Polwan Cantik

Polwan Cantik
# 80 SEASON 2


__ADS_3

# Humaira Shakila Najma


Ia masih duduk berdua dengan Gibran di taman belakang sambil bercerita-cerita, rumahnya kini sudah lumayan sepi karena para sanak keluarga telah pulang kerumah mereka masing-masing, Humaira & Gibran beserta kedua orang tua Gibran juga akan segera kembali kerumah mereka di kota C untuk melakukan aktifitasnya kembali seperti biasa.


Bersyukur pernikahan Zayn telah dilaksanakan dengan baik & tak ada kendala sedikitpun, pernikahan kakaknya tersebut merupakan kabar gembira bagi semua keluarga, sehingga pernikahan tersebut memang sangat ditunggu-tunggu, hanya karena pada saat ada acara keluarga seperti kemarin saja seluruh sanak keluarga bisa berkumpul bersama.


Humaira masih melihat beberapa hasil potretnya yang berada diponselnya, ia tersenyum-senyum sendiri melihat hasil potretnya yang lumayan bagus. Ada beberapa potretnya bersama Desta yang ia rasa sangat cocok jika dicetak & diperbesar untuk dijadikan pajangan. Melihat potretnya bersama Desta ia berpikir jika mereka berdua ternyata sangat serasi jika dilihat-lihat seperti ini, ia kembali tersenyum sendiri.


Mengingat hari-harinya bersama Desta ia merasa semakin menyayangi Desta, menurutnya Desta bukan tipe pria yang suka neko-neko, Desta juga sopan kepada orang yang lebih tua, ia menghargai keluarga, sejauh ini Desta lumayan bisa beradaptasi untuk akrab dengan keluarga Humaira, bahkan Desta juga akrab dengan kakaknya Zayn meskipun terkadang Zayn selalu mengingatkan & melarang Desta untuk menyentuh Humaira.


Terkadang untuk mengerjai kakaknya karena terlalu posesif dengan hubungannya & Desta, ia malah sengaja menempel pada Desta, terkadang Zayn akan marah-marah & berada ditengah-tengah mereka berdua agar dirinya & Desta tak melakukan hal-hal yang tak disuka Zayn, ia tau sebenarnya yang dilakukan kakaknya adalah demi kebaikannya, Zayn takut jika Humaira akan terjerumus & salah melangkah karena terlalu menuruti hawa nafsu.


Bersyukur Desta sepertinya bukan tipe pria yang menuruti hawa nafsunya, bahkan terkadang Desta lah yang mengingatkan dirinya agar lebih menuruti kakaknya, mengingatkan untuk berpakaian sopan, mengingatkan untuk terus menjaga diri & tidak melakukan hal-hal yang akan mengecewakan keluarga.


" lo ngpain sih gue peratiin dari tadi senyum-senyum sendiri " (kata Gibran)


Humaira menoleh kearah Gibran yang sedari tadi duduk disebelahnya, ia tak sadar telah diperhatikan oleh kakak sepupunya sedari tadi, Humaira hampir lupa jika ia duduk di taman belakang rumahnya bersama Gibran sangking asiknya melihat foto-foto hasil potretannya kemarin saat acara pernikahan Zayn.


" coba liat " (kata Gibran menarik ponsel miliknya)


Humaira hanya diam saat kakak sepupunya mengambil ponsel miliknya dari tangannya, ia hanya menggaruk-garuk kepalanya sambil nyengir ala kuda.


" idih ngeliatin poto lo bareng Desta? " (kata Gibran), " nih, hue pikir liat apaan lo, norak banget sih senyum-senyum sendiri liat poto gituan aja " (kata Gibran sewot & memberikan ponsel milik Humaira)


" yeeee, iri bilang bos " (kata Humaira ikut sewot)


" sapa juga yang iri " (kata Gibran membela diri)


" iya-iya yang waras ngalah, gitu memang kalo jomblo kelamaan, hahahaha " (kata Humaira tertawa)


Bukannya marah Gibran malah memeluk kepalanya sambil mengacak-acak rambut Humaira sambil tersenyum.


