
Pagi ini ia tengah bersiap untuk menemani Rindu karena permintaan dari Tante Risya sahabat dari ibunya, sebenarnya Zayn agak bingung hari ini ia akan membawa rindu kemana lagi mengingat kemarin saat ia bersama Rindu, juga kebingungan harus menghabiskan waktu bersama seorang gadis yang bahkan tidak terlalu akrab dengannya dimana.
" pagi udah rapi aja Lo kak, mau kemana? " (kata Humaira
" gue juga bingung " (kata Zayn)
" lah kok bingung?, ya terus apa tujuan Lo Serapi ini?, mau ngantar gue Lo ya? " (kata Humaira tersenyum)
" dih kepedean " (kata Zayn)
" ya terus? " (kata Humaira)
" kepo " (kata Zayn)
" jelasnya!!!, jadi Lo mau kemana? " (kata Humaira)
" jangan banyak tanya gue juga bingung mau kemana " (Zayn)
" Lo gak lagi ngigo kan kak?, jadi buat apa Lo Serapi ini? " (kata Humaira)
" gue melek ya dek, perasaan orang ngigo itu kalo orangnya merem alias tidur, suka aneh sih " (kata Zayn), " jadi gue tadi barusan ditelpon Tante Risya, mintol dia buat ajak Rindu jalan kemana gitu dari pada sendiri di rumah " (kata Zayn)
" oh jadi mau jalan Ama kak Rindu, terus? " (kata Humaira)
" ya gue bingung mau jalan kemana, Lo tau kan gue jarang jalan, gue jalan kalo gak sama Lo juga gak bakal jalan, untung juga Lo gak punya cwo coba kalo Lo punya cwo mungkin gue juga bakal diem aja di rumah jadi anak bujang rumahan " (kata Zayn)
" hahahahahah, kuper Lo kak, padahal banyak aja temen sekolah Lo dulu " (kata Humaira)
" ya kan Lo tau temen-temen akrab gue dulu juga pada sibuk kerja gimana mau gue ajak ngumpul " (kata Zayn), " lo kasih ide gue dong dek gue mesti kemana " (kata Zayn meminta saran)
Setelah mengetahui duduk permasalahan Zayn kali ini adiknya hanya terdiam sambil berfikir, terlihat kerutan di kening Humaira yang berusaha berfikir membuat niat jail Zayn muncul.
" cepetan mikirnya keburu Lo berangkat sekolah entar " (kata Zayn sambil mencubit pipi kanan kiri Humaira)
" aaaaauuuuu, sakit tau, ih....." (kata Humaira memukul tangan Zayn)
Melihat ekspresi adiknya yang cemberut sambil ngedumel & mengelus pipinya karena kesakitan membuatnya tertawa.
" jahat Lo kak " (kata Humaira)
" ya lo dek mikir gitu aja lama amat, tar keburu mami papi turun " (kata Zayn)
" ya gue kan lagi mikir, gimana sih " (kata Humaira)
" hahahah, Lo tuh bukan mikir tapi sok mikir, ayo buruan apa ide Lo " (kata Zayn)
" ya udah sih ajak aja nyalon, cwe kalo diajak nyalon atau ngemol pasti seneng " (kata Humaira)
" eh dek please ya, gue bukan mau nyenengin Rindu, gue cuman disuruh ajak jalan " (kata Zayn)
" emang Lo ajak anak orang jalan buat bikin anak orang nangis kak?, enggak kan?, pasti Lo disuruh ajak kak Rindu jalan buat bikin dia seneng dari pada gabut di rumah sendirian " (kata Humaira)
Yang dikatakan adiknya ini memang benar, tetapi ia sangat heran kenapa harus dirinya yang harus dihubungi untuk menemani Rindu selama dua hari ini.
" Lo kayanya ajak kak Rindu ke salon aja dulu kak, sekalian Lo ganti warna rambut lo " (kata Humaira)
" iya bawel, gue mikir gitu juga tadi " (kata Zayn)
Tak beberapa lama terlihat kedua orangtuanya menuruni anak tangga dari atas sambil tersenyum, itulah senyuman hangat yang membuat Zayn selalu rindu dengan kedua orangtuanya dikala jauh.
