
Safitri duduk memeluk mas Min yang bersandar didinding, Safitri duduk disebalah kiri mas Min sedang mbak Nunik istri mas Min duduk disebalah kanan mas Min & memangku Revi, Safitri biasa bermanja-manja seperti ini dengan kakak-kakaknya & orangtuanya, sesekali kepalanya dielus-elus oleh kakaknya & istrinya. Ibu & ayah hanya tersenyum melihat Safitri.
" Nduk malu tuh diliat calon suamimu " (kata mas Har yang diduduk didepan Safitri disebelah Abimana)
"iya Nduk sudah besar masih seperti itu " (kata ayah)
" gak papa lah, Safitri kan masih kangen, mas Har juga mau Safitri peluk " (Safitri pindah memeluk mas Har)
" Nduk kamu gak malu apa begitu " (kata ibu)
" gak papa ya mas, Safitri kan masih kangen, bentar lagi udah pada pulangan " (kata Safitri)
" iya, iya, tapi kamu gak liat calon suamimu sampe melongo liat kamu begini " (kata mas Har)
" eh, hheheheheh, gak ko mas " (kata Abimana sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal)
" Safitri memang gitu Bi, jadi jangan kaget kalau liat dia sama mas-masnya begitu manja memang dia " (kata mba Juni)
" tapi ndapapa kan mba, Safitri kan sayang sama mas Min sama mas Har, ya kan mas "(kata Safitri)
" iya Nduk cah ayu " (kata mas Min)
"ya maklum lah Bi namanya juga anak bungsu " (kata mba Nunik)
" ehhh, iya mba " (kata Abi)
" sudah sana Nduk mending kamu ndempelin calon suamimu " (kata mas Har)
" iya ah Nduk sudah " (kata ibu)
" iya bu " (kata Safitri)
" nak Abi Safitri tuh memang manja, nak Abi adeknya yang terakhir memangnya gak gitu ya? " (kata ibu)
" engga bu, mungkin karena adek bungsunya Abi cowok kali ya " (kata Abimana)
" oalah pantesan, makanya kaya aga kaget ya liat Safitri ngalem sama masnya " (kata ayah)
" iya pak, agak kaget sih, soalnya baru liat Safitri ternyata manja ya pak bu " (kata Abimana)
" hhmmm, gak manja lagi Bi, manja sekali " (kat mas Min)
__ADS_1
" makanya nanti kalau nikah sama Safitri jangan kaget kalau adeknya mas ini ngalem kaya gitu sama kamu " (kata mas Har)
" ihhhh, apaan sih mas Har, masa iya mau ngalem sama suami " (kata Safitri)
" bisa ajalah Nduk, sapa tau kamu lebih ngalem sama suami dari pada sama ayah ibu atau mas-mas mu " (kata ayah)
" hahahahahah " (mereka tertawa berasama)
" ya ndapapalah Nduk kalau lebih ngalem sama suami, orang sama suami sendiri kok, yakan Bi " (mas Har)
" eh iya mas "(kata Abimana tersenyum aga malu)
" Abi aja bilang gak papa nduk " (kata mba Nunik)
" is kenapa pada kompakan sih " (kata Safitri)
" biar aja dia bilng gitu Bi, nanti kalo nikah pasti dia lebih manja yakin deh " (kata mas Har)
" hahaha, iya mas, malu dia, nanti juga dia pasti nempelin Abi kemana-mana " (kata Abimana)
" hahahaha, iya Bi gitu memang, nanti pokonya kalau nikah manjanya ngalah-ngalahin sama kita dia Bi " (kata mas Har)
Safitri hanya diam karena malu, dia tidak bisa berkata-kata lagi, tidak bisa membela dirinya lagi. Membahas hal seperti ini merupakan hal yang tidak biasa bagi Safitri bahkan ia juga tidak tau bagaimana nanti sikapnya jika sudah menikah dengan bripka abimana, apakah benar dia akan bermanja-manja seperti saat bersama orangtua & kakaknya.
Sudah sekita satu jam ia berada didalam pesawat, pikirannya masih melayang memikirkan Safitri, ia begitu bodoh pikirnya bisa mencintai wanita yang juga dicintai kakaknya, ia mengingat kejadian demi kejadian saat pertama kali ia bertemu dengan safitri, ia tersenyum karena awal pertemuannya dengan safitri sangat lucu.