" kak kusut na rambut gue " (kata Humaira mencoba melepaskan diri)


" biarin " (kata Gibran)


" aaaaa mami tolong Huma, papi......uncle, onty tolong Huma " (kata Humaira berteriak meminta tolong)


#Safitri


Melihat kedekatan Humaira & Gibran sebagai saudara sepupu ia hanya menggelengkan kepalanya, Humaira memang sangat akrab dengan keluarga adik iparnya karena kebetulan Bara hanya memiliki satu anak & Widia sahabatnya sangat mendambakan seorang anak perempuan sehingga mereka berdua sangat menyayangi Humaira selayaknya anak sendiri, bahkan Bara & Widia membuatkan satu kamar khusus untuk Humaira dirumahnya.


Saat tau jika Humaira memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di kota C adik iparnya sangat menanggapi hal tersebut dengan sangat antusias, mereka berdua sangat senang karena Humaira akan tinggal di rumah mereka, Safitri bahkan merasa jika Bara & Widia sangat memanjakan anaknya selama tinggal disana melebihi sayangnya kepada Gibran.


" eh Gibran, kenapa sayang? " (kata Widia yang ikut melihat kearah taman belakang karena Humaira berteriak meminta tolong)


" onty tolong Huma, ketek kak Gibran bau, rambut Huma kusut nih " (kata Humaira berteriak lagi)


Safitri hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, terkadang Humaira juga suka bercanda yang tidak-tidak seperti ini padahal ia yakin jika yang dikatakan Humaira tak benar-benar serius mengatakan ketek kakak sepupunya bau.


" ih bohong banget bilang ketek gue bau, nih cium nih kalo bau cium " (kata Gibran)


" hahahaha, ih males ah, onty tolong " (kata Humaira lagi)


" bang, jangan gitu sama adek, kasian tuh sih Huma gak bisa napas ntar " (kata Widia)


" tau nih emang kak Gibran mo bikin Huma pingsan kayaknya nyium keteknya hahahah " (kata Humaira)


Safitri & Widia kembali mengerjakan aktifitasnya di dapur, mereka berdua masih sibuk membuat kue.


" maklumin ya Fit, Gibran tuh emang usil, kalo di rumah begitu juga tuh mereka berdua " (kata Widia)


" iya Wid, sih Huma juga kadang kan bercandanya suka ngawur kaya gitu tuh, pada hal gak mungkin kan kalo ketek kakaknya bau, hahaha " (kata Safitri)

__ADS_1


" hmmm iya emang bener, gitu-gitu lo tau anak gue pembersihan fit, paling angi dia kalo bau badan, anak-anak memang kadang-kadang ada-ada aja hahaha " (kata Widia)


Sudah beberapa bulan selama Humaira berkuliah di kota C, Safitri & Abimana hanya hidup berdua saja di rumah, Humaira tinggal bersama Widia sudah beberapa bulan ini sehingga apa saja aktifitas yang Humaira lakukan Widia pasti tau. Safitri bersyukur anaknya tak akan kekurangan apapun selama tinggal bersama Widia terlebih karena Widia & bara juga sangat menyayangi anaknya.


" kadang Gibran agak lebay Fit kalo Huma jalan bareng Desta ke kampus, jadi Gibran kalo Huma berangkat ngikutin dia dari belakang, takut Huma kenapa-napa katanya soalnya Huma gak pernah mau berangkat bareng Gibran " (kata Widia)


" gara-gara takut dikira mau PDKT ya, padahal apa susahnya bilang kalo mereka berdua sodara " (kata Safitri)


" ya lo tau sendiri tuh si Gibran kaya apa " (kata Widia menggelengkan kepala sambil tersenyum)


" Huma mah gitu Wid, sama Zayn dia juga gitu gak mau kasih tau temen-temennya kalo Zayn itu abangnya, sampe dikira Zayn pacarnya, makanya kemaren pas tunangan Zayn sama Rindu jadi viral pada banyak yang simpatik sama Huma katanya kasian cantik-cantik di tikung, Rindu nya juga kasian tuh jadi dikata-katain orang dia " (kata Safitri)


" Netizen mah emang gitu Fit, biarin aja, yang penting Rindu sama Zayn heppy aja kan " (kata Widia tersenyum)


Rindu memang tak pernah termakan gosip meskipun ada saja berita atau komentar buruk tentangnya, hanya terkadang Zayn agak kesal dengan komentar buruk tentang istrinya, Zayn tak pernah menunjukan bahwa ia sedang marah atau kesal tapi dari ekspresi wajahnya Safitri bisa tau apa yang sedang dirasakan anaknya tersebut.


