
Setelah beberapa jam mengudara saat ini ia telah berada di daratan kota D, Zayn sedang beristirahat sebelum nanti sore sekitar jam 06.00 ia kembali terbang ke kota C. Zayn saat ini sedang beristirahat di Home base khusus para pilot, ia sedang meluruskan tubuhnya diatas ranjang. Zayn mengingat adiknya Humaira yang ia tinggalkan di rumah pamannya pagi tadi, adiknya pasti sangat kesepian saat ini, Zayn berfikir untuk menghubungi adiknya, saat menghubungi Humaira ternyata saat ini adiknya sedang berada di kost-kostan Rindu, mengetahui itu pikiran iseng Zayn muncul kembali, ia meminta Humaira memberikan ponselnya kepada Rindu.
📞 calling is my sist Humaira.....
" Hallo assalamu'alaikum " (kata Rindu)
Mendengar suara Rindu dari Seberang telepon membuat Zayn tersenyum, pasti saat ini Rindu sedang bertanya-tanya mengapa Zayn ingin berbicara dengannya.
" Waalaikumsalam " (kata Zayn)
" kenapa kak? " (kata Rindu)
" gue cek HP gue tapi gak ada Wa atau telepon dari lo " (kata Zayn)
" ya emang aku gak hubungin kakak, kenapa kak? " (kata Rindu)
" lo lupa yang gue bilang sebelum gue berangkat tadi? " (kata Zayn)
" hah apa kak? " (kata Rindu)
" lo lupa beneran?, gue pergi belum sehari loh ya, udah lupa aja lo, gimana kalo gue pergi berhari-hari coba? " (kata Zayn)
Sebelum berangkat ke bandara Zayn berkata kepada Rindu agar mereka berdua harus membiasakan diri untuk berinteraksi layaknya pasangan kekasih, seperti memberi perhatian misalnya menelepon atau mengirim pesan, hal tersebut Zayn lakukan karena mengingat mereka berdua juga akan segera dinikahkan agar saat menikah nanti mereka akan terbiasa saat hidup bersama & tidak merasa canggung satu sama lain lagi.
" iya kak sorry, tapi aku beneran gak inget apa yang kakak bilang, ngomong aja napa sih " (kata Rindu)
" ok karena lo lupa omongan gue, lo gue hukum " (kata Zayn)
" hah, hukum? " (kata Rindu)
" rayu gue " (kata Zayn)
" ih apaan sih kak, gak jelas banget, jangan aneh-aneh kak, kakak mabuk udara ya? " (kata Rindu)
" siapa yang mabuk udara, gue pilot udah biasa terbang kemana-mana, sekarang gue minta lo rayu gue sebagai permintaan maaf lo karena lupa omongan gue sebelum berangkat " (kata Zayn)
" ih enggak ah, malu tau, jangan kaya anak kecil deh kak " (kata Rindu)
" siapa yang kaya anak kecil, buruan " (kata Zayn)
" kak jangan iseng kenapa sih " (kata Rindu)
" oke pending, tunggu gue balik, lo jangan kemana-mana, tar gue langsung kesitu " (kata Zayn)
" ya ngapain lagi kakak kesini, emang gak capek apa?, pulang aja kakak ke hotel istirahat dulu " (kata Rindu)
" oh jadi lo gak nerima gue?, lo mau ngindar dari hukuman gue? " (kata Zayn)
" astaghfirullah, bukannya gitu kak, tapi kakak balik kesini pasti malam kan, aku yakin kakak pasti capek jadi ngapain kesini bukannya istirahat, tar kalo sakit gimana? " (kata Rindu)
Kata-kata Rindu memang ada benarnya, meskipun besok ia ada waktu senggang tapi ia juga harus tetap beristirahat dengan baik karena besok ia juga harus menyiapkan dirinya untuk mencarikan tempat kost-kostan untuk Rindu.
