
Dirinya berbaring diatas tempat tidur yang sangat nyaman sendiri, ia berusaha membuka matanya & mencoba bangun dari tempat tidur tersebut, badannya sangat lemas kepalanya agak pusing karena ia sedang hamil muda, perutnya merasa sangat mual ia berdiri menuju kamar mandi, saat berada dikamar mandi suara pintu terbuka terdengar, dari luar levin berlari kearahnya.
"sayang kamu gakpapakan?, kamu sakit ya, maaf ya sayang aku gak tau kamu sakit apa tapi tiba-tiba bawa kamu pergi dari rumah sakit"(kata levin)
Ia hanya terdiam mendengar kata-kata levin sepertinya levin tidak tau jika ia mual karena sedang hamil bukan karena sakit,ia lalu berusaha berdiri teteapi levin mencoba membantunya tetapi ia menepiskannya.
"mas maaf gue bisa sendiri"(kata safitri)
"sayang aku cuma mau bantu kamu, aku gak mau terjadi apa-apa sama kamu"(kata levin)
"lo gak sadar mas,...lo yang bakal bikin gue kenapa-napa"(kata safitri)
"sayang aku gak akan celakai kamu sayang, kamu calon istri ku"(kata levin mengeles pipi safitri)
"lepas mas,...gue udah punya suami"(kata safitri sambil menepiskan tangan levin)
"hahahahahhah,.....gak...cuma gue yang boleh jadi suami lo, abimana gak bakal nemuin lo"(kata levin)
"jangan mimpi lo mas,...gue yakin bang abi bakal nemuin gue"(kata safitri)
"kalo berani abimana ganggu kita lagi gue bakal bunuh dia dengan tangan gue"(kata levin dengan menyeringai)
Setelah berkata dengan mengancam levin pergi meninggalkannya, ia hanya menangis ketakutan.
#* Levin adiguna
Ia keluar dari kamar & mengunci safitri dikamar tersebut, sebenarnya ia sangat beruntung bisa membawa safitri kabur dari rumah sakit, beberapa jam yang lalu ia sengaja bersembunyi memperhatikan safitri yang sedang melakukan rajia dijalan tetapi tiba-tiba safitri pingsan tak tau entah kenapa mungkin ia sedang tak enak badan, setelah dirasanya sudah aman ia melihat ruangan safitri kosong karena hanya ada dia saja diruangan tersebut ia mengambil kesempatan tersebut untuk membawa safitri pergi dengan menelpon anak buahnya. Saat ini ia sedang mempersiapkan segala keperluan pernikahannya denga safitri.
__ADS_1
"ndrong,...lo sama kubil udah dapat penghulu belum?"(kata levin)
"beres bos, tapi penghulu datang sekitar jam 9malam bos"(kata gondrong)
"ok gakpapa, yang penting gue bisa nikahin safitri,...si oji sudah cari perias penganti sama kebaya belum?"(kata levin)
"sudah bos"(kata gondrong)
"hmmm,...oiya ndrong lo cari dokter dulu buat periksa keadaan istri gue, dia lemes banget kayanya ndrong"(kata levin)
"siap bos"(kata gondrong)
#*Bripka abimana prasetiya
Saat ini ia telah berada dititik kordinat, ia bersama yang lainnya bersembunyi dibalik pepohonan & semak-semak untuk mengintai, rumah tersebut lumayan besar lampunya menyala terang meskipun letaknya berada ditengah hutan seperti ini, dilihatnya sudah ada penjaga didepan rumah sekitar lima orang berjaga, rupanya selama ini levin bersembunyi disini, pelan-pelan mereka mendekat rumah tersebut, saat ini rumah tersebut telah berhasil dikepung.
"siap ndan"(anak buah)
Dilihatnya ada satu mobil keluar dari rumah ia menyuruh anak buahnya untuk segera menyergap saat sudah berada agak jauh dari rumah tersebut.
"mobil satu keluar jangan sampe lolos, gue mau semua yang terlibat bisa kita tangkao semua"(kata abimana)
"siap laksanakan ndan"(anak buah)
Setelah beberapa puluh menit akhrinya para polisi berhasil melumpuhkan anak buah yang menjaga dipintu tanpa keributan sedikitpun, setelah itu ia menyuruh salah satu anak buah levin untuk membocorkan berapa orang yang berada didalam setelah mendapat informasi jika levin hanya berdua dengan safitri didalam ia menyuruh anak buah levin untuk memancing levin keluar, sebelumnya ada kabar dari polisi setempat jika mereka telah menangkap dua anak buah levin yang tadi berkendara keluar.
#*Levin adiguna
__ADS_1
Ia meras ada yang aneh diluar, ia segera mengintip ia melihat didepan anak buahnya sudah berhasil dilumpuhkan para polisi, ia mengepalkan tangannya, ia akan terus pura-pura tidak tau, ia mengantongi senjata api untuk menembak abimana, kali ini ia tak akan melenyapkan abimana.
"lo harus mati kali ini, supaya gak ada pengahalang gue lagi untuk jadi suami safitri"(kata levin)
"lo itu suami gak berguna, gak bisa jagan istri lo baik-baik"(katanya lagi sambil menyeringai)
Tak lama anak buahnya memanggilnya, ia tau jika anak buahnya disuruh memancingnya keluar oleh para polisi ia mengikuti drama tersebut ia melangkahkan kakinya keluar bersama safitri, ia memeluk tubuh safitri agar para polisi tak berani melakukan apa-apa, saat ia keluar polisi tiba-tiba bermunculan sambil menodongkan pistol kearahnya.
"angkatangan, tempat ini sudah dikepung, saya harap anda menyerahkan diri"(kata abimana)
Ia hanya menyeringai melihat para polisi menodongkan pistol padanya, ia bahkan telah memepersiapkan diri sebelumnya, jika ia tak bisa memiliki safitri abimana juga tidak dapat memiliki safitri maka ia harus membunuh abimana itu baru setimpal.
#*Bripka abimana prasetiya
"lepasin istri gue vin"(kata abimana)
"hahahahhaha,....istri lo, dia calon istri gue"(kata levin)
"vin tolong kerja samanya, gue gak mau ada pertumpahan darah disini lebih baik lo menyerah"(kata abimana)
"menyerah,...hahahahha,...gue sayang sama safitri,...gue lepasin dia"(kata levin)
Melihat safitri dilepaskan levin & levin mengangkat kedua tangannya membuat dirinya lega, levin akhirnya menyerahkan diri, ia bergegas berlari menuju arah istrinya, saat para polisi melangkahkan kaki untuk menangkap levin tiba-tiba bunyi suara tembakan terdengar.
****dooorrrrrrrrrr.
Ia terjatuh merasakn sakit dibagian kakinya lalu kembali lagi terdengar suara tembakan mengenai bagian dadanya, ia terjatuh.
__ADS_1