
" mi dimana sekarang Rindu? " (kata Zayn khawatir)
Setelah sampai di bandara ia buru-buru pergi kerumah sakit dengan menaiki mobil miliknya yang ia tinggalkan di bandara kemaren siang saat pergi meninggalkan kota xxx menuju kota C. Melihat keadaan kedua orangtuanya beserta calon mertuanya saat ini Zayn tau jika keadaan Rindu benar sedang tidak baik-baik saja, Zayn berusaha untuk lebih tenang agar tak menimbulkan keributan.
" ma? " (kata Zayn berusaha bertanya pada Risya calon mertuanya)
" Rindu di dalam nak, masih belum sadar sampai sekarang " (kata Risya menangis)
Zayn berjalan masuk kearah ruang IGD tempat Rindu sementara berada sebelum dipindahkan di ruangan. Matanya tertegun melihat wanita yang ia cintai kini terbaring tak sadarkan diri di ruang tersebut. Zayn menghampiri Rindu & duduk disebelahnya, tangannya memegang tangan Rindu, tak terasa air matanya menetes di pipinya, ia tak menyangka hal ini bisa menimpa Rindu, jika saja ia tak pergi menghilang semua ini takan terjadi pikirnya.
" Rindu,....kamu harus kuat ya, aku di sini buat kamu, aku janji gak bakal pergi lagi " (kata Zayn)
Zayn mencium punggung tangan Rindu, tangannya begitu dingin & lemas tak bertenaga, ia mengusap-usap wajah Rindu yang nampak putih pucat dengan perban yang ada di kepalanya. Zayn merasa sangat hancur menyaksikan semua ini.
" kamu harus bangun ya, kamu harus sehat, banyak orang-orang yang sayang sama kamu nunggu kamu di luar, ayo buka mata " (kata Zayn)
" maafin aku ya sudah ninggalin kamu, aku kalut gak mikirin kamu, aku malah nyuekin kamu, padahal kamu khawatir sama aku, bangun ya please bangun, aku gak bisa kalo liat kamu begini terus " (kata Zayn lagi masih menangis)
Zayn benar-benar merasa bodoh karena pergi dengan keegoisan & menyebabkan Rindu sampai seperti ini, semua ini pasti karena dirinya pikirnya.
" masnya siapanya ya? " (kata perawat yang berada dibelakangnya)
" saya calon suaminya mbak " (kata Zayn pada perawat tersebut)
" oh iya, ini mas mbaknya sekarang sudah bisa dipindahin keruangan ICU " (kata perawat itu lagi)
" mbak kira-kira kenapa tunangan saya sampe sekarang belum bangun juga? " (kata Zayn)
" maaf mas untuk sementara saya belum bisa menjelaskan soalnya hasil ronsen belum keluar " (kata perawat tersebut lagi)
" mbak tapi tunangan saya pasti bakal sadarkan? " (kata Zayn)
" kami juga belum bisa memastikan yang itu mas, berdoa aja semoga mbaknya cepat sadar " (kata perawat itu lagi)
Setelah kepergian perawat tersebut Zayn kembali meneteskan air matanya lagi, ia sangat takut kehilangan Rindu saat ini, ia takut jika Rindu tak akan pernah sadar & meninggalkan dirinya untuk selamanya.
" Kamu harus bangun, aku mohon buka mata kamu ya, jangan tinggalin aku " (kata Zayn)
Bahunya ditepuk-tepuk dari arah belakang oleh seseorang, Zayn menoleh kearah belakang, ayahnya menepuk-nepuk bahunya untuk menenangkan dirinya, saat ini ayahnya masuk dengan ditemani oleh ayah Rindu.
" pi " (kata Zayn)
Ayahnya hanya mengangguk sambil tersenyum, bukan hanya dirinya yang merasakan kesedihan melihat kondisi Rindu bahkan orang tua Rindu juga pasti sangat-sangat lebih sedih dari dirinya.
