Polwan Cantik

Polwan Cantik
#72 SEASON 2


__ADS_3

" kak mau kemana? " (kata Safitri)


Saat ini ibunya tengah sibuk mempersiapkan acara pernikahannya yang akan segera dilaksanakan esok hari. Ia tiba-tiba berhenti & menoleh kearah ibunya, ibunya menggunakan pakaian adat lengkap saat ini terlihat cantik & anggun dengan riasan baju jawa, melihat ibunya sudah serapi ini ia bertanya-tanya mengapa ibunya memakai baju adat seperti ini,


" mau kerumah Rindu mi, kenapa mi?, ada yang mau dititip? " (kata Zayn)


" kamu gak boleh kesana kak " (kata Safitri)


Zayn terkejut dengan kata-kata ibunya, mendengar hal tersebut ia nampak kebingungan, tak mungkin jika setelah ia & Rindu pergi orang tua mereka terlibat salah faham pikirnya.


" kenapa mi?, siapa yang gak ngebolehin Zayn kesana? " (kata Zayn)


" mami lah " (kata Humaira)


" loh kok gitu? " (kata Zayn)


" ya emang udah aturannya gitu kak, kamu gak boleh ketemu dulu sama Rindu " (kata Safitri)


" ya gak bisa gitu lah mi " (kata Zayn agak kesal)


" ya bisa lah " (kata Humaira)


" terus Zayn sama Rindu jadi nikah gak besok? " (kata Zayn)


" ya tetep jadi lah kak, kamu gimana sih kan kamu sendiri yang udah setuju buat nikah " (kata Safitri)


" terus kenapa Zayn gak boleh ketemu Rindu hari ini mi? " (kata Zayn)


" kak Rindu itu lagi dipingit kak, makanya gak boleh ketemu lo, mana hp lo? " (kata Humaira)


Zayn dengan polosnya memberikan ponselnya kepada Humaira, ia masih tak mengerti maksud dari perkataan ibunya serta adiknya yang mengatakan bahwa calon istrinya saat ini sedang di pingit sehingga ia tidak boleh pergi menemui Rindu.


" maksudnya dipingit? " (kata Zayn)


" ih banyak tanya lo, nurut aja napa sama orang tua kak, kalo lo bawel gak jadi dinikahin tar lo " (kata Humaira)


" enak aja " (kata Zayn)


" hahahaha, gagalin aja mi kalo kak Zayn bawel-bawel " (kata Humaira)


" husttt, jangan sembarangan ah kalo ngomong " (kata Safitri)


" tau nih " (kata Zayn sewot)


" dih ngebet banget lo pengen nikah sama kak Rindu? " (kata Humaira)


" sewot " (kata Zayn pada Humaira), " mi gak bisa ya gak usah pake acara pingit-pingitan? (kata Zayn pada ibunya)


" gak bisa kak itu sudah jadi adat istiadat sebelum acara pernikahan dilaksanakan " (kata ibunya menjelaskan)


Zayn masih tetep berdiri di tempat merasa tak mengerti dengan kata-kata kedua orang terkasihnya yang ada di hadapan, jika ia akan menikah dengan Rindu esok mengapa ia harus dilarang untuk bertemu Rindu hari ini pikirnya.


" ya udah ya gue mau naik keatas dulu, deeeeeee " (kata Humaira)


" eh hp gue dek " (kata Zayn)


" hp lo gue sita dulu biar gak ganggu kak Rindu yang lagi di pingit " (kata Humaira)


" apaan sih, enggak ah, kalo lo ambil gue gak bisa hubungi Rindu dek " (kata Zayn)


" no " (kata Humaira berlari masuk kedalam kamarnya)


Zayn hanya mendengus kesal sambil berkacak pinggang karena tingkah adiknya yang semena-mena membawa kabur ponsel miliknya, adiknya sengaja menjahili dirinya agar tak bisa menghubungi Rindu dengan membawa kabur ponselnya.


" dek lo kalo mau hp gue beliin yang baru tapi jangan hp gue " (kata Zayn berteriak)


" jangan pemborosan " (kata Safitri)


" mi ini apa sih maksudnya mi?, Zayn masih gak ngerti loh, kenapa Zayn gak boleh ketemu Rindu, kenapa Rindu dipingit?, apa itu dipingit? " (kata Zayn)


Ibunya hanya tersenyum kepadanya & menggandengnya ke arah tempat duduk yang berada diruang keluarga.


