Polwan Cantik

Polwan Cantik
#62


__ADS_3

Waktu begitu cepat sorepun tiba, waktu menunjukan pukul 05.00 sore, dua sahabat Ega & Risya sudah pulang beberapa puluh menit yang lalu setelah melaksanakan sholat ashar sedangkan kekasihnya Bripka Abimana belum pulng. Terdengar suara motor ayah diluar rumah, ia baru saja pulang dari bekerja, maklum saja ayah hanya seorang buruh dipabrik triplek. Safitri yang mendengar suara motor ayah langsung mengajak Bripka Abimana keluar untuk menyapa ayahnya.


" kenapa yah, kok kayanya capek banget? " (kata ibu)


" gak bu, biasa aja, mungkin karena ayah sudah terlalu tua ya jadi tenaganya gampang capek " (kata ayah)


"kalau capek jangan dipaksa kerja pak, nanti bapak sakit " (kata Abimana)


" ah gak ko nak Abi, justru kalau bapak gak kerja malah sakit semua badan bapak " (kata ayah)


" nanti yah kalau Safitri sudah jadi polwan selesai pendidikan ayah gak usah kerja lagi, dirumah aja biar Safitri gantian yang cariin ibu sama ayah uang " (kata Safitri sambil memijat pundak ayah)


" mana boleh Nduk cah ayu, kalau ayah gak kerja terus nanti kalau kamu nikah sama nak Abi ayah sama ibu mau makan apa Nduk " (kata ayah)


" pak Abi gak pernah ngelarang kalau Safitri punya niat baik seperti itu, bahkan kalau Safitri sudah nikah sama Abi juga gak bakal ngelarang dia buat berbakti sama ibu & bapak " (kata Abimana)


" kamu baik sekali nak " (kata ibu)


" Safitri berharap bisa ngebanggain bapak & ibu, kalau dia sudah berhasil pastinya dia juga mau menyenangkan bapak sama ibukan, bukannya itu niat yang mulia, Abi justru bakal bangga calon istri Abi seorang perempuan yang sayang keluarga, nantinya pasti Abi sama calon anak-anak Abi gak bakal kekurangan kasih sayang " (kata Abimana)


" nak Abi memang bijaksana ya, punya menantu seperti nak Abi pasti jadi satu kebanggaan " (kata ayah)


" iya yah, nak Abi ini baik, cerdas, ganteng lagi, kamu beruntung nduk dapat nak Abi " (kata ibu)


" ah gak bu, justru saya yang beruntung dapat anak ibu, cantik, baik, sholeh, sayang keluarga calon polwan lagi " (kata Abimana tersenyum kearah Safitri)


" aduh Safitri kaya ngerasa terbang lo disanjung, hahahahahha "(kata Safitri)


" oh iya pak, bu, abi numpang mandi disini ya, kalau boleh Abi pulang nanti malam aja soalnya besok kan Safitri juga sudah berangkat ke SPN " (kata Abimana)


" oh boleh nak, kalau perlu nginap aja ya, nanti kita tidur berempat diruang keluarga " (kata ayah)


" iya nak Abi, nginap aja " (kata ibu)


" apa gak papa Bu kalau Abi nginap " (kata Abimana)


" gak papa nak " (kata ibu)


" Nduk ajak nak Abi mandi dikamarmu, ayah juga mau mandi " (kata ayah)


" iya yah " (kata Safitri)


Ayah & ibu telah masuk kerumah, sementara Safitri & Bripka Abimana masih duduk diteras ruman sambil melanjutkan obrolan, dia akan sangat merindukan Bripka Abimana saat berada di SPN nanti. Mereka selalu beradu pandang sambil tersenyum, Bripka abimana menciumi punggu tangannya, sambil mengelus-ngelus jemarinya.

__ADS_1


" i love u so much sayang " (kata Bripka Abimana)


" me too bang " (kata Safitri)


" dek bang Abi mau mandi duluan ya, nanti magrib mau sholat kemasjid bareng ayah " (kata Abimana)


" hmm, ayo aku antar, tapi tolong bajunya pake didalam kamar mandi oke " (kata Safitri)


" iya dek, dek lupa tolong ambilkan baju bang Abi dalam mobil dong, ni kuncinya " (kata Abimana sambil masuk kedalam menuju kamar)


Safitri segera mengambilka baju Abimana didalam mobil, sedangkan kekasihnya sudah masuk kedalam kamarnya.


