Polwan Cantik

Polwan Cantik
#117


__ADS_3

#*Andriawan Abara Brilian


Setelah satu bulan yang lalu ia dinyatakan lulus dari sekolahnya kini ia telah berada diuniversitas luar negri untuk mendaftarkan dirinya menjadi mahasiswa kedokteran, ia kembali mengejar cita-citanya menjadi dokter ahli bedah berkat motifasi & dukungan dari orang yang sangat spesial baginya, seorang wanita yang sangat ia cintai & sayangi. Bara berada dinegara amerika serikat, ia mengikuti program beasiswa untuk masuk menjadi mahasiswa diunversitas hardvard, universitas kedokteran ini merupakan salah satu universitas terbaik sedunia, biaya bersekolah di Universitas ini sangat luar biasa itu yang membuatnya harus masuk dengan mengikuti jalur beasiswa untuk meringankan biaya pendidikannya, bukan karena tak mampu tapi ia tidak mau menyia-nyiakan kepintarannya, ia juga akan bekerja paruh waktu disini supaya tidak terlalu bergantung kepada orangtuannya, bara bertekat akan hidup mandiri untuk melatih dirinya agar tidak terus-terusan mengandalkan keluarganya & menjadi anak manja.


" selama gue disini gue harap lo disana baik-baik aja, gue ada disini sekarang karena lo, gue bakal pulang suatu saat nanti dengan gelar dokter gue, lo harus liat gue sukses cuman buat Lo " (kata Bara)


Bara terus memandangi ponselnya, ia tersenyum mengingat hari-harinya semakin dekat dengan wanita pujaannya meskipun ia tak bisa mengunjungi gadis itu kekota xxx ia selalu mengirimkan pesan atau memberinya kabar melalau telpon.


" lo cantik banget pake baju polisi, lebih cantik dari saat pertama kita ketemu " (kata Bara sambil memandang ponselnya)


#*Bripka Abimana Prasetiya


Ia masih berada didilam ruangannya sambil memikirkan adiknya yang sedang mengikuti tes masuk disebuah Universitas kedokteran terbaik sedunia, ia berharap adiknya itu bisa masuk dengan nilai yang baik, ia sangat bersyukur adiknya tidak gegabah karena ingin mengikuti jejaknya menjadi seorang polisi paling tidak saat ini Bara melanjutkan cita-citanya kembali menjadi seorang dokter dengan alasan apapun itu ia tidak perduli paling tidak masa depan adiknya akan baik-baik saja, ia paham jiwa adiknya yang sangat labil karena masih terlalu muda, kekasihnya sama muda seperti bara tetapi kekasihnya tidak labil seperti bara.


Bripka Abimana keluar dari ruangannya untuk mencari udara segar dipendopo, saat ia melangkahkan kakinya kependopo ia melihat disana sudah ada kekasihnya & Widia bersama dengan Putra beserta tiga polisi junior lainnya, meskipun kekasihnya berposisi membelakanginya ia sangat hafal jika itu adalah Safitri, sedari kemarin tunangannya ini selalu mengacuhkannya karena dirinya terlalu cemburu, terkadang ia memang berlebihan ia tak bisa menahan rasa cemburunya jika ada pria yang dengan sengaja mendekati kekasihnya, bodohnya ia harus salah faham dengan sepupu dari tunangannya ini kemarin saat Safitri mengobrol sangat akrab bahkan berani menyentuh kekasihnya. Ia berjalan mendekat kearah dimana kekasihnya berada.


" ehemmm.....boleh gabung? " (kata Abimana)


" boleh bang silahkan " (kata Agung)


" jam segini sudah santai apa gak ada tugas? " (kata Abimana)


" eh anu bang baru aja pulang dari lapangan " (kata Malik)


"mmmm,...ok....kalo gitu boleh pinjem safitrinya bentar?"(kata bang abimana)


" hahahah,...aduh bang jelas aja boleh, ko pakek ijin sih, silahkan bang bawa aja Fitri " (kata Widia mendorong Safitri)


" hiiis, loh Wid " (kata Safitri)


" yo ikut " (kata Abimana)


#*Safitri


Safitri sengaja memberi waktu kepada kekasihnya untuk merenungkan sifatnya yang agak kekanak-kanakkan, ia tau tunangannya begitu mencintainya sehingga ia gampang cemburu jika melihat pria lain dekat dengnnya, sedari kemarin setelah kejadian tunanganya memukul sepupunya karena salah faham ia terus-terusan menghindari kekasihnya, sebenarnya ia juga tidak tahan harus mengacuhkan tunangannya seperti ini, ia tidak tega melihat tunangannya sepertinya sangat gelisah. Beruntung tadi pagi ia tidak perlu bertemu dengan tunangannya karena harus tugas diluar, pagi ini juga ia sengaja berangkat dengan Widia tidak ingin dijemput oleh tunangannya.


Jam telah menunjukan pukul 10.30pagi ia & para polisi junior lainnya baru saja selesai bertugas & beristirahat dipendopo sambil berbincang-bincang, tiba-tiba terdengar suara tunangannya dari arah belakang & berdiri disebalahnya.

