Polwan Cantik

Polwan Cantik
#102 SEASON 2


__ADS_3

# Humaira Shakila Najma


Karena mengerti ia memang melakukan sebuah kesalahan saat kakaknya sedang marah ia hanya diam, Humaira hanya bisa pasrah dimarahi oleh kakaknya, saat dia di interogasi tadi ia hanya bisa menangis saja, seumur-umur baru kali ini ia dimarahi oleh Zayn karena kesalahan yang cukup fatal juga pikirnya.


Beruntung kekasihnya Desta cukup pengertian & tak marah dengan kesalahan yang ia buat pagi tadi, tetapi Desta lebih mengungkapkan jika ia tak suka jika Humaira menjadi seorang model berbeda dengan kakaknya yang mendukung keinginannya asal kan harus dengan ijin dahulu & di temani oleh Desta atau Gibran.


Desta akan menjadi fotografernya demi menyenangkannya yang memang memiliki minat di bidang modeling, mendengar kesungguhan hati Desta dirinya pun akhirnya menyetujui permintaannya agar dirinya menjadi model fotonya saja yang meskipun foto tersebut hanya Desta yang akan melihat.


Humaira merasa sangat beruntung bisa menjadi pacar seorang Desta yang notabenenya sangat pengertian, Desta tak pernah sedikitpun marah dengannya, seorang pria dewasa yang tak terlalu banyak bicara dengan orang lain, tetapi saat bersama dengan Humaira ia sangat terbuka.


Mengingat Desta selalu berkata jujur padanya & selalu terbuka dengan apapun yang akan ia lakukan Humaira menjadi merasa bersalah dengan Desta karena tak terbuka & tak jujur dengan pemotretannya pagi tadi, ia sama saja tak menghargai Desta.


Seharusnya saat ini Desta berhak marah padanya karena sama saja Humaira tak menghargai Desta sebagai pacar & bertindak semaunya saja. Melihat Desta yang tak terlihat sedikitpun marah Humaira semakin merasa bersalah, ia berjanji ia tak akan lagi melakukan pemotretan bersama Narendra.


" bang Desta kenapa bang Desta gak marah sih? " (kata Humaira)


Desta tersenyum kearahnya sambil memegang tangannya, Humaira hanya diam melihat kearah Desta yang masih terus tersenyum kearahnya.


" sayang kalo aku marah emang kamu mau?, apalagi tadi kamu udah habis-habisan di marahi sama bang Zayn " (kata Desta tersenyum)


" ya gak mau sih, lagian sapa juga yang mau di marahin bang " (kata Humaira)


" nah makannya itu, lagian ngeliat kamu dimarahin sama bang Zayn aja aku gak tegak dek, lain kali kalo apa-apa ijin dulu ya sayang sama bang Zayn, gak perlu deh ijin aku kalo emang kamu gak mau ijin asal kamu ijin sama bang Zayn atau mami sama papi " (kata Desta)


Desta tak pernah mementingkan tentang dirinya, kata-kata Desta telak membuat dirinya semakin merasa tak enak dengan Desta terlebih lagi pacarnya tersebut juga kena semprot oleh kakaknya tadi.


" aku juga bakal ijin bang Desta lah, bang Desta berhak tau apa-apa tentang Huma lah, justru salah kalo Huma gak ijin sama bang Desta " (kata Humaira)


" emang kenapa kalo gak ijin aku dek? " (kata Desta tersenyum)


" ya sama aja Huma gak hargain bang Desta sebagai pacar Huma " (kata Humaira)


" pinter " (kata Desta mengelus kepala Humaira)


" gak enak juga kalo bang Desta jadi kena semprot kaya tadi, padahal bang Desta juga gak tau, maaf ya bang " (kata Humaira)


" udah gak papa, jangan minta maaf lagi, jadiin pelajaran ya, jangan diulangin " (kata Desta)


Humaira tersenyum mendapati sikap lembut Desta, inilah yang membuat Humaira nyaman bersama dengan Desta, pria yang selalu mencoba mengerti & memaafkan semua kebodohan yang pernah ia lakukan.