"Safitri memang sangat manis, siapapun bisa langsung jatuh cinta sama dia " (gumam Bara dalam hati)
Bara menatap layar ponselnya, dibuka galerinya dilihatlah foto Safitri yang ada diponselnya, Bara memotret Safitri diam-diam saat acara pertunangannya bersama Bripka Abimana, senyumnya mengembang begitu saja.
" Bar lo kenapa senyum-senyum " (kata Bripda Alin sambil menyenggol Bara)
" ngga papa, lo kenapa bangun kak, kita masih setengah jam lagi mendarat " (kata Bara)
" gue kira sudah mau mendarat makanya gue bangun, lo senyum-senyum gitu liat hp, liat apaan sih, sini coba gue liat " (kata Bripda Alin penasaran & melihat ponsel Bara)
" ehhhh " (Bara terkejut ponselnya dirampas Bripda Alin)
" lo liat fotonya Safitri? " (kata Bripda Alin)
" siniin, apaan sih lo kak main rampas hp gue " (kata Bara mengambil ponselnya kembali agak marah)
__ADS_1
" lo liat foto Safitri lo senyum-senyum, dek jangan bilang lo suka sama tunangan abang lo? " (kata Bripda Alin)
" gak " (Bara memalingkan wajahnya kearah luar pesawat karena dia memang duduk di dekat jendela)
" dek gue gak tau apa yang lo rahasiain dari gue, tapi tolong lo sadar, jangan lo rusak kebahagiaan bang Abi, lo masih muda, ingat dek Safitri calonnya abang kita " (kata Bripda Alin)
" lo gak usah sok tau deh mba, gue juga tau Safitri calonnya bang Abi " (kata Bara)
" gue perlu penjelasan lo nanti kalau kita sudah sampe, gue gak pingin yang lain tau kalo lo nyimpen foto Safitri diem-diem, sekarang tolong lo hapus " (kata Bripda Alin)
" ck iya, nanti gue hapus kalau sudah sampe " (kata Bara)
#*Safitri
Jam telah menunjukan pukul 01.00 siang, safitri membantu kakak iparnya berkemas bersama ibu, tidak lama lagi kakak & kakak iparnya akan segera pulang mengendarai mobil, ayah mas Har & mas Min serta Bripka Abimana duduk diteras rumah mencari udara segar sambil mengobrol.
" onty nanti kalau sudah pulang sekolah, onty jalan-jalan ya kerumah Revi ajak yanguti yangkong sama uncle Abi ya? " (kata Revi)
" emmm, kalau onty pulang onty baru kerja kak, jadi onty belum punya uang " (kata Safitri)
" loh onty sekolah tapi ko kerja? " (kata Revi)
" sayang onty mu sekolah buat kerja, jadi setelah onty lulus skolahnya onty mu langsung jadi polisi " (kata mba Nunik)
" haaa, onty polisi bunda? " (kata Revi)
" iya kak, onty mu ini gak lama jadi polwan " (kata mba Juni)
" berati onty sama kaya uncle Abi dong polisi? " (kata Revi)
" iyalah sayang " (kata ibu)
" revi kalo gede juga mau jadi polisi ah yanguti " (kata Revi)
" kalau kakak mau jadi polisi, kakaka harus kuat kaya onty, harus rajin, harus pinter " (kata mba Nunik)
Safitri memeluk keponakan satu-satunya ini, tidak lama lagi ia akan mendapatkan keponakan lagi karena dua kakak iparnya kini sedang sama-sama hamil tetapi kehamilan mba Juni lebih tua dua bulan dibanding kehamilan mbak Nunik.
" nanti kalau mbak Juni sama mba Nunik melahirkan Safitri gak bisa liat, kan Safitri masih diasrama SPN " (kata Safitri)
" ya gakpapa lah Fit, doain saja sehat & lancar " (kata mba Juni)
__ADS_1
" aamiin, iya nduk doakan saja mba-mba mu ini lahirannya lancar, kamu juga sekolahnya yang bener ya, sehat-sehat " (kata mba Nunik mengelus kepala Safitri)
Safitri memang lebih akrab dengan mba Nunik ketimbang dengan mba Juni, karena kebetulan mba nunik juga tidak mempunyai saudara selain itu dia juga seorang yatim piatu.