Polwan Cantik

Polwan Cantik
#105 SEASON 2


__ADS_3

#Aryan Gibran Alaric


Melihat dua pasang couple yang berada di dekatnya, Gibran semakin merasa dirinya menjadi jomblo yang benar-benar tak berdaya. Meskipun dua pasangan yang berada di dekatnya tersebut tak melakukan hal-hal yang membuat dirinya baper.


Saat melihat masing-masing pasangan tersebut saling melempar senyum & saling pandang ia merasa hatinya meronta-ronta. Tak jarang ia menjadi lebih sensitif saat ditanya atau diajak berbicara.


Jam telah menunjukan pukul 08.30 malam, rencananya mereka semua akan tidur di rumah Zayn malam ini termaksud Desta, Gibran & Desta akan sekamar malam ini, sedang Humaira akan tidur sendiri di kamarnya.


Rumah kakak sepupunya ini lumayan sangat besar, sangat nyaman & tempatnya juga sangat strategis, dengan letaknya yang lumayan dekat dengan kampus ini juga sangat memudahkan istrinya saat akan pergi ke kampus. Saat ini mereka berlima masih asik mengobrol diruang tamu sambil tertawa bersama.


Gibran menatap kearah kakak sepupunya yang terlihat sangat kecintaan sekali dengan istrinya, kemanapun istrinya melangkah ia pasti akan mengikuti istrinya tersebut, menyaksikan kebucinan kakak sepupunya tersebut ia sangat tak percaya bahwa itu adalah Zayn yang ia kenal.


" bang tolong hormati kita yang belum merid bang, kenapa sih mepet mulu " (kata Gibran)


"ih apa sih kak Gibran sewot banget " (kata Humaira)


" tau nih, sensi mulu dari tadi, lagian gue mau mepetin Rindu kaya apa juga sah aja kali, kan dia bini gue, lagian bini gue juga gak keberatan tuh " (kata Zayn)


" iya tau nih " (kata Humaira)


" ya gak keberatan lah orang cuma duduk di sebelah lo, di tindis lo aja tiap malam dia gak keberatan pasti malah ketagihan hahahah " (kata Gibran tertawa)


" Gibran " (kata Rindu malu)


" dasar lo fiktor, bikin kuping gue ama bang Desta yang masih suci ini ternodai ama omongan lo aja kak " (kata Humaira mendorong tubuh Gibran)


" kampret, kuping lo ama kuping Desta sok sok suci amat " (kata Gibran)


" dokter cabul lo, mikir jor*k, tuh di samping lo anak dibawah umur lo" (kata Zayn)


" asem, gue udah 17 tahun loh ya " (kata Humaira)


" sama aja lo masih kecil, gak malu lo masih bau kencur udah punya pacar " (kata Gibran)


" lo aja dulu SMP udah banyak cewek lo Gib, hahahaha " (kata Zayn), " ya kan Des? "(kata Zayn kepada Desta)


" setau gue sih iya bang " (kata Desta)


" Ampun deh salah omong gue, hahahaha " (kata Gibran)


Gibran hanya menepuk jidatnya merasa dirinya dikeroyok oleh Zayn & Humaira, dua lawan satu, ia kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tertawa.


" wleeee, dasar munak lo kak " (kata Humaira kepada Gibran sambil memegang tangan Desta)


" eits lepas-lepas " (kata Gibran melepaskan tangan Humaira & Desta), " apaan mau mesra-mesraan di depan gue, lagian bang Zayn juga pasti gak setuju liat lo pegang-pegangan gini " (kata Gibran)


" masa pegangan aja gak boleh sih " (kata Humaira)


" apaan mau pegangan tangan,lo pikir lo mau nyebrang jalan ama Desta " (kata Gibran)


Saat ini ia serta Humaira & Desta duduk di hadapan Zayn & istrinya, Humaira duduk diantaranya & Desta,berada di samping Humaira Gibran bisa mencegah adik sepupunya itu saat akan bermesraan dengan Desta, seperti saat ini saat mereka berdua saling menggenggam tangan.


