
Bahunya ditepuk berkali-kali oleh Faiz yang nampak prihatin dengan nasib perjodohan yang ia alami, ia menceritakan tentang perjodohan yang telah diatur orangtuanya yang tak bisa ia tolak demi ayahnya.
" mending kita jalan aja cari angin bro, dari pada suntuk di sini, atau Lo mau ke rumah gue aja, mama pasti seneng kalo liat Lo Dateng " (kata Faiz)
" gak lah, gak enak gue kalo ke rumah Lo tapi gak bisa nginep " (kata Zayn)
" ya udah kalo gak mau ke rumah gue mending keluar aja deh kita, kemana kek " (kata Faiz)
Zayn akhirnya tak bisa menolak ajakan Faiz, ia segera berdiri melangkah keluar dari kamar hotelnya bersama Faiz, dengan langkah yang sangat berat ia berjalan menuju pintu lift, setelah beberapa saat mereka berdua akhirnya sampai di lantai dasar.
Setelah berada didalam mobil milik Faiz tanpa menunggu lama mobil yang dikendarai oleh Faiz melaju dengan pesat, entah Faiz akan mengajaknya kemana malam ini, ia hanya ikut saja asal tak pulang pagi.
" terbang jam berapa besok Lo geng? " (kata Faiz)
" dapat penerbangan jam 10 gue, tapi harus berangkat pagi lah " (kata Zayn)
" kafe aja kalo gitu, gimana bro? " (kata Faiz)
" serah Lo aja gue bro " (kata Zayn)
Terlihat sepupunya hanya tersenyum kearahnya tanpa bertanya apapun lagi, setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai juga di suatu kafe yang lumayan elegan, setelah mendapatkan tempat yang pas mereka berdua memesan minuman serta makanan, selang beberapa menit akhirnya pesanan mereka datang.
" lumayan lah nih kafe dari pada stress di hotel " (kata Zayn)
" gue bilang juga apa, gak nyesel kan Lo ikut gue " (kata Faiz)
" Lo cuti berapa lama bos? " (kata Zayn)
" dua Minggu lah, tenang aja selama gue libur gue temanin Lo di sini " (kata Faiz)
" gue besok tapi gak balik kesini, mungkin sekitar dua hari lagi baru gue balik " (kata Zayn)
" lah Lo rute mana aja besok? " (kata Faiz)
" kota C, balik sini lagi baru kota C lagi, jadi gue besok di sana " (kata Zayn), " itu juga sekitar malem gue baru pulang kehotel " (kata Zayn lagi)
Sama seperti profesi yang lainnya, pilot pun memiliki jumlah jam kerja maksimal. Jam kerja seorang pilot sudah diatur bakunya, sebagaimana yang telah ditetapkan oleh International Civil Aviation Organization (ICAO). Seorang pilot memiliki maksimal Jadwal terbang yang telah ditetapkan dalam satu hari maksimal sembilan jam terbang, 30 jam dalam waktu 7 hari, 110 jam untuk 30 hari, dan 1050 jam dalam satu tahun. Dalam sehari terjadi 3.500 (pesawat) take off dan landing di Indonesia, khusus penerbangan domestik. Di samping jam terbang lanjutnya Maskapai yang menaunginya juga menetapkan ketentuan yang ketat menyangkut waktu istirahat pilot, yaitu 15 jam di home base dan 13 jam di kota destinasi.