" sini duduk dulu " (kata Safitri)


Zayn mengikuti ibunya yang mengajaknya untuk duduk terlebih dahulu, Ibunya adalah salah satu sosok wanita yang paling bisa membuat dirinya tenang, sifatnya yang lemah lembut sangat menyejukkan hati.


" kamu mau ngapain ke tempat Rindu kak? " (kata Safitri)


" mau mastiin dia udah makan sama minum obat atau belum mi, soalnya dari tadi Zayn telpon sama Wa gak di bales " (kata Zayn)


" Rindu gak bakal balas pesan kamu, dia juga gak bakal angkat telepon dari kamu nak soalnya memang gak boleh " (kata Safitri tersenyum)


" kenapa Rindu dilarang terima telpon dari Zayn mi?, apa ada masalah lagi semalem habis Zayn sama Rindu pulang? " (kata Zayn)


" enggak kak " (kata Safitri)


" terus mi kenapa Rindu gak boleh angkat telepon dari Zayn sama balas pesan dari Zayn? " (kata Zayn)


" Rindu lagi di pingit kak, jadi itu salah satu tradisi dalam proses pernikahan adat Jawa, di mana calon pengantin perempuan dilarang ke luar rumah atau bertemu calon pengantin laki-laki selama waktu yang ditentukan. Biasanya, keduanya nggak boleh bertemu sampai acara pernikahan tiba " (kata Safitri)


" astaga, emang tradisi kaya gitu juga wajib di lakuin ya mi? " (kata Zayn)


" iya lah kak, dulu mami sama papi juga gitu sayang " (kata Safitri)


" termaksud teleponan? " (kata Zayn)

__ADS_1


" iya nak " (kata Safitri)


" jadi Huma ambil hp Zayn biar gak bisa ngubungin Huma? " (kata Zayn)


" iya kak, soalnya percuma juga kamu hubungin Rindu soalnya gak bakal di jawab nak " (kata Safitri)


" ah ribet banget sih mau nikah aja, jadi beneran nih Zayn gak boleh ketemu Rindu? " (kata Zayn)


" ya beneran lah kak " (kata Safitri)


" ya udah lah Zayn balik kamar aja mi " (kata Zayn)


" kak ada baju kamu udah mami gantung buat kamu pake " (kata ibunya)


Karena ia tak boleh pergi untuk menemui Rindu, Zayn akhirnya naik kembali kedalam kamarnya, didalam pikirannya masih terus bertanya-tanya mengapa ia harus melakukan tradisi adat seperti ini sebelum menikah padahal pernikahannya dengan Rindu akan dilaksanakan esok hari.


Setelah berada di kamar Zayn merebahkan tubuhnya diatas tempat tidurnya, ditatapnya langit-langit dikamarnya, bayangan Rindu tiba-tiba muncul didalam ingatannya, Zayn seolah-olah terngiang-ngiang suara wanita pujaan hatinya ditelinganya, ia segera bangkit dari tidurnya & duduk di tepi ranjangnya.


" ah gak bisa gini nih, gue harus bisa VC sama Rindu " (kata Zayn berbicara sendiri)


Zayn akhirnya memutuskan untuk pergi keluar kamarnya menuju kamar Humaira untuk meminta ponsel miliknya yang telah disita oleh Humaira, sesampainya ia didepan kamar Humaira ia langsung mengetuk pintu kamar adiknya tersebut.


Tok...tok..tok (suara ketukan pintu)


" dek,....dek....Huma " (kata Zayn sambil mengetuk pelan)


Saat pintu terbuka adiknya muncul dari balik pintu kamarnya sambil tersenyum. Zayn berusaha membujuk Rindu agar memberikan ponsel miliknya.


" apa kak? " (kata Humaira)


" mana hp gue? " (kata Zayn)


" no, no, no, lo gak boleh megang hp " (kata Humaira)


" dek please dek, gue mau ngubungin Rindu " (kata Zayn)


" percuma kak gak bakal diangkat " (kata Humaira)


" ya udah tolong aja lo yang telponin dek " (kata Zayn)


" gak ah " (kata Humaira)


" please dek tolong please " (kata Zayn)


Zayn sepertinya sangat merindukan calon istrinya tersebut, baru satu hari ini ia tak melihat Rindu tapi ia merasa sangat gelisah.


