
#Humaira Shakila Najma
Bel pulang sekolah telah berbunyi ia buru-buru berjalan kearah luar gerbang untuk segera pergi ke rumah Bumi, dirinya amat sangat khawatir dengan keadaan Bumi yang tak kunjung memberikan balasan pesan darinya. Humaira mencoba menghubungi kembali Bumi untuk memastikan bahwa Bumi dalam kondisi baik-baik saja.
📞 calling is Bumi.S
*Tut....Tut...Tut....
Untuk kesekian kalinya sahabatnya tak menjawab panggilan telepon darinya.
" ok fix, Lo pasti kenapa-napa makanya Lo gak angkat n bales pesan gue, harus gue samperin nih anak jangan-jangan lagi sakit dia " (kata Humaira dalam hati sambil berjalan)
Saat ia sedang fokus berjalan dengan cepat ia malah menabrak seseorang yang membuatnya terpental mundur.
" astaga sorry Beib " (kata seorang siswi yang menabraknya)
Ia hanya terdiam menatap siswa dihadapannya yang barusan menabraknya yang tak lain adalah Kevin.
" kamu gak papa Beib? " (kata Kevin)
" oh,...gak papa, sorry ya gue duluan " (kata Humaira)
" buru-buru ya, mau aku anter Beib? " (kata Kevin)
Humaira melihat jam ditangannya, siang ini akan ada Bimbel disekolahnya, ia harus buru-buru ke rumah Bumi untuk melihat keadaan Bumi lalu ia harus buru-buru kembali ke sekolah lagi untuk mengikuti Bimbel.
" ayo aku anter aja " (kata Kevin)
" Lo beneran mau ngantar gue? " (kata Humaira)
" astaga, iya beb aku anter deh, emang mau kemana sih Huma sayang? " (kata Kevin)
" ke rumah Bumi " (kata Humaira), " kalo Lo gak keberatan boleh deh anterin gue " (kata Humaira lagi)
" ok " (kata Kevin)
Humaira akhirnya pergi ke rumah Bumi bersama Kevin dengan mengendarai motor milik Kevin mereka berdua melesat menjauh melewati jalan raya.
" emang mau ngapain sih ke rumah Bumi beib? " (kata Kevin sedikit berteriak)
" mau mastiin kenapa dia gak masuk " (kata Humaira)
" oh gitu, emang gak ada ngubungin gitu? " (kata Kevin)
" enggak " (kata Humaira sambil menggelengkan kepalanya)
Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai juga di rumah Bumi, ia segera menekan tombol bel pintu rumah Bumi, berkali-kali ia menekan bel pintu tapi tak juga ada yang membukakan pintu, ia lalu mencoba menghubungi Bumi kembali, diambilnya ponselnya yang berada di dalam tasnya.
📞 calling is Bumi.S.....
*Tut......Tut....Tut.....
# Bumi Samudera
Bumi saat ini berada di kamarnya bersama dengan kakaknya Rindu masih asik membahas perihal pendidikannya, bel pintu terdengar berbunyi bersamaan dengan ponsel miliknya.
📞 panggilan masuk Humaira.S....
" Huma, pasti Lo yang sekarang ada dibawah sana, sorry gue harus menghindar, bukan Karena gue gak sayang Lo tapi gue lakuin ini karena gue sayang banget sama Lo, suatu saat nanti kalo gue sudah bisa move on dari Lo, pasti gue bakal balik jadi Bumi sahabat baik Lo lagi " (kata Bumi)
Saat kakaknya akan berdiri untuk pergi kebawah membukakan pintu tersebut Bumi menarik tangan Rindu.
" kak please kalo itu Huma bilang aja gue gak ada di rumah " (kata Bumi)
" dek " (kata Rindu)
" please, sekali ini aja kak bantu gue " (kata Bumi)
" tapi kalo Huma tanya kamu kemana gimana dek? " (kata Rindu)
" Lo bilang aja gue lagi keluar kota, kemana kek, atau Lo bilang aja gue lagi ikut touring club motor gitu " (kata Bumi)
" hemmmm, ok " (kata Rindu)
Bumi tau pasti Humaira saat ini sangat khawatir dengan dirinya karena menghilang tanpa kabar selama dua hari, bahkan Bumi juga dengan sengaja tidak membaca maupun membalas pesan WhatsApp dari Humaira bahkan Bumi juga tak kunjung menjawab telpon dari Humaira.