" ikut aja lah Lo, masa Lo gak mampu beli tiket, tar di kota C gak ada temen gue, lagian sih Gibran ikut uncle Bara nengok bokap gue " (kata Zayn)
" ok lah gue ikut, gue booking tiket dulu, ini cuman demi nemanin Lo yang lagi galau ya, kapan lagi gue bisa liat Lo galau kaya gini, hahahahah " (kata Faiz)
" kampret Lo, girang amat liat gue galau " (kata Zayn)
" hahahaha, santai bro, ngomong-ngomong cewek-cewek di sana cantik-cantik juga kan bos? " (kata Faiz), " Mayan lah buat cuci mata " (kata Faiz lagi)
" cuci mata, cuci mata mah pake Aer, Lo pikir tuh cewek bisa Lo gosok di mata Lo " (kata Zayn)
" hahahahah, ya elah sensi amat Lo, ya Lo kan tau gue lama di laut baru pulang, udah lama gak liat cewek-cewek bohay " (kata Faiz)
" ya ya ya ya, Silaut Lo cuman bisa liat ikan duyung kan sama ikan paus, lagian kalo sekedar liat gak papa lah, asal jangan Lo pegang sama Lo coba " (kata Zayn)
" njie*r bisa juga Lo mikir gitu, normal lah gue " (kata Faiz)
" normal lah, tapi mau Lo kena penyakit kelam*n Gonta ganti Mulu " (kata Zayn)
" joyyyy amit-amit " (kata Faiz)
Zayn akhirnya bisa tertawa lepas karena tingkah sepupunya, sepupunya ini memang seorang pria sejati, ia kerap menghabiskan waktu dengan seorang gadis atau lebih di clubb malam saat sedang cuti seperti ini. Sampai saat ini Faiz belum mempunyai pasangan sama sepertinya, tetapi Faiz mempunyai alasan tersendiri kenapa sampai saat ini ia belum mau berkomitmen untuk berumah tangga, karena menurut sepupunya ini berumah tangga akan membuatnya terkekang & tidak bisa sebebas seperti sekarang.
" jadi nih Lo yakin bakal nikah?, kok Lo gak nolak sih?, kita seumuran loh, masih terlalu muda kalo harus menghabiskan waktu buat berumah tangga " (kata Faiz), " kalo gue jadi Lo bakal gue tolak mentah-mentah, ribet lah nikah sekarang " (kata Faiz lagi)
" ya Lo gak di posisi gue sih, makanya Lo bisa ngomong gitu, Lo pikir gue gak pingin nolak apa? " (kata Zayn)
" jadi gimana rencana Lo? " (kata Faiz)
" Renacana? " (kata Zayn sambil menaikan satu alisnya)
" ah elah Zayn kenapa Lo tiba-tiba jadi beg* gini sih, ya maksud gue emang Lo gak punya rencana, misalnya Lo bikin surat perjanjian gitu sama calon Lo, lagian kalian berdua gak sama-sama cinta ini kok " (kata Faiz), " sapa tau aja calon Lo udah punya pacar, gimana? " (kata Faiz lagi)
" terus apa gunanya tuh surat perjanjian? " (kata Zayn)
" astaga Lo kolot amat sih, kebanyakan nerbangin burung besi sih Lo, makanya sering-sering Lo nonton sinetron bro, gini nih kalo gak pernah nonton film, kurang ide " (kata Faiz)
" hahahaha, Lo tuh yang kebanyakan nonton sinetron makanya hidup Lo tuh derama Mulu " (kata Zayn)
" biarin mah derama yang penting hidup gue Heppy, gue saranin Lo ikutin jejak gue " (kata Faiz)
" ogah gue, Lo kadang menyesatkan " (kata Zayn)
" hahahah somplak " (kata Faiz)
__ADS_1
" udah lah gak usah Lo bahas lagi, yang jelas deal ya besok Lo juga terbang ke kota C " (kata Zayn)
" siap " (kata Faiz)
Beruntung malam ini ia bisa ditemani oleh Faiz, kehidupan sepupunya ini jauh berbeda dengan dirinya karena gaya hidup Faiz lebih bebas dari Zayn yang masih mengerti batasan-batasan.
# Humaira Shakila Najma
Humaira sedang menemani Gibran berjalan mengelilingi kota xxx malam ini, mereka berdua saat ini sedang berada di taman kota sambil menikmati es krim di tangan mereka masing-masing. Sudah berjam-jam setelah kakaknya sampai di kota D sampai saat ini belum sama sekali Zayn mengabari dirinya, jam telah menunjukkan pukul 08.00malam, Humaira cukup cemas dengan keadaan kakaknya yang saat ini ia yakini sedang teramat tertekan, diambilnya ponselnya di sakunya untuk menghubungi kakaknya.