" gue beliin lo hp keluaran terbaru deh " (kata Zayn)


" nyogok ya? " (kata Humaira)


" sama aja kali kak " (kata Humaira)


" dek please ya bantu gue " (kata Zayn)


" oke gue tes, ayo masuk " (kata Humaira)


Zayn tersenyum karena akhirnya Humaira luluh dengan bujuk rayunya, Zayn ikut masuk kedalam kamar Humaira & duduk di pinggir ranjang Humaira, adiknya duduk diatas ranjangnya sambil memencet-mencet ponsel miliknya mencoba menghubungi Rindu.


" kak gak diangkat loh " (kata Humaira)


" coba lagi dek sampe diangkat " (kata Zayn)


" oke siap, demi hp baru, hahahaha " (kata Humaira)


" dasar " (kata Zayn)


Ia masih terus menunggu Humaira menghubungi Rindu meskipun tak kunjung mendapatkan jawaban.


# Humaira Shakila Najma


Saat ini ia berusaha menghubungi Rindu atas permintaan kakaknya, ia tersenyum karena melihat kakaknya sedang terserang penyakit malarindu, Zayn nampak gelisah karena tak mendengar kabar dari Rindu.


" kak gak diangkat " (kata Humaira)


" terus dek sampe di angkat " (kata Zayn)


" ehhh, sssttttt diangkat nih " (kata Humaira)


Panggilan teleponnya akhirnya diangkat juga oleh Rindu, Humaira berusaha mencari alasan karena telah menelpon Rindu.


📞 Calling is kak Rindu.....


" hallo, assalamuallaikum kak " (kata Humaira)


" waallaikumsalam " (kata suara diseberang telpon)


" Bumi " (kata Humaira)


" apa? " (kata Bumi)


Humaira menepuk jidatnya reflek karena yang menjawab panggilan telepon darinya adalah Bumi, Humaira menoleh kearah Zayn yang sedang tak sabar menunggu kabar Rindu, Humaira menutup suara speakernya agar Bumi tak mendengar suara pembicaraan mereka berdua.


" kenapa dek? " (kata Zayn)


" Bumi kak yang jawab telponnya " (kata Humaira)

__ADS_1


" Rindu mana? " (kata Zayn)


" sssttt, tar gue tanya dulu " (kata Humaira)


Humaira kembali lagi melanjutkan teleponnya kepada Bumi untuk bertanya tentang keberadaan Rindu.


" Hallo mak, kenapa lo nelpon? " (kata Bumi)


" kak Rindunya mana? " (kata Rindu)


" lagi acara siraman disini " (kata Bumi)


" kak Rindu lagi siraman, ya udah deh entar aja " (kata Humaira)


" apaan sih, lo mau ngomong ama kak Rindu? " (kata Bumi)


" iya Bumi " (kata Humaira)


" mau ngomong apa?, tar gue sampein " (kata Zayn)


" ini urusan cewek ya, lo mau tau aja, ya udah deh bay " (kata Humaira)


Humaira menutup ponsel miliknya, Zayn menatap Humaira dengan penuh tanda tanya, melihat wajah Zayn yang terlihat nampak serius ia justru ingin tertawa.


" kak tolong ya muka lo biasa aja " (kata Humaira)


" itu kenapa tadi? " (kata Zayn)


" kata Bumi kak Rindunya lagi acara siraman kak " (kata Humaira)


" jam berapa selesainya? " (kata Zayn)


" mana gue tau kak, udah sih kita tunggu aja nanti " (kata Humaira)


" gue pengen tau kabarnya Rindu dek " (kata Zayn)


" lo kangen kak? " (kata Humaira)


" ya gitu lah " (kata Zayn malu-malu)


Humaira tertawa mendengar kakaknya malu-malu mengakui bahwa dirinya saat ini benar-benar sedang malarindu.