" maafin gue Huma, gue gak bisa kalo terus-terusan deket sama Lo, gue gak bisa bohongi perasaan gue kalo gue sebenernya cinta sama lo, sekarang kenyataannya kita bakal jadi keluarga jadi lebih baik gue pergi dari Lo " (kata Bumi dalam hati)
Seberapapun sakit yang ia rasakan saat ini ia yakin suatu saat pasti akan hilang, meskipun ia berjuang untuk bersama Humaira itu juga akan sia-sia karena selama ini Humaira hanya menganggap dirinya sebagai sahabat saja.
# Humaira Shakila Najma
Sudah sepuluh menit ia berdiri didepan pintu rumah Bumi sambil terus menekan bel pintunya, terdengar suara jawaban dari arah dalam & tak lama pintu pun terbuka lebar, Humaira celingukan melihat kesegala arah karena kecewa bukanlah Bumi yang membukakan pintu tersebut melainkan Rindu.
" eh Huma, kenapa dek? " (kata Rindu), " yuk masuk " (kata Rindu)
" enggak kak disini aja Bentaran aja kok, Bumi mana kak? " (kata Humaira)
__ADS_1
" Bumi keluar kota dek, ikut touring dia, biasa club motor " (kata Rindu)
" astaga pantesan ditelpon gak diangkat di wa gak dibaca, kecebong memang tuh bocah, awas aja kalo balik " (kata Humaira)
" loh emang Bumi gak ada ngomong sama kamu dek? " (kata Rindu)
" gak kak " (kata Humaira), " oh iya kak, kenalin ini temen Huma namanya Kevin " (kata Humaira)
" oh ini yang namanya Kevin " (kata Rindu), " hai Kevin " (kata Rindu menyapa)
" iya kak " (kata Kevin)
" ya udah kalo gitu kak Huma mau balik aja ke sekolah, soalnya mau bimbel bentar lagi " (kata Humaira)
" ok dek, hati-hati ya " (kata Rindu)
Setelah berpamitan ia & Kevin segera pergi meninggalkan rumah Bumi masih dengan menaiki motor milik Kevin lagi.
" lega gue denger Bumi baik-baik aja, tapi kebangetan tuh bocah gak ngabarin gue kalo mau pergi touring " (kata Humaira dalam hati)
Tak menunggu lama akhirnya mereka berdua telah sampai kembali disekolahnya, beruntung seorang Kevin yang selam ini sangat ia benci akhirnya bisa ia andalkan.
" makasih ya Kev Lo udah anter gue kerumahnya Bumi, kalo gak ada Lo mungkin gue bakal telat nih balik ke sekolah " (kata Humaira)
" it's okay Beib, buat Huma apapun bakal Kevin lakuin " (kata Kevin)
" ais mulai lagi gombal " (kata Humaira pergi meninggalkan Kevin)
" lah kok ditinggal sih " (kata Kevin)
Humaira terus berjalan menuju kelasnya tanpa menghiraukan Kevin, sedang Kevin terus mengejar dibelakang Humaira.
" Huma, tunggu Beib " (kata Kevin yang saat ini sudah berhasil berjalan beriringan dengan Humaira)
" Lo kalo mau temenan Ama gue jangan terlalu gombal gitu Kev gue orangnya gampang ilfil " (kata Humaira)
" Hem, jadi mesti gimana dong? " (kata Kevin)
" ya Lo biasa aja kaya Lo ke temen-temen Lo gimana " (kata Humaira)
" ok...ok " (kata Kevin tersenyum), " Huma mau gak tar pulang bimbel bareng " (kata Kevin)
" emmm, ok lah anggap aja balasan karena Lo tadi udah bantu anter gue kerumahnya Bumi " (kata Humaira tersenyum)
" yes " (kata Kevin senang)
# Rindu Mentari
Rindu berjalan manaiki anak tangga kembali menuju kamar adiknya Bumi, ia yakin jika Bumi mengetahui dengan siapa Humaira datang tadi pasti seketika Bumi akan menjadi kesal, Bumi kerap curhat dengannya perihal Kevin sang Playboy yang menjadi saingan Bumi selama ini, meskipun Bumi selalu menyarankan Humaira untuk memberikan Kevin kesempatan sebenarnya Bumi tak benar-benar serius memberikan saran tersebut, adiknya itu hanyalah memastikan jika Humaira tak pernah sedikitpun mempunyai perasaan dengan Kevin.
" dek kakak masuk ya " (kata Rindu)
Dilihatnya adiknya masih tetap berada ditempat yang sama seolah tak bergerak sedikitpun sedari tadi.