" bang Desta takut gak tadi pas kak Zayn marah sama Huma? " (kata Humaira)


" takut lah, siapa sih yang gak takut kalo liat abangnya marah, emang Huma gak takut? " (kata Desta)


" takut lah, dia tuh gak pernah marah, tapi sekali marah ke gitu " (kata Humaira)


" marahnya bang Zayn kan tanda sayangnya dia dek, dia tuh sayang banget sama kamu, bang Desta yakin itu, keliatan banget kalo sebenernya dia tuh sebenernya sayang banget sama kamu, makanya sangking sayangnya dia takut kamu kenapa-napa makanya dia marah " (kata Desta)


Yang dikatakan Desta memang benar, Zayn sangat menyayangi dirinya sehingga bisa sangat marah dengannya, Zayn hanya takut terjadi hal buruk dengannya saat pergi tanpa ijin.


" iya bang Huma tau kok kalo kak Zayn marah karna sayang sama Huma " (kata Humaira)


" anak baik " (kata Desta sambil mengelus kepala Humaira kembali sambil tersenyum)


Bersyukur ia dikelilingi dengan orang-orang yang sangat sayang dengannya meskipun saat ini ia jauh dari orangtuanya, banyak yang sayang dengannya & mengkhawatirkan dirinya termaksud Gibran sebagai kakak sepupunya.


" jadi kapan mau mulai aku foto? " (kata Desta)


" emang bang Desta punya kamera? " (kata Humaira)


" belum sih, tapi bang Desta mau beli supaya bisa moto kamu dek " (kata Desta)


" gak usah aja kali bang, lagian Huma gak bakal poto-poto lagi kok, beneran deh " (kata Humaira)


" gak papa dek, besok deh bang Desta beli ya, yang penting hobi sama minat ade tersalurkan " (kata Desta)


" makasih ya bang, baik banget sih " (kata Humaira)


Humaira tersenyum sambil terus berpegangan tangan dengan Desta, ia tak menyangka Desta sangat serius ingin menjadikan dirinya modelnya.


# Rindu Mentari


Jam telah menunjukan pukul 09.00 malam tetapi ia masih belum bisa memejamkan matanya juga. Malam ini ia hanya sendirian di apartemen tanpa ada yang menemani, suaminya beberapa jam yang lalu mengabari jika saat ini dirinya sedang berada di kota C.


Seharusnya malam ini suaminya tersebut berada di kota xxx tetapi karena ada jadwal penerbangan yang berubah ia harus kembali lagi ke kota C & stay di kota C, setelah beberapa jam yang lalu ia belum di hubungi kembali oleh suaminya, mungkin saat ini suaminya telah terlelap dalam tidur pikirnya.


Rindu mengambil ponselnya & melihat foto Zayn yang sengaja Zayn jadikan wallpaper di ponsel miliknya, ia tersenyum sambil mengelus-ngelus layar ponselnya, ia merindukan kehadiran suaminya malam ini.

__ADS_1



Memandangi foto suaminya membuatnya semakin merindukan Zayn, belum genap sehari Zayn pergi tetapi ia sudah sangat ingin bertemu dengan suaminya, di kirimnya pesan WhatsApp untuk suaminya walaupun sepertinya saat ini suaminya sudah tertidur.


📩 pesan WhatsApp my Hubby ❤


Rindu : kak udah tidur ya?


Rindu : aku kesepian


Rindu : udah tidur beneran ya?


Rindu : kangen 😭


Karena tak ada balasan ia yakin jika suaminya saat ini sudah tertidur sangat pulas sampai tak mendengar notifikasi ponsel yang berbunyi, Rindu kemudian meletakan ponselnya kesembarang tempat masih diatas tempat tidurnya.


Rindu mencoba memejamkan matanya tetapi tetap tak bisa, ia berguling kesana-kesini membolak-balikan tubuhnya untuk mendapatkan posisi yang nyaman agar bisa terlelap dalam tidurnya, saat akan membalikan tubuhnya lagi ponsel miliknya berbunyi.