# Abdul Zayn Mikail


Ia nampak kecewa karena tak mendengar kabar dari Rindu, mengapa ia di persulit seperti ini padahal ia hanya ingin mendengar kabar dari Rindu pikirnya Zayn.


" apa lagi itu siraman? " (kata Zayn bertanya pada Zayn)


" mana gue tau kak, lo tanya aja sama mami di bawah " (kata Humaira)


" bisa gila gue dek sehari gak denger kabar Rindu " (kata Zayn)


" lebay lo, besok lo juga udah ketemu kali, gak usah derama " (kata Humaira sewot)


" ah lo mah gak bakal ngerti yang gue rasain sekarang " (kata Zayn)


" bucin amat sih lo kak, gak usah lebay ya, udah lah terima aja udah nasib lo, lagian lo denger kan kata mami lo gak bakal bisa ngomong sama kak Rindu selama kak Rindu di pingit " (kata Humaira)


" au ah males gue, lagian Rindu di sana siraman kenapa gue di sini enggak? " (kata Zayn)


" emang lo tau kalo lo gak bakal siraman, tuh di luar juga udah ada persiapan buat acara adat siraman lo kak " (kata Humaira)


" oh good, kenapa ribet banget sih " (kata Zayn menepuk jidatnya)


" lo mau nikah gak?, kalo lo mau nikah ya udah ikutin aja semuanya, lagian sehari ini doang kok " (kata Humaira)


Zayn berdiri meninggalkan Humaira keluar dari kamarnya tanpa berkata apa-apa lagi, Humaira menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kakaknya yang saat ini terlihat sangat gelisah, saat kakaknya berada didepan pintu dirinya berteriak untuk mengingatkan kakaknya tentang janjinya.


" kak jangan lupa ya janji lo " (kata Humaira berteriak dari arah kamarnya)


" iya, habis gue nikah lo bisa pilih hp tipe apa yang lo mau " (kata Zayn agak nyaring)


Setelah kakaknya pergi keluar & menutup pintu kamarnya, Humaira loncat kegirangan mendengar jawaban kakaknya, Zayn memang tak pernah ingkar janji.


# Safitri


Pagi ini ia sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk acara adat siraman putranya, acara siraman akan diadakan sebentar lagi, Zayn tak mengetahui tentang acara siraman yang akan dilakukan untuknya pagi ini,


saat ia akan bersiap memanggil Zayn tiba-tiba putranya turun dari arah atas, Ia tersenyum melihat anak sulungnya yang barusan berjalan mendekat kearahnya dengan wajah kusut tak bersemangat.


" kak kamu siap-siap gih " (kata Safitri)


" mau kemana mi? " (kata Zayn)


" kamu mau siraman juga nak " (kata Safitri)


" Zayn siraman juga mi?, Zayn pikir Rindu aja yang siraman " (kata Zayn)


" iya lah kak kamu siraman juga, ya udah deh sana siap-siap " (kata Zayn)


Prosesi siraman merupakan salah satu bagian dari pernikahan adat Jawa yang tidak pernah dilewatkan, Upacara siraman adat Jawa ini merupakan simbol untuk meluruhkan segala hal negatif dari diri calon pengantin sehingga bisa masuk ke gerbang pernikahan dengan diri yang sudah suci kembali.


Setelah berganti baju Zayn turun kembali kebawah dengan pakaian adat jawa berwarna hijau tua, Safitri segera mengajak Zayn untuk keluar rumah bersama-sama. Siraman selalu dilakukan sebelum mengawali proses periasan pengantin. Dalam upacara ini, terdapat banyak makna serta simbolis yang berisikan makna kehidupan bagi pasangan pengantin.


Prosesi siraman biasanya dilakukan pada pukul 10.00 - 15.00, sehari sebelum dilakukannya ijab kabul. Pada waktu ini diyakini sebagai saat ketika bidadari turun ke bumi untuk mandi. Selama proses siraman berlangsung, dilantunkan doa-doa guna memohon keselamatan dan anugrah.

__ADS_1


Sudah ada suaminya duduk di depan untuk melakukan acara sungkeman sebelum melakukan acara siraman, suaminya tersenyum kearahnya, hari ini bukan hanya suaminya yang bahagia ia juga bahagia karena akhirnya anaknya besok akan ia nikahkan.


__ADS_2