
#Humaira Shakila Najma
Sudah sekitar hampir satu bulan ia mengenal baik Desta, mereka berdua kini cukup akrab terlebih lagi Desta ada sosok pria yang menemani dirinya dikala ia galau karena ditinggal oleh Bumi, Desta pernah mengungkapkan rasa kagumnya pada dirinya, bahkan Desta juga menuturkan akan sabar menunggu dirinya membuka hati untuk Desta, Humaira bukan tak menyukai Desta ia hanya berpikir tak ingin Desta hanya menjadi pelarian cintanya setelah cintanya dengan Bumi tak kesampaian, sebenarnya untuk melupakan seseorang itu memang sangat membutuhkan pelarian karena berawal dari pelarian cinta pasti akan tumbuh seketika.
Kini ia tengah duduk dibonceng oleh Desta setelah beberapa saat lalu Desta datang ke kampusnya, Desta memang kebetulan bertugas di kota C, sehingga ia bisa berada disini saat ini untuk menjemput Humaira, ia sudah tak canggung lagi untuk berinteraksi dengan Desta bahkan bagi Humaira Desta benar-benar pengganti sosok Bumi saat dia benar-benar terpuruk.
" Bang Desta kok bisa kepikiran jemput Huma sih? " (kata Humaira)
" sudah dua hari gak ketemu makanya jadi mikir mau ketemu, udah makan belum? " (kata Desta)
" udah nyemil sih bang " (kata Humaira)
" emang kenyang nyemil doang? " (kata Desta)
" kenyang aja sih bang " (kata Humaira)
" cari makan dulu ya " (kata Desta)
" serah abang aja lah, Huma mah ngikut aja yang penting kalo waktunya pulang cepet anter Huma pulang " (kata Humaira)
" ok " (kata Desta)
Desta datang disaat waktu yang tepat, disaat ia bingung harus pulang dengan siapa justru Desta datang untuk menjemput dirinya bahkan Humaira tak kepikiran bisa pulang bersama Desta hari ini. Motor yang dikendarai Desta menepi disebuah kafe, Humaira & Desta segera turun.
" sini aja dek " (kata Desta)
" iya bang " (kata Humaira)
" silahkan " (kata Desta mempersilahkan Humaira duduk)
" makasih bang " (kata Humaira tersenyum)
" mau makan apa nih? " (kata Desta)
" apa aja bang " (kata Humaira)
" lo mau yang ini gak dek? " (kata Desta)
Kebetulan Desta sangat tau dengan apa saja makanan favorit Humaira, satu bulan sering bertemu membuat Desta cukup mengenal dirinya, Humaira terkadang tersentuh dengan kesungguhan yang dilakukan Desta untuk mendekatinya, Desta begitu sabar & pengertian.
Tanpa menunggu lama pesanan yang telah dipesan telah datang, mereka menikmati makanan yang tersaji didepan mereka sambil sesekali berbincang tentang kegiatan Ospek yang dilakukan Humaira hari ini.
" gimana Ospek hari ini? " (kata Desta)
" kacau bang " (kata Humaira)
" kok kacau, emang kenapa dek? " (kata Desta)
" gara-gara kak Gibran tuh " (kata Humaira)
" hem, kok gara-gara Gibran? " (kata Desta)
Desta menatap dirinya dengan penuh tanya, Humaira tersenyum dengan wajah serius Desta menunggu jawaban pertanyaan untuk dirinya.
" ya jadi kemaren kan Huma udah cerita nih bang disuruh bikin surat buat salah satu anggota BEM yang bikin Maba terkesan gitu, Huma bingung mau buta surat buat siapa, nah malem-malem tanya ama kak Gibran taunya dia malah ngerjain Huma, kata kak Gibran itu surat yang dibuat harus surat cinta, karena berhubung gak ada yang tau kalo kak Gibran itu kakak sepupunya Huma jadi Huma berpikir bikin buat kak Gibran aja, eh ternyata pas di kampus Huma baru tau Huma dikerjain sama kak Gibran pas baris Huma kaget, gak sengaja ngeluarin suara nyaring, padahal gak nyaring banget sih, terus kena lah hukuman Huma gara-gara itu, jadi surat Huma disuruh baca, tapi yang baca presiden BEM, jadi semua Maba sama anggota BEM ngira kalo Huma beneran suka sama kak Gibran " (kata Humaira)
Desta tersenyum mendengar cerita yang ia ceritakan barusan sambil mengacak-acak rambut Humaira.
