Polwan Cantik

Polwan Cantik
#61 SEASON 2


__ADS_3

Malam ini Zayn sedang berada di kamar hotel bersama dengan Desta seorang pemuda yang saat ini telah dekat dengan adiknya, Desta adalah seorang polisi anak dari sahabat orang tua mereka, usia Desta lebih tiga tahun lebih tua dari adiknya Humaira, Desta seumuran dengan sepupunya Gibran, Zayn cukup terkesan dengan Desta meskipun sampai saat ini adiknya belum memperjelas hubungan diantara mereka tetapi Desta masih terus berada disisi Humaira untuk terus meyakinkan kesungguhan rasa Cintanya.


Dari Desta Zayn menjadi sadar mengapa ia tak berusaha mendapatkan Rindu dengan cara meyakinkan Rindu dengan keseriusan Cintanya sama seperti yang Desta lakukan dengan Humaira, & ia teringat dengan kata-kata adiknya meskipun kebohongan ayahnya terungkap tetapi setidaknya ia saat ini benar-benar mencintai Rindu.


" Des lo kenapa sampe sekarang masih terus nunggu adek gue, padahal adek gue sampe sekarang gak kasih jawaban ke lo, apa yang bikin lo bisa bertahan sampe sekarang? " (Zayn)


" ya karena gue sayang sama Huma, gue cinta sama dia bang jadi mau sampai kapanpun bakal gue tunggu, lagian baru juga dua bulan belum terlalu lama lah " (kata Desta)


" tapi kaya gini lo ngerasa cinta lo bertepuk sebelah tangan gak? " (kata Zayn)


" enggak bang, Huma cuma butuh waktu buat ngeyakinkan diri kalo gue udah yang terbaik belum " (kata Desta)


" tapi kalo lo di tolak gimana? " (kata Zayn)


" ya mungkin emang gue bukan yang terbaik buat dia, ya gua bakal terima itu, lagian cinta itu gak mesti memiliki bang, lo cinta buat apa sama-sama kalo cuman karena terpaksa " (kata Desta)


Zayn tak menyangka Desta cukup dewasa dalam menyikapi problema percintaan, Zayn merasa agak minder karena tingkahnya saat ini sudah seperti anak kecil, seharusnya ia menghadapi semua permasalahannya kali ini bukannya malah lari seperti ini, mungkin saja Rindu saat ini kecewa dengan apa yang ia lakukan, bahkan Zayn terlalu egois sampai melupakan bagaimana perasaan Rindu saat ini yang sudah pasti sama kecewanya dengan dirinya.


" lo serius sama adek gue? " (kata Zayn)


" serius lah bang, gue mah kalo emang suka ya bakal gue seriusin, apa lagi kalo emang Huma mau gue nikahin " (kata Desta)


" lo masih muda udah mikir nikah aja Des " (kata Zayn)


" ya emang cita-cita gue mau nikah muda bang, lagian nikah itu ibadah loh " (kata Desta)


" tapi lo belum boleh nikahkan? " (kata Zayn)


Mengingat Desta adalah seorang polisi muda & baru satu tahun lebih lulus dari SPN memang Desta belum boleh menikah selama dua tahun setelah masa pendidikannya itu lah yang di tau oleh Zayn.


" ya maksudnya gak sekarang bang, nanti sekitar satu tahun lagi atau dua tahun lagi lah " (kata Desta)


" tapi lo tau kan Huma itu banyak yang suka? " (kata Zayn)


" gue gak masalah bang kalo banyak yang suka sama Huma, yang penting hatinya cuman buat gue " (kata Desta)


" ais gila lo, kok gue rasanya kalah sama lo ya " (kata Zayn)


" kenapa bang? " (kata Desta)


" ya lo aja bisa mikir kaya gitu, gue baru ada masalah kaya gini aja udah kabur, ah ngerasa kaya banci gue " (kata Zayn)


" lo kalo emang cinta sama kak Rindu ya udah deketin aja bang, ngomong kalo lo emang suka ama dia, ya anggap aja masa perkenalan lo selama ini itu ta'aruf " (kata Desta)


