Polwan Cantik

Polwan Cantik
#22 SEASON 2


__ADS_3

# Andriawan Abara Brilian


Jam telah menunjukan pukul 06.00 pagi, saat ini ia telah berada dirumah kakaknya yaitu Abimana setelah semalam mereka pergi makan malam bersama para sahabat mereka, kini Bara telah duduk bersama Abimana diruang tamu sambil menikmati segelas teh hangat setelah beberapa menit lalu mereka sarapan keluarga bersama, pagi ini Bara beserta Widia & anak mereka Gibran akan segera kembali ke kota tempat mereka tinggal setelah dua hari berada di kota xxx.


" jadi kapan nih rencananya lo mau sahin Zayn sama Rindu bang, jangan kelamaan lagian mereka udah setuju ini kok tar keburu mereka berdua berubah pikiran " (kata Bara)


" tar lah Bar, lagian Zayn baru aja kembali kerja, dia libur juga masih dua minggu lagi, tar kalo dia libur baru diomongin lagi kapan bisanya " (kata Abimana)


" gue kira lo bakal ngaturin segalanya bang sampe tanggal & waktunya " (kata Bara)


" ya lo kira anak gue pengangguran Bar, lo kan pernah nikah dek, lo tau ribetnya gimana ngurusin pernikahan, belum lagi ijin kantornya, lagian Zayn juga mesti ijin ke maskapay tempat dia kerja kan, udah lo tenang aja tar kalo udah dapat waktu yang pas gue pasti bakal kabarin lo kok " (kata Abimana)


" ya gak gitu bang takut aja keburu lo ketauan bohong " (kata Bara)


" hust, lo kalo ngomong liat-liat dong dek, tar bisa didenger Huma sama Gibran " (kata Abimana)


" ups, sorry keceplosan gue bang " (kata Bara), " oh iya bang gue ini kalo lo berangkat gue juga langsubg berangkat kebandara loh " (kata Bara)


" ya udah tar biar gue anterin aja sekalian ke bandara " (kata Abimana)


" gak usah aja bang, suruh aja supir lo nganterin gue kebandara " (kata Bara)


" gak papa dek gue ijin gak ikut apel pagi, tar gue antar lo kebandara " (kata Abimana)


Bara mengangguk tanda setuju dengan Abimana, setelah sampai di kota C bara akan segera pergi ke klinik miliknya untuk memeriksa beberapa berkas yang harus ia tanda tangani karena selama dua hari berada disini sudah pasti pekerjaannya menjadi menumpuk, belum lagi pekerjaannya ditempat ia bertugas dirumah sakit umum daerah, untungnya selama dua hari berada disini memang ia tidak ada jadwal pemeriksaan untuk pasien dirumah sakit tersebut.


" Gibran kenapa gak sekolah dokter diluar kaya lo sih dek, lo punya duit anak satu doang cuman disekolahin di dalam negeri doang " (kata Abimana)


" Gibran nya yang gak mau bang, kalo gue sih ok-ok aja, lagian gue malah seneng kalo dia mau kuliah kedokteran di AS " (kata Bara)


" sayang banget kalo dia cuman kuliah disini aja " (kata Abimana)


" nanti aja bang kalo mau ambil s2 baru gue suruh dia ke AS aja " (kata Bara)


Saat ini Gibran memang sedang berkuliah di kota C menaambil jurusan kedokteran, entah mengapa minat anaknya sama dengan dirinya, inilah yang dinamakan buah jatuh tak jauh dari pohonnya, tetapi anaknya lebih suka mengambil jurusan kedokteran hanya didalam negri saja pada hal ia telah menyarankan berkali-kali agar anaknya mengambil jurusan kedokteran di tempat ia mengenyam bangku perkuliahan di negara AS.