" lo kok bisa berpikiran bikin surat cinta beneran gitu sih dek " (kata Desta)
" ya kak Gibran ngomongnya tuh meyakinkan banget bang, ya udah gue buat aja, padahal jujur gak pernah bikin surat cinta, pacaran aja belum pernah gimana mau bikin " (kata Humaira)
" nah itu bisa bikin " (kata Desta)
" nah itu lah, dasarnya kak Gibran emang niat ngerjain gue, pas gue kebingungan buat bikin surat cinta dia malah sirih gue cari di google, b*gonya gue nurut aja cari di google, kesel gak sih, gara-gara kak Gibran gue jadi budaknya presiden BEM bang, & lo tau gak nama alias gue sekarang apa? " (kata Humaira)
" kan kemaren lo bilang nama alias lo Merdu dek " (kata Desta)
" itu kemaren bang, hari ini nama gue ditambah jadi Budak bersuara merdu, ah gil* " (kata Humaira)
__ADS_1
" lo itu dek meskipun berusaha gak mencolok pasti lo bakal mencolok, pasti aslinya presiden BEM itu naksir lo makanya jadiin lo budaknya, hem nambah lagi nih saingan abang buat nahlukin hati Huma " (kata Desta sambil tersenyum)
Humaira tersenyum melihat kearah Desta, pria yang beda dua tahun dari usianya ini sebenarnya mulai membuat kagum Humaira, dirinya selalu merasa jika Desta sangat mirip dengan ayahnya, disaat jauh dari ayahnya ia menemukan sosok lembut yang selalu menemaninya, meskipun Humaira selalu menyita banyak waktu Desta tetapi Desta tak pernah mengeluh & dengan sangat senang hati menemui dirinya.
" bang lo tau gak, lo itu baik, pasti banyak yang mau ama lo " (kata Humaira)
" banyak yang mau ama gue dek, tapi gimana dong, gue maunya cuman ama lo " (kata Desta)
" ah tar paling gak lama lo bosan nunggu gue bang " (kata Humaira)
" yakin aja gue bakal sabar nunggu lo buka hati buat gue, gue yakin bentar lagi juga lo bakal luluh ama gue " (kata Desta tersenyum)
" astaga senyum mulu lo bang, liat lo begitu mah gak nunggu lama-lama gue juga bakal baper kali " (kata Humaira tersenyum)
" bagus dong, jadi kapan lo bakal nerima gue? " (kata Desta, tersenyum sambil menaik-naikkan alisnya)
" is apaan sih " (kata Humaira yang tersipu malu)
# Abdul Zayn Mikail
Sore ini ia sudah berada di depan posko untuk menjemput Rindu setelah beberapa saat lalu ia menghubungi Rindu, beruntung hari ini jadwal penerbangannya tak begitu padat sehingga ia bisa menemui Rindu, Zayn berdiri bersenderkan mobilnya, diambilnya ponsel miliknya untuk menghubungi Rindu karena tak kunjung menemuinya juga.
" maaf kakaknya lagi nunggu siapa ya?, ada yang bisa dibantu? " (kata Seorang wanita yang menghampiri dirinya)
" Rindu ada? " (kata Zayn to the points)
" oh cari Rindu, ngomong-ngomong kakak ini siapanya Rindu ya? " (kata wanita itu lagi yang mulai kepo)
Zayn mulai menyilangkan tangannya sambil memalingkan wajahnya lalu melihat kearah wanita itu lagi.
