
" kakak tidur di hotel ini " (kata Rindu)
Zayn hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, Zayn & Rindu telah berada diparkiran hotel tempat ia menginap selama di kota D, sudah hampir satu minggu lebih Zayn berada di hotel tersebut setelah pulang dari bekerja untuk beristirahat. Seperti biasa hotel tempat ia menginap adalah hotel dengan kualitas terbaik, seperti seragam pilotnya akan siap dalam waktu beberapa jam saja tanpa menunggu lama untuk dicuci & kembali dalam keadaan bersih & siap untuk dipakai. Setelah pintu lift terbuka Zayn mengajak Rindu menuju ke kamarnya.
" ayo masuk, anggap aja kamar sendiri " (kata Zayn)
" iya kak " (kata Rindu)
" silahkan duduk " (kata Zayn)
" oke " (kata Rindu)
Zayn mempersilahkan Rindu untuk masuk kedalam kamarnya, sebenarnya sangat canggung berada di dalam kamar berdua seperti saat ini, ini adalah pertama kalinya Zayn membawa Rindu ke kamar hotel tempat ia menginap hanya berdua, biasanya saat ia membawa Rindu ke hotelnya pasti ada sepupunya Faiz di sana juga. Sangking geroginya Zayn sampai bingung harus berbuat apa & hanya diam membisu sambil memikirkan hal yang harus ia perbuat untuk mengusir kecanggungannya.
" mau minum? " (kata Zayn)
" enggak, kan tadi pas makan udah minum " (kata Rindu)
" kan tadi, gue ambilin minum ya? " (kata Zayn)
" gak usah kak, tar aku ambil sendiri " (kata Rindu)
Zayn hanya manggut-manggut saja sambil tersenyum, Rindu saat ini telah berdiri sambil melihat kearah luar balkon, masih sama seperti tempat ia menginap di kota Cirebon hotel di tempat ia menginap saat ini pemandangannya sangat indah meskipun kamar hotelnya hanya berada dilantai tiga.
" kakak disini sendiri? " (kata Rindu)
" iya, sebenarnya sih maunya sama lo, tapi lo nya gak mau " (kata Zayn tersenyum sambil garuk-garuk kepala)
" ngasal, kita bukan muhrim tau " (kata Rindu)
" jadi kalo udah muhrim mau gak tinggal disini?, kan lo disini masih lama " (kata Zayn)
Saat Zayn & Rindu menikah nanti memang Rindu masih dalam tugas KKN di kota D, sehingga Zayn berpikir untuk tinggal di hotel berdua dengan Rindu selama KKN nya berakhir.
" tapi nanti temen-temen aku gimana? " (kata Rindu)
" ya gak gimana-gimana lah, lagian nanti mereka juga bakal tau kan pastinya kalo lo nikah, sudah kewajibannya kalo udah nikah tinggal bareng suami kan? " (kata Zayn)
Rindu menatap kearahnya, wanita dihadapannya ini terlihat sangat cantik saat rambutnya tertiup oleh angin yang berhembus, sesekali Rindu memegang rambutnya agar tak berantakan oleh angin, Zayn tersenyum saat bisa sedekat ini dengan Rindu.
" tinggal dua minggu lagi acara pernikahan kita, jadi mungkin lo harus ijin dua hari sebelum acara kita " (kata Zayn)
" aku ijinnya berapa hari kak? " (kata Rindu)
" satu minggu gak bisa ya? " (kata Zayn)
" gak bisa kak " (kata Rindu)
" tar gue yang atur, tar gue yang urus sama dosen, gue yang ijinin ke dosen lo " (kata Zayn)
Zayn berusaha agar calon istrinya tersebut juga tetep bisa melaksanakan kegiatan KKN nya tanpa menundanya lagi, bagi Zayn semakin cepat Rindu untuk lulus makan semakin lebih baik sehingga Zayn bisa membawa Rindu untuk pergi kemanapun saat dirinya sedang bertugas.
