
Zayn berlutut dibawah kaki Rindu memeriksa kakinya yang sedari tadi nampak seperti sedang menahan rasa sakitnya disana, benar saja saat ini tumit Rindu sudah lecet karena seharian ini terus mengenakan high heels, Zayn membuka high heels yang dikenakan Rindu dari kakinya lalu menggendongnya menuju mobil yang berada di depan gedung.
" kak turunin aku ah, malu tau diliatin orang tuh kita " (kata Rindu)
" bodo amat, tuh kaki kamu udah lecet begitu, lagian kita udah sah ini kok " (kata Zayn cuek)
Ia terus berjalan menuju arah mobil yang akan ia kendarai menuju hotel tempat mereka menginap malam ini, beberapa mata memandang kearahnya sambil berbisik tetapi ia tak memperdulikan itu, bahkan ada saja yang menggoda mereka berdua karena melihat Zayn menggendong Rindu dengan romantisnya, termaksud para sepupu & adiknya saat ini yang sedang menggoda mereka berdua.
" aduh penganten baru yomantis amat ciee, jadi pengen nyusul " (kata Humaira)
" gatel lo, masih piyik mao kawin " (kata Bumi)
" kambing lo, siapa yang bilang gue gatel mau kawin? " (kata Humaira)
" nah tuh barusan " (kata Bumi)
" Bumi Samudera yang ngakunya pinter gak taunya bolot, gue tadi belum selsai ngomong ya lo main potong aja, orang gue bilang gue jadi pingin nyusul pulang terus tidur, wleeee " (kata Humaira)
" ngeles aja lo " (kata Bumi)
Zayn menggelengkan kepalanya, akhirnya setelah sekian lama ia melihat keakraban Humaira dengan Bumi seperti sedia kala lagi, Zayn cukup senang hubungan persahabatan keduanya kini kembali lagi.
" kak gimana kalo kita semua lo ajak nginep bareng lo di hotel buat nemenin kalian disana biar gak sepi " (kata Humaira)
Zayn melotot kearah Humaira yang memberikan ide yang tak masuk akal disaat ia akan melakukan malam pengantinnya malam ini, Gibran saat ini telah membekap mulut Humaira yang selalu ada-ada saja, Zayn seraya menahan tawanya melihat pemandangan ini.
" gak usah dengerin Huma ya Rin, niah anak kayanya emang kurang piknik maklum aja pacarnya sibuk kerja " (kata Gibran), " Des besok lo ajak adek gue piknik deh biar otaknya agak encer, orang mau malam pertama juga malah mau ngajakin nginep bareng di hotel, hahaha " (kata Gibran pada Desta)
" eeeemmmm, apaan sih kak, aku gak bisa napas loh " (kata Humaira ngos-ngosan)
" ya lagian lo sih dek aneh-aneh aja " (kata Faiz)
Humaira menatap kearahnya sambil tersenyum isyarat meminta maaf tapi tak terucap, sedang Rindu hanya diam saja tak bergeming mendengarkan pembicaraan mereka.
" Ya udah ya gue duluan " (kata Zayn pada semua), " Des titip adek gue, tolong anter sampe rumah, jangan mampir kemana-mana " (kata Zayn kepada Desta), " Bum lo tolong ikut Desta sama Huma ya, jangan biarin Huma beduaan sama Desta apa lagi malam-malam gini banyak setan dimana-mana " (kata Zayn kepada Bumi)
" ok bang " (kata Desta)
" siap kak " (kata Bumi)
" lo buru-buru amat sih kak " (kata Humaira)
Lagi-lagi mulut Humaira disekap oleh Gibran, agar tak banyak bertanya lagi, melihat hal itu Zayn hanya tersenyum & buru-buru masuk kedalam mobil lalu meletakan Rindu di bangku belakang setelah itu ia juga msuk & duduk disebelah Rindu, seperti pagi tadi mobil saat ini dikendarai oleh supir pribadi keluarga Rindu.
Butuh beberapa menit untuk sampai ke hotel tempat mereka menginap malam ini, Zayn melepaskan beberapa kancing kemeja depannya & melepaskan kancing kemeja tangannya, seharian ini ternyata cukup melelahkan juga pikirnya, ia menatap kearah Rindu yang sedari tadi hanya menggenggam dua tangannya sendiri & menatap lurus kearah luar.