" gue calon suaminya " (kata Zayn)
Terlihat wanita tersebut amat terkejut sampai reflek menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
" bisa panggil Rindu sekarang? " (kata Zayn)
" oh iya kak, saya panggil dulu ya " (kata wanita tersebut yang langsung berlari menuju arah dalam)
# Rindu Mentari
Ia tengah bersiap-siap karena ia akan pergi bersama Zayn, karena kebetulan di posko tersebut kamar mandi hanya satu yang menyebabkan mereka mandi dengan mengantri, kebetulan Rindu baru selesai mandi & memakai pakaiannya karena mendapatkan antrian paling belakang.
" Rindu " (kata Aira)
Aira yang tengah ngos-ngosan masuk kedalam kamar membuat Rindu terkejut, Rindu menatap ke arah Aira penasaran.
" apa Ra? " (kata Aira)
" kamu tau gak di depan itu sudah ada calon suami kamu " (kata Aira)
" kak Zayn? " (kata Rindu)
" gak tau yang jelas didepan ada cowok ganteng, itu loh yang terkenal di IG, pilot ganteng, jadi dia beneran calon suami lo? " (kata Aira)
Rindu hanya menangguk membenarkan kata-kata Aira tanpa menjawabnya, Rindu masih bersiap-siap sambil menyisir rambutnya.
" kamu cepetan ngapa Rin, tuh calon suami kamu keburu bosan nungguin " (kata Aira)
" iya Ra, ini juga udah selesai kok, ya udah aku jalan dulu ya " (kata Rindu)
" Hati-hati ya Rin, jangan lupa oleh-olehnya " (kata Aira)
" sip " (kata Rindu)
Rindu melangkah keluar meninggalkan posko menghampiri Zayn, dilihatnya Zayn tengah sibuk dengan ponselnya sambil bersenderkan mobilnya, Zayn menoleh kearahnya sambil tersenyum.
" lama ya kak? " (kata Rindu)
" gak juga kok, ayo berangkat " (kata Zayn)
__ADS_1
Rindu hanya mengangguk & masuk kedalam mobil, sudah beberapa hari Rindu berada di kota D tapi baru kali ini calon suaminya tersebut mempunyai waktu luang, jadwal penerbangannya yang sangat padat terkadang membuat Rindu merasa kasihan dengan Zayn karena sudah pasti waktu untuk istirahatnya sangat kurang. Seperti sore ini, sore ini Zayn hanya pulang ke hotelnya untuk membersihkan diri & berganti baju lalu menemui dirinya.
" kakak gak capek? " (kata Rindu)
" capek sih, pegel badan gue, tapi gimana dong gue pengen ketemu lo " (kata Zayn tersenyum)
" ya kan aturan kakak istirahat dulu kak, tar kalo kurang istirahat kakak bisa sakit " (kata Rindu)
" kalo gue istirahat terus ketiduran tar ketemunya gak bisa lama, kita makan dulu ya " (kata Zayn)
Rindu hanya menganggukkan kepalanya mengiyakan ajakan calon suaminya tersebut meskipun sebenarnya dirinya masih kenyang.
# Abdul Zayn Mikail
Zayn sangat senang akhirnya bisa menghabiskan waktu bersama Rindu sore ini meskipun waktu hari ini tetap saja belum cukup untuknya menghabiskan waktu bersama Rindu, Ia terus menatap calon istrinya yang telah berada disebelahnya saat ini, Zayn merasa sangat kasmaran saat ini, ia benar-benar jatuh hati kepada Rindu, dirinya telah berencana untuk mengungkapkan perasaannya kepada Rindu sebelum acara pernikahannya yang akan berlangsung beberapa minggu lagi.
" kenapa kak?, ada yang aneh sama aku, kok kakak senyum-senyum gitu " (kata Rindu)
" enggak kok, lo baru tiga hari disini kenapa kurusan gitu sih? " (kata Zayn)
" ha,...serius kak aku kurusan? " (kata Rindu memegang pipinya)
Zayn tersenyum sambil menarik pipi Rindu karena gemas dengan ekspresi Rindu saat ini, sebenarnya jika dipikirkan waktunya mengenal Rindu sangatlah singkat, aneh jika secepat itu ia bisa jatuh cinta pada Rindu, tetapi ini lah kenyataan yang ia rasakan, ia benar-benar sedang kasmaran pada Rindu, bahkan setiap hari di dalam pikirannya hanya ada Rindu.