" Hem, dek kamu yakin nih bakal ninggalin Huma? " (kata Rindu)
Bumi hanya menganggukkan kepalanya saja, melihat itu Rindu semakin merasa bersalah.
" dek kalo kamu ninggalin Huma, kamu rela kalo Huma jadi sama Kevin? " (kata Rindu)
" maksud kakak apa? " (kata Bumi)
" ya itu tadi Huma Dateng kesini bareng Kevin, saingan kamu " (kata Rindu), " kakak yakin Humaira pasti lama-kelamaan bakal luluh sama Kevin kalo terus sama kevin, emang kamu rela kalo Huma sama Kevin? " (kata Rindu)
" serius dia datang sama Kevin?, ah apa-apaan sih Huma, baru sehari gak ada gue malah Deket Ama playboy cap kurap, emang gak ada yang lain apa yang bisa nganter kesini " (kata Bumi kesal)
" kamu sok mau ngindar, denger nama Kevin aja kamu udah kebakar api cemburu, udah kaya kebakaran jenggot aja " (kata Rindu)
Rindu melihat intens kearah Bumi yang tiba-tiba tak bisa mengontrol amarahnya, adiknya ini saat ini telah berguling di atas tempat tidurnya sambil berteriak-teriak mengumpat kesal.
" dek kenapa kita harus dihadapkan masalah serumit ini ya, kakak jadi bingung harus gimana gak bisa bantu kamu, kakak cuman bisa minta maaf sama kamu" (kata Rindu)
Bumi akhirnya bangkit & duduk disebelahnya, terlihat jelas saat ini ia sangat kacau balau, sakit yang Bumi rasakan saat ini karena perjodohan yang tak pernah rindu inginkan.
" hufft, kak kalo gue bilang gue baik-baik aja sekarang jujur itu bohong, sakit kak, tapi kita harus gimana?, Lo juga harus tetep nikah sama kak Zayn, satu hal yang gue yakin suatu saat nanti rasa sakit yang gue rasa sekarang pasti akan hilang seiring waktu berjalan " (kata Bumi)
" kalo bisa milih mending kakak gak usah nikah sama kak Zayn, kakak sama sekali gak cinta sama kak Zayn, sama yang kaya kamu bilang kita harus gimana?, karena mau gak mau kakak harus tetep nikah sama kak Zayn " (kata Rindu)
" ya udah kita terima aja nasib kita kak, aku belajar move on dari Huma terus Lo belajar cinta sama kak Zayn, gue rasa ini impas " (kata Bumi tersenyum)
# Abdul Zayn Mikail
Sore ini ia sudah berada di kota D kembali setelah beberapa jam yang lalu pesawatnya berhasil mendarat dengan baik, ia telah bertemu dengan sepupunya Faiz yang akan ikut terbang bersama dengannya ke kota C meskipun Faiz tak akan duduk bersamanya didalam kokpit karena Faiz akan duduk di bangku penumpang.
Penerbangan ke kota C masih beberapa jam lagi sehingga saat ini Zayn masih bisa bersantai-santai bersama Faiz sambil mengobrol, terlihat sepupunya ini sesekali bermain mata menggoda para pramugari yang berada disekitar bandara, Zayn hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sepupunya ini.
" g*la pramugari disini cantik-cantik juga ya, mana pahanya mulus-mulus pula, ngomong-ngomong ada yang jomblo gak ya bos? " (kata Faiz)
__ADS_1
" otak Lo kenapa sih gak jauh-jauh dari selangkan*an, ah jangan sampe gue ketularan Lo bro, gak tau jadi apa gue kalo sampe kaya Lo, mana gue punya adek cewek " (kata Zayn)
" hahahahha, Lo bisa di dor sama bokap Lo bro, untung gue gak punya sodara cewek " (kata Faiz)
" Salamin gue dong bro sama yang itu tuh " (kata Faiz menunjuk kearah salah satu pramugari)
" tar gue salamin " (kata Zayn)
" baik memang sepupu gue satu ini, sekalian ya no wa nya bro " (kata Faiz)
" ogah gue, tar dikira gue yang mau " (kata Zayn)
" tau deh yang artisnya bandara " (kata Faiz tersenyum)
#Bumi Samudera
Dibalik nama kontak Humaira yang Bumi simpan dengan nama "Humaira.S" alih-alih menyingkat nama tengah sahabatnya Shakila menjadi S selama ini sebenarnya karena Bumi beranggapan S artinya sayang, begitu juga nama kontak Bumi yang berada di ponsel milik Humaira yang di simpan dengan nama "Bumi.S", meskipun sahabatnya menyingkat namanya dengan benar S adalah Samudera tapi tetap saja selama ini ia beranggapan jika "Bumi.S" kepanjangan dari Bumi Sayang, itulah kehaluan yang selama ini Bumi pikiran.