" Zayn kalau jalan bawa mobil hati-hati loh ya, mami gak mau tar kakak sama anak Tante Risya kenapa-napa " (kata Safitri)
" iya mi, tenang aja mi " (kata Zayn)
" surat-surat jangan lupa dilengkapi kak, sapa tau ada razia " (kata Abimana)
" ok Pi " (kata Zayn)
" mami sama papi tau kalo kakak mau jalan sama kak Rindu? " (kata Humaira)
" iya dek soalnya Tante Risya tadi nelpon mami juga " (kata Safitri)
Entah mengapa Humaira menatap intens kearahnya, karena mendapatkan tatapan yang teramat aneh menurutnya & tak bisa ia artikan ia tiba-tiba merangkul adiknya & mengacak-acak rambut adiknya yang membuat adiknya berteriak kesal.
# Humaira Shakila Najma
Pagi sekali setelah sarapan pagi kakaknya sudah rapi entah akan pergi kemana, melihat kakaknya Serapi itu jiwa kepo Humaira bermunculan, tanpa berbasa-basi iya terus memberondongi kakaknya dengan pertanyaan-pertanyaannya, ternyata Zayn malah kebingungan karena tidak tau harus pergi kemana untuk mengajak Rindu siang ini. Kakaknya lagi-lagi dihubungi oleh orang tua Rindu untuk menemaninya hari ini selama tidak ada orang dirumahnya, akhirnya Humaira memberikan ide kepada kakaknya untuk mengajak Rindu pergi ke salon atau kemall karena hanya itulah tempat yang paling disukai wanita.
__ADS_1
Tak beberapa lama terlihat kedua orang tuanya menuruni anak tangga, mereka berdua tersenyum mereka-reka memancarkan kebahagiaan, sepasang pasangan yang bener-benar luar biasa, polisi & polwan, bagi Humaira kedua orang tuanya adalah pasangan yang sangat sempurna.
Saat berada dibawah ibunya serta ayahnya berpesan kepada kakaknya untuk membawa kendaraan secara hati-hati serta mengingatkan untuk membawa surat-surat lengkap, ternyata kedua orang tuanya masih ikut andil dengan rencana hari ini, entah mengapa ia tiba-tiba menatap kearah kakaknya yang terlihat benar-benar tidak sadar dengan rencana yang dilakukan oleh kedua pihak keluarga.
" *astaga Lo itu mikir apaan sih kak, masa Lo gak tau kalo ini cuman alasan biar Lo bisa Deket Ama kak Rindu " (kata Humaira dalam hati)
" Lo itu polos atau bener-bener polos sih kak, atau Lo itu sebenarnya b*go, kan kata orang polos Ama b*go itu beda tipis " (kata Humaira dalam hati masih menatap kearah Zayn*)
Tiba-tiba kakaknya merangkulnya & mengacak-acak rambutnya entah karena apa kakaknya melakukan hal seperti ini.
" aaaaaaaaaaa, apa sih Lo kak " (kata Humaira), " rambut gue berantakan Panjul " (kata Humaira)
" biarin suruh sapa ngeliatin orang kaya gitu, emang ada yang salah sama gue " (kata Zayn)
" iya ada yang salah, soalnya ada belek gede Dimata Lo, bikin gue jijik " (kata Humaira kesal)
" Lo ya " (kata Zayn kembali mengacak-acak rambut Humaira)
Karena mendapatkan perlakuan yang sama ia lantas berteriak untuk meminta bantuan ibunya.
" aaaaaaaaa, mami tolong " (kata Humaira)
" kakak " (kata Abimana)
" kasian tuh kak rambut adek acak-acakan, mau sekolah dia " (kata Safitri)
" tau nih kakak, ah elah kusut kan rambut Huma " (kata Humaira)
" makanya jangan boong " (kata Zayn)
" eh gue gak boong ya, emang ada belek gede Dimata lo, hahahaha " (kata Humaira)
" gue sumpahin bintilan Lo boong-boong "(kata Zayn)
" hahaha, jahat Lo kak " (kata Humaira)
" biarin " (kata Zayn)
Meskipun Humaira & Zayn sering menjahili satu sama lain tapi keduanya sangat saling menyayangi, bahkan terkadang ketika Zayn tidak ada di rumah justru kejadian seperti ini yang sangat Humaira rindukan.