" kenapa? " (kata Zayn)
" enggak cuman mikir aja kak " (kata Rindu)
" apa? " (kata Zayn menatap lekat-lekat istrinya dengan penuh tanda tanya)
" kenapa kita disuruh nginep di hotel kak? " (kata Rindu)
" emang kenapa? " (kata Zayn)
" ya masa kita cuman berduaan di hotel " (kata Rindu)
" ya kan kita udah sah " (kata Zayn tersenyum penuh arti)
Rindu menatap kearahnya, saat ini tubuh mereka berdua sangat dekat bahkan Zayn bisa merasakan nafas Rindu, mata mereka saling bertemu, seketika keringat Zayn mengalir deras karena suasana tiba-tiba memanas, dengan sudah payah ia menelan salivanya, Zayn mencoba mengalihkan pandangannya ketempat lain agar tak khilaf & melakukan hal yang tidak-tidak saat ini mengingat mereka saat ini masih berada didalam mobil.
Malam ini ia tak akan memaksa Rindu untuk melakukan hubungan yang seharusnya dilakukan oleh pengantin baru karena ia yakin jika Rindu belum siap untuk melakukan hal tersebut, terlebih ia masih sangat bimbang dengan Zayn yang padahal saat ini Zayn telah mencintainya.
" kak kita ke hotel gak bawa baju ganti? " (kata Rindu)
Sudah lama ia tak mengerjai Rindu otaknya kembali dengan keisengannya lagi melihat wajah Rindu yang sepertinya panik takut jika akan terjadi hal-hal yang tidak ia inginkan.
__ADS_1
" enggak lah sayang, kita gak perlu ganti baju kan malam ini kita mau begadang sampe pagi " (kata Zayn tersenyum menyeringai)
" serius? " (kata Rindu ngeri)
" iya lah, emang kamu gak kasian sama adik kesayangan aku ini " (kata Zayn)
" maksudnya kak? " (kata Rindu)
" masa kamu gak ngerti sih maksud aku? " (kata Zayn lagi sambil menaik-naikan satu alisnya)
Rindu menatap ngeri kearahnya lalu menghadap kearah luar jendela, saat ini pasti Rindu sedang memikirkan hal yang seharusnya terjadi malam ini tetapi Zayn telah berjanji pada dirinya sendiri agar tak memaksakan kehendaknya kepada Rindu yang belum siap menerima Zayn sebagai suaminya.
Mobil yang mereka kendarai telah sampai di depan hotel tempat mereka menginap, Zayn menggandeng Rindu kembali menuju meja resepsionis untuk menanyakan kamar mereka yang telah dibooking oleh orang tua mereka kemarin, setelah mendapatkan kunci serta mengetahui dimana kamarnya ia & Rindu buru-buru masuk kedalam lift.
Kamar mereka berada dilantai tiga, Zayn sudah sangat biasa tinggal di hotel bintang empat seperti saat ini ketika ia sedang berada di rute penerbangan, Zayn melihat kearah Rindu yang saat ini seperti orang linglung.
" kaki kamu masih sakit?, apa mau aku gendong aja lagi kaya tadi " (kata Zayn)
" enggak kak, aku jalan aja, lagian kita naik lift kok bukan lewat tangga jadi aman aja " (kata Rindu)
High heels milik Rindu sedari tadi ia yang membawakan, istrinya saat ini berjalan dengan bertelanjang kaki, mengingat lantai hotel malam ini terlihat sangat dingin Zayn langsung menggendong Rindu kembali.
" kak please turunin " (kata Rindu mencoba turun dari gedongan Zayn)
" udah diem, gak usah banyak bergerak dari pada lo bangunin adek gue yang lagi bobok nyenyak dibawah sana " (kata Zayn sambil tersenyum menyeringai)
Rindu hanya diam menuruti kata-katanya, tiba-tiba otak jailnya kembali dipikirannya, kini ia punya ancaman baru agar Rindu mau menuruti dirinya, Zayn tersenyum sambil terus menggendong Rindu menuju kamar mereka. Setelah berada didepan pintu ia langsung membuka pin nya lalu masuk kedalam & menurunkan Rindu diatas tempat tidur pelan.