" kita sama-sama berdoa yang terbaik buat Rindu ya Zayn " (kata Aidan yang ikut menepuk-nepuk bahunya)
" pa maafin Zayn, ini semua salah Zayn, Rindu pasti kepikiran sama Zayn waktu Zayn pergi sampe jadi begini " (kata Zayn menyesal)
" sudah kamu gak salah Zayn, papa gak salahin kamu, kami lah sebagai orang tua yang salah sama kalian " (kata Aidan)
" iya nak, papi yang lebih salah, gak seharusnya papi bohongin kalian " (kata Abimana)
" tapi pa, pi sebenarnya Zayn cinta sama Rindu, Zayn beneran sayang sama Rindu, Zayn pergi karena kecewa takut kalau pernikahan perjodohan ini bakal batal, makanya Zayn berusaha buat nenangin diri " (kata Zayn)
__ADS_1
" jadi kamu sudah jatuh cinta sama Rindu? " (kata Abimana)
" iya pi, Zayn sayang sama Rindu, sebenernya minggu ini sebelum akad nikah Zayn mau ngungkapin perasaan Zayn sama Rindu, tapi belum sempat Zayn bilang justru Zayn sama Rindu denger obrolan papi sama yang lainnya di mall " (kata Zayn)
" maafin papi nak, papi memang salah " (kata Abimana)
" papa juga minta maaf Zayn, bagaimana pun juga papa juga salah telah mendukung kebohongan papimu & ikut menutup-nutupinya " (kata Aidan)
Terlihat raut wajah penyesalan kedua orang tua yang ada dihadapannya, bagaimanapun juga mereka semua sama-sama salah, bukan hanya kedua orangtuanya beserta calon mertuanya tetapi ia juga bersalah.
" sudah waktunya kita keluar, biarkan Rindu istirahat " (kata Aidan)
" pa ijinin Zayn nemani Rindu disini, Zayn bakal jaga Rindu, Zayn pingin waktu sadar nanti orang yang pertama dia liat Rindu itu Zayn " (kata Zayn)
Bahunya lagi-lagi di tepuk-tepuk oleh calon mertuanya tersebut, kini tinggal Zayn sendiri yang berada diruangan tersebut, Zayn terus memegang tangan Rindu sambil sesekali mencium punggung tangannya, ia berharap Rindu bisa membuka matanya saat ini & tersenyum melihatnya, Zayn sangat merindukan suara ocehan wanita yang sangat ia cintai ini, ia sangat merindukan setiap momen-momen berharga saat bersama Rindu.
" kamu harus bangun aku mau bilang sesuatu sama kamu, aku bilang sekarang tapi tolong kamu harus bangun, Rindu please kamu bangun ya, aku gak mau kehilangan kamu, aku sayang kamu, please kamu harus bangun " (kata Zayn sendiri)
" ya allah hamba mohon biarkan Rindu tetap berada di samping hamba, biarkan dia tetep bisa mendampingi hamba, buatlah dia sadar ya allah, hamba mohon hamba mencintainya " (kata Zayn dalam hati)
" aku mohon kamu harus sadar " (kata Zayn)
Diakuinya wanita yang dihadapannya saat ini memang wanita yang baik, selalu mengingatkan dirinya dalam banyak hal tentang kebaikan, bahkan Rindu selalu mengingatkan agar dirinya tak lupa menunaikan sholat wajib & tak meninggalkannya, Rindu merupakan wanita idaman yang sangat komplit bagi Zayn, tak hanya cantik & baik Rindu juga pandai, Zayn tak bisa membayangkan bagaimana hidupnya jika tanpa Rindu.
" permisi mas ruangannya sudah siap, mbaknya mau langsung dipindah " (kata perawat yang tadi)
" saya boleh bantu dorong kan mbak?, soalnya saya harus terus nemani tunangan saya " (kata Zayn)
" oh silahkan mas " (kata perawat tersebut)
# Humaira Shakila Najma
Setelah memberitahu kabar duka tentang Rindu kepada kakaknya beberapa jam yang lalu ia tak langsung pergi ke kampusnya lagi, karena sudah kepalang membolos Humaira tak ingin kembali ke kampus lagi siang tadi. Humaira saat ini sedang bersama Desta duduk di sebuah danau sambil menikmati suasana sore ini.
" jadi gimana kabar keadaannya kak Rindu? " (kata Desta)
" belum ada kabar baik bang, masih belum siuman, Huma jadi kasian deh sama kak Zayn bang " (kata Humaira)
" istighfar banyak-banyak dek, bacakan surat al-ikhlas khusus buat kak Rindu, minta jalan yang terbaik untuk dia, semoga kak Rindu diberikan kesembuhan " (kata Desta)
" iya bang " (kata Humaira lemas)
" Huma udah makan dek? " (kata Desta)
" gak nafsu makan Huma bang, mikirin keadaan kak Rindu, belum lagi mikirin kak Zayn, masalah kenapa datang bertubi-tubi ya bang " (kata Humaira)
" jangan terlalu dipikirin, mending dibawa sholat aja minta yang terbaik sama allah, Huma juga harus makan, dari pada tar Huma yang sakit " (kata Desta)
Yang dikatakan Desta memang benar tidak ada gunanya ia terus-terusan kepikiran tentang Rindu, ada baiknya dia sholat & berdoa meminta kesembuhan untuk Rindu pada yang mahakuasa. Desta benar-benar seorang pemuda yang memiliki sifat tenang & menenangkan, pribadinya yang dewasa & agamis membuat Humaira terkadang minder karena dirinya bukan apa-apa jika harus dicintai oleh Desta.
" kalo Huma khawatir besok kita balik ke kota xxx aja gimana? " (kata Desta)
" mau bang, kebetulan besok gak ada mata kuliah " (kata Humaira)
__ADS_1
" besok bang Desta minta ijin juga ya, jadi kita bisa berangkat pagi, nanti bang Desta cari tiket pesawat " (kata Desta)
" bang Desta emang bisa ijin mendadak begini? " (kata Humaira)
" bisa dek insyallah, nanti besok bang Desta usahain, sekarang jangan khawatir lagi ya " (kata Desta tersenyum)
Terkadang Humaira berpikir dunianya serasa terbalik dengan Desta, sebagai seorang pria Desta lebih sabar ketimbang dirinya bahkan Desta selalu sabar menghadapi sifatnya yang kadang grusa-grusu.
" tadi kenapa habis ditelepon mami gak ngasih tau bang Desta terus langsung ke hotel sendirian, padahal kalo Huma telpon pasti abang bakal antar Huma " (kata Desta)
" Huma gak mau ganggu bang Desta yang lagi kerja, lagian Huma gak papa kok kak, bang Desta jangan terlalu manjain Huma kaya gitu, tar Huma kebiasaan sama bang Desta malah gak bisa mandiri " (kata Humaira)
" gak papa lah dek, bang Desta gak keberatan kok dek " (kata Desta)
Melihat Desta tersenyum membuat jantungnya berdetak tak beraturan, benih-benih cinta diantara Humaira & Desta mulai tumbuh, Humaira saat ini memang sepertinya telah benar-benar menyukai sosok Desta yang selalu ada disisinya & tak pernah meninggalkannya, Desta selalu ada & selalu mendukungnya dikala susah maupun senang.
# Abdul Zayn Mikail
Sudah sekitar satu jam yang lalu sejak kepindahan Rindu ke ruang ICU Zayn tak pernah pindah dari tempatnya untuk menemani Rindu, ia terus berada di samping Rindu menggenggam satu tangan Rindu, Zayn sangat berharap jika Rindu saat ini sadar & membuka matanya, andai saja ada keajaiban pikir Zayn. Melihat wanita yang ia cinta dalam kondisi seperti ini Zayn benar-benar tak berdaya, andai ia bisa menggantikan posisi Rindu saat ini ia rela melakukan itu asal Rindu bisa kembali pulih seperti sedia kala.
Teringat dikala Rindu tersenyum padanya, Zayn kembali lagi meneteskan air matanya, Rindu adalah gadis yang penuh dengan keceriaan, wanita yang cantik hati & parasnya yang mampu meluluhkan hati Zayn yang penuh dengan Kekosongan, awalnya ia tak menyangka bisa mencintai Rindu, ia tak yakin & tak percaya tetapi semakin lama bersama Zayn akhirnya menyadari jika ia benar-benar mencintai wanita yang dijodohkan dengannya.
Pendekatannya dengan Rindu sangat singkat, mengenal Rindu lebih dekat awalnya ia kagum setelah dua bulan berjalan akhirnya tumbuh rasa cinta dihatinya, belum sempat ia menyatakan perasaannya saat ini justru wanita yang ia cintai tak sadarkan diri. Zayn tak akan pernah meninggalkan Rindu dalam keadaan seperti ini dalam hatinya masih yakin jika Rindu akan segera sadar dari tidurnya.
" sampe sekarang aku gak tau gimana perasaanmu sama aku, tapi aku bener-bener sayang sama kamu, aku cinta sama kamu, aku pingin sehidup semati sama kamu, aku pingin jalani hidup sampe tua sama kamu, aku janji bakal bahagiain kamu, tolong kamu sadar, kamu kembali ya, please bangun sayang " (kata Zayn sendiri)
Entah sudah sebanyak apa air matanya tumpah saat ini yang ia tau saat ini hatinya sungguh sedih & tak bisa diungkapkan.
" Zayn " (kata Risya)
Calon ibu mertuanya menepuk bahunya membuatnya tersadar dari kesedihannya, Zayn menghapus air matanya & mencoba untuk tersenyum untuk menutupi kesedihannya.
" iya ma " (kata Zayn)
" bentar lagi waktunya sholat magrib, kamu siap-siap sholat dulu ya nak, biar mama yang jaga Rindu " (kata Risya)
Sebentar lagi memang adzan magrib akan berkumandang, Zayn tersenyum menganggukkan kepalanya, ia akan bersiap untuk menunaikan ibadah sholat magrib terlebih dahulu.
" ma titip Rindu ya " (kata Zayn)
" iya nak " (kata Risya)
" kalo gitu Zayn keluar dulu ya ma " (kata Zayn pamit)
Sekilas hanya senyuman yang terlihat di wajah calon mertuanya, Zayn berjalan kearah luar & mengajak ayahnya serta yang lainnya untuk pergi ke musholah yang ada di rumah sakit tersebut.
# Risya
Sebagai seorang ibu hatinya sungguh hancur sehancur-hancurnya saat dihadapkan dengan kenyataan pahit, melihat putrinya dalam keadaan diambang kematian seperti saat inj, sampai detik ini penyebab anaknya kehilangan kesadaran juga belum jelas, entah karena kinerja rumah sakit yang sangat lambat atau memang sudah prosedurnya seperti itu.
Risya memegang satu tangan putrinya sambil mengelus-ngelus jari-jemari Rindu, teringat saat gadis dihadapannya baru bisa berjalan, ia selalu memegang jari-jari kecilnya untuk membantunya agar tak terjatuh, saat tumbuh dewasa ia tetap memegang erat tangan putri semata wayangnya agar tak salah melangkah, ia selalu mengingatkan mana yang baik & buruk untuknya, semua yang dirasakan putrinya selalu dibagi dengannya, selama 20tahun putrinya tumbuh dengan penuh kasih sayang berharap ia akan menjadi wanita yang penyayang.
Gadis kecilnya benar tumbuh menjadi seorang gadis yang penyayang, meskipun ia adalah anak tertua tetapi sifatnya yang melankolis membuatnya tumbuh seperti anak bungsu di keluarganya, bahkan pemikiran Adiknya lebih dewasa dibanding dirinya. Tak terasa air matanya tumpah, ia tak bisa membendung kesakitan yang ia rasakan.
__ADS_1
" sayang mama mau kamu sadar nak, mama sayang Rindu, Rindu dulu pernah bilang gak mau liat mama sedihkan, kalo Rindu gak mau liat mama sedih tolong Rindu bangun ya nak " (kata Risya menangis & menciumi tangan Rindu)
Hanya berdoa kepada yang mahakuasa yang bisa ia lakukan saat ini & berharap jika yang mahakuasa tak akan mengambil putri semata wayangnya secepat ini, ia belum siap jika harus berpisah dengan Rindu untuk selamanya.