" tar mampir ke hotel gue ya habis makan, jadi lo tau hotel tempat gue nginep di sini dimana? " (kata Zayn)
" harus gitu? " (kata Rindu)
" harus lah, kan gue pengen minta pijet lo " (kata Zayn)
" kak kalo mau pijet itu ke tukang urut aja " (kata Rindu)
" gue males ke tukang urut, emang lo mau calon laki lo dipegang sama cewek lain? " (kata Zayn)
" ya elah kak namanya juga urut ya dipegang lah, kan gak di apa-apain juga " (kata Rindu)
" tapi gue gak rela gue di pegang cewek lain, makanya lebih baik gue dipegang-pegang sama lo " (kata Zayn)
" idih itu sih maunya kakak" (kata Rindu)
Zayn tersenyum memang benar itu hanyalah alasan Zayn Zayn saja, Zayn hanya ingin merasakan belain Rindu saja.
# Muhammad Desta Hamizan
Desta merupakan anggota kepolisian Bintara dengan pangkat Bripda, baru dua tahun Desta bergabung menjadi anggota kepolisian setelah mengikuti pendidikannya di SPN, ia ditempatkan di kota C setelah pendidikannya berakhir. Sebagai seorang polisi tak sedikit wanita yang tertarik dengannya bahkan beberapa bulan yang lalu ia juga dekat dengan wanita meskipun ia hanya dimanfaatkan lalu putus.
Saat sedang libur karena kebetulan cuti ia pulang ke kota xxx, saat itu ia diajak kedua orang tuanya untuk menghadiri acara pertunangan anak dari sahabat mereka, tak menyangka di tempat tersebut ia kembali bertemu dengan Humaira, Humaira adalah gadis yang pernah ia taksir saat masih duduk disekolah menengah atas, kebetulan saat itu Humaira adalah adik kelasnya ketika ia duduk dikelas tiga & Humaira duduk dikelas satu, saat itu ia tak pernah mempunyai keberanian untuk mendekati Humaira meskipun Humaira adalah anak dari sahabat ibunya, terlebih lagi Humaira sangat dekat dengan Bumi yang kebetulan anak dari sahabat ibunya juga.
Dan sampai akhirnya ia hanya memendam cintanya sampai lulus dari sekolah menengah atas lalu mendaftarkan diri di kepolisian lalu diterima. Hari ini ia duduk tepat di hadapan Humaira, ia terus tersenyum tak menyangka ia bisa dekat dengan gadis yang pernah ia taksir beberapa tahun lalu & rasa cintanya ternyata tak pernah hilang kepada Humaira, bahkan ia telah mengungkapkan rasa sukanya pada Humaira, meskipun Humaira tak menolaknya & tak menerimanya ia masih tetap akan menanti Humaira dengan penuh kesabaran.
" bang lo beneran gak bakal bosen nunggu gue? " (kata Humaira)
" enggak lah, gue gak keberatan sekarang tanpa status, asalkan dua tahun lagi lo yang bakal jadi istri gue " (kata Desta)
" ais lo bang, hahahahah " (kata Humaira)
" kok ketawa sih? " (kata Desta)
" ya gue masih kecil kali, dua tahun lagi gue masih belasan, dua puluh juga belum " (kata Humaira)
" gak papa dong " (kata Desta)
" gue belum lulus kuliah " (kata Humaira masih tersenyum)
" gue bakal bolehin lo kuliah " (kata Desta)
" astaga, ngayalnya kejauhan bang " (kata Humaira)
" ngayal dulu gak papa kali " (kata Desta)
__ADS_1
Desta tersenyum melihat Humaira akhirnya bisa melupakan sedihnya beberapa minggu yang lalu karena ditinggal pergi oleh sahabatnya, ia sangat berharap cinta Humaira benar-benar akan ia dapatkan suatu saat nanti karena ia hanya ingin kepada Humaira lah perjalanan cintanya berakhir.