Saat menurunkan Rindu diatas tempat tidur lagi-lagi pandangan mereka saling bertemu & ia bisa merasakan nafas Rindu yang nampak gugup, lagi-lagi ia dengan susah payah menelan salivanya, jika terus-terusan seperti ini ia yakin ia tak akan bisa menahan pertahannya untuk tak berbuat apa-apa dengan Rindu.
Zayn mendekatkan wajahnya lebih mendekat kearah Rindu, lebih dekat & dekat lagi hampir tak ada jarak, tiba-tiba ia tersadar & melihat kearah Rindu yang telah memejamkan matanya seolah pasrah dengan apa yang akan Zayn perbuat. Zayn tersenyum & agak menjauhkan wajahnya dari Rindu, di keteknya kening Rindu dengan jari telunjuknya agar Rindu membuka matanya kembali sambil tersenyum.
" auwwwww, sakit kak " (kata Rindu)
" ngapain pejam mata, kamu pengen banget ya aku cium, mandi gih sana " (kata Zayn tersenyum)
Rindu yang tersadar akhirnya langsung berdiri & berlari kearah kamar mandi sambil menutup matanya dengan kedua tangannya, Zayn tersenyum melihat tingkah wanita yang sudah sah menjadi istrinya saat ini.
Ia merasa sangat malu karena telah berbuat konyol, bisa-bisanya ia menutup matanya & berpikir jika Zayn akan mencium bibirnya, ia terus-terusan memaki dirinya sendiri didalam kamar mandi, betapa bodohnya dirinya pikirnya.
" duh Rindu kenapa kamu oon banget sih, mikir apaan coba sampe tutup mata sagala, nih hati juga apa-apaan sih pake dek-dekan kenceng banget gak berenti-berenti " (kata Rindu sendiri)
" sumpah, **** banget ih " (kata Rindu kesal pada dirinya sendiri)
Tak mengerti mengapa dirinya bisa kehilangan akal sehat saat ini & berpikir yang tidak-tidak, tadinya ia tak berharap terjadi sesuatu dengan dirinya tetapi entah mengapa ia justru seperti sengaja memancing Zayn & berpikir jika Zayn akan menciumnya.
" mikir apa sih kok malah gak fokus sampe tutup mata tadi, kalo dia tadi nyium aku pasti bakal terjadi lebih lanjutnya kan, nyaris deh aku " (kata Rindu lagi)
tok....tok...tok....(suara ketukan pintu kamar mandi dari arah luar)
" iya " (kata Rindu)
" kamu gak papa kan di dalem?, kok gak ada suaranya? " (kata Zayn dari arah luar)
" iya aku gak papa kok " (kata Rindu menjawab)
" jangan lama-lama di dalam, kalo gak tar aku dobrak pintu kamar mandinya takutnya kamu pingsan di dalem " (kata Zayn)
" iya " (kata Rindu)
Rindu reflek menepuk jidatnya, sedari tadi gaun ditubuhnya belum terlepas dari tubuhnya, ia kesulitan untuk membuka resleting yang ada di belakangnya, ia terpaksa keluar dari kamar mandi & meminta tolong kepada Zayn untuk membukakannya.
" kok belum mandi? " (kata Zayn)
" ini kak, aku gak bisa buka " (kata Rindu sambil membelakangi Zayn)
" terus? " (kata Zayn)
__ADS_1
" tolong bukain kak " (kata Rindu)
" kamu yakin mau minta aku bukain resleting gaun kamu, kamu gak takut aku macem-macem " (kata Zayn tersenyum)
" kak please tolong ya " (kata Rindu), " kalo gak mau bukain ya udah aku minta bukain pelayan aja " (kata Rindu menjauh dari Zayn)
" gak usah macem-macem " (kata Zayn)
Rindu tiba-tiba berhenti & melihat kearah Zayn yang telah berjalan kearahnya, Zayn berdiri tepat dibelakangnya sambil membuka resletingnya perlahan, Rindu menahan bagian dadanya agar bajunya tak melorot lolos dari tubuhnya.
