
Safitri menelpon ega & widia melalui grouo untuk menyambungkan dua sahabatnya sekaligus, sambungan vidiocallpun tersambung.
"hallo beb,...gimana keadaan ega"(kata risya)
"dia lagi tidur beb, alhamdulillah anak sama ibunya sehat"(kata safitri)
"mana babby princesnya beb?"(kata widia)
Safitri mengarahkan kamera ke arah ega & bayinya yang berada diranjang bayi.
"duh lucunya"(kat widia)
"eeeemm,...jadi pengen"(kata risya)
"hus....pengen....pengen....nikah aja belum beb"(kata safitri)
"hahahahh,...nikah aja belum apalagi kawinnya"(kata risya)
"kawinnya mah gampang"(kata widia)
Tiba-tiba bripda randito menyaut dari arah belakang.
"ehem,...sapa tuh tadi yang bilang kawinnya gampang,...mau banget kayanya sudah"(kata randito)
"widia ka,...emang kebelet kawin dia"(kata risya)
Safitri hanya tertawa mendengar perbincangan sahabatnya & ka dito.
"heheh,...enggak ko bang"(kata widia)
"bohong dia ka"(kata risya)
"wid lo beneran udah mau kawin tar gue sampein ke bara"(kata abimana menyaut)
"gak bang becandaan ah"(kata widia)
Mereka mengobrol sangat asik, bergembira karena sahabatnya telah menjadi seorang ibu, setelah asik mengobrol safitri menyudahi panggilan vidionya, jam telah menunjukan pukul 12.00siang, ia berpamitan kepada bripda randito karena setelah istirahat siang mereka berdua akan kembali kekantor, setelah berpamitan safitri & abimana menuju sebuah restoran untuk makan siang sebelum kembali kekantor, ia telah memesan makanan & tidak lama makanan yang mereka pesan diantar kemeja mereka, setelah menghabiskan makanan & minuman mereka berdua duduk bersantai sejenak, dilihatnya suaminya sedari tadi hanya memandang kearahnya.
"kenapa sayang"(kata safitri)
"sayang abang takut adek hamil"(kata abimana)
__ADS_1
"kenapa sayang,...hahahah,..kita sudah sah, jangan terlalu hawatir kita jalani aja sayang"(kata safitri)
"ade liat ega sama randi kan tadi kaya apa"(kata abimana)
"sayang,....aku bersedia menahan & merasakan sakitnya melahirkan anak abang asal abang selalu ada buatku"(kata safitri)
"abang akan selalu ada buat ade sayang, abang gak akan tinggalin adek,...i love u"(kata abimana)
Safitri tersenyum mendengar kata-kata abimana, suaminya sangat mencintainya ia berharap jika sampai tua suaminya akan terus mencintainya seperti ini.
#*Bripka abimana prasetiya
Dia adalah laki-laki yang sangat beruntung mendapatkan istri yang cantik & baik bahkan bisa menenangkannya saat ia cemas seperti ini, ia berjanji pada dirinya ia akan mencintai & menyayangi istrinya sampai mati serta akan membahagiakannya sampai akhir hayatnya, setelah selesai beristirahat mereka kembali kekantor mereka dengan menaiki mobil dengan kecepatan sedang, setelah beberpa puluh menit akhirnya ia sampai juga dikantor, diantatnya istrinya kedalam ruangannya terlebih dahulu lalu ia keluar menuju ruangannya, diruangannya ia memanggil aidan & tak lama aidan mengetuk pintunya.
"bang"(kata iadan)
"masuk dan"(kata abimana)
"kenapa bang"(kata aidan)
"tugas lo udah selesai dan"(kata abimana)
"sudah bang, ada apa bang?"(kata aidan)
"iya bang,...lo pengen punya anak juga bang"(kata aidan)
"siapa si orang yang gak pengen punya anak dan,...tapi apa salah kalo gue belum siap liat istri gue kesakitan kalo ngelahirin anak gue"(kata abimana)
"ya gak sih bang, tapi siap atau gak siap lo harus siap liat istri lo sakit ngelahirin anak lo bang, lo juga sudah gak muda jadi kalo masalah buat anak jangan lo tunda-tunda bang"(kata aidan)
"ya lo bener juga"(kata abimana)
Jika mengingat umur ia juga tau ia sudah tak terlalu muda lagi dengan umur 27thn seharusnya ia sudah mempunyai anak.
#*Safitri
Safitri mengerjakan tugasnya yang harusnya ia kerjakan pagi tadi, ia masih sibuk dengan leptopnya, ia mengetik dengan cepat agar cepat selesai, setelah selesai ia segera keruang prin untuk mengeprin filenya, setelah itu ia kembali kemeja kerjannya, widia berbalik kearahnya begitu melihat safitri selesai.
"sudah selesai fit?"(kata widia)
"sudah wid"(kata safitri)
__ADS_1
"cepet banget, lo ketik aja kan semuanya yang ada dikertas"(kata widia)
"iyalah,...ni liata"(kata safitri memperlihatkan hasil ketikaknya dikertas polio"(kata safitri)
"ok.....ok....gue pengen liat ega tapi sama siapa bingung gue"(kata widia)
"bareng gue mau gak"(kata safitri)
"laki lo galak,...males gue"(kata widia)
"anjiiiir....hahahahha"(kata safitri)
Para sahabatnya telah hafal sifat suaminya yang terlalu posesif & cemburuan sehingga tak pernah mengijinkannya untuk pergi tanpanya.
"ya udah bareng juga sama bang abi gimana"(kata safitri)
"ogah gue jadi obat nyamuk"(kata widia)
"apa lo mau bilang lo gak mau liat gue ******* depan lo"(kata safitri)
"hahahah,....inget aja lo"(kata widia)
"dari pada lo sama putra nanti bara cemburu lagi"(kata safitri)
"tau ah,....sendiri aja gue, sudah bener emang kalo punya pacar tapi jauh"(kata widia)
Safitri mengelus-elus bahu ega sambil tersenyum sedang ega masih dengan banyolan & ocehannya.
"lo kapan ni nyusul punya babby kaya ega"(ata widia)
"bang abi belum siap"(kata safitri)
"belum siap punya anak"(kata widia)
"bukan beb,...dia belum siap gue kesakitan kalo ngelahirin"(kata safitri)
"haaaaa,...segitunya bang abimana"(kata widia)
"kayanya bang abi perlu konsultasi sama bara, meskipun bara calon dokter bedah seengganya bara juga dokter, gue nanti mau suruh bara kasih tau bang abi"(kata safitri)
"bener juga lo fit"(kata widia)
__ADS_1
Waktu tak terasa telah menunjukan pukul 03.00siang tak lama lagi jam pulang akan tiba.