
#*Bripda Randito Dwi Mahendra
Saat bertugas Bripda Randito selalu fokus dengan tugasnya, ia tidak pernah memikirkan hal apapapun tentang kisah cintanya yang rumit mau pun kehidupan pribadinya yang lain, pribadinya yang sangat tenang & tegas saat bertugas membuat kharismatik nya bertambah.
Setelah selesai bertugas untuk melakukan razia zebra rutin yang dilakukan sebulan sekali dijalan tol kini ia tengah bersiap untuk kembali dengan mengendarai kendaraan pribadinya sedangkan polisi lainnya mengendarai armada kendaraan roda dua moge milik polisi, ada pula yang mengendarai armada roda empat mitsubishi lancer 2.0 milik polisi, mereka semua berjalan beriringan kembali menuju kantor kecuali Bripda Randito yang harus pergi keasrama SPN karena ada hal yang perlu dirapatkan mengingat saat ini calon bintara polwan sedang diberi agenda IBL.
Bripda Randito mengendarai motor sportnya yang berwarna kuning lemon, motor ini sengaja ia desain sesuai warna kesukaan Safitri yaitu kuning. Saat melewati tikungan sepi ia melihat ada wanita berseragam polisi lengkap yang saat ini sedang berdiri disisi depan mobilnya sepertinya mobilnya sedang ada masalah, sebagai seorang aparat yang memiliki semboyan melayani, melindungi & mengayomi masyarakat ia segera menepikan kendaraannya & segera menghampiri wanita tersebut.
" maaf selamat pagi, ada yang bisa saya bantu? " (kata Bripda Randito)
#*Bripda Afrila Alin Aizahra
Pagi ini Bripda Alin mengendarai kendaraannya menuju asrama SPN untuk mengikuti rapat, modnya sangat baik pagi ini setelah kemarin ia puas berbelanja di Moll karena ada diskon besar-besaran, ia membeli banyak barang, meskipun saat pulang berbelanja mamanya pasti akan mengomel panjang lebar seperti kereta api, ia tidak perduli dengan omelan mamanya karena ia berfikir inilah cara menikmati hasil kerja kerasnya selama ia bekerja, mama hanya menggelengkan kepala karena ia sudah tau apa alasan Bripda Alin seperti ini.
Dulu Bripda Alin bukanlah tipe wanita yang suka menghambur-hamburkan uang demi fashion, dulu dia adalah wanita yang tidak pernah memperdulikan tentang penampilan, sampai suatu saat ketika ia menjalin hubungan dengan seseorang tetapi orang itu berhianat berselingkuh dengan sahabatnya sendiri dengan alasan jika sahabatnya lebih fashionable dibandingkan dirinya yang hanya memakai bedak bayi & selalu berpakaian sederhana, dari situ lah Bripda Alin mulai memperhatikan penampilannya bahkan ia kerap pergi menghabiskan waktunya di Moll saat waktu senggangnya tetapi ia semakin menggila selama 3tahun belakangan ini saat dirinya menjadi polisi & bisa menghasilkan uang sendiri.
Mobil yang dikendarainya melaju dengan pesat, melewati jalan raya dengan deretan gedung-gedung tinggi, rumah-rumah, swalayan & berbagai macam toko. Jalanan dikota pagi ini sangat ramai, sengaja ia berangkat pagi untuk menghindari kemacetan, sebelumnya ia sudah izin keasrama dengan atasannya, kini mobil yang di kendarainya sudah melaju di daerah hutan lindung, melewati jalan raya dengan berbagai macam pohon yang menjulang tinggi berderetan, kawasan ini memang sangat sepi, tiba-tiba mobil yang dikendarainya mogok ditengah jalan.
" sial, kenapa gue seceroboh ini gak periksa bensin dulu tadi " (kata Bripda Alin berbicara sendiri)
Diambilnya ponsel miliknya untuk meminta tolong pada seseorang atau menggunakan jasa gojek untuk membelikannya bensin.
__ADS_1
" oh god, kenapa pake acara gak ada sinyal segala si " (kata Bripda Alin berbicara sendiri lagi)
" mana jalanan sepi pula " (kata Bripda a lin lagi sambil menoleh kanan kiri)
Bripda alin berdiri ditepi jalan berharap ada malaikat penolong yang akan menolongnya, benar saja ada seseorang yang menegurnya dari arah belakang.
" maaf selamat pagi, ada yang bisa saya bantu?" (kata suara dari arah belakang)
" mm, iya " (kata Bripda Alin senang & menoleh kebelakang)
#* Bripda Randito Dwi Mahendra
" elo " (kata Bripda Randito kaget)
" lo apa-apaan sih masang muka kaget kaya gitu, kaya liat setan, memang kenapa kalo gue? " (kata Bripda Alin agak kesal)
" ya sudah gue pergi " (kata Bripda Randito melangkah kemotornya)
" tunggu, tolong bantu gue " (kata Bripda Alin)
" kenapa gue harus bantu lo? " (kata Bripda Randito masih terus melangkah menuju motornya)
__ADS_1
" mobil gue mogok gak bisa jalan " (kata Bripda Alin)
" apa hubungannya sama gue, gue bukan montir yang tau soal mobil " (kata Bripda Randito)
" please gue mohon jangan tinggalin gue, disini gak ada sinyal gue gak bisa hubungin siapa-siapa? " (kata Bripda Alin)
" apa urusannya sih sama gue " (kata Bripda Randito & menyalakan motornya)
" Tunggu, ingat apa semboyan polisi "(kata Bripda Alin)
" Is, oke, ayo naik " (kata Bripda Randito)
" kenapa gue harus naik " (kata Bripda Alin)
" tujuan kita samakan ke asrama, terus Lo mau nunggu apa ?, ok kalau lo gak mau naik gue tinggal lo disini " (kata Bripda Randito)
" iya...iya...gue naik " (kata Bripda Alin)
Akhirnya Bripda Randito meneruskan perjalananya dengan membonceng Bripda Alin, ia tidak menyangka sesial ini sampai harus bertemu dengan rivalnya & menolongnya, seharusnya ia tinggalkan saja wanita lesbi saingannya ini dijalanan sepi supaya dimakan binatang buas.
"bisa-bisanya ada wanita menjijikan ini jadi seorang polwan, orang yang punya prilaku **** menyimpang " (gumam Bripda Randito dalam hati)
__ADS_1