Bumi hanya mendengus kasar, inilah akhirnya ia harus membuat dirinya sadar jika yang ia pikirkan tentang singkatan nama pada kontak masing-masing dari mereka bukanlah sayang melainkan kepanjangan mereka masing-masing.
" ok dunia halu gue sekarang, Lo harus pergi jauh-jauh " (kata Bumi dalam hati)
Bumi saat ini telah duduk sendiri di kamarnya sambil memainkan ponselnya kembali, mengingat setiap kejadian-kejadian yang ia lewati bersama Humaira, waktu begitu cepat berlalu sampai akhirnya ia harus pergi jauh untuk melupakan Humaira cinta pertamanya.
# Safitri
Malam ini ia beserta suami & para sahabatnya merencanakan untuk makan bersama diluar, setelah lama tak berkumpul bersama akhirnya malam ini mereka akan bersama kembali. Ia & Widia sudah sepuluh tahun tugas terpisah semenjak suaminya yaitu Bara harus pindah tugas ke kota D sehingga Widia juga meminta di mutasi pindah tugas di kota yang sama dimana Bara berada, awalnya Safitri agak kecewa karena harus terpisah dengan Widia.
" sayang jam berapa kita berangkat? " (kata Safitri)
" habis magrib aja gimana sayang? " (kata Abimana)
" ya udah kabarin deh yang lain bang " (kata Safitri)
" Bara sama Widia juga masih di rumah abangnya Widia kan sayang? " (kata abimana)
" iya Pi, tadi sih katanya malam mau nginap di sana , oh iya Pi Huma katanya balik bareng temannya aja gak usah dijemput " (kata Safitri)
" bareng Bumi kan mi? " (kata Abimana)
" gak Pi, katanya Kevin namanya " (kata Safitri)
" kok papi baru denger tuh namanya " (kata Abimana), " tapi bukan pacarnya adek kan mi? " (kata Abimana)
" Kayaknya bukan sih Pi " (kata Safitri)
" kok kayaknya " (kata Abimana), " ya udah papi tunggu dibawah aja mau langsung papi tanya tar kalo datang " (kata Abimana keluar)
Safitri hanya menggelengkan kepalanya karena suaminya oper protektif jika menyangkut Humaira.
# Abimana Prasetiya
Baru saja ia duduk didepan rumahnya tak lama terlihat anak gadisnya pulang dengan diantar oleh seorang pemuda seumuran dengan anaknya, ia masih tak ingin anak gadisnya ini mempunyai pacar karena bagi Abimana anak gadisnya ini masih terlalu kecil untuk mengenal cinta.
" assalamualaikum Pi " (kata Humaira)
" assalamualaikum om " (kata pemuda tersebut)
" wa'allaikumsalam " (kata Abimana)
" papi tumben duduk di sini? " (kata Humaira)
" papi sengaja nunggu Huma disini, hemm, ini ngomong-ngomong siapa ya? " (kata Abimana)
" oh iya kenalin Pi ini teman Huma namanya Kevin " (kata Humaira)
" kenalin om nama saya Kevin " (kata Kevin bersalaman)
" beneran cuman temen kan, soalnya selama ini Huma cuman bareng Bumi loh kemana-mana,ini kok tiba-tiba sama kamu sih " (kata Abimana)
" is papi apaan sih, ya iyalah cuman temen " (kata Humaira)
" eh iya om cuman temen kok " (kata Kevin)
" kamu sebagai temannya Huma sudah tau kan kalo Huma ini belum boleh punya pacar, jadi kalo mau temanan sama Huma jangan modus " (kata Abimana)
" i...iya om, kalo gitu saya permisi om " (kata Kevin)
Setelah Kevin pergi anak bungsunya malah tertawa terbahak-bahak sambil menggandeng Abimana.
" hahahahah, papi liat gak mukanya Kevin pucat gara-gara papi, ah papi deh ada-ada aja " (kata Humaira)
" tuh bocah naksir kamu kan dek? " (kata Abimana)
Anak gadisnya ini hanya manggut-manggut saja memberi Jawaban.
__ADS_1
ini Huma & Bumi