" tapi gue takut di tolak " (kata Zayn)


" bang berjuang aja dulu, masalah ditolak atau diterima itu urusan belakangan, kalo emang lo gak di terima mungkin allah udah siapin jodoh yang terbaik buat lo " (kata Desta)


" kok gue ngobrol sama lo berasa nyambung ya, lo masih 19tahun padahal tapi lo sedewasa ini " (kata Zayn)


" gue banyak belajar juga bang dari orang lain, lagian masalah umur bukan jaminan seseorang bisa berpikir & bersikap dewasa " (kata Desta)


Zayn menatap kagum kepada Desta, saat ini pikirannya agak tenang, besok ia akan menghubungi Rindu agar Rindu tak khawatir kepadanya lagi & membicarakan kepelikan masalah yang mereka lalui saat ini.


" maaf ya bang bukannya gue mau sok tua & sok tau, kayannya abang juga harus hubungi orang tua abang deh, bagaimana pun juga orang tua tetep orang tua & menginginkan yang terbaik untuk anaknya, dibalik kebohongan yang mereka lakukan pasti memiliki tujuan yang baik, karena gak ada orang tua yang mau menjerumuskan anaknya bang " (kata Desta)


Kata-kata Desta saat ini merupakan pukulan keras baginya, bahkan ia tak mendengarkan penjelasan orang tuannya dahulu saat pergi ketika mendengarkan perbincangan orang tuannya bersama calon mertuanya siang tadi.


" egois banget gue berasanya Des, bokap nyokap gue pasti kecewa sama gue, **** banget sih gue bisa kekanak-kanakan kaya gini, pake acara kabur segala " (kata Zayn)


" lo gak egois kok bang, kecewa itu wajar apalagi lo tau kenyataan pas lo udah terlanjur sayang sama kak Rindu tapi alangkah lebih baiknya emosi itu diredam " (kata Desta), " lagian nih ya bang tanpa ada orang tua kita, kita gak bakal ada di dunia sampai saat ini & kita gak bakal bisa sukses kaya gini tanpa dukungan orang tua kita " (kata Desta)


" ah gila, gue salut sama lo Des, lo bisa bikin mata gue tebuka & sadar, gue bakal dukung hubungan lo sama Humaira, lo cocok buat adek gue, tapi tolong lo jaga dia baek-baek " (kata Zayn)


Zayn menepuk-nepuk bahu Desta sambil tersenyum, kepribadian Desta yang amat tenang cukup membuat Zayn luluh & mendukung kedekatan Desta dengan adiknya.


# Aryan Gibran Alaric


Jam telah menunjukan pukul 08.30 malam, Gibran duduk bersama Humaira di taman samping rumahnya sambil terus membahas tentang kakak sepupunya Zayn yang tak lain adalah kakak dari Humaira secara pelan-pelan agar kedua orangtuanya tak mendengarkan perbincangan mereka. Kedua orang tuannya sedari tadi nampak cemas terus berusaha menghubungi Zayn untuk mencari tau dimana keberadaan kakak sepupunya tersebut, Gibran nampak bersalah karena menutup-nutupi keberadaan Zayn saat ini.


" bang Zayn nomernya sekarang gak aktif ya? " (kata Gibran)


" hpnya low kak, kata bang Desta hpnya lagi di charger " (kata Humaira)


" gue iku mumet nih, ah elah padahal lima hari lagi mereka bakal akad nikah malah jadi begini ujung-ujungnya " (kata Gibran)


" gue juga kak, kebayang gak gimana stresnya nyokap bokap gue kalo pernikahan yang tinggal nunggu ijabnya lagi ini sampe gagal " (kata Humaira)

__ADS_1


" mau di taro mana muka pakde bude dek, semoga aja pernikahan ini bakal tetap berjalan " (kata Gibran)


" aamiin, gue gak bisa bayangin pokonya kalo ampe gak jadi, kasian sama mami papi, lagian ini semua biaya nikah kak Zayn udah dibayar semua ama kak Zayn " (kata Humaira)


Semua biaya pernikahan kakak sepupunya tersebut memang sudah dilunasinya sendiri, meskipun ada sebagian yang ditanggung oleh ayah Zayn seperti masalah seragam.