" Rindu nya sih enggak Wid, tapi gue yakin sebenernya Zayn itu kesel kalo denger komentar yang gak baik tentang Rindu, Zayn juga gak bisa nyalahin adeknya makanya dia kaya serba salah gitu jadi cuman bisa diem " (kata Safitri)


" sih abang ngerti juga kalo Huma begitu soalnya takut dimanfaatin sama fans abang kan Fit, gitu juga sama Gibran sekarang, tapi di kampus tuh kata Gibran banyak juga loh yang lagi suka sama Huma, Gibran aja yang sebel kadang kalo ada yang mau deketin Huma " (kata Widia)


" sama posesifnya kaya Zayn ya Gibran hahahaha " (kata Safitri tertawa)


Beruntung Humaira memiliki kakak-kakak yang sangat menjaganya dirinya, bukan tak mempercayai Humaira tentang dirinya akan tetapi lebih baik menjaga dari pada terjadi sesuatu yang tidak-tidak dengan Humaira.


# Rindu Mentari


Setelah puas berjalan-jalan & berkeliling mencari perabotan rumah mereka kini telah sampai di rumah mereka kembali, Rindu duduk di sebelah Zayn yang telah sibuk menonton berita televisi, sedang dirinya hanya sibuk membaca kamus bahasa Jerman, beberapa saat lalu ia memang pernah mengikuti kursus bahasa Jerman tetapi ia harus berhenti ditengah jalan karena kesibukan rutinitasnya, apalagi selama KKN telah berlangsung.


Bagi Rindu ilmu tak akan habis fungsinya meskipun sampai ia tua nanti itu lah alasannya mengapa ia sangat senang membaca buku agar ia bisa menambah wawasannya. Saat masih asik membaca tiba-tiba Zayn menarik kepalanya untuk di senderkan di bahu Zayn, tanpa penolakan ia hanya menurut saja.


" biar kamu gak tegang bacanya sender aku " (kata Zayn tersenyum)


Rindu hanya ikut tersenyum malu-malu sambil menutup wajahnya dengan buku kamus yang ia baca, jantungnya lagi-lagi berdetak tak karuan, ia yakin jika Zayn pasti bisa mendengarkan suara jantungnya tersebut yang berdebar-debar tak karuan, Rindu reflek membenarkan duduknya.


" enggak kak, takut kakak keberatan " (kata Rindu memberi alasan)


Zayn lagi-lagi mendekatkan tubuhnya & menarik kepala Rindu agar menyender di bahunya kembali.


" aku gak keberatan ko, kapan pun kamu butuh bahu buat bersandar aku siap jadi sandaran, bahkan kalo kamu butuh pelukan dada aku terbuka lebar buat kamu " (kata Zayn tersenyum lagi)


" ya tuhan, terbuat dari apa sih nih orang kenapa ganteng banget, apa bener dia jodoh hamba ya tuhan, lama-lama begini bisa jatuh cinta beneran nih, astgafirulloh " (kata Rindu dalam hati)


Rindu hanya diam membisu tak bisa berkata-kata lagi, ia tak pernah menyangka ia akan menikah dengan seorang pria dengan paras yang benar-benar tampan setampan Zayn, bahkan sebelumnya ia hanya melihat Zayn sekilas dari akun sosial media teman baiknya saja, terkadang takdir tuhan memang tak terduga sama seperti takdirnya sekarang.


" jangan terlalu banyak belajar tar kepala kamu botak loh " (kata Zayn)


" emang iya " (kata Rindu)


" katanya sih gitu " (kata Zayn sambil menggaruk-garuk kepalanya & tersenyum)


" ye kirain beneran, tapi beneran gimana ya " (kata Rindu memegang kepalanya)


" kalo kepala kamu botak aku bakal beliin kamu macem-macem bentuk wik buat nutupin botak kamu, aku juga bakal beliin kamu obat atau shampoo penumbuh rambut biar rambut kamu tumbuh lagi, jadi gak perlu khawatir ya " (kata Zayn mengelus-ngelus kepala Rindu)


Meskipun sering mendapatkan perlakuan hangat dari Zayn tetap saja Rindu selalu salah tingkah diperlakukan seperti itu.