📞 calling is my brother ♥️.....
*Tut....Tut....Tut....
" nelpon sapa Lo? " (kata Gibran)
" kak Zayn " (kata Humaira)
Telponnya tak kunjung di angkat oleh Zayn, ia mencoba menghubunginya sekali lagi.
" duh ngapain sih nih kak Zayn, kok gak ngangkat telpon gue " (kata Humaira dalam hati)
Merasa sangat ingin tau keadaan kakaknya ia terus menghubungi kakakanya.
📞 calling is my brother ♥️.....
*Tut....Tut...Tut...
" hallo, assalamualaikum " (kata Zayn menjawab)
" wa'allaikumsalam, kak lagi apa? " (kata Humaira)
" lagi di kafe dek sama Faiz nih " (kata Zayn)
" Lo sama kak Faiz kak?, ah syukurlah Lo ada temen di sana, agak khawatir gue sama Lo " (kata Humaira)
" iya sama Faiz gue, untungnya si kunyuk ini lagi cuti " (kata Zayn), " Lo mau ngomong sama Faiz gak dek? " (kata Zayn)
" boleh, mana kak Faiz nya kak? " (kata Humaira)
" nih " (kata Zayn)
" emmmm, apa dek?, kangen ya Lo sama gue? hahahah " (kata Faiz)
" sip, santai aja mumpung gue disini " (kata Faiz)
" Lo Ama kak Zayn, gue Ama kak Gibran dong disini " (kata Humaira)
" ah gila tuh bocah, mana dia?, ikut ngintilin bokap nyokapnya kesana kaya anak kecil " (kata Faiz)
" hahahaha, apaan bang, gue bukan ngintilin namanya gue diajak ya ikut lah gue, mumpung juga jomblo sapa tau Nemu cewek cakep disini " (kata Gibran yang ikut berbicara)
" anjie*r ambil kesempatan banget Lo, hahahahah " (kata Faiz)
" harus lah, ngomong aja Lo iri sama gue " (kata Gibran)
" iri banget gue sama Lo, eh balik Lo cepetan ya, besok gue mau ke kota C ikut Zayn" (kata Faiz)
" enak aja, gue belum puas kali disini bang, belum juga gua Nemu cewek cakep nih " (kata Gibran)
" tuh Huma cakep kan?, hahahah " (kata Faiz)
Mendengar obrolan kakak sepupunya di telpon membuatnya hanya menggelengkan kepalanya, obrolan antara pria dewasa yang hanya membahas seputaran tentang wanita.
" Huma cantik, tapi diakan adek kita bang, gila Lo, gak mungkin gue embat, mana masih bau ingus pula " (kata Gibran)
" hahahah, anjie*r Lo bedua sempat-sempatnya mikir Huma, gue gibang gimbal tuh rambut kalian berdua " (kata Zayn)
" Gil* gue dibilang bau ingus, amis dong gue, ya udah deh pada gak faedah ngobrolnya, udah dulu ya kak, da... " (kata Humaira)
Humaira tersenyum sambil meletakkan ponselnya kembali kedalam sakunya, sedang sepupunya Gibran masih cekikikan karena kata-katanya.
" masih ketawa Lo kak, kampret memang Lo ngatain gue bau ingus " (kata Humaira)
" hahahaha, dari pada gue bilang bau Pesing " (kata Gibran)
" ih parah " (kata Humaira)
" hahahah " (kata Gibran hanya tertawa)
" kak di kampus kakak ada jurusan apa aja kak? " (kata Humaira)
__ADS_1
" banyak lah, emang Lo mau ambil jurusan apa? " (kata Gibran)
" tapi Lo jangan bilang-bilang sama papi mami gue dulu ya kak, awas Lo kalo ngomong gue sumpahin gak bakal ada cewek yang mau sama Lo lagi " (kata Humaira)
" asem, ngeri amat tuh sumpah, iya deh gue janji " (kata Gibran)
" pengen jadi pengacara gue, ada gak jurusan hukum disana? " (kata Humaira)
" fakultas hukum, ada lah " (kata Gibran), " ya udah sih Lo daftar aja di kampus tempat gue kuliah, biar kita bisa barengan " (kata Gibran)
" awas Lo Ampe cuekin gue kalo gue udah daftar disana " (kata Humaira)
" astaga gak mungkin lah gue nyuekin sepupu cantik gue, udah daftar aja ya di tempat gue kuliah " (kata Gibran)
" ok lah " (kata Humaira)
" asik " (kata Gibran merangkul Humaira)
# Safitri
Jam telah menunjukkan pukul 09.00malam, ia masih duduk sambil mengobrol dengan suaminya beserta Bara & Widia, banyak hal yang mereka bahas setelah berbulan-bulan tak bertemu, bahkan mereka juga berencana akan mengadakan reonian bersama sahabat-sahabatnya, sudah sangat lama mereka tidak bertemu dengan formasi lengkap.