" kak lo mau gak gue cariin cewek biar gak keliatan terlalu ngenes gini? " (kata Humaira)


" ah gila, lo pikir gue gak laku apa? " (kata Gibran)


" yang mau sama lo banyak kak, tapi lo kayaknya udah gak selera deh ama cewek " (kata Humaira)


" anjie*r lo pikir gue belok " (kata Gibran)


" hahahahaha " (kata mereka semua tertawa)


Gibran mengapit kepala Humaira sambil mengacak-ngacak rambut adik spupunya tersebut karena berkata sembarangan tentang dirinya & membuatnya menjadi bahan candaan malam ini.


" kakak, ampun...kusut rambut Huma, ampun " (kata Humaira masih dengan tawa)


Gibran lalu melepaskan Humaira yang rambutnya sudah sangat acak-acakan sambil tersenyum, sedangkan adik sepupunya tersebut kini malah cemberut sambil merapikan rambutnya.


" males ah sama lo kak sensitif, gak sayang sama gue ya lo " (kata Humaira pada Gibran) , " bang Des rambut Huma bantuin " (kata Humaira kepada Desta)


" sini bang Desta bantu " (kata Desta membantu merapikan rambut Humaira)


Melihat kedekatan adik sepupunya dengan kekasihnya Gibran kembali sewot karena hanya dia yang tak memiliki pasangan saat ini.


" manja lo, sini gue yang bantu, gak usah lo Des, dari pada tambah baper pulang tuh gue " (kata Gibran sewot)


Gibran menyingkirkan tangan Desta yang membantu merapikan rambut adiknya karena berantakan saat ini ia lalu mengambil alih & merapikan rambut Humaira sambil cemberut.


" Gib jomblo lo itu udah akut banget tau " (kata Zayn)

__ADS_1


" apaan akut, baru juga 4 bulan gue jomblo " (kata Gibran)


" akut gak bisa salah sedikit orang yang lagi bahagia, lo itu sama aja ngerusak kebahagiaan orang yang lagi bahagia-bahagianya tau kak " (kata Humaira)


" enggak lah, gue itu bukan ngerusak kebahagiaan lo dek tapi gue menjauhkan lo dari dosa, lo belum muhrim loh sama Desta, harusnya lo berterima kasih sama gue " (kata Gibran ngeles), " ya kan Des? " (kata Gibran kepada Desta)


" iya emang bener sih " (kata Desta singkat)


Gibran tersenyum manggut-manggut penuh kemenangan karena jawaban dari Desta, sementara itu Humaira hanya menatap sinis kepadanya karena merasa kesenangan.


" lo udah hijrah Gib?, pantes lo gak pernah pacaran " (kata Zayn)


" hahahah, gak bang " (kata Gibran sambil menggaruk-garuk kepalannya)


" udah dibilang kak Gibran udah gak suka cewek kak " (kata Humaira)


" astghfirullah dek mulut lo jahat amat sih, gak juga kali segitunya gue mau belok, masih juga gue suka sama cewek cuman belum dapat uang pas " (kata Gibran)


Gibran memang belum menemukan pasangan yang pas untuk dirinya sehingga ia belum membuka hatinya untuk wanita manapun saat ini.


" Des lo ama Huma biasa diem-dieman gitu ya kalo lagi berdua? " (kata Gibran penasaran)


Ia heran melihat Desta yang memang ia kenal sangat pendiam sedari dulu bahkan sampai saat ini juga masih sama seperti dulu masih sama tak banyak bicara, mengapa Desta bisa berpacaran dengan Humaira yang notabenenya memang seorang gadis yang banyak bicara & terkesan bawel.


" ya enggak lah kak, kok lo mikir gue ama bang Desta diem-dieman sih?, aneh lo ah " (kata Humaira)


" bisa lah gue mikir gitu, lagian gue yang lebih dulu kenal Desta jadi gue sedikit banyak tau juga gimana si Desta " (kata Gibran)


" jawab bang " (kata Humaira kepada Desta)


" kita berdua ngobrol kok kaya orang-orang pada umumnya yang pacaran " (kata Desta)


Gibran hanya manggut-manggut saja seolah tak percaya seorang Desta & seorang Humaira bisa bersama yang sifatnya benar-benar berbanding terbalik.