Dengan agak malas ia mengambil ponsel miliknya untuk melihat siapa yang menelpon dirinya semalam ini, nama suaminya lah yang tertera dilayar ponselnya, ia sangat senang suaminya menghubungi dirinya, tanpa menunggu lama Rindu langsung mengangkat panggilan telepon dari suaminya tersebut.


📞 panggilan masuk My Hubby ❤.....


" hallo assalamuallaikum " (kata Rindu)


" waallaikumsalam, kok belum tidur? " (kata Zayn)


" gak bisa tidur kak " (kata Rindu)


" kangen? " (kata Zayn)


" iya " (kata Rindu sambil tersenyum)


" sabar ya sayang, besok aku pulang kok, aku juga kangen kamu " (kata Zayn)


" masih lama kak " (kata Rindu)


" tinggal beberapa jam lagi sayang, sabar ya " (kata Zayn)


" tapi beneran kan besok pulang?, gak bakal ada perubahan jadwal kan? " (kata Rindu)


" insyallah sayang, mudahan gak ada perubahan, ya udah kamu tidur aja ya, udah malem loh " (kata Zayn)


" iya sayang, kamu tidur ya habis ini, i love u sayang " (kata Zayn)


" i love u to kak " (kata Rindu)


Rindu tersenyum setelah mendengar suara suaminya, setidaknya rasa Rindunya saat ini telah terobati setelah mendengar suara suaminya, ia kemudian meletakan ponselnya & segera memejamkan matanya.


# Abdul Zayn Mikail


Zayn meletakan ponselnya di atas meja yang terletak di sebelah tempat tidur Gibran, ia tersenyum-senyum sendiri setelah menelpon istrinya, ia hanya bisa membayangkan wajah istrinya saat ini tanpa bisa bersama malam ini.


" heeeemmmmmm " (kata Gibran)


Suara deheman Gibran membuatnya menoleh kearah Gibran, seketika lamunannya membuyar sepupunya tersebut saat ini tersenyum sendiri karena berhasil membuat kebahagiaannya menghilang begitu saja.


" apa sih lo Gib? " (kata Zayn)


" lo telponan sayang-sayangan gak liat-liat gue, udah nutup telpon bilang i love u gak liat gue, udah gitu asik senyum-senyum sendiri gak liat gue, apes banget gue bang " (kata Gibran)


" lo baper? " (kata Zayn)


" siapa? " (kata Gibran)


" lo lah, masa gue " (kata Zayn)


" gue gak baper bang " (kata Gibran)


" lah terus kenapa sewot? " (kata Zayn)


" hahahahahaj, kampret siapa yang sewot sih " (kata Gibran)


" hahahahaha, makanya buruan punya pacar biar ada yang dihubungin, jangan baper ngeliat orang lain nelpon " (kata Zayn)


Zayn menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum, setelah menghubungi Rindu memang ia melupakan kehadiran Gibran dikamar tersebut karena sibuk dengan lamunannya sendiri.


" bang itu diluar Desta udah pulang belum?, kok gak ada suaranya kayaknya " (kata Gibran)

__ADS_1


" gue mau liat dulu lah kebawah, emang jam berapa Gib? " (kata Zayn)


" jam sembilan lewat bang " (kata Gibran)


" ikut kebawah gak lo? " (kata Zayn)


" gak lah, males gue " (kata Gibran)


" galau lo liat Huma sama Desta, baper ya, hahahaha " (kata Zayn)


" semp*ak lo hahahahahhaha " (kata Gibran)


Zayn keluar kamar Gibran sambil tertawa, ia menuruni anak tangga & berjalan menuju arah bawah, dibawah masih ada Humaira yang masih tetap duduk di sofa ruang tamu sedang Desta sudah berdiri menghadap Humaira sambil memegang tangan Humaira


Setelah berada di bawah Zayn langsung menghampiri Humaira & Desta, sepertinya saat ini Desta memang sudah bersiap untuk berpamitan, mengingat saat ini sudah malam wajar jika Desta sudah akan pamit pulang.


" bang mau pamit dulu " (kata Desta yang melihat kedatangan Zayn sambil tersenyum)


Seketika adiknya Humaira menoleh kearahnya, Zayn tersenyum sambil terus berjalan mendekat kearah Humaira & Desta.