" apa kita hubungi kak Rindu aja ya kak? " (kata Humaira)


" jangan dek, biar mereka selesaikan masalah mereka sendiri, kita jangan ikut campur " (kata Gibran)


" semoga aja kak Zayn besok udah berubah pikiran & balik ke kota xxx buat selesain masalahnya " (kata Humaira)


" iya dek semoga aja " (kata Gibran)


" apa kita hubungi aja kak Faiz biar bujuk kak Zayn supaya mau pulang " (kata Humaira)


Selain dirinya memang kakak sepupunya tersebut sangat dekat dengan Faiz yang merupakan kakak sepupu mereka juga anak dari budenya, saat ini Faiz sedang bertugas & tak mungkin mereka bisa menghubungi Faiz yang sedang berada dilautan lepas untuk berpatroli.


" gak mungkin bisa kita hubungin bang Faiz dek, gue yakin pasti dia lagi gak aktif " (kata Gibran)


" iya dia lagian di laut gimana mau ada signal " (kata Humaira)


" Desta masih di hotel ma bang Zayn? " (kata Gibran)


" masih kak, bang Desta mau nginap di hotel nemenin kak Zayn " (kata Humaira)


" untung ada Desta dek, ya paling gak kita gak khawatir sama keadaan bang Zayn sekarang " (kata Gibran sambil menghembuskan nafas kasarnya)


Sebenarnya Gibran merasa tak suka dengan kedekatan Humaira & Desta meskipun ia tau Desta merupakan pria baik-baik.


" lo udah jadian ama Desta? " (kata Gibran)


" belum kak " (kata Humaira)


" lo sama Narendra gimana? " (kata Gibran)


" ya gak gimana-gimana, lagian gue cuman menghargai dia sebagai senior gue aja kok gak lebih " (kata Humaira)


" gimana ama penawaran presiden BEM buat lo?, lo mau jadi modelnya? " (kata Gibran)


" masih gue pikirin itu kak " (kata Humaira)


" iya kak " (kata Humaira)


Gibran sangat mengenal Presiden BEM Narendra, Narendra memang orang baik tapi apa saja bisa terjadi saat setan telah ikut campur dalam hidup kita.


# Rindu Mentari


" sayang ayo makan dulu " (kata Risya)


Rindu menoleh kearah ibunya yang saat ini telah berada di dalam kamarnya mengelus-ngelus rambutnya sambil berdiri, Rindu memeluk erat pinggul ibunya, ia merasakan kesedihan yang teramat saat ini bahkan matanya sudah sangat bengkak karena tak berhenti menangisi keadaannya saat ini.


" sudah ya jangan nangis terus, kita sama-sama berdoa yang terbaik untuk kamu & Zayn " (kata Risya)


" kak Zayn sampe sekarang gak balas pesan dari aku ma, dia gak hubungin aku, sekarang malah nomernya gak aktif " (kata Rindu)


" percaya sama mama Zayn cuman butuh waktu sekarang, besok pasti dia bakal kasih kabar " (kata Risya)


" ma dari awal kak Zayn sebenarnya gak mau nerima perjodohan ini, dia terpaksa nerima karena papinya sakit, Rindu yakin setelah dia tau kenyataan ini pasti dia bakal ngebatalin semuanya " (kata Rindu)


Rindu kasian dengan kedua orangtuanya jika sampai pernikahannya gagal, meskipun undangan belum tersebar tetapi tetap saja berita pernikahannya telah sampai kemana-mana saat ini.