#Abdul Zayn Mikail


Sesekali ia menggelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat Humaira serta Gibran yang sedari tadi paling banyak bicara diantara mereka berlima, bahkan ia pun hanya sesekali berbicara sambil terus mendengarkan ocehan dua adiknya yang duduk didepannya & istrinya


Zayn masih duduk memeluk istrinya sambil memainkan rambut istrinya yang tak seberapa panjang, terkadang sesekali ia mencium tangan istrinya, ia tak malu-malu memperlihatkan kemesraannya dengan istrinya dihadapan adik-adiknya saat ini.


Meskipun sesekali Gibran protes karena mengingat hanya dia lah saat ini yang tak memiliki pasangan, ini adalah rekor terlama Gibran tak memiliki seorang kekasih, tentu saja hal ini juga menyebabkan Gibran gampang uring-uringan.


" besok kalian ngampus kan? " (kata Zayn bertanya)


" tapi Huma mau berangkat ama bang Desta kak " (kata Humaira)


" udah lo berangkat aja sama Rindu, lagian besok Desta harus ganti baju dulu buat turun ke kantor " (kata Gibran)


" kan Huma bisa ikut ke apartemen bang Desta kak " (kata Humaira)


" enggak-enggak, apaan mau ke apartemen Desta, jangan-jangan lo sering main ke sana ya?, lagian kampus sini situ aja mau minta anter Desta, lo jalan kaki lima menit aja nyampe " (kata Gibran)


Zayn tersenyum mendengar kata-kata Gibran, Gibran terlihat sangat posesif dengan Humaira, ia sangat senang karena Gibran sangat menjaga Humaira dengan baik.


" hehehe iya lupa kalo kampus deket dari sini, ya udah besok bareng ya kak Rindu " (kata Humaira sambil tersenyum)


" iya dek " (kata Rindu)


" bang Desta jemput pulang aja ya? " (kata Humaira)


" iya dek " (kata Desta sambil mengelus rambut Humaira lembut)


" Hemmmmm, jangan pegang-pegang bukan muhrim " (kata Gibran sambil menyingkirkan tangan Desta lalu merangkul Humaira dekat dengannya)


Zayn menepuk jidatnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya sambil terkekeh melihat Gibran yang ia rasa aneh saat ini.


" apaan sih kak, males gue sama lo lepas ah " (kata Humaira)


" Gib ada benernya kata Huma, mending lo cari cewek deh " (kata Gibran)


" tuh denger kata kak Zayn, lo mending cari pacar biar gak ganggu orang, lepas " (kata Humaira melepaskan rangkulan tangan Gibran)


" gak ah bang lagi males pacaran gue, nyaman gue begini, dari pada pusing mikirin cewek " (kata Gibran)


" tapi gue yang pusing gara-gara lo kak " (kata Gibran)


Humaira kerap bercerita pada Zayn jika ia kerap digosipkan dengan teman-teman satu kampusnya jika ia & Gibran tengah berpacaran karena akhir-akhir ini mereka berdua sering bersama di kampus.


" alah dek, lo tuh harusnya terimakasih sama gue, kan gara-gara gue gak ada lagi yang ganggu-ganggu lo " (kata Gibran masih tetap membela diri)

__ADS_1


" songong lo, terserah lo lah, males gue ladenin lo, heran juga kenapa cewek kampus bisa gila ama lo ya kak " (kata Humaira)


" eh gue ganteng ya, wajar lah banyak yang naksir gue " (kata Gibran bangga)


" ih pede lo " (kata Humaira)


" harus lah " (kata Gibran)


" kalian berdua tiap hari begini ya kalo di rumah? " (kata Rindu)


" enggak " (jawab Gibran & Humaira bersamaan)


" kompak banget lo, jawabnya sampe barengan " (kata Rindu tersenyum)


" kan Upin Ipin, makanya kompakan " (kata Zayn terkekeh)


" dih enak aja Upin Ipin, cantik-cantik gini di bilang Upin Ipin, gue gak botak loh ya " (kata Humaira)


" hahahaha " (kata Gibran hanya tertawa)


Mereka tertawa bersama mendengar kata-kata Humaira, sudah sangat lama sekali mereka tak berkumpul bersama seperti ini.