__ADS_1


" ehemmm.....boleh gabung? " (kata Abimana)


" boleh bang silahkan " (kata Agung)


" jam segini sudah santai apa gak ada tugas? " (kata Abimana)


" eh anu bang baru aja pulang dari lapangan " (kata Malik)


" mmmm,...ok kalo gitu boleh pinjem Safitri bentar? " (kata Abimana)


" hahahah,...aduh bang jelas aja boleh, kok pakek ijin sih, silahkan bang bawa aja Fitri " (kata Widia mendorong Safitri)


Karena didorong oleh temannya badannya jadi menempel mendekat tunangannya, padahal sedari kemarin adalah hari yang sangat berat ia berusaha mati-matian menghindar tapi Widia malah dengan sengaja menyerahkannya.


" hiiis....loh Wid " (kata Safitri)


" yo ikut " (kata Abimana sambil menggandeng tangan kekasihnya)


Ia hanya menurut mengikuti kemana dirinya akan dibawa oleh kekasihnya, sambil mengikuti kekasihnya karena tangannya telah digandeng ia menoleh kebelakang & memberi peringatan kepada temannya Widia dengan mengepalkan tangannya sedangkan temannya yang melihat kepalan tangannya hanya tertawa. Bripka Abimana mengajaknya masuk kedalam ruangannya menyuruhnya duduk lalu menutup pintu, saat ini kekasihnya telah duduk disebelahnya.


" sayang, kenapa ade cuekin abang, abang tau abang salah, abang minta maaf ya sayang " (kata Abimana)


" sayang, jangan cuekin abang lagi dong, please maafin abang ya sayang, kerjaan abang jadi kacau tuh gak bisa konsentrasi " (kata Abimana sambil menunjuk tumpukan kertas yang menggunung diatas meja)


Melihat tumpukan kertas yang menggunung membuatnya merasa iba, ia merasa bersalah membuat mod kekasihnya tidak baik sehingga pekerjaannya terbengkalai, seharusnya ia juga tidak perlu bersikap kekanan-kanakan dengan mendiamkan tunangannya ini karena ia sudah sangat tau bagaimana sifat cemburu kekasihnya ini.


" hufftttt.....ok....ok....aku maafin, tapi tolong bang, jangan turuti cemburu abang sampe mukul orang sembarangan " (kata Safitri)


" iya sayang, iya abang kan tadi ngaku salah " (kata Abimana)


" abang tuh terlalu cemburuan, bisa gak kurangin cemburu abang " (kata Safitri)


" sayang, peluk dulu ya " (kata abimana ingin memeluk kekasihnya)


" hmmmm " (kata safitri)


" jangan marah lagi ya sayang, bang Abi gak bisa kalo dicuekin gini " (kata Abimana memeluk kekasihnya)

__ADS_1


" janji dulu kurangi cemburuannya " (kata Safitri)


" gak bisa sayang, itu otomatis, soalnya gak ada remotnya " (kata Abimana bercanda)


" iiihhhhh, masih sempet bercanda " (kata Safitri mencubit perut Abimana sambil tersenyum)


" aaaauuuuwww, hahahhaa, sakit sayang, bang Abi serius sayang itu otomatis, bang Abi gak bisa kontrol kalo liat ade dekat sama cwo " (kata Abimana)


" pantesan abang kalo pacaran gak pernah lama, pasti mantan abang gak betah soalnya abang cemburuan " (kata Safitri)


" sayang abang cemburuan gini cuman semenjak sama ade aja sayang, sebelumnya abang punya hubungan juga abang gak pernah cemburu malah abang yang dicumburuin " (kata Abimana)


" enak gak dicemburuin? " (kata Safitri)


" abang cuekin aja sayang kalo dicemburui " (kata Abimana)


" oh jadi abang juga maunya dicuekin " (kata Safitri)


" engga sayang, jangan cuekin abang ya....ya...ya " (kata Abimana sambil manaik-naikan alisnya & tersenyum)


" batu..... " (kata Safitri sambil memencet hidung Abimana & tersenyum)


" i love u " (kata Abimana)


" i love u to " (kata Safitri sambil tersenyum)


" jadi kita baikan nih ya, jangan cuekin abang lagi oke " (kata Abimana)


" heemm " (kata Safitri tersenyum)


" kalo gitu nanti pulang sama abang lagi ya gak usah sama Widia lagi, besok juga bakal abang jemput lagi, abang gak mau ah ade pulang pergi gak sama abang " (kata Abimana)


" jangan bilang takut digangguin cwo " (kata Safitri)


" hahahahahh, tuh tau, abang sayang banget sama ade, maaf ya kalo abang terlalu cemburu, ade harus faham cemburunya abang yang berlebihan ini karena Abang sayang banget sama Ade " (kata Abimana)


" iya sayang, maafin aku juga seharusnya aku gak perlu kekanak-kanakan diemin abang gini padahal sudah tau emang abang cemburuan " (kata Safitri)

__ADS_1


Akhirnya selesai juga masalahnya dengan Bripka Abimana semoga hubungannya akan selalu lancar & baik-baik saja.


__ADS_2