" itu efek sih gibran cuman sendiri bar, coba aja lo dulu bikinin dia adek, atau gak sekarang deh lo kasih dia adek " (kata Abimana)


" lo pikir gue masih pantes punya anak lagi bang, kasian tar gibran jadi korban bulian, lagian juga bini gue udah berumur terlalu beresiko buat punya anak diumur segitu " (kata Bara)


Sebenarnya sesudah Gibran istrinya pernah dua kali mengandung tetapi dua kali mengandung anak kedua & ketiga istrinya mengalami keguguran setelah itu ia tak pernah berpikir untuk memaksakan agar ia mempunyai anak lagi, Bara berpikir mungkin allah hanya menakdirkan ia mempunyai satu anak saja.


" hem asik banget ngobrolnya " (kata Widia yang telah duduk disebelah Bara)


" Gibran mana mom?, kok gak turun-turun habis sarapan tadi " (kata Bara kepada Widia)


" tadi katanya mau ambil tas dulu dadd " (kata Widia)


" jadi mau berangkat pagi ini beneran nih beb?, pada hal masih kangen loh " (kata Safitri)


" iya lah beb, gila tuh kerjaan gue disana pasti udah numpuk dua hari ditinggal, lagian kasian nih daddy nya gibran kliniknya ditinggal pasien di rumah sakit jugabpasti udah nubgguin " (kata Widia)


" iya Fit, kalo lo masih kangen gantian lo yang kerumah kita " (kata Bara)


" bang Abi mah yang sibuk banget nih, makanya gak bisa main kerumah kalian " (kata Safitri)


Terlihat anaknya berjalan menuruni anak tangga bersama dengan Humaira yang tak lain adalah keponakannya, Humaira memang lah gadis yang sangat cantik sama seperti ibu nya yaitu Safitri, seandainya saja Humaira bukanlah keponakannya pasti ia sangat senang jika Gibran bisa mempunyai hubungan yang lebih dengan gadis secantik & sebaik Humaira, bahkan Humaira adalah seorang gadis yang sangat penurut apapun yang dilarang orangtuanya ia selalu mematuhi itu.


" pi ayo berangkat, tar huma keburu terlambat " (kata Humaira)


" ya udah ayo, tapi gak ada yang ketinggalan kan dek? " (kata Abimana)

__ADS_1


" gak ada yang ketinggalan kok pi, udah semua " (kata Humaira)


" tar pulang jemput supir aja ya dek, papi kamu cemburu tuh tau kamu pulang sama cowok kemaren, mana bukan Bumi, biasa pulang sama Bumi malah sama cowok lain, emang Bumi kemana?, lagi marahan ya Huma? " (kata Safitri)


" gak ada dia mi, lagi thouring, sampe sekarang aja belum ada ngubungin Huma dia " (kata Humaira)


" iya bude gara-gara Bumi ngilang si Huma tuh jadi aneh, kangen dia sama Bumi sampe galau " (kata Gibran)


" ih monyet, sembarangan aja kalo ngomong, boong mah kak Gibran pi, siapa coba yang galau " (kata Humaira)


Bara hanya menggelengkan kepalanya menyaksikan perdebatan anak semata wayangnya bersama sepupu cantiknya.


# Abdul Zayn Mikail


Beberapa jam lalu ia mendapatkan telpon dari maskapay tempat ia bernaung, pagi ini ia mendapatkan perubahan jadwal yang seharusnya ia akan terbang ke rute kota D pada siang hari di rubah menjadi pagi hari karena teman pilotnya saat ini harus terbang kekota xxx, Zayn telah bersiap-siap untuk berangkat kebandara, jam telah menunjukan pukul 07.00pagi jadwal penerbangannya sekitar dua jam lagi.


" perubahan jadwalnya kenapa mendadak sih Zayn?, si Gina ikut terbang gak ya sama lo? " (kata Faiz)


" biasa lah mungkin kapten pilotnya yang harusnya berangkat ke kota xxx lagi ada masalah " (kata Zayn), " ah elah pagi-pagi lo udah mikirin Gina, ya lo telpon aja apa susahnya si Fa " (kata Zayn)


" ok deh gue wa aja kali ya " (kata Faiz)


" inget ya bro, lo boleh bawa cewek kesini asal pas gue pulang lo harus udah selesai, udah lo beresin ini kamar, gue gak mau gue pulang kamar masih acak kadul " (kata Zayn)


" beres bro, jangan kuatir " (kata Faiz tersenyum)


Zayn berjalan menuju kearah lemari untuk mengambil dasi beserta topinya, ia berdiri sambil berkaca memasang dasinya.


" gak lama lagi bakal ada yang masangin dasi lo tuh zayn, hahahahah " (kata Faiz)


" apa sih, pagi-pagi lo ngelantur " (kata Zayn)


" ngekantur lo " (kata Zayn)


" sapa juga yang ngelantur, lo ah sok-sok an gak butuh belaian, hahahhaha " (kata Faiz)


" si*lan lo, udah ah gue berangkat " (kata Zayn melenggang pergi)


Zayn saat ini telah berjalan menuju pintu lift untuk menuju lantai dasar, beberapa menit yang lalu Zayn telah memesan taksi untuk menjemputnya menuju bandara, setelah berada di luar hotel taksi yang ia pesan telah menunggunya disana, tanpa menunggu lama ia lalu masuk kedalam taksi tersebut.


" bandara ya pak " (kata Zayn)


" siap kapten " (jata sopir taksi tersebut)


Zayn melihat kearah tangannya memastikan jika ia datang dengan waktu yang tepat, setalah beberapa menit berlalu akhri taksi yang ia tumpangi telah sampai di bandara kota C.


# Bumi Samudera


" Bumi hari ini guru homeschooling kamu bakal datang jam 8 " (kata Aidan)


" siap pa " (kata Bumi)


" belajar bener-bener ya, biar bisa keterima di London " (kata Risya)


" iya ma " (kata Bumi)


Bumi sengaja meminta kedua orangtuanya agar bisa homeschooling saja selama tiga bulan terakhir agar bisa fokus mengikuti tes masuk universitas di London. Sebenarnya alasan Bumi ini hanyalah siasat agar tak bertemu dengan Humaira lagi, alih-alih membuat dirinya terbiasa jauh dari Humaira agar bisa dengan mudah melupakan Humaira.


" kakak nanti siang berangkat tunggu papa istirahat aja, biar papa yang antar " (kata Aidan)


" Rindu bisa naik taksi aja pa kalo papa sibuk, lagian Bumi juga kan mulai belajar hari ini " (kata Rindu)

__ADS_1


" pokoknya tunggu papa ya sayang, lagian kamu bawa barang gitu tar kamu sampe sana kecapean " (kata Risya)


" iya ma " (kata Rindu)


Hari ini kakakanya akan kembali ke kota C untuk berkuliah kembali seperti biasa, kakaknya ini merupakan salah satu wanita yang sangat ia sayangi & ia hormati setelah ibunya.


" kakak jaga diri ya, mungkin habis gue ujian kita gak bakal bisa ketemu lagi, terus gue juga gak bisa lagi jenguk Lo kesana, soalnya habis ujian kalo gue keterima gue langsung berangkat ke London " (kata Bumi)


" iya dek, kamu juga ya jaga diri, sekolah yang bener, tuh sekolah kamu biayanya gak murah loh " (kata Rindu)


" intinya jangan main-main, lagian juga kamu jauh dari papa mama loh sayang " (kata Risya)


" iya ma " (kata Bumi)


Dua bulan merupakan waktu yang sangat singkat, sebentar lagi ia akan berangkat ke London jika benar ia lulus tes mengikuti seleksi masuk di universitas di sana.


" ya udah papa berangkat dulu ya, bentar lagi telat nih, ayo ma " (kata Aidan)


" iya pa, anak-anak mama berangkat ya " (kata Risya)


" iya ma, pa " (kata Bumi & Rindu bersama)


# Humaira Shakila Najma


Sahabatnya hari ini tidak masuk kembali ke sekolah, sudah dua hari ini ia duduk sendiri di bangkunya, Bumi sampai detik ini juga belum mengabari dirinya bahkan nomer telponnya saat ini tidak aktif. Disaat-saat terakhir sekolahnya sebelum ujian dimulai Bumi malah sibuk mengikuti touring klub motornya, Humaira benar-benar sangat kesal dengan Bumi yang mengabaikan dirinya selama tiga hari ini.


Sebentar lagi pelajaran akan segera dimulai, Humaira masih sama seperti kemarin tak fokus mengikuti pelajaran karena moodnya belumlah membaik, jika saja hari ini ia mempunyai alasan yang tepat pasti hari ini ia lebih baik tidak akan pergi ke sekolah.


" Bumi, awas aja Lo entar kalo balik, gue sebel sama Lo, bisa-bisanya nyuekin gue, sebegitu gak berharganya gitu gue buat Lo " (kata Humaira dalam hati)


Ia tak tau sampai kapan sahabatnya Bumi akan tidak masuk sekolah seperti saat ini, Bumi memang kerap mengikuti touring klub motor keberbagai daerah bahkan pernah Humaira ikut sekali saat Bumi touring ke daerah kota B selama dua hari, kendala saat dalam perjalanan pastilah susah menghubungi keluarga karena bisa saja sinyal yang ada di kota tersebut tidak ada belum lagi susahnya mencari tempat untuk mencharger ponsel jika baterai dalam kondisi lowbat.


" seenggaknya Lo kasih kabar gue Bumi, Lo gak tau setengah matinya gue khawatir sama Lo, ini lagi nomer pake gak aktif segala sekarang, please kasih kabar gue sekali aja Bumi " (kata Humaira dalam hati)


Tak terasa air matanya menetes karena terlalu bersedih, saat ini Humaira benar-benar merindukan sahabatnya Bumi, Humaira menghapus air matanya sambil tertunduk lesu.


# Abdul Zayn Mikail


Kali ini ia telah bersiap-siap memeriksa segala keperluan sebelum menerbangkan pesawatnya.


" pak tolong saya minta 180.000liter ya diisi bahan bakarnya " (kata Zayn)


" ok kapten " (kata imam petugas pengisi bahan bakar)


Zayn lalu menaiki anak tangga pesawat bersama ko-pilotnya menuju kabin, Zayn memeriksa berkas & monitornya.


" sudah siap " (kata Zayn)


" sudah kapten " (kata ko-pilot yang bersama Zayn saat ini yang bernama Indra)


Setelah dirasa pesawat sudah siap untuk terbang Zayn segera memberikan arahan kembali.


" Cabin crew arm doors and cross-check " (kata Zayn)


Setelah pintu dalam kondisi “armed”, maka awak kabin akan melapor ke pilot.


" Doors are armed and crosscheck complete " (kata seorang pramugari)


Setelah safety demonstration selesai dan pesawat bersiap lepas landas, Zayn menginstruksikan awak kabin untuk berada di posisi take-off, yaitu duduk di kursi dengan menggunakan sabuk pengaman. Kini pesawat telah mengudara dengan posisi yang stabil.


" Selamat pagi para tamu yg terhormat, disini kapten anda berbicara dari ruang kemudi, selamat datang di pesawat Boeing 757_*** Garuda Indonesia. Saat ini kita sedang menjelajah di ketinggian 25000 ribu kaki/ Dengan kecepatan rata-rata 2 Mach, Posisi kita saat ini tepatnya berada di ****, Cuaca di sisa perjalanan dilaporkan cerah, suhu diluar saat ini menunjukkan minus 58-68 derajat celcius. Sedangkan di bandar udara tujuan, cuaca dilaporkan cerah, Diharapkan kita tiba di kota D pada pukul 11.00 waktu setempat dimana waktu di kota D lebih lambat 1 jam daripada waktu di kota C. Akhirnya atas nama crew yg bertugas kami ucapkan terimakasih telah terbang bersama kami Selamat pagi " ( kata Zayn sebagai kapten yang mengemudi pesawat tersebut)

__ADS_1


__ADS_2