# Abdul Zayn Mikail


Seharian berada di luar Zayn merasa cukup lelah, ia heran dengan Rindu yang masih menyempatkan diri untuk membaca kamus untuk belajar seolah tak merasa lelah karena sudah pergi berkeliling seharian diluar, Zayn sengaja menyenderkan kepala Rindu di bahunya agar Rindu tak merasa tegang.


Bisa menjadi sandaran istrinya seperti ini Zayn cukup senang, ia dengan senang hati meminjamkan bahunya bahkan dadanya untuk Rindu jika memang Rindu membutuhkan itu, Zayn tersenyum kala melihat istrinya tersenyum padanya.


" besok kamu pingin jalan keluar lagi gak? " (kata Zayn)

__ADS_1


" besok kayanya kita beres-beres rumah aja kak " (kata Rindu)


" beres-beres suruh orang lain aja ya tar kamu capek " (kata Zayn)


" gak kak, kita beresin aja sendiri ya " (kata Rindu)


" oke tapi aku minta kamu jangan capek-capek ya " (kata Zayn)


Istrinya hanya tersenyum padanya sambil mengangguk, Zayn hanya bisa menuruti keinginan istrinya karena tak ingin berdebat karena masalah sepele seperti ini, Zayn mengelus-ngelus kepala Rindu dengan tangannya yang lain sambil tersenyum, ia menggenggam erat satu tangan Rindu.


" kamu kurus banget sih sama kaya Huma, kamu pasti kurang makan nih " (kata Zayn)


" enggak kak, emang badan aku begini " (kata Rindu)


" kamu jangan-jangan kurang gizi nih " (kata Zayn)


" enak aja " (kata Rindu)


Zayn tersenyum ikut menyenderkan kepalanya diatas kepala Rindu yang masih bersandar di bahunya.


" Rindu " (kata Zayn)


" hemmm " (kata Rindu menjawab)


" Rindu sayang " (kata Zayn lagi)


" hemmm, apa sih " (kata Rindu sambil tertawa)


" gak papa, kamu rada aneh gak sih sama kita yang sekarang bisa hidup serumah terus duduk bersebelahan kaya gini? " (kata Zayn)


" hahahaha, apaan sih pertanyaannya kok gitu " (kata Rindu)


" ya aku pengen tau aja " (kata Zayn)


" biasa tinggal sendiri di kos tiba-tiba duduk gini ada yang nemanin kaya aneh sih kak " (kata Rindu)


" anehnya apa?, ada rasa ser-ser gak dihati " (kata Zayn tersenyum)


" ah apaan ser-ser? " (kata Rindu juga tersenyum sambil malu-malu)


Wajah Rindu terlihat memerah saat ini karena pertanyaan Zayn, istrinya tersebut benar-benar tersipu malu sambil menutup wajahnya dengan satu tangannya.


" harus jujur dong, kan aku sekarang udah jadi suami kamu, lagian ser-ser sama suami sendiri gak papa kali " (kata Zayn lagi)


" ser-ser gimana sih ah " (kata Rindu pura-pura tidak tau)


" ah masa sih gak tau? " (kata Zayn)


Istrinya hanya tertawa sambil terus menutup wajahnya tanpa menjawab apapun, Zayn benar-benar ingin tahu apakah sebenarnya istrinya telah memiliki perasaan khusus padanya atau belum.


" ada gak? " (kata Zayn bertanya sekali lagi)


" aduh kita bahas yang lain aja ya kak aku malu, hahahaha " (kata Rindu)


" kok malu sih, ayo dong jawab " (kata Zayn)


" apanya? " (kata Rindu)


" ya ser-sernya lah " (kata Zayn lagi)


Istrinya lagi-lagi hanya tertawa terbahak-bahak, Zayn ikut tertawa karena pertanyaan konyol darinya untuk Rindu, meskipun Rindu tak menjawab Zayn yakin jika Rindu sudah mulai memiliki sedikit rasa dengannya.


" aku pengen ngomong sesuatu deh sama kamu " (kata Zayn)

__ADS_1


__ADS_2