud mami? " (kata Suara dari sisi lain mereka)


Saat asik membahas tentang kebohongannya tak disangka ternyata Zayn & Rindu mendengar semua perbincangan mereka tentang kebohongan Abimana agar Zayn menerima perjodohan tersebut.


" Zayn " (kata Abimana)


" Rindu " (kata Risya)


" tolong jelasin ke Zayn pi, apa bener papi bohong supaya Zayn mau terima perjodohan Zayn sama Rindu? " (kata Zayn)


" sayang tenang sayang, ayo duduk dulu " (kata Safitri)


Hal yang paling ditakutkan Abimana saat ini akhirnya terjadi juga, Zayn mengetahui kebohongannya sebelum ia mengatakannya sendiri saat ini.


# Abdul Zayn Mikail


Beberapa puluh menit sebelumnya....


Tumpukan demi tumpukan Undangan telah berpindah ke bangku belakang mobil Zayn, cukup banyak undangan yang akan disebarkan keluarga mereka kali ini, acara resepsi akan diselenggarakan satu kali saja untuk menghemat waktu libur mengingat kesibukan mereka masing-masing yang memiliki profesi sendiri-sendiri.


Setelah selesai mengambil undangan Zayn mengajak Rindu ke mall untuk mencari sesuatu, sebelum mencari barang yang akan dibeli Zayn ia mengajak Rindu untuk makan siang terlebih dahulu, tanpa sengaja mereka bertemu dengan orang tua mereka yang sedang asik menikmati makan siang mereka disebuah restoran yang ada di mall tersebut, saat mereka mendekat tanpa sengaja mereka berdua mendengar semua perbincangan tentang kebohongan orangtuanya.


Betapa sungguh ia terkejut mengetahui kenyataan bahwa ayahnya hanyalah pura-pura mempunyai penyakit agar ia mau menerima perjodohan tersebut, Zayn cukup kecewa karena ia saat ini telah main hati dengan Rindu, ia benar-benar mencintai Rindu bahkan ia berencana untuk menyatakan perasaannya, tapi belum sempat ia menyatakan perasaannya justru ia menerima kenyataan yang sangat mengejutkan.


" tolong jelasin ke Zayn pi, apa bener papi bohong supaya Zayn mau terima perjodohan Zayn sama Rindu? " (kata Zayn)


" sayang tenang sayang, ayo duduk dulu " (kata Safitri)


Zayn menatap ke arah Rindu yang saat itu juga nampak terkejut dengan apa yang telah mereka dengar, karena tak ingin menimbulkan keributan akhirnya Zayn pergi meninggalkan tempat tersebut.


" Zayn...." (kata Safitri memanggilnya)


Zayn tak mengindahkan panggilan ibunya ia justru terus berjalan kearah luar mall meninggalkan Rindu ditempat tersebut. Tanpa berpikir panjang ia langsung mengemudikan mobil miliknya menjauh dari mall. Pikirannya saat ini sangat kacau ia bingung harus pergi kemana untuk menenangkan diri, sudah pasti pernikahannya dengan Rindu kali ini akan gagal mengingat Rindu belum pasti memiliki perasaan yang sama sepertinya.


" ya tuhan apa lagi ini, kenapa jadi begini " (kata Zayn amat frustasi)

__ADS_1


__ADS_2