" sudah mau pulang Des? " (basa-basi Zayn)


" iya bang, udah malem juga, takut kemalaman entar " (kata Desta)


" ya udah hati-hati ya Des, jangan ngebut-ngebut bawa motornya " (kata Zayn)


" iya bang " (kata Desta), " dek pulang dulu ya? " (kata Desta berpamitan)


" hati-hati ya bang " (kata Humaira)


Zayn merangkul adiknya sambil berjalan menuju arah pintu untuk mengantarkan kepergian Desta sambil tersenyum.


" assalamuallaikum " (kata Desta)


" waallaikumsalam " (kata Zayn & Humaira)


Setelah motor milik Desta melaju menjauh dari pekarangan rumah Zayn & Humaira langsung masuk kedalam rumah, Zayn masih merangkul adiknya sambil berjalan menuju arah dalam.


" tidur gih, udah malem " (kata Zayn)


" boleh gak ngobrol bentar sebelum tidur kak, sambil nunggu kabar dari bang Desta kalo udah sampe " (kata Humaira)


" ok, emang mau ngobrol apa? " (kata Zayn)


" apa aja " (kata Humaira)


" ya udah duduk disini aja dulu " (kata Zayn)


Zayn mengajak adiknya untuk duduk di ruang tamu, saat ini Zayn sudah tak marah lagi dengan Humaira, baginya setelah mengungkapkan kekesalannya, semua amarah sudah selesai & tak ada lagi yang perlu di bahas


" kak boleh gak kalo Huma poto-potonya sama bang Desta? " (kata Humaira)


" boleh dong " (kata Zayn tersenyum)


" makasih kak " (kata Humaira memeluk Zayn)


" iya dek " (kata Zayn)


" kak salah gak kalo Huma sayang sama bang Desta? ' (kata Humaira)


" gak lah, namanya juga pacaran " (kata Zayn), " tapi rasa sayang lo ke Desta jangan bikin lo salah langkah ya dek, gue percaya lo ama Desta bisa jaga diri " (kata Zayn mengelus rambut Humaira)


" iya kak, kak bolehin gue nikah sama bang Desta dong kak " (kata Humaira)


Zayn kemudian melepaskan pelukan Humaira & melihat kearah Humaira sambil memegang bahu adiknya tersebut, ini untuk yang kesekian kalinya Humaira meminta restu kepadanya.


" lo jangan mikir nikah itu gampang lo dek, gue aja belum tau gimana sih rumah tangga itu yang sebenernya karena kalo baru nikah pasti yang keliatan cuman manisnya dek belum pahitnya " (kata Zayn)


" tapi kak, bang Desta tuh baik " (kata Humaira)


" kakak tau dek, tapi lo pikir lah, di umur lo yang masih muda lo yakin bakal mau nikah muda, pernikahan itu sama aja kaya berlayar dengan satu perahu tapi dua nahkoda, gak gampang menjalani rumah tangga " (kata Zayn)


Zayn tak mau adiknya sampai kehilangan proses dalam mencari jati dirinya, menikah muda bukanlah perihal gampang, diusia Humaira yang masih tergolong muda Zayn tak ingin adiknya menyesal nantinya.


" kak gue mohon kak, gue pengen nikah ama bang Desta, ijinin ya " (kata Humaira memohon)


" lo aja masih belum dewasa gimana gue mau ijinin lo dek, gue gak mau belum apa-apa nantinya gak diminta-minta lo cerai ama Desta " (kata Zayn)

__ADS_1


" is kakak ah, jahat banget sih lo, belum juga nikah gue ama bang Desta lo udah mikir gua bakal cerai aja ama bang Desta " (kata Humaira agak kesal), " lagian bukannya di dukung juga malah di sumpahin " (kata Humaira manyun sambil menyilangkan tangannya)


Melihat adiknya yang sedang merajuk Zayn lalu memeluk Humaira untuk memberi pengertian agar adiknya tersebut lebih mengerti lagi, melihat tingkah adiknya yang masih suka.meraju seperti ini bagaimana mungkin ia mengijinkan Humaira melepaskan masa lajangnya saat ini.


__ADS_2