#*Andriawan Abara Brilian


Padahl sudah berkali-kali pesan dikirimnya ke nomer Safitri tapi tak satupun pesannya masuk & dibaca. Sedari pulang sekolah Bara hanya mengurung diri dikamarnya, ia terus mengacak-ngacak rambutnya, berkali-kali mencoba memejamkan mata tapi tak kunjung mengantuk, berkali- kali mondar-mandir, baru kali ini dia merasakan perasaan seperti ini.


" sial " (kata Bara sendiri)


" gimana gue gak makin penasaran coba, ini dia sudah tau gue adek dari calonnya tapi dia juga masih nyuekin gue, dia tuh unik banget sih, manis, cantik, imut, baik, satu lagi cuek, ahhhhhhh, gila gue " (gumam Bara dalam hati sambil mengacak rambutnya)


Bara melihat foto keluarga yang ada diatas mejanya ada rasa bersalah, ia tau jika semuanya tau jika ia menyukai calon kakak iparnya mereka semua pasti akan kecewa padanya.


" bang maafin gue bang, gue gak bisa pungkiri perasaan gue ke tunangan lo, gue salah bang, gue memang salah, tapi gue harus gimana " (gumam Bara dalam hati)


Bara mempunyai ide untuk mendaptkan kabar Safitri, ia segera mengambil ponselnya & segera mengirimkan pesan WhatsApp kepada Bripka Abimana.


**pesan WhatsApp name my beloved brother


Bara: bang lagi ngapain lo?


Bara: dimana lo bang?


Bara: belum pulang lo bang?


#*Safitri


Safitri duduk dikursi belajarnya menunggu Bripka Abimana yang masih berada didalam kamar mandi, terdengar ponsel milik kekasihnya yang berada diatas meja berkali-kali berbunyi.


" bang Abi, ada pesan masuk ni di hp abang " (kata Safitri agak berteriak supaya kekasihnya mendengar kata-katanya)


" buka aja sayang, balaskan ya " (kata Abimana dari dalam kamar mandi)


" ok siap sayang " (kata Safitri)

__ADS_1


Safitri pun segera mengambil ponsel Bripka Abimana & membuka pesan yang masuk, ternyata dari Bara, ia segera membalas pesan Bara.


**pesan WhatsApp name Abara brilian


Bara: bang lagi ngapain lo?


Bara: dimana lo bang?


Bara: belum pulang lo bang?


Abimana: hai calon adik ipar


Abimana: bang Abi lagi mandi


#*Andriawan abara brilian


Sungguh kagetnya dia yang membalas pesannya untuk Bripka Abimana adalah Safitri, hatinya semakin sakit seperti ditusuk-tusuk. Dia berfikir jika memang ia tak tau diri, jelas-jelas orang yang ia suka sangat mencintai Bripka Abimana bagaimana mungkin dia juga memendam rasa, dia lalu membalas pesan itu kembali.


***pesan WhatsApp name my beloved brother


Abimana: hai calon adik ipar


Abimana: bang abi lagi mandi


Bara: lo buka-buka hp bang Abi?


Bara: hp lo sendiri gak lo pegang


Abimana: hp gue memang sengaja gue mati


Bara: emang lo sibuk sampe sengaja matiin hp


Abimana: ya gak lah, cuman hari ini memang gue lagi gak pengen diganggu


Abimana: gue kan besok sudah balik


Bara: besok mama papa jadi jemput lo loh


Bara: gue mau ikut antar lo


Abimana: gak usah repot-repot adek ipar, kamu sekolah aja, belajar bener-bener


Bara: bawel lo

__ADS_1


Abimana: sudah dulu ya calon adek ipar bang abi sudah selesai dari kamar mandi, gue juga mau gantian mandi, daaaaaa


Seketika hatinya jatuh hancur berkeping-keping.


__ADS_2