" jangan berani-berani ngancem aku pake kata-kata kamu yang barusan, aku gak suka " (kata Zayn sinis)
Baru kali ini ia melihat Zayn dengan tatapan yang tak bisa ia artikan entah marah entah benci entah apa itu, membuatnya hanya menunduk tak berani melihat kearah Zayn.
" sana gih masuk lagi ke kamar mandi sebelum aku berbuat macem-macem " (kata Zayn)
Rindu lagi-lagi berlari kecil menuju kamar mandi dengan memegang gaun yang berbentuk kemben, ia masuk kedalam kamar mandi & menutup pintunya, didalam kamar mandi ia segera melepaskan gaunnya & merendamkan tubuhnya di bathtub.
# Abdul Zayn Mikail
Zayn tiba-tiba emosi karena merasa cemburu sebab Rindu ingin meminta tolong kepada pelayan untuk melepaskan resletingnya, padahal Zayn tau jika itu hanyalah ancaman semata tapi tetap saja ia cemburu bagaimana pun juga hanyalah dirinya sebagai seorang suami yang berhak penuh dengan Rindu.
Zayn membaringkan tubuhnya diatas tempat tidurnya sambil menatap langit-langit kamarnya, Kamar yang mereka tempati saat ini telah dihiasi penuh dengan kelopak bunga seperti kamar pengantin pada umumnya, Zayn sesekali memainkan kelopak bunga yang sebagian telah berada dibawah tubuhnya.
Sudah beberapa puluh menit Rindu tak kunjung keluar dari kamar mandi, Zayn berdiri kembali untuk menanyakan keadaan Rindu didalam kamar mandi seperti tadi, ia benar-benar khawatir jika terjadi apa-apa dengan Rindu terlebih lagi Rindu baru saja pulih.
tok....tok...tok (suara ketukan pintu)
Zayn mengetuk pintu kamar mandi seperti beberapa jam yang lalu, telinganya menempel di pintu berusaha mendengarkan suara di dalam kamar mandi.
" jangan lama-lama disana " (kata Zayn)
" kak aku udah selesai " (kata suara dari arah dalam)
" ya terus kenapa gak keluar, apa pengen aku susulin kedalam? " (kata Zayn)
" aku lupa bawa handuk kak makanya aku gak keluar, kakak bisa gak ambilin aku handuk " (kata Rindu)
Zayn menggeleng-gelengkan kepalanya, Zayn segera mengambilkan handuk untuk Rindu, tangan Rindu segera keluar untuk meraih handuk yang berada ditangan Zayn, stelah menerima handuk akhirnya Rindu keluar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk yang ia lilit ketubuhnya.
" kak ini aku pake baju apa? " (kata Rindu)
" gak pake baju " (kata Zayn santai)
" kak tolong dong serius " (kata Rindu)
" emang gue keliatan gak serius, ayo buka " (kata Zayn)
" enggak ah, malu tau kak " (kata Rindu agak mundur)
Zayn menatap kearah Rindu, ia tersenyum & berdiri untuk mengambilkan koper yang berisikan baju mereka berdua didalam lemari.
" nih " (kata Zayn)
" makasih kak " (kata Rindu tersenyum)
Zayn kembali duduk ditepi ranjangnya sambil memperhatikan Rindu membuka koper yang telah disiapkan orang tua mereka.
" astagfirulloh kak, kenapa ini isinya baju-baju begini " (kata Rindu menempelkan lingerie kedepan dadanya)
Zayn menatap kaget dengan baju seksi yang sudah berada ditangan Rindu, koper yang telah di siapkan orangtuanya berisi baju tidur transparan untuk Rindu, Zayn tersenyum lucu, ternya kedua orang tua mereka juga menginginkan malam pertama mereka berjalan dengan lancar.
" ya udah sih pakek aja " (kata Zayn tersenyum)
" ya allah kak ini sama aja aku gak pake baju kalo transparan kaya gini " (kata Rindu)
" ya terus kamu maunya gimana?, pakek itu atau mau telanjang aja? " (kata Zayn)
__ADS_1
" mama tega amat sih nyiapin ginian, aaaaaaahhhhh " (kata Rindu mendesah kesal)
Zayn tersenyum meninggalkan Rindu menuju kamar mandi, terlihat saat ini Rindu meratapi pakaian seksi yang harus ia kenakan malam ini.