" hem, ok kalo gitu besok gue ke situ, lagian besok kita juga mau pergi cari kost-kostan buat lo " (kata Zayn)
" kakak serius mau aku pindah? " (kata Rindu)
" dari omongan gue lo rasa gue serius atau main-main?, lo mau gue hukum dobel? " (kata Zayn)
" enggak... enggak, satu aja berat kak jangan di dobel ya " (kata Rindu)
" makanya jangan kira omongan gue itu main-main, satu lagi gue gak suka kalo lo nge bangkang, kalo lo gak nurut lo tau kan apa yang bakal gue kasih tau ke bokap nyokap lo? " (kata Zayn)
" ih itu lagi pasti, iya-iya, ah elah aku pikir udah lupa loh masih aja diinget, iya apa aja deh terserah kakak bakal aku lakuin, puas!!! " (kata Rindu)
__ADS_1
" gitu dong, ya udah gue mau istirahat dulu, bilang sama Huma baliknya jangan kesorean " (kata Zayn)
Panggilan telepon segera ia matikan, Zayn tersenyum puas karena bisa mengerjai Rindu kali ini, bahkan besok saat bertemu dengan Rindu ia masih mempunyai kesempatan untuk mengerjai Rindu yang ia hukum untuk merayunya, Zayn tersenyum-senyum membayangkan wajah Rindu besok saat merayunya.
" hahahahhaha, gak sabar gue pengen pulang, pengen cepet liat gimana cewek kalem kaya Rindu ngerayu gue " (kata Zayn sendiri)
Mengenal Rindu lebih dekat seperti ini baginya bukanlah hal yang buruk, karena saat bersama Rindu Zayn jadi memiliki hiburan, apalagi saat ia berhasil mengerjai Rindu, hal tersebut membuat Zayn tak berhenti tersenyum & sesekali tertawa, otomatis rasa stress yang ia alami saat bekerja menjadi hilang, bahkan akhir-akhir ini ingin cepat-cepat menyelesaikan pekerjaannya hanya demi bisa bertemu Rindu agar bisa melihat tampang konyolnya saat dikerjai olehnya.
Mengerjai Rindu adalah salah satu hobby baru Zayn, saat berhasil membuat Rindu cemberut seperti anak kecil membuatnya tak bisa lupa dengan wajah menggemaskan wanita yang menjadi calon istrinya tersebut, saat ini pun ia terus membayangkan wajah Rindu yang sangat kesal karena ancaman yang berhasil ia berikan agar Rindu menuruti semua perkataanya.
Menggunakan ancaman yang sama saat bertemu dengan Rindu di sebuah diskotik, rupanya Rindu benar-benar takut jika kedua orangtuanya mengetahui hal tersebut, meskipun saat mengetahui Rindu bisa berada di diskotik juga membuat dirinya agak kesal tetapi ia tak akan benar-benar mengadukan hal tersebut kepada kedua orang tua Rindu, hal tersebut semata-mata hanyalah ancaman belaka yang tak benar-benar akan ia lakukan meskipun Rindu tak menurutinya.
Sudah satu minggu ia bekerja setelah liburan, beberapa hari lagi dirinya akan segera pulang kembali kerumah orangtuanya di kota xxx untuk menghabiskan waktu liburnya kembali & pada saat itu juga rencana pernikahannya dengan Rindu akan ditentukan. Ia berharap ia masih mendapatkan waktu yang cukup agar bisa mengenal Rindu lebih jauh lagi, baginya waktu sesingkat ini belum cukup untuk bisa mengenal pribadi Rindu meskipun ia tau bahwa Rindu merupakan wanita yang baik.
# Rindu Mentari
" Allahuakbar, ya Tuhan, nih orang nyebelin banget sih, ihhhh " (kata Rindu)
Rindu kesal karena mendapatkan hukuman yang aneh dari Zayn, ia tak menyangka pria sedewasa Zayn ternyata sangat kekanak-kanakan, Rindu mendapatkan hukuman karena lupa dengan kata-kata Zayn sebelum berangkat kembali kebandara, sampai detik ini Rindu kebingungan karena melupakan pesan Zayn, ia terus berusaha mengingat agar tak mendapatkan hukuman kembali.
" kenapa kak? " (kata Humaira)
" gak papa dek, nih HP nya dek " (kata Rindu sambil tersenyum)
Ia memberikan ponsel milik Humaira kembali, Humaira tersenyum kepadanya ia pun membalas senyuman tersebut.
" Kak Zayn ngisengin kak Rindu ya?, kalo apa ngomong aja kak, tar Huma bantu kakak bales kak Zayn " (kata Humaira)
" kakak kamu itu nyebelin banget tau dek, kerjaannya ngancam mulu, ngeselin tau, ih sebel " (kata Rindu)
" ngancam gimana kak? " (kata Humaira)
" sorry ya dek, maafin kakak ngatain kak Zayn nyebelin, Huma jangan tersinggung ya " (kata Rindu)
" iya jadi beberapa hari yang lalu kakak nemenin temen kakak ke diskotik soalnya temen kakak lagi ada masalah, berhubung kakak takut kalo temen kakak kenapa-napa jadi kakak ikut lah ke diskotik, nah disana gak sengaja ketemu kak Zayn, eh dia nyangka ya aku biasa kesana terus mau ngaduin ke papa sama mama kakak " (kata Rindu)
" hahahah, bisa gitu sih kak Zayn ngancam kakak, bisa banget kak Zayn tau banget kelemahan kak Rindu, hahahah, sabar ya kak " (kata Humaira tertawa)
" sabar mah kakak dek, mau gimana lagi " (kata Rindu)
" hahaha, iya kak gitu-gitu kak Zayn calon kak Rindu tuh, ya anggap aja ngelatih kesabaran kakak " (kata Humaira)
" ya Allah belum nikah kakak sama kak Zayn aja udah sebegini dia bikin kakak sebel apalagi nanti kalo udah nikah, gimana nantinya rumah tangga kakak, gak bisa kakak bayangin orang senyebelin kak Zayn bakal jadi suami kakak " (kata Rindu)
" sabar kak, nanti juga kalo kakak udah biasa gak bakal sebel lagi sama kak Zayn, semua itu karena kak Rindu belum kenal banget sama kak Zayn, kan ada pribahasa yang mengatakan tak kenal maka tak sayang, jadi kalo udah kenal insyallah bakal sayang, hehe " (kata Humaira)
" iya aja udah dek, namanya juga kamu adeknya, oh iya Ngomong-ngomong mau jalan gak keluar? " (kata Rindu)
" boleh kak, dari pada gabut " (kata Humaira)
" oke yuk " (kata Rindu)
" kak, Huma ijin dulu sama kak Zayn, sebaiknya kakak juga ijin sama kak Zayn " (kata Humaira)
" Huma aja deh yang bilang ke kak Zayn ya, kakak lagi males berdebat takut mood kakak nanti jadi buruk " (kata Rindu)
" gak ah kak, kakak aja yang ijin sendiri " (kata Humaira)
Rindu kemudian mengambil ponselnya & mengirimkan pesan kepada Zayn untuk memberi tahunya bahwa ia akan pergi keluar bersama Humaira, setelah mengirimkan pesan ia & Humaira akhirnya pergi keluar dengan menggunakan gocar.
" mau kemana dek? " (kata Rindu)
" Huma tuh sebenernya pengen ke kampus kak, pengen liat-liat, soalnya bentar lagi kan lulus jadi sebelum pendaftaran Huma pengen liat kampus UGM dulu, nah berhubungan kak Gibran ada jadwal kuliah gak jadi deh liat kampusnya " (kata Humaira)
__ADS_1
" ya udah ke kampus sama kakak aja, kakak kan juga di UGM " (kata Rindu)
" tapi gak papa nih kak kalo kita ke kampus " (kata Humaira)
" gak papa lah dek " (kata Rindu)
Mereka berdua menuju kampus, kebetulan ia juga berkuliah di UGM saat ini, sepertinya Humaira pergi ke kota C khusus ingin melihat kampus tepat ia berkuliah mungkin Humaira mempunyai niat untuk melanjutkan pendidikannya di kampus tersebut.
# Humaira Shakila Najma
Setelah berada di dalam taksi online beberapa puluh menit akhirnya Humaira & Rindu sampai juga di kampus, ia segera turun bersama Rindu, ia baru melihat secara langsung kampus tersebut, mereka berdua jalan beriringan sambil bergandengan tangan.
" luas juga ya kak? " (kata Humaira)
" iya lah dek, Emang Huma mau ambil jurusan apa? " (kata Rindu)
" hukum kak " (kata Humaira)
" wah hebat dek " (kata Rindu)
" kasih tau Bumi kak, kalo Huma mau kuliah disini jadi bisa sama-sama lagi entar " (kata Humaira)
" eh iya dek " (kata Rindu tersenyum)
" kak, Bumi sebenarnya di mana sih kok gak masuk-masuk?, mana tar lagi ujian " (kata Humaira)
" ada dek, Huma kangen Bumi ya? " (kata Rindu)
" banget kak, kesepian banget tau Huma gak ada Bumi, tega banget sih Bumi gak balik-balik " (kata Humaira)
Humaira benar-benar bersedih karena Ia merasa yang dikatakan kakaknya semalam ada benarnya jika Bumi sebenarnya sedang menjauh darinya meskipun ia tak tau apa penyebab Bumi menghindar darinya.
" pasti bakal balik kok dek, sebenarnya kamu suka gak sama Bumi? " (kata Rindu)
" suka lah kak, kan Bumi sahabat Huma " (kata Humaira)
" bukan itu maksud kakak, maksud kakak suka dalam artian bukan sebagai sahabat, rasa suka antara cewek ke cowok sebagai seorang remaja " (kata Rindu)
Humaira terdiam dengan pertanyaan Rindu, pertanyaan seperti inilah yang selalu membuatnya bimbang sebenarnya perasaannya kepada Bumi itu seperti apa, selama ini ia hanya merasa nyaman & aman selama bersama Bumi.
" pernah gak kamu mikir kalo sebenarnya kalian itu sebenarnya pasangan yang serasi " (kata Rindu)
Ia hanya terdiam kembali, banyak para siswa-siswi disekolahnya yang mengatakan bahwa ia & Bumi merupakan pasangan yang serasi meskipun sebenarnya mereka berdua adalah sahabat.
" Pernah gak kamu cemburu waktu Bumi gak punya waktu buat kamu? " (kata Rindu)
Sekali lagi kata-kata Rindu telak membuatnya semakin berfikir, terkadang ia memang pernah merasa cemburu jika Bumi tak meluangkan waktu untuknya, seperti saat ini ia bahkan gelisah saat tak mendapatkan kabar dari Bumi selama satu minggu lebih.
" mulai sekarang kamu harus pikirin bener-bener dek gimana perasaan kamu ke Bumi, mungkin bener kata mantan pacar Bumi, cewek sama cowok bersahabat gak mungkin kalo gak ada rasa cinta sedikitpun diantara kalian, mungkin aja sebenarnya kalian saling cinta tapi kalian gak sadar sama perasaan kalian, atau justru kalian sadar tapi kalian gengsi " (kata Rindu)
" tapi Huma rasa Huma gak cinta kak sama Bumi " (kata Humaira)
Humaira masih berusaha menolak jika dikatakan ia & Bumi sebenarnya saling menyukai satu sama selain.
" hmm, ok tapi kamu harus pikirin saran kakak, renungin baik-baik " (kata Rindu)
" idih calon kakak ipar apaan sih masa Huma suruh renungin, udah kakak mending fokus aja sama kak Zayn, soalnya aku sama Bumi bener-bener real cuman sahabatan aja gak ada perasaan lain-lain, lagian gak lama lagi kak Rindu sama kak Zayn bakal nikah kan " (kata Humaira)
" hufft, diingetin lagi, jangan bahas kakak sama kak Zayn ya dek, jujur aja kakak gak siap " (kata Rindu)
" harus siap kak, lagian kakak kan sudah Terima jadi harus siap " (kata Humaira tersenyum)
Humaira yakin jika saat ini kakaknya sudah bisa membuka diri untuk Rindu, bahkan kakaknya juga sudah siap dengan pernikahannya dengan Rindu.
__ADS_1