
Dua jam berlalu safitri beserta dua temannya sudah sampai di kota C, mereka bertiga turun dari pesawat berjalan bersama beriringan, sebelum bertransit Safitri & Widia menemui kedua orang tua Fira untuk berkenalan, mereka mengobrol panjang lebar setelah itu mereka segera berpamitan pada Fira & orang tuanya untuk melanjutkan penerbangan selanjutnya, di sinilah mereka berdua berpisah dengan Fira.
Jam telah menunjukan 10.00pagi, setelah berjalan beberapa menit lalu saat ini dirinya sudah berada didalam kabin pesawat duduk bersebelahan dengan Widia masih sama seperti beberapa saat lalu tetapi bedanya saat ini hanya mereka berdua tanpa Fira.
" lo dijemput wid??? " (kata Safitri)
" iya, gue dijemput ibu sama kakak gue Fit, ayah gak bisa izin dari kompi, lo gimana jadi dijemput sama babang tamvan???? hihihi " (kata Widia sambil tertawa)
" hi, lo sangka babang tamvan andika Xkangenband, amit-amit deh, iya gue dijemput bang Abi padahal masih jam kerja loh tapi kekeh mau nge jemput gitu " (kata Safitri)
" atasan mah bebas Fit mau kerja atau enggak suka-suka hatinya jangan samain sama yang jabatannya dibawahnya kaya kita kalau kita mah ibaratnya sama kaya kacung, hahaha " (kata Widia)
" atasan apa kemeja atau kaos " (kata Safitri)
" serah lo aja panjul, bisa juga ngelawak, ngomong-ngomong lo udah ada rencana libur mau kemana??? " (kata Widia)
" rencananya gue bakal di rumah aja sih gak kemana-mana, gue mau puas-puas sama orang tuan gue, kan sudah dua bulan gak ketemu " (kata Safitri)
" lah lu gak punya rencana mau jalan sama bang Abimana atau sama Ega sama Risya gitu???? " (kata Widia)
" belum tau lah, yang jelas gue mau puas-puas di rumah sama orangtua gue " (kata Safitri)
" lo emang yang paling aneh basuki, sumpah orang liburan pengen halan-halan lo malah cuman pengen di rumah aja, serah lo aja lah suka-suka hati lo yang jelas pokoknya lo jangan lupa balas pesan dari gue ya kalau sudah dirumah, awas lo gak balas pesan dari gue " (kata Widia)
" iya juki tentang aja mah lo bakal gue balesin 24jam " (kata Safitri)
" gue tau lo ya Badrun, lo kalo sudah fokus sama sesuatu pasti hp lo bakal lo anggurin "(kata Widia)
" hehehe, hapal banget lo ama gue "(kata Safitri)
__ADS_1
" gue mau tanya sesuatu sama lo Fit agak serius ini ya, jujur lo masih ada rasa gak sama bang Randi??, maaf lo ya jangan tersinggung, soalnya kalau gue liat bang Randi kaya masih punya rasa ke lo " (kata widia)
" idih bisa juga lo serius, jangan-jangan lo naksir ya sama kak Dito, gini ya Wid bagi gue masa lalu ya udah biar aja berlalu buat apa dibahas lagi lebih baik jalani yang ada didepan mata sekarang, gue menghoramati kak Dito semata-mata cuma karena dia instruktur kita & senior kita sudah itu aja gak lebih dari itu " (kata Safitri)
" kalau dibilang naksir sih enggak ya tapi kalau dibilang tertarik iya pasti lagian siapa sih yang gak tertarik tarik sama ciptaan yang maha Kuasa sesempurna bang Randi, bang Randi itu diibaratkan magnet Fit menarik cewek-cewek buat mengagumi dia, lo serius udah gak ada perasaan sama bang Randi Fit terus gimana kalau beneran bang Randi masih suka lo " (kata Widia)
" ah gak mungkin ah, gue tuh kenal banget sama kak Dito dia itu emang gitu perhatian jadi jangan salah sangka sama dia "(kata Safitri)
" ok, tapi lo kangen gak sama dia " (kata Widia)
" entahlah, tapi jujur gue seneng bisa ketemu lagi sama kak Dito " (kata Safitri)
" kita gak pernah tau siapa jodoh kita, tapi siapapun pilihan lo, gue yakin itu yang terbaik buat lo " (kata Widia)
" makasih ya Wid, lo baik banget " (kata Safitri)
#*Bripka Abimana Prasetiya
#* Safitri
Safitri telah menuruni anak tangga pesawat, ia kini berjalan bergandengan dengan Widia & satu tangan lainya masing-masing menggeret travelbag miliknya mereka berdua saling melempar senyum.
" lo liat yang disana ibu-ibu pake gamis biru jilbab hitam sama mas-mas baju kaos coklat berkerah gak?, itu ibu sama kakak gue " (kata Widia sambil menunjuk orang disebrang sana)
" mm yang itu ya, lo langsung balik? " (kata Safitri bertanya)
" iyalah, emang lo gak " (kata Widia)
" langsung lah " (kata Safitri)
__ADS_1
Safitri & widia melangkah keluar, ada sedikit rasa bangga, mereka adalah orang-orang terpilih yang sedang melakukan pendidikan sebelum diangkat menjadi polwan. Dua sahabat safitri melihat kearahny.
" Fit " (kata dua sahabatnya sambil melambai)
" haii " (kata Safitri balas melambai sambil melemparkan senyum lebarnya)
Safitri & widia mempercepat langkahnya, dilihatnya Bripka Abiman juga berjalan kearahnya sementara Widia telah sedikit berlari menghampiri ibu & kakaknya. Safitri kini telah berhadapan dengan Bripka Abimana, segera dipeluk tubuhnya erat-erat oleh kekasihnya itu, ada ruang kosong yang terisi kembali saat ia bertemu kekasihnya, setelah melapaskan pelukannya kening Safitri kini telah dicium oleh kekasihnya, safitri menyalami tangan Abimana & mencium tangannya, berkali-kali kekasihnya mengelus-elus rambut pendeknya, tangan mereka saling bergandengan, setelah berada dihadapan sahabatnya Safitri melepaskan tangannya dari Bripka Abimana & memeluk kedua sahabatnya, tangis haru pecah seketika, sekian lama mereka berpisah baru bertemu lagi.
" rambut lo jadi pendek gitu sih, jahat banget mereka bikin lo jadi begini " (kata Risya masi menangis sambil merangkul sebelah kanan)
" ini sebagian dari peraturan, rambut dipangkas habis, ini juga sudah agak mendingan sudah agak tumbuh " (kata Safitri)
" tapi lo makin imut " (kata Ega merangkul Safitri sebelah kiri)
" maaciiii, mm gue kangen kalian bebz "(kata Safitri)
" kita juga " (kata Ega & Risya)
" udah yuk kita pulang " (kata Ega)
" kalian naik apa??? " (kata Safitri)
" gue bawa mobil " (kata Risya)
" lo ga usah kuatir, lo balik aja sama bang Abimana kita berdua nanti nyusul kerumah lo " (kata Ega)
" beneran ya " (kata Safitri)
" iya bebs , gih sana kita mau keparkiran duluan, see u beb " (kata Risya bermaksut menyuruh Safitri untuk segera mendatangi kekasihnya)
__ADS_1
" ok, daaaa " (kata Safitri)
Safitri & dua sahabatnya memutuskan untuk berpisah mengendarai mobilnya sendiri menuju rumah Safitri sedangkan Safitri pulang bersama Bripka Abimana.