# Rindu Mentari
Ia nampak bingung memikirkan acara pernikahannya yang tinggal menghitung hari lagi, ia harus meninggalkan kegiatan KKN nya saat akan mempersiapkan pernikahannya yang akan digelar di kota xxx, jika ia meninggalkan KKN untuk waktu yang lama maka ia akan mengulang KKN tersebut di tahun depan & ia tak bisa melakukan itu.
Meskipun semua persiapan pernikahannya sudah matang, ia beserta Zayn tinggal duduk manis untuk melaksanakan prosesi ijab kabul mereka nantinya tetapi tetap saja mereka harus mencoba kembali baju pengantin yang telah mereka pesan beberapa bulan yang lalu.
" jadi deal ya selama lo KKN lo harus tinggal bareng gue di hotel " (kata Zayn)
" harus banget gitu kak tinggal berdua?, gak nunggu nanti-nanti aja? " (kata Rindu)
" ya harus lah, buat apa lo jadi bini gue kalo gak tidur bareng gue " (kata Zayn)
" emang fungsi istri cuman nemenin tidur doang, lagian aku juga belum siap kak " (kata Rindu)
" jangan ngeres ya, gue cuman minta lo tinggal sama gue tidur bareng sama gue bukan minta gue apa-apain " (kata Zayn tersenyum)
Rindu tiba-tiba tersipu malu karena kata-kata Zayn, mungkin dirinya terlalu berpikir jauh sampai berpikir jika ia akan melakukan malam pertama selayaknya pengantin baru pada umumnya, Rindu sangat bersyukur jika Zayn takan melakukan hal tersebut sebelum ia benar-benar siap.
" gimana deal " (kata Zayn lagi)
" deal, tapi tolong jangan macem-macem " (kata Rindu)
__ADS_1
" is apaan sih, masa kalo sudah sah gak boleh macem-macem, belum sah katanya belum muhrim giliran udah sah suruh janji jangan macem-macem " (kata Zayn)
" ya boleh tapi aku kan belum siap kak " (kata Rindu)
" tapi kalo udah siap boleh kan " (kata Zayn tersenyum)
" iya kak " (kata Rindu)
" kenapa?, lo takut? " (kata Zayn)
" hmmmm, ya karena aku belum pernah ya jelas lah aku takut, lagian juga kita deket baru dua dua bulan terus nikah " (kata Rindu)
" jangan khawatir gue bakal tanggung jawab sama lo kalo kita nikah, gue gak bakal sia-siain lo " (kata Zayn)
Sebagai seorang istri sudah seharusnya menjalankan kodratnya sebagai seorang istri jika ia menolak kehendak suami maka ia akan menjadi istri yang durhaka & Rindu tak ingin itu.
" gue ngantuk, boleh gak gue tidur bentaran aja? " (kata Zayn)
" boleh kak " (kata Rindu)
" tapi boleh gak gue tidur dipangkuan lo, sambil elus-elus rambut gue " (kata Zayn)
" kenapa? " (kata Rindu)
" gue lagi kangen sama nyokap " (kata Zayn)
" oh gitu, boleh deh " (kata Rindu)
Terlihat senyum diwajah Zayn, sepertinya karena terlalu kesepian Zayn sangat merindukan ibunya pikir Rindu, ia kini telah duduk di tempat tidur Zayn sambil memangku kepala Zayn & mengelus-elus kepala Zayn.
# Humaira Shakila Najma
Kegiatan ospek masih belum selesai, sudah sesore ini tetapi ia masih berada dikampus untuk menemani presiden BEM rapat sambil mengipas-ngipasi Narendra, tugas Humaira bukan hanya mengipasi Narendra saja bahkan menyuapkan makanan serta minuman & mencatat semua hasil rapat hari ini, hari ini Humaira benar-benar baru merasa seperti budak yang sesungguhnya karena harus mengikuti kemanapun Narendra pergi, hanya saja saat pergi ke kamar kecil Humaira tetap menunggu diluar. Saat berada di situasi seperti ini ia sangat berharap Gibran bisa menolongnya untuk terlepas dari Narendra, meskipun Humaira tau tak banyak yang bisa dilakukan Gibran untuknya.