" jadi bener nih ya besok kita makan malem diluar bareng, terus anak-anak gimana? " (kata Widia)
" anak-anak udah gede yang, ngapain di pikir, lagian Gibran bisa jalan ini sama Huma, pasti Huma juga gak bakal keberatan nemanin Gibran " (kata Bara)
" sekali-sekali lah, kan kita udah lama gak ketemu " (kata Safitri)
" semangat banget sih mi pengen ngumpul " (kata Abimana)
" jarang-jarang Pi bisa ngumpul sama Widia sama Bara " (kata Safitri)
" wah jadi Lo diem-diem kangen gue juga ya Fit " (kata Bara tersenyum)
" aduh salah ngomong gue " (kata Safitri)
" enak aja asal ngomong Lo dek, mana bisa maminya Zayn kangen Lo, dia kangen Widia, jangan pede ya Lo " (kata Abimana)
" hahahahah, masih aja Lo cemburuan bang " (kata Bara)
" jelas lah, kan perasaan gue Ama bini gue masih sama kaya yang dulu & gak bakal berubah " (kata Abimana)
" cieh so sweet banget sih " (kata Widia)
Safitri hanya tersenyum sambil memeluk suaminya, suaminya memang tak pernah berubah masih tetap sama seperti beberapa puluh tahun lalu ketika masih sama-sama muda.
# Humaira Shakila Najma
" kak mampir ke rumah Bumi yuk? " (kata Humaira)
Entah mengapa ia sangat ingin sekali bertemu Bumi, sudah dari kemarin semenjak diumumkannya masalah perjodohan Zayn & Rindu sahabatnya itu tak menghubunginya, biasanya pada saat hari libur seperti hari ini Bumi akan datang kerumahnya untuk mengajaknya menghabiskan waktu weekend bersama.
" Lo pacaran dek sama Bumi? " (kata Gibran)
" gak lah, mana bisa gue pacaran sama Bumi, kan udah gue bilang kak dari jaman bahula, dari jaman gak enak sampe jadi sepet, gue gak bakal pacaran sama Bumi, kita mah sahabatan aja kali " (kata Humaira)
" tapi Lo kayaknya lagi kangen tuh sama Bumi " (kata Gibran)
Humaira tiba-tiba menjadi terdiam karena kata-kata kakak sepupunya, memang saat ini Humaira sedang merindukan Bumi, tapi rasa rindunya ini bukan karena ia mencintai Bumi melainkan karena Bumi adalah sahabatnya.
" ya gue emang kangen Ama Bumi, kangen Ama sahabat sendiri gak papa kali kak " (kata Humaira)
" Lo tuh cinta sama dia dek, udah lah ngaku aja, ayo gue anter kalo Lo emang kangen " (kata Gibran mengajaknya pergi)
Sekali lagi kata-kata Gibran membuatnya aneh, ia tak mungkin salah mengartikan hubungan mereka berdua selama ini karena selama ini Bumi adalah sahabat terbaiknya.
" kak, pulang aja gak jadi " (kata Humaira)
Mendengarkan kata-katanya kali ini Gibran hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, sedang Humaira hanya bis terdiam sambil berfikir, mengapa ia begitu merindukan Bumi saat ini.
Faiz
Zayn
Humaira
__ADS_1
Gibran