" ngomong-ngomong kerjaan lo gimana Des?, masih lancar? " (kata Zayn)


" ya lancar-lancar aja sih bang, masih kaya biasa " (kata Desta)


Zayn hanya mengangguk-anggukkan kepalannya mendengar jawaban dari Desta, ia sangat menyukai Desta, pacar dari adiknya tersebut adalah pria yang cukup dewasa & tak neko-neko, meskipun ia sangat menyukai Desta tetapi sampai saat ini ia belum memberi lampu hijau untuk adiknya & Desta yang ingin segera menikah.


" kak aku kayaknya duluan masuk kamar ya, aku udah ngantuk " (kata Humaira sambil berdiri meninggalkan ruang tamu)


" aku juga ya kak " (kata Rindu & berjalan bersama Humaira)


" tunggu sayang " (kata Zayn)


Zayn melihat kearah tangannya lalu melihat kearah dua pria dihadapannya, jam telah menunjukan pukul 11.00 malam, sudah sangat larut malam wajar jika adiknya serta istrinya sudah merasakan kantuk.


" gue mau naik dulu ya, kalian juga tidur sana di kamar " (kata Zayn pamit)


" iya-iya ngerti lo mau naik kak, hahahah " (kata Gibran)


" otak lo Gib " (kata Zayn)


" hahahaha " (kata Gibran tertawa)


Zayn lalu naik keatas menuju kamarnya, ia lalu masuk kedalam kamarnya & menutup pintu kamarnya, dilihatnya istrinya sudah tak ada di kamarnya, saat ini Rindu pasti telah berada di dalam kamar mandi untuk mencuci muka & menyikat gigi.


" yank " (kata Zayn memanggil Rindu sambil mengetuk pintu kamar mandi)


Pintu kamar mandi segera terbuka, Zayn ikut masuk kedalam kamar mandi untuk mencuci muka & menyikat giginya juga. Setelah melakukan aktifitasnya di kamar mandi bersama mereka berdua akhirnya keluar dari kamar mandi.


" Sayang menurut kamu aku harus gimana ya ama Desta & Huma?, mereka berdua tuh pengen nikah tapi aku pikir Huma masih terlalu kecil " (kata Zayn)


" emang mereka bilang kak pengen nikah? " (kata Rindu)


" sering banget yank, tapi aku belum pernah sih cerita sama kamu " (kata Zayn), " jadi menurut kamu gimana yank? " (kata Zayn lagi)


" tapi kalo aku liat sih kak, Desta baik kok, dewasa, lagian di keliatan bertanggung jawab kak " (kata Rindu)


Zayn tau jika semua yang dikatakan Rindu memang benar, tetapi tetap saja ia belum bisa membiarkan adiknya untuk menikah di usianya yang masih tergolong muda.


" ya udah ah tidur aja yuk " (kata Zayn mengajak istrinya naik keatas tempat tidur)


Istrinya hanya mengangguk & tersenyum, Zayn memeluk istrinya sambil berbaring di tempat tidurnya, Zayn mengalu-ngelus rambut Rindu sambil tersenyum.


" kenapa sih?, senyum-senyum gitu? " (kata Rindu)


" enggak aku cuman mikir gak nyangka bisa jodoh sama kamu " (kata Zayn)


" lucunya kenapa? " (kata Rindu)


" ya lucu aja, awalnya aku gak mau di jodoh-jodohin, taunya malah sayang beneran sama kamu " (kata Zayn)


" gombal " (kata Rindu)


" aku beneran yank, kok gombal sih " (kata Zayn), " kamu gak percaya sama aku? " (kata Zayn)


" percaya kok, aku kan becanda " (kata Rindu sambil tersenyum)


" emmmmuuaaahhh, i love u beib, makasih ya tiga bulan ini udah jadi istri yang baik buat aku, ngertiin aku, maaf ya kalo sering aku tinggal " (kata Zayn)

__ADS_1


" love u to sayang " (kata Rindu)


Zayn menatap kearah Rindu & mencium kening istrinya lalu turun ke bibir istrinya, aktifitas malam yang syaduh akan kembali lagi mereka berdua lakukan.


__ADS_2