" Ren itu Humaira gak lo suruh balik? , ini sudah sore loh, yang lain juga udah balik " (kata Gibran)
" sih budak? " (kata Narendra)
" ah presiden mah gitu, gue liat mah bukan dia yang budak lo mah yang bucin " (kata Wardana)
Humaira hanya menatap jengah pada para pria-pria anggota BEM yang dengan sengaja mengerjai dirinya & menjodoh-jodohkan dirinya dengan presiden BEM tersebut, sedikitpun Humaira tak akan pernah jatuh cinta pada orang yang telah membuat hari-harinya di ospek tahun ini sangat kacau & tak berjalan dengan mulus.
" udah lah Ren biarin aja dia balik, kasian tuh dari tadi lo suruh ngipasin lo, lo suruh mijit lo, lo suruh suapin lo, dah kaya pembantu beneran, lo gak liat dia capek tuh " (kata Gibran)
" lo suka sama budak gue?, kenapa lo bela-bela?, kemaren lo tolak " (kata Narendra)
" gue bukannya suka sama dia Ren, tapi ini udah waktunya pulang " (kata Gibran)
Kakak sepupunya tersebut mencoba untuk menolong dirinya, meskipun harus berdebat dengan Narendra, Humaira tau jika Gibran tak akan pernah membiarkan siapapun menyakiti dirinya atau melakukan hal seperti ini padanya.
" Huma lo balik aja, ayo gue anter " (kata Gibran)
Gibran menarik Humaira kearah luar ruang BEM saat Gibran menarik pelan tangannya tiba-tiba tangan satunya ditarik oleh Narendra, sehingga tangannya menjadi objek tarik-tarikan Narendra & Gibran, tatapan mata Narendra ke Gibran begitu tajam seperti mengeluarkan sambaran kilat.
" maaf bang ini saya bisa terbelah jadi dua kalo ditarik gini " (kata Humaira)
Akhirnya Gibran & Narendra melepaskan tangan Humaira, melihat kakaknya akan mendapatkan masalah karena berdebat dengan Narendra Humaira mencoba untuk melerai masalah merebutkan dirinya dengan meminta ijin secara baik-baik kepada Narendra untuk pulang mengingat hari sudah terlalu sore.
" maaf bang Narendra, kalo boleh saya mohon undur diri, sudah terlalu sore, nanti saya dicari sama juragan saya " (kata Humaira berbohong)
" juragan?, maksud lo? " (kata Narendra)
" iya saya kerja jadi pembantu khusus bersih-bersih rumah, nyapu, ngepel, & cuci baju, kalo saya gak buru-buru pulang sebelum magrib nanti nyonya bakal marahin saya bang " (kata Humaira)
Humaira sengaja berbohong jika sebenarnya dirinya adalah seorang pembantu tetapi khusus bagian bersih-bersih karena jika ia mengatakan ia pembantu biasa pasti tidak akan ada yang percaya karena dirinya tidak bisa memasak, jangankan masak nasi masak air pun Humaira tak bisa.
Narendra tertegun melihat kearahnya yang sepertinya mulai percaya dengan apa yang ia katakan, sedangkan Gibran saat ini sedang menahan tawanya karena kebohongan yang sedang dilakukan olehnya.
" lo kalo emang pembantu kenapa bisa kuliah disini? " (kata Judika)
" iya bang, jadi pembantu itu cuman sambilan aja buat bantu uang kuliah saya " (kata Humaira)
" ya udah sih bolehin aja pulang, tar kalo dia dipecat kasian dia " (kata Daus)
__ADS_1
" ya udah ayo gue anter " (kata Narendra)
" jangan bang, biar saya pulang sendiri " (kata Humaira berusaha menolak)
Karena Humaira yakin jika teman-teman anggota BEM Gibran pasti tau dimana rumah Gibran sehingga Humaira tak ingin mereka tau jika sebenarnya dirinya juga tinggal di rumah Gibran.