" kamu yang kuat ya kalo sampe Zayn batalin pernikahan kalian, kita gak bisa berbuat apa-apa lagi " (kata Risya tersenyum menguatkan Rindu)


" mama sama papa gimana? " (kata Rindu)


" mama sama papa udah siap sama apapun yang akan terjadi nak, mama sama papa justru khawatir sama kamu " (kata Risya)


" ma Rindu gak papa kok, mama jangan khawatir sama Rindu ya, mungkin emang aku sama kak Zayn bukan jodohnya " (kata Rindu)


" mama bangga sama kamu sayang, kamu anak baik, kamu kebanggaan mama papa & adek mu, semoga kamu dapat jodoh yang terbaik " (kata Risya), " hemmm, aduh jadi sedih nih, ayo kita makan dulu " (kata Risya lagi)


" Rindu kayaknya gak laper deh ma, mau langsung tidur aja " (kata Rindu)


" gak lah kamu harus tetap makan sayang, ayok " (kata Risya)


" tapi Rindu gak nafsu makan ma " (kata Rindu)

__ADS_1


" ayo makan sedikit aja sayang, jangan ampe kosong perutnya " (kata Risya)


" nanti kalo Rindu laper pasti Rindu turun deh ma, janji deh " (kata Rindu)


" oke janji ya? " (kata Risya)


" iya ma janji " (kata Rindu)


Ibunya mengecup keningnya lalu keluar dari kamarnya, beruntung saat ini ada kedua orangtuanya yang bisa menguatkan dirinya saat dalam keterpurukan saat ini, Rindu tak pernah mempermasalahkan apa kata orang tentang dirinya nantinya saat pernikahannya dengan Zayn gagal ia hanya khawatir nama baik ayah & ibunya akan tercoreng.


# Humaira Shakila Najma


📞 panggilan masuk Desta my Hero....


" Hallo bang Assalamuallaikum " (kata Humaira)


" waallaikumsalam, lagi apa? " (kata Desta)


" lagi duduk di taman belakang ama kak Gibran, kak Zayn mana bang? " (kata Humaira)


" bang Zayn lagi di kamar mandi, Huma jangan khawatir lagi ya sama bang Zayn, tenang aja di sini ada bang Desta masih tetep nemenin bang Zayn " (kata Desta)


" makasih ya bang Desta udah nemenin kak Zayn " (kata Humaira)


" iya dek, besok bang Desta gak bisa jemput Huma ya, gak enak bang Desta ninggalin bang Zayn disini " (kata Desta)


" iya bang, besok Huma berangkat bareng uncle aja sama onty, besok bang Desta emang gak kerja? " (kata Humaira)


" kerja dek, tapi mungkin agak telat berangkatnya, besok balik jam berapa kuliah? " (kata Desta)


" sore kayak biasa bang " (kata Humaira)


" besok pulang kuliah abang jemput ya " (kata Desta)


" iya bang " (kata Humaira)


" ya udah Huma tidur gih udah malam " (kata Desta)


" ok bang " (kata Humaira)


" Good night, happy nice dream " (kata Desta)


Panggilan telepon segera terputus, Humaira tersenyum kala mengingat semua perhatian yang diberikan Desta.


" ngapain lo senyum-senyum gitu?, kesambet lo? " (kata Gibran)


" idih, sapa yang kesambet sih " (kata Humaira menatap Gibran)


" lo tuh PHP tau " (kata Gibran)


" sapa yang PHP coba? " (kata Humaira)


" ya tuh anak orang lo PHPin " (kata Gibran)


" kunyuk lo kak, gue gak PHP ya ama bang Desta gue cuman belum siap terima dia " (kata Humaira)


" belum siap tapi seneng diperhatiin " (kata Gibran)


" sewot lo, udah ah mau masuk gue, udah mulai banyak nyamuk " (kata Humaira berdiri meninggalkan Gibran)


" oooiyyyyy, bocil tunggu " (kata Gibran)


Humaira terus berjalan tanpa menghiraukan Gibran yang berusaha mengejarnya, setelah berhasil mengejarnya Gibran merangkul pundaknya.


" besok lo gak dijemput Desta ya? " (kata Gibran)


" lo nguping ya? " (kata Humaira)


" suwek, lo nelpon didepan gue gimana gue gak denger " (kata Gibran)


" oh iya, hahahah " (kata Humaira tertawa)


" bareng gue aja besok " (kata Gibran)


" males " (kata Humaira)


" kenapa? " (kata Gibran)

__ADS_1


Tanpa memberi jawaban Humaira langsung masuk kekamarnya.


__ADS_2