
#* Bripka Abimana Prasetiya
Manis sekali pacarnya dalam pikiran Bripka Abimana membuat ia tak henti tersenyum, saat ini dirinya sedang mencari informasi tentang siapa sajakah yang bertugas menjadi pengasuh serta gading & instruktur kekasihnya selama 7bln pendidikan di SPN, baginya mencari informasi ini sangat penting mengingat pacarnya yang bisa menarik mata & hati para pria, bahkan bukan hanya pria hidung belang saja, pria baik pun pasti akan secepat kilat jatuh cinta kepada kekasihnya yang memang memiliki paras cantik & kepribadian baik.
Informasi pun telah ia dapatkan dengan waktu yang singkat, sederet nama polisi pria dikirim kan melalui email, bahkan umur serta pangkat lengkap dengan status yang disandang, sedetail itu permintaan Bripka Abimana pasalnya ia tidak ingin kekasihnya direbut atau digoda pria lain. Satu persatu ia baca, ada dua nama polisi yang menjadi instruktur kekasihnya ini yang menyandang status singel.
" Bripda Randito Dwi mahendra, umur 21 tahun, lajang, mengikuti pendidikan 3tahun lalu bertugas di Polres di kota G, mendapatkan predikat polisi tebaik saat pendidikan, baru tahun ini ditunjuk menjadi instruktur " (gumam Abimana dalam hati membaca salah satu nama polisi lajang yang akan menjadi instruktur kekasihnya)
" Bripda Sofiyan Adi Perwira, umur 24tahun, lajang, ia mengikuti pendidikan 5tahun lalu bertugas di Polres di kota C, ditunjuk menjadi instruktur sudah 2thn ini " (masih bergumam dalam hati membaca informasi selanjutnya)
Bripka Abimana menugaskan anak buahnya lagi untuk segera mengirimkan foto profil Bripda Randi & Bripda Sofiyan, tak perlu menunggu lama foto telah dikirim melalui pesan WhatsApp
Bripda Randi
Bripda Sofiyan
" bahkan mereka juga masih muda, tapi aku tetap lebih ganteng dibanding mereka berdua" (gumam Abimana dalam hati)
#* Safitri
__ADS_1
Panas terik menemani langkah safitri yang terseok-seok, diangkat pelan-pelan kakinya pasalnya begitu sampai calon polwan kini telah jalan dengan berjongkok serta tasnya yang diseret-seret. Ini merupakan hal biasa untuk penyambutan setiap calon polwan di asrama. Setelah cukup lama berjalan jongkok kini safitri & para calon polwan lainnya sudah berada di sebuah aula untuk pembagian kamar serta siapa sajakah yang akan sekamar, sebelum pengumuman saat ini mereka saling memperkenalkan diri, begitu juga beberapa pengasuh, gading & instruktur yang saat ini telah hadir, meskipun ada beberapa yg belum bisa hadir karena masih bertugas. Sesi perkenalan pun selesai akhirnya mereka semua pergi menuju barak untuk meletakan barang mereka masing-masing, saat ini kira-kira jumlah calon polwan yang berada di asrama sekitar 335orang berasal dari kota yang berbeda-beda pula, setiap kota hanya diwakili paling banyak 30 peserta sedang paling sedikit yaitu dari daerah Safitri yang hanya 5orang yang bisa lulus seleksi untuk memenuhi standar calon polwan.
Dengan berjalan jongkok kembali safitri & calon polwan lainnya menuju barak, saat ini setiap calon polwan telah mendapatkan nomer peserta, berbeda seperti nomer saat mengikuti tes peserta calon polwan sebelumnya kini Safitri mendapatkan nomer 17, nomer yang didapatkan saat ini berdasarkan nilai saat mengikuti tes calon polwan sebelumnya.
#*Ayah & ibu Safitri
Ditempat lain.
" Sudah jam 2siang, apa anak kita sudah sampai di asrama ya yah??? " (kata ibu)
" kayanya sih sudah bu, soalnya sudah berapa jam dari dia berangkat tadi " (kata ayah)
" semoga anak kita betah di sana ya yah & semoga anak kita bisa mengikuti pendidikannya sampai selesai " (kata ibu)
" walaupun gak betah pasti anak kita bakal berusaha betah yah, anak kita itu anak yang kuat " (kata ibu)
" ya, dia memang anak kuat & pengertian, dia gak pernah maksain kemauan nya sendiri, dia lebih mementingkan perasaan orang-orang disekitarnya "(kata ayah)
" mm, genduk kita itu memang yang paling kuat " (kata ibu)
Ayah & ibu sedang berbincang-bincang di rumah saat ini, setelah kepergian Safitri Ayah & ibu merasa agak kesepian pasalnya mereka telah terbiasa dengan kehadiran anaknya yang selalu berada di rumah karena tak kunjung mendapatkan pekerjaan, ada sedikit rasa rindu meskipun baru 8jam setelah kepergian putri semata wayang nya.
#*Safitri
__ADS_1
Malam hari telah tiba, saat ini ia sedang beristirahat dikamar bersama teman sekamarnya, ia sangat merasakan lelah karena hari ini mereka disambut dengan beberapa tes fisik, sambil berbaring mereka berkenalan satu sama lain.
" jadi nama lo Adila , lo Fira & lo Naya " (kata Safitri sambil menunjuk kearah empunya nama)
" mm " (mereka bersama mengangguk)
" gue Widia " (kata Widia menyodorkan tangan)
" salam kenal ya Widia sama Safitri " (kata Fira sambil menyalami Widia & Safitri)
" lo berdua dari kota xxx??? " (kata Adila)
" iya, kalo kalian masing-masing dari mana?? " (kata Safitri)
" gue dari kota H " (kata Naya)
" gue dari kota C " (kata Fira)
" gue dari kota G, oh iya info penting nih, kayanya bakal ada satu polisi ganteng dari kota gue yang akal jadi instruktur kita loh " (kata Adila)
" beneran ada polisi ganteng, gue pikir cuman ada polisi tua aja yang bakal jadi gading atau instruktur kita, hihihi " (kata Naya)
" Hus, sembarangan lo" (kata Fira)
__ADS_1
Perkenalan safitri bersama teman-teman yang berada di sebelah ranjangnya panjang lebar di dalam barak yang berisikan para calon polwan sambil menunggu rasa kantuk. Tak ada kegiatan lain di dalam SPN malam ini selain mengenal peserta satu sama lain pasalnya semua calon polwan saat ini sudah tidak bisa menghubungi keluarga & para kerabat mereka karena saat berada di asrama selama pendidikan meraka tidak bebas menggunakan ponsel, saat ini ponsel mereka telah dikumpulkan untuk disimpan oleh para pengasuh.