" kenapa? " (kata Narendra)
" saya gak enak tar juragan saya nanya macem-macem apalagi saya baru aja kerja disana " (kata Humaira)
" ya udah lo hati-hati, kalo ada apa-apa kabarin gue " (kata Narendra), " ini no gue " (kata Narendra yang baru saja menuliskan nomer ponselnya)
Humaira mengambil tulisan tersebut & menaruhnya di saku bajunya, setelah mendapatkan ijin untuk pulang Humaira langsung berjalan kearah luar meninggalkan Ruang BEM menuju pintu Gerbang kampus, seperti biasa didepan pintu kampus sudah ada Desta menunggu dirinya sudah mengenakan pakaian santainya.
" bang Desta " (kata Humaira sambil tersenyum)
Desta hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya, beberapa hari ini ia mulai rutin berangkat & pulang dengan Desta.
" dibudakin ya makanya jam segini baru pulang? " (kata Desta sambil memakaikan helm di kepala Humaira)
" iya, kak Gibran hampir ribut itu tadi ama presiden BEM gara-gara nyuruh Huma balik " (kata Humaira)
" terus? " (kata Desta)
" ya biar gak ribut Huma minta ijin aja pamit minta pulang " (kata Humaira)
" kok bisa diijinin gitu aja? " (kata Desta)
" Huma kibulin mereka bang, Huma bilang aja mau cepet pulang takut dimarahin majikan soalnya Huma disini kerja sambilan jadi pembantu, hahahaha " (kata Humaira sambil tertawa)
" hahahhaha, dasar jail, ya udah naik, keburu anak majikan Huma ama temen-temen BEM nya pada keluar, tar malah ketauan lagi boongnya " (kata Desta)
" hahahah, kak Gibran bang? " (kata Humaira)
Mereka segera pergi menjauh dari kampus dengan mengendarai motor milik Desta, matahari sudah mulai turun hari sudah mulai gelap, jalanan sudah mulai sepi tapi sampai detik ini ia masih berada di jalanan.
" bang laju-laju aja bang biar cepet sampek " (kata Humaira)
" gak takut jatuh laju-laju? " (kata Desta)
" gak lah, kan bang Desta udah joki " (kata Humaira)
" ok gas " (kata Desta)
" cuz " (kata Humaira)
Bersama Desta Humaira melupakan kesedihannya saat ditinggalkan oleh Bumi, Desta benar-benar mengisi kekosongan yang ia rasakan bahkan Desta mampu menghidupkan dunianya yang seolah mati karena tak ada Bumi disisinya.
# Rindu Mentari
Saat ini Zayn masih tidur di pangkuannya ia masih terus membelai-belai rambutnya, sudah sekitar satu jam ia duduk memangku kepala Zayn, terlihat wajah tenang Zayn yang sepertinya sangat kelelahan, baru saja tunangannya ini mendarat & langsung menemui dirinya. Selama beberapa minggu belakangan ini Rindu merasa agak aneh dengan sikap Zayn, terkadang Zayn berkata Rindu padanya, terkadang Zayn bertingkah manja seperti saat ini. Saat Rindu memandangi wajah Zayn Lekat-lekat tiba-tiba mata Zayn bergerak & membuka matanya.
" kenapa masih jadi bantal?, gak capek?, pasti keram ya? " (kata Zayn)
Zayn langsung bangun menghadap kearah Rindu merasa cemas karena selama satu jam Rindu memangku kepala Zayn, Rindu tak ingin mengganggu tidur Zayn krena Zayn tidur sangat lelap sekali.
" enggak kak, gak keram kok, aku gak papa " (kata Rindu)
" beneran gak papa?, maaf ya " (kata Zayn)
" iya kak " (kata Rindu)
" lo gak ngantuk? " (kata Zayn)
" enggak kak " (kata Rindu)
" yakin? " (kata Zayn)
" yakin kak, sudah mau magrib nih siap-siap sholat yuk? " (kata Rindu)
" tapi gak ada mukenah disini? " (kata Zayn)
" tenang aja aku bawa kok kak " (kata Rindu)
__ADS_1
Rindu & Zayn bersiap-siap untuk sholat magrib berjamaah bersama, ini bukan untuk pertama kalinya dirinya & Zayn sholat bersama, suatu saat nanti jika mereka berdua telah menikah kegiatan sholat berjamaah seperti ini akan sering mereka lakukan.