# Abimana Prasetiya
" ya udah yuk berangkat dek, bercanda Mulu sama kakak " (kata Abimana membuka suara)
" Bentaran Pi, Huma rapiin rambut Huma dulu " (kata Humaira)
"dih gak usah sok kecakepan dek, tuh rambut gak juga kusut-kusut banget pake segala Lo rapiin pake sisir " (kata Zayn)
" gue gak sok cakep ya kak soalnya gue emang cakep " (kata Humaira)
"nah kok malah ribut lagi sih " (kata Safitri)
" kakak ya mi yang duluan bukan Huma " (kata Humaira membela diri).
" kak mending periksa surat-surat kamu sebelum jalan, mami gak mau dapat laporan kalo kakak kena tilang " (kata Safitri)
" siap komandan " (kata Zayn)
" ya udah mami berangkat dulu, baek-baek ya sama anak orang " (kata Safitri)
" kak papi berangkat, jangan lupa kabarin papi kalo ada apa-apa dijalan " (kata Abimana)
" ok Pi " (kata Zayn)
" da,....take care ya kencannya " (kata Humaira sambil berlari)
" awas Lo dek, sapa juga yang kencan " (kata Zayn)
# Abimana Prasetiya
Jam telah menunjukan pukul 06.30pagi saat ini ia mengendarai mobilnya menuju sekolah anak bungsunya terlebih dahulu, seperti biasa sebelum kekantor rutinitas mengantar putrinya ke sekolah seperti ini biasa terjadi, hanya saja ketika ia sedang sibuk pasti supir pribadinya akan menggantikan tugasnya.
Sambil berkendara ia mengingat bahwa hari ini adalah kali kedua anaknya akan melakukan pendekatan dengan anak sahabatnya, ia berharap setelah pertemuan keduanya ini Zayn akan menyetujui perjodohan yang akan dilakukan untuknya.
Setelah tiga puluh menit akhirnya mobil yang ia kendarai sudah berada di depan gerbang sekolah Humaira, putri bungsunya ini berpamitan menyalami tangannya & istrinya lalu turun dari mobil.
" da mi,...Pi... " (kata Humaira yang sudah berada diluar mobil)
__ADS_1
" da sayang " (kata Safitri)
Sebelum melajukan mobilnya ia membunyikan kelakson sambil melambaikan tangannya kearah anaknya seperti biasa.
" hah, gak terasa anak-anak udah gede aja ya mi " (kata Abimana)
" & kita juga makin tua kan Pi " (kata Safitri)
" makanya papi pengen Zayn cepetan nikah sayang " (kata Abimana)
" kita pasti bakal nikahkan Zayn sayang " (kata Safitri)
" hmmm, iya sayang harus " (kata Abimana antusias), " dek itu sih Huma mau lanjut kemana kalo lulus? " (kata Abimana)
" dia keliatannya masih bingung sayang " (kata Safitri)
" bentar lagi mau ujian malah belum punya tujuan, terlalu santai gak menurut mami si Huma? " (kata Abimana)
" gak Pi, masih banyak waktu kok, papi jangan khawatir Huma pasti bakal nentuin kok " (kata Safitri)
Ia hanya tersenyum melihat kearah istrinya sambil memegang tangannya, istrinya ini selalulah mampu membuat hatinya tenang saat ia merasakan kecemasan.
# Humaira Shakila Najma
Ia berjalan menuju kelasnya sambil melihat kearah sekeliling sekolah, masih sama seperti hari-hari biasa suasana riuh sekolah yang sangat ramai saat ini membuatnya mampu berkelana jauh, ia hanya tersenyum kearah para murid yang sedari tadi menegurnya, beberapa bulan lagi ia akan meninggalkan sekolah ini, melepaskan seragam putih abu-abunya, melepaskan gelar ABG menjadi gadis dewasa, suatu saat nanti ia akan sangat merindukan masa putih abu-abu yang tak akan pernah lekang oleh waktu, masa kekonyolan yang hakikih yang tak bisa dibandingkan dengan masa-masa lainnya.
Saat ini ia telah berada didalam kelasnya, sudah ada sesosok siswa laki-laki duduk di bangkunya yang sepertinya bukan Bumi, ia berjalan menuju bangkunya & melihat siapakah yang telah berada di sana, ia sangat terkejut sampai-sampai teplek menutup mulutnya dengan satu tangannya mengetahui bahwa benar bukanlah Bumi yang berada di sana melainkan Kevin. Humaira terdiam dengan penuh tanya, kenapa Kevin yang bukan satu kelas dengannya bisa tertidur di atas lipatan tangannya di bangku milik Humaira.
" ver Bumi mana? " (tanya Humaira kepada teman satu kelasnya)
" belum Dateng beb " (kata Vera teman sekelas Humaira)
" Lo tau gak kenapa nih bocah disini? " (tanya Humaira kepada Vera lagi)
" gak tau gue beb, mungkin karena kemaren dia abis ribut Ama cwenya " (kata Vera menjelaskan)
Mendengarkan kata-kata teman sekelasnya membuatnya seketika melotot & menepuk jidatnya karena terkejut.
" mati gue " (kata Humaira)
" sabar beb, ngadepin orang kaya gitutuh harus sabar, coba deh sekali-kali Lo ngomong dari hati kehati sama dia " (kata Vera)
" maksud Lo? " (kata Humaira)
" ya selama tiga tahun Lo tolak dia terus, dia malah tetep terus-terusan ngejar-ngejar Lo gak ada abisnya, kan entar lagi juga kita bakal lulus, ya udah sih baen aja beb " (kata Vera panjang lebar)
" baean, maksudnya? " (kata Humaira)
" yaudah temenan aja baek-baek beb, kan selama ini Lo jutek banget tuh Ama dia, paling gak, kasihlah kesan Baek buat dia sebelum kita pisah " (kata Vera)
Ia sedikit berfikir yang dikatakan teman sekelasnya ini mungkin ada benarnya, selama ini memang ia selalu bersikap jutek dengan Kevin, meskipun ia selalu bersikap jutek tetapi Kevin tak pernah memperdulikan itu & terus menerus mengejar cinta darinya.
Sikap Kevin yang kekeh harusnya tak membuatnya membenci Kevin kenapa sa
selama ini ia tak berfikir menjadikan Kevin sebagai teman dekatnya, sebaliknya malah menjadikan Kevin sebagai musuhnya, mungkin saja saat ia menjadikan Kevin menjadikan Kevin seorang teman, lama kelamaan Kevin akan menyadari & menyerah untuk mengejar cintanya lagi.
" Kev,.... Kev.... " (kata Humaira menggoyangkan tangan Kevin untuk membangunkan)
" eh,.... Huma,...aduh sorry ya gue ketiduran disini " (kata Kevin)
" Lo jam segini udah tidur lagi disekolah? " (kata Humaira)
" gak tidur gue tadi malam, makanya ngantuk deh " (kata Kevin)
" is,....pasti Lo dugem Ampe pagi ya? " (kata Humaira)
" hehehe, tau aja Lo " (kata Kevin)
Ia hanya menggelengkan kepalanya sambil menyilang kan tangannya didepan dadanya, ia sangat tak habis pikir Kevin semuda ini sering menghabiskan masa mudanya ditempat seperti itu, yang Humaira pikirkan tempat dugem merupakan tempat yang identik dengan maksiat, seperti minuman keras dll.
" gue duduk ya? " (kata Humaira meminta ijin)
" oh silahkan, Lo kenapa harus ijin ini kan kelas Lo " (kata Kevin)
Ini untuk pertama kalinya Humaira bisa berlaku baik kepada Kevin, ia berharap dengan bersikap baik Kevin akan bisa menerima kenyataan & bisa move on darinya.
Kevin